humas karimun
humas karimun

Kanwil DJBC Khusus Kepri Amankan 3 Kapal Penyelundup dari Singapura dan Malaysia

Published in KARIMUN
Written by  09 December 2017
Rate this item
(0 votes)

 

 

Ket Photo :  Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Rusman Hadi didampingi Dandim 0317/TBK dan Wakapolres Karimun, Jum'at, (08/12/17).

 

Karimun,(KT) - Dalam mengamankan penerimaan negara pada sektor pengawasan laut, Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau dalam konferensi persnya Jum'at, (08/12/17) mengungkapkan bahwa DJBC Khusus Kepri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 30 karton berisi handphone, smartwatch, remote control alarm, flashdisk serta 1650 balls pakaian bekas dari kapal KM Sidy Karya, KM Sakinah Jaya dan satu kapal tanpa nama.

 Rusman Hadi Kepala Kantor DJBC mengatakan, penegahan dilakukan terhadap ketiga kapal tersebut dikarenakan tidak memiliki dokumen kepabeanan yang sah dan pasal yang disangkakan adalah 102a UU nomor 17 tahun 2006 tentang kepabaenan jo pasal 55 UU nomor 8 tahun 1981 tentang KUHAP ketiga kapal beserta 18 orang ABK dan nahkodanya diamankan di pangkalan kanwil DJBC Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ujarnya.

Dilanjutkannya, ketiga kapal ini adalah hasil penindakan DJBC Khusus Kepri selama bulan Desember 2017 ini, untuk KM Sidy Karya penegahan dilakukan oleh kapal patroli Bea dan Cukai BC 20008 pada tanggal 02 Desember lalu, kemudian untuk KM Sakinah Jaya penegahan dilakukan oleh kapal patroli BC 20009 pada tanggal 04 Desember yang berlayar dari Port Klang Malaysia tujuan Tanjung Balai Asahan, sedangkan kapal yang berisikan barang-barang elektronik berasal dari Singapura tujuan Tanjung Samak, ungkapnya.

Peran DJBC, lanjutnya, sebagai revenue collector, Community protector, trade facilitator serta industrial assistance yang berkontribusi sebesar 27% dari total 82,6% penerimaan perpajakan berupaya secara sinergis melaksanakan patroli laut diseluruh perairan Indonesia yang terbagi kedalam dua wilayah yakni operasi wilayah barat Indonesia diberi sandi operasi patroli Jaring Sriwijaya, operasi patroli Jaring Sriwijaya dilakukan di perairan Selat Melaka karena wilayah perairan ini sangat startegis yang menjadi titik rawan penyelundupan, sementara di wialayah timur diberi sandi operasi patroli Jaring Wallacea, ucapnya.

 Dalam kesempatan itu, Rusman Hadi mengatakan bahwa, hal ini berhasil karena kerjasama dengan semua pihak yang telah kita lakukan selama ini, dan saya juga menghimbau kepada seluruh pelaku usaha untuk dapat menjalankan usaha secara legal, karena legal itu mudah, dengan begitu setiap individu berkontribusi dalam menciptakan perekonomian indonesia yang bersih, adil, dan transparan sehingga dapat mengoptimalkan penerimaan negara, himbaunya. (DS)

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

KALENDER BERITA

« July 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31