humas karimun
humas karimun

MENSYUKURI HASIL BUMI, RATUSAN WARGA BEREBUT TUJUH GUNUNGAN HASIL BUMI

Published in KARIMUN
Written by  26 August 2017
Rate this item
(0 votes)

 

 

GROBOGAN (KT),- Ratusan warga di Grobogan,Jawa Tengah,berebut gunungan yang terbuat dari hasil bumi. Rebutan gunungan tersebut digelar dalam tradisi sedekah bumi sekaligus memperingati HUT RI ke-72.

 

Ratusan warga desa Mlilir,kecamatan Gubug,Grobogan,Jawa Tengah,sabtu siang (19/8) mengarak tujuh gunungan yang berisi hasil bumi dan jajanan pasar keliling desa.  Tujuh gunungan tersebut diarak mulai dari balai desa hingga rumah kepala desa sebagai tradisi tahunan dalam acara sedekah bumi untuk mensyukuri hasil bumi yang melimpahDengan menaiki kuda,kepala desa memimpin arak-arakan ini berjalan mengelilingi desa sejauh 10 kilometer. Selain tujuh gunungan,bedera merah putih sepanjang 50 meter pun turut diarak tujuh puluh dua siswa siswi sekolah dasar mengeliling desa sekaligus sebagai bentuk syukur memperingati HUT RI ke-72.Kesenian barongshai,warok,dan kesenian lain yang menjadi tradisi warga pun ditampilkan untuk menambah kemeriahan tradisi sedekah bumi dan HUT RI ke-72.

 

Sesampainya di rumah kepala desa. Para warga yang sudah menunggu satu jam,tak sabar  menanti selesai didoakan langsung berebut tujuh gunungan yang telah diarak. Dalam sekejab,tujuh gunungan setinggi dua meter tersebut pun ludes menjadi rebutan warga. Menurut Suharto (30) tradisi rebutan gunungan ini terjadi setiap tahun saat tradisi sedekah bumi atau apitan.Warga percayagunungan yang berisi hasil bumi ini dijadikan rebutan karena bisa mendatangkan berkah.”Setiap tahun seperti ini,dijadikan rebutan,karena menurut orang tua dulu bisa mendapatkan berkah. Jika dibawa ke sawah,tanamannya bisa subur,” katanya

 

Menurut Sugeng Riyadi,Kepala Desa Mlilir mengatakan kirab gunungan ini merupakan rangkaian kegiatan sedekah bumi yang diselenggarakan setiap tahun sekali dengan tujuan melestarikan tradisi leluhur sebagai bentuk syukur diberi hasil bumi yang melimpah. Sekaligus memperingati HUT RI ke-72.“ Ini sebagai bentuk syukur kepada yang Maha Kuasa karena diberi hasil yang melimpah dan diberi keselamatan sehingga bisa menikmati kemerdekaan,” katanya

 

Setelah ritual selesai, nasi dan hasil bumi yang jadi rebutan tersebut kemudian dibawa pulang. Sebagian akan disimpan dan akan ditaburkan ke sawah saat masa tanam tiba. Warga meyakini akan diberi hasil panen yang melimpah saat sawah mereka ditaburi nasi hasil rebutan tersebut.(nur)

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

KALENDER BERITA

« December 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31