humas karimun
humas karimun

Deteksi Dini Kanker Serviks, Kanim Karimun Gelar Kegiatan Pemeriksaan IVA

Published in KARIMUN
Written by  23 January 2018
Rate this item
(0 votes)

 

 Ket Photo : Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanim Karimun, Kasi Infokim foto bersama dengan Peserta dan Pemateri dari Puskesmas Balai, Karimun,Kepri,Senin, (22/01/18).

 

 

Karimun(KT) - Dalam memperingati hari bakhti Imigrasi yang ke-68 tahun, Dharma wanita persatuan Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Tanjung Balai Karimun menggelar kegiatan pemeriksaan Inveksi Visual Asam Asetat (IVA) bagi karyawati yang bekerja di Kanim Karimun, Senin, (21/0/18).

 

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanim Karimun Anandia Mauli Laura mengatakan, kasus penyakit kanker serviks di negara kita itu nomor dua terbesar di dunia, hal tersebut menjadi alasan kita untuk menggelar kegiatan pemeriksaan IVA ini, karena cara untuk mendeteksi apakah seseorang mengidap penyakit tersebut atau tidak adalah dengan cek IVA, bila terdeteksi, tentu lebih cepat untuk mengambil tindakan pengobatan, tuturnya

 

Dikatakannya lagi, untuk saat ini pesertanya dari internal kita, dharma wanita serta karyawati Kanim, yang tidak hadir hari ini, nanti bisa menyusul pada hari Rabu setiap minggunya di Puskesmas Balai, karena disana ada program pemeriksaan IVA,kedepan kita berharap kegiatan ini berkelanjutan setiap tahun, tidak tertutup kemungkinan nanti kita buka untuk umum, harapnya.

 

 Sementara itu, hal senada juga disampaikan Kepala Seksi Informasi Keimigrasian Kanim Karimun Riawantry Nurfatimah, dikatakannya, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian imigrasi terhadap perempuan, kita berharap instansi lain juga sering menggelar kegiatan ini, selain untuk mendeteksi penyakit yang menjadi momok menakutkan kaum hawa itu sedini mungkin, peserta juga memiliki tambahan wawasan, sehingga mereka nantinya bisa menyampaikan kepada wanita lainnya mengenai pemeriksaan IVA ini.

 

Dari informasi yang dikumpulkan media ini, pemeriksaan IVA adalah untuk mendeteksi kanker leher rahim dan juga skrining alternatife dari pap smear karena lebih murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi, pemeriksaan dilakukan dengan cara melihat serviks yang telah diberi asam asetat 3-5% secara inspekulo.

 

Setelah serviks diulas dengan asam asetat, akan terjadi perubahan warna pada serviks yang dapat diamati secara langsung dan dapat dibaca sebagai normal atau abnormal, dibutuhkan waktu satu sampai dua menit untuk dapat melihat perubahan-perubahan pada jaringan epitel, serviks yang diberi larutan asam asetat 5% akan merespon lebih cepat daripada larutan 3%. Efek akan menghilang sekitar 50-60 detik sehingga dengan pemberian asam asetat akan didapat hasil gambaran serviks yang normal (merah homogen) dan bercak putih (displasia). (DS)

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

KALENDER BERITA

« May 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31