humas karimun
humas karimun

Dinsos Kuansing Tahun 2017 Sudah Menangani Kasus Pasien Gangguan Jiwa 17 Orang

Published in KARIMUN
Written by  09 March 2018
Rate this item
(0 votes)

 

 Ket Photo : Erick Maison Putra S.E. M.si, Kasi Rehabilitasi Sosial di Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten Kuansing, Provinsi Riau.

 

Kuantan Singingi,(KT) - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi. Provinsi Riau, telah menangani dan melayani pasien gangguan jiwa sebanyak 17 orang pada Tahun 2017 silam, sedangkan untuk tahun 2018 belum teralisasikan pasalnya anggaran untuk program tersebut belum bisa di cairkan.

 

Hal tersebut dikatakan, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa H Muharlius S.E. M.M, melalui Kasi Rehabilitasi Sosial Erick Maison Putra S.E. M.si menyampaikan kepada Karimuntoday.com, di ruangannya. Bahwa bagian rehabilitasi ini mempunyai 3 tugas. Yaitu pelayanan balita telantar dan aksesibilitas lansia, pelayanan rehabilitasi sosial bagi narapidana, dan penyelenggara gangguan jiwa, ujarnya.

 

Erick Maison Putra, menjelaskan 17 orang pasien yang sudah dlakukan rehabilitasi sosial di RSJ tampan Pekanbaru tahun 2017 sudah memiliki identitas yang lengkap, Untuk menerima pelayanan rehabilitasi di Dinsos bagian Resos pada tahun 2017, sedangkan tahun. 2018 belum terealisasikan, karena Anggaran dana untuk program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial belum cair, tuturnya.

 

Selanjutnya,  Target di Anggaran 2018 17 org yang awalnya 20 org, akibat pengurangan anggaran 15 % Sementara data pasien yang minta di tanggani berjumlah 89 Org dengan rincian Yang dipasung 24 orang Yang tidak dipasung 65 orang Dari data tersebut, pasien yang paling banyak mengalami gangguan jiwa ada di kecamatan Cerenti 17 orang Benai 17 orang G.toar 16 orang.

 Sementara berdasarkan anngaran tersedia hanya berjumlah 17 orang, dengan kondisi ini kami minta masyarakat agar bersabar. Karena Yang bisa di layani untuk tahun 2018 hanya 17 orang  Itu yang berkaitan di bidang pelayanan kejiwaan Itu tidak termasuk penananganan "mr.x". Belum lagi pelayanan bayi terlantar,& penanganan wts anggaran nol

 

Erick juga memaparkan tentang pasien gangguan jiwa yang berkeliaran dan tidak diketahui identitasnya, supaya di lakukan penanganan dan pelayanan. Dia mengatakan takut jika pasien melakukan tindakan kriminal seperti melempar orang, memukul orang dan sebagainya.

 

 Kemudian, Erick menuturkan supaya pemerintah kabupaten lebih memperhatikan kegiatan di dinas sosial. Memfasilitasi seluruh keperluan untuk di sosial, bukan mengurangi anggaran dana untuk dinas sosial. Jika masyarakat nya terganggu dengan jiwanya, bagaimana ia akan menikmati pembangunan infrastruktur dari pemerintah.

 

Terkait fasilitas tersebut, Erick berharap supaya pemerintah menyediakan tempat untuk penanganan masalah terpadu, mobil operasional, obat pasien yang sudah direhabilitasi tersedia di kabupaten, dan anggaran dana dari pemerintah kabupaten. Agar Masyarakat yang terganggu dengan kejiwaannya pulih kembali walaupun tidak sepenuhnya,” Tuturnya (lidia ningsih)

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

KALENDER BERITA

« June 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30