humas karimun
humas karimun

Kejati Riau Diminta Usut Pembebasan Lahan Hotel Kuansing Tahun 2014 di Duga Mark’up Anggaran

Published in KARIMUN
Written by  04 December 2017
Rate this item
(0 votes)

 

 

Ket Photo : Proyek Tiga Pilar Penuh Misteri yang Belum Terungkap oleh Penegak Hukum di Daerah Maupun Pusat.

 

Kuansing,(KT) – Pada tahun 2014 silam, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi,Provinsi Riau,diduga pengadaan tanah  dibayarkan tidak sesuai dengan harga ketika itu,pasalnya, dalam pengadaan tanah  dinilai sangat tidak masuk akal, serta tidak adanya keterlibatan pihak BPN Kuantan Singingi yang menanda tangani berita acara tersebut,Selayaknya harus ada tim 9, namun didalam surat berita acara  hanya di tanda tangani oleh 7 orang, anehnya lagi, tiga pilar dalam RPJMD 2011 lalu tidak masuk, oleh sebab itu, diminta kepada penegak hukum,(Kejati=red), untuk melakukan penyelidikan.

 

Hal tersebut dikatakan, Padri Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di pekanbaru, juga putra asli kuansing kepada karimuntoday.com, Senin,(4/12/2017), Dalam berita acara No/689/BA/PPTN/2014, Tim pengadaan tanah yang terdiri dari 7 orang tersebut telah melakukan rapat penetapan bentuk dan besarnya nilai ganti rugi atas tanah, bangunan dan benda-benda lain diatasnya yang terkena kegiatan pengadaan tanah fasilitas pemerintahan dan kepentingan umum tahun 2014. (perluasan lahan hotel kuansing), dari hasil penilaian Harga Tanah oleh tim penilai independen penyedia barang/ Jasa KJPP Toto Suharto dan Rekan,kala itu, nilai pasar  harga tanah pada lokasi perluasan lahan Hotel Kuansing adalah sebesar Rp.335.700/ m2.

 

Tetapi, menjadi pertanyaan, Surat Keputusan Bupati Kuansing No:KPTS.172/IV/2013, tentang penetapan Nilai Jual Objel Pajak (NJOP) sebagai dasar pajak bami Bangunan Pedesaan dan Perkotaan ( PBB-P2 ) harga NJOP per meternya saat itu sebesar Rp.128.000-, jika harganya Rp.128.000 permeter di kalikan 23,049 m2 maka hasilnya Rp. 2.950.272,000 sedangkan dalam berita acara tersebut tercatat sebesar harga permeter sebesar 335.700 dikalikan 23.049 maka hasilnya Rp.7.737.550.000, dan disenyalir dalam pengadaan tanah tersebut adanya dugaan pemufakatan jahat antara panitia pengadaan dengan pemilik lahan atau perantara jual beli tanah tersebut.

 

“ Adapun, Pembayaran tanah lokasi Hotel kuantan Singingi tahun 2014 lalu melalui hitungan sementara berdasarkan NJOP tahun 2013, seharusnya yang dibayarkan sekitar Rp. 2 Milyar lebih, namun pemda kuansing kala itu membayarkan Rp.7.7 Milyar lebih, atau tiga kali lipat lebih dari harga kepatutan, jika di hitung selisih harga berdasarkan NJOP di bandingkan dengan yang di bayarkan pemda yang sangat tinggi sehingga hal tersebut dapat di duga keuangan Negara dirugikan sebesar lebih kurang Rp. 5 Milyar,” Tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Dia berharap kepada bapak kejati riau, untuk melakukan penyelidikan atas proses pengadaan lahan untuk hotel kuansing beberapa tahun silam, karena dia menilai pada tahun 2014 tersebut, sangat tidak masuk akal, kalau lahan seluas 2 hektar di bebaskan dengan biaya senilai, Rp. 7.737.550.000.-, dan dinilai adanya penggelembungan harga, dan juga diminta kepada bapak kejati riau, untuk melakukan pemanggilan terhadap tim 7 sebagai pihak paling bertanggung jawab dalam proses pembebasan lahan, untuk dilakukan pemeriksaan, agar adanya spekulasi public bisa terjawabkan,” Pintanya

 

Secara terpisah, Zubirman SH, Praktisi Hukum diKuansing, ketika dimintai tanggapanya mengatakan, Sebenarnya kasus pengadaan lahan yang diperuntukan kepada hotel kuansing, dulunya sudah pernah mencuat di media massa, namun, pihak penegak hukum kala itu, tidak merespon dengan baik, sehingga kasusnya tidak naik ketingkat penyelidikan, apalagi ke penyidikan, untuk itu, dia berharap kepeda kejati riau saat ini, agar dapat mengskala proritaskan kasus pembebasan lahan hotel kuansing ini, supaya bisa terang benderang dan masyarakat kuansing pada umumnya  tentu menunggu gebrakan dari kejati riau,celakanya lagi, sampai saat ini, hotel yang dibangun di atas lahan tersebut belum juga bisa di manfaatkan, dan dia juga berharap,kasus pengadaan lahan ini,menjadi pintu masuk untuk melakukan pengusutan atas proyek pembangunan hotel kuansing,” Tuturnya Singkat (red/roder)

 

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

KALENDER BERITA

« December 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31