humas karimun
humas karimun

Kapolda Riau Diminta Tangkap Mafia Hitam Perambah Hutan Lindung Bukit Betabuh Kuansing

Published in KARIMUN
Written by  19 February 2018
Rate this item
(0 votes)

 

Ket Photo : Terlihat Truk Mengangkut Kayu Olahan.(ilustrasi)

 

Kuansing,(KT) – Perambahan atau Penjarahan Hutan Lindung di Bukit Betabuh Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau semakin menggila, pasalnya disenyalir aparat penegak hukum serta Dinas Kehutanan Provinsi Riau terkesan tutup mata, oleh sebab itu diminta kepada Bapak Kapolda Riau untuk menangkap mafia hitam,(cukong-red), sebagai pihak yang bertanggung jawab sebagai pemodal untuk pekerja yang melakukan penebangan kayu di hutan lindung tersebut.

 

Hal itu dikatakan, Padri Mahasiswa Universitas Riau juga Putra Asli Kuansing kepada karimuntoday.com Mengatakan, Pembalakan Kayu di Hutan Lindung Bukit Betabuh di Kecamatan Kuantan Mudik sebenarnya sudah lama berlansung, namun, sampai detik ini belum ada tindakan nyata dari penegak hukum, akibatnya, penjarahan dan perambahan tetap berkesinambungan sampai saat ini, ditambah lagi adanya factor pendukung seperti berdirinya beberapa sawmill disenyalir illegal yang diduga menampung hasil kayu tebangan di hutan lindung tersebut untuk di jadikan kayu olahan.

 

“ Informasi didapatnya, kayu yang ditebang dihutan lindung tersebut diangkut ke sawmill milik inisial,(AR) dan (GL),di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, lansung di olah menjadi pecahan sesuai order, setelah itu kayu yang sudah jadi dimasukan kedalam truk jenis fusso dan pada tengah malam atau menjelang subuh, kayu berkualitas eksport diberangkatkan menuju sumatera barat,untuk mendapatkan dokumen angkutan yakni, Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu(SKSHHK),setelah dokumen didapatkan maka kayu tersebut di angkut menuju Jakarta dan Medan sedangkan kayu jenis lokal di angkut ke taluk kuantan,” Tukasnya

 

Ditambahkanya lagi,Dia menilai modus mafia hitam tersebut terbilang sangat licin, pasalnya, kayu yang berasal dari hutan lindung dari kabupaten kuansing, provinsi riau seolah-olah berasal dari sumatera barat, kenapa dikatakan demikian, pasalnya dokumen angkutan seperti, Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu,(SKSHHK), terindikasi di terbitkan oleh dinas kehutanan provinsi sumbar dan terindikasi adanya pemalsuan SKSHHK, Andaikata hal itu terjadi maka oknum mafia hitam tersebut sudah melanggar, pasal, 16 Undang-Undang No. 18 Tahun 2013, Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan disebutkan bahwa” Setiap orang yang melakukan pengangkutan kayu hasil hutan wajib memiliki dokumen yang merupakan surat keterangan syahnya hasil hutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

“ Jika larangan ini dilanggar maka dapat dikenakan sanksi pidana berupa pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan paling lama 15 tahun, serta pidana denda paling sedikit 5 milyar dan paling banyak 15 milyar rupiah(pasal,88 ayat 1 dan 2),sanksi pidana tersebut dapat juga dikenakan terhadap barang siapa yang memalsukan atau menggunakan SKSHHK Palsu,” Tuturnya

 

Secara terpisah, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya terkait adanya dugaan menerbitkan dokumen SKSHHK kepada Oknum Mafia Hitam yang membawa kayu olahan berasal dari kawasan hutan lindung bukit batabuh untuk diangkut menuju Jakarta dan Medan, belum dapat dimintai konfirmasinya, begitu juga dengan Kapolda Riau belum dapat dimintai keterangan terkait permintaan salah satu mahasiswa di universitas terkemuka di riau, agar menangkap mafia hitam alias cukong illegal loging, belum dapat dimintai keteranganya.(red/roder)

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

KALENDER BERITA

« June 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30