humas karimun
humas karimun

Ketika Oknum Pejabat dan Wakil rakyat Menerima Tunjangan Belasan Juta dan Puluhan Juta Perbulan Warga Kuansing Masih Tinggal Di Gubuk Reot ?

Published in KARIMUN
Written by  14 November 2017
Rate this item
(0 votes)

  

Ket Photo : Memprihantinkan  Rumah Warga Kuansing,Riau.

 

Kuansing,(KT) - Tinggal di rumah yang nyaman adalah impian setiap orang. Apalagi bagi Ardi, seorang warga Desa Tanjung Putus yang membutuhkan tempat nyaman untuk beristirahat. Namun apa daya, Ardi hanya bisa memiliki sebuah gubuk miring yang nyaris ambruk.

 

Berbeda dengan wakil rakyat yang selama ini mengaku pro rakyat. Mereka hidup nyaman dan aman di tengah kenikmatan anggaran rakyat. Selain punya rumah yang dibuatkan negara, mereka masih juga mendapat tunjangan perumahan, begitu juga dengan oknum pejabat bergelimang dengan menerima tunjangan setiap bulanya dengan nominal puluhan juta rupiah

 

Mereka berani jual nama rakyat tapi toh, tak mengetahui bagaimana kehidupan rakyat yang sebenarnya. Politik mereka gunakan hanya untuk kepentingan pribadi, golongan dan Partai tanpa melihat realita yang terjadi saat ini.

 

Kembali ke laptop, eh Ardi yang hidup di gubuk reot. Berada di Desa Tanjung Putus Kecamatan Kuantan Seberang Kabupaten Kuantan Singingi, gubuk miring itu adalah hasil keringat mertuanya yang sudah mulai rentan/usia lanjut.

 

Bentuknya sangat kecil dan sempit berukuran 5×3 meter dengan bilik kayu dan lantai alakadarnya. Gubuk itu juga hanya punya sebuah dapur, dua kamar tidur dan ruang tamu.

 

Jika ingin masuk ke dalam gubuk Ardi ini, kepala harus menunduk kalau tidak ingin keceduk pintu. Sudahlah pintunya kecil pas-pasan, agak miring pula.

 

Apalagi jika hujan turun, ember-ember pun harus disiapkan untuk menampung tetesan air dari atap yang bocor.

 

Jauh beda dengan kehidupan oknum pejabat di kabupaten kuantan singingi, contohnya saja di dua OPD Bappeda dan BPKAD, setiap bulanya menerima tunjangan yang sangat mencengangkan,untuk ukuran kepala badan aja setiap bulanya menerima Rp .26.800.000,00.- sedangkan Sekretarisnya menerima, Rp.17,800.000.00.-  begitu juga dengan kepala badan serta para staf menerima tunjangan bervariasi.pertanyaanya, apakah pemangku kebijakan tidak memiliki hati nurani, karena, di suatu sisi rakyat menderita dan di suatu sisi oknum pejabatnya bergelimang dengan kemewahan dari anggaran APBD. Sungguh mengecewakan.” (*)

 

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

KALENDER BERITA

« December 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31