humas karimun
humas karimun

Kadinkes P2KB Lingga Gelar Jumpa Pers Jelaskan Kekurangan Obat yang Menjadi Keluhan Masyarakat

Published in KARIMUN
Written by  09 August 2017
Rate this item
(0 votes)

 

LINGGA,(KT) - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menggelar jumpa pers, terkait permasalahan obat-obatan di beberapa Rumah sakit dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Lingga, yang menjadi keluhan masyarakat akhir-akhir ini hingga ancaman Demo dari berbagai pihak, Selasa (8/8/17).

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lingga, dr. Syamsurizal kepada sejumlah wartawan yang hadir menyampaikan, dirinya sudah melakukan berbagai upaya untuk menangani permasalahan obat ini. Namun segala sesuatu yang berhubungan dengan anggaran dibutuhkan proses panjang, yang tidak boleh di langgar.

Sejak awal kepemimpinannya di Kabupaten Lingga Dinas Kesehatan Kabupaten lingga mengalami Defisit anggaran pada tahun sebelumnya, sehingga membuat pihak rumah sakit tidak dapat membeli stok kebutuhan Obat-obatan serta Alat Medis habis pakai.

" Saya datang kesini, beberapa stok AMS (Alat Medis Habis Pakai) kosong, bahkan kita kehilangan kepercayaan dari pihak ketiga, ini membuat saya putar otak," sebutnya.

Setelah melakukan beberapa upaya dengan menghubungi pihak Provinsi Kepri hingga Dirjen di Kementerian Kesehatan pusat, akhirnya Kabupaten Lingga kembali mendapatkan bantuan dan respon positif dari Penyedia obat atau pihak ketiga. " Saya berjuang dan alhamdulillah membuahkan hasil, bahkan saya menjamin jika tidak di bayar saya akan gunakan uang pribadi saya," ujarnya.

Mengenai proses penggunaan obat-obat di Rumah sakit saat ini kosong menurutnya, karena ada beberapa kendala dalam pengimputan data dengan sistim digital yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar kita harus melalui proses E- Katalog untuk mendapatkan beberapa obat yang disiapkan pemerintah pusat.

" Proses itu saja membutuhkan waktu empat bulan paling cepat, tapi sekarang semuanya sudah terpenuhi, kemudian untuk kekurangan lainnya kita juga melakukan lelang," sebutnya.

Kenapa dirinya lebih mendahulukan penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) terlebih dahulu daripada dana APBD, hal tersebut menurutnya untuk memberikan kepercayaan kepada pusat, agar serapan anggaran dari Dana DAK tersebut dapat terserap maksimal. " Di Kepri sendiri kita dan Bintan mendapat serapan terbaik dalam penggunaan obat ini dan itu sudah di akui pusat," sebutnya.

Sementara itu untuk penggunaan pemenuhan kebutuhan lainnya melalui dana APBD, pihaknya pada hari ini sudah melakukan lelang dan proses itu akan segera terealisasi secepatnya. Jadi kesimpulannya dengan perjuangan dan memulai pendataan dari Nol ini, pemerintah kabupaten lingga dapat menarget bahwa ditahun 2018 yang akan datang persoalan obat ini akan segera terselsaikan.

Ada juga beberapa strategi dalam persoalan keluhan masyarakat terhadap pelayanan masyarakat ini, yang saat ini banyak terjadi di Rumah Sakit Encik Maryam. " Kita akan Evaluasi personil disana, dan kita juga menargetkan tahun ini RS Encik Maryam itu sudah berstatus BLUD sama dengan RSUD Dabo," tegasnya. (Rs)

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

KALENDER BERITA

« October 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31