humas karimun
humas karimun

Makanan dari Kesultanan Melayu hingga Rakyat Jelata Hiasi Tamadun Melayu Antar Bangsa

Published in LINGGA
Written by  23 November 2017
Rate this item
(0 votes)

 

 Ket Photo : Stand Bazar Kuliner di Komplek Kantor Bupati Lingga, Kepri.

 

Lingga,(KT) - Suasana malam di stand bazar kuliner di Komplek Kantor Bupati dalam perhelatan Tamadun Melayu Antar Bangsa. Begitu banyak yang bermunculan dalam perhelatan Tamadun Melayu Antar Bangsa yang menarik untuk disimak. Mulai dari seni budaya dan makanan yang lagir dari adat istiadat suku melayu, tidak jenuh untuk diperhatikan.

Begitu juga untuk makanan. Berbagai macam menu kuliner khas Melayu hiasi stand bazar perhelatan Tamadun Melayu antar bangsa, di Daik Lingga yang berjuluk bunda tanah Melayu. Mulai dari makanan khas tradisional melayu sampai Nasional. Stand bazar yang berdiri dengan beratapkan rumbia, menambahkan suasana khas budaya bangsa Melayu.

Selama proses kegiatan berlangsung, suasana malam di komplek perkantoran yang biasanya sepi, sontak berubah menjadi riuh alias ramai. Keramaian ini lahir  karena rasa penasaran masyarakat yang ingin mencicipi makanan, baik dalam daerah maupun dari negara tetangga, Malaysia.

Cita rasa makanan khas Melayu bisa didapatkan dengan mudah selama perlehatan yang berlangsung agar dapat memuliakan Tamadun Melayu antar bangsa.

Ketua Asosiasi Pedagang Kuliner Lingga, Hermadi mengatakan di Tamadun ini, pedagang kuliner Lingga lebih banyak menonjolkan masakan khas daerah, seperti makanan yang berbahan sagu. Diantara jenis makanan yang mencuri perhatian tersebut, yakni lakse kuah, lebih dikenal dengan mei sagu, lempeng sagu, lambok dan kepurun

“Tidak hanya itu saja bagi yang suka dengan makanan seafood juga ada disini. Khusus makanan yang secara historisnya sejak jaman kesultanan dahulu, pengganti makanan pokok nasi, juga ada disini yakni “gubal”. Makanan ini dibuat dalam sajian beralaskan daun pisang serta lekar yang terbuat dari bahan anyaman rotan ,” katanya kepada media KARIMUN TODAY.COM, Rabu, 22 November 2017.

Dikatakan Hermadi ini menjadi awal yang baik, karena semua negara negara serumpun Melayu kumpul hadir di Daik Lingga. Dimana, tambahnya, banyak pedagang yang kuliner merasakan dampak positif, satu diantaranya dari sektor ekonomi.

“Semoga saja di Tamadun ini, khususnya kuliner khas Melayu Lingga, lebih dikenal di negara Indonesia maupun mancanegara,” katanya berharap. (R.AG)

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

KALENDER BERITA

« December 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31