humas karimun
humas karimun

Banyak Abaikan Ketentuan dan Aturan, DPRD dan Disperindag Karimun Minta Atarin Berbenah

Published in KARIMUN
Written by  14 March 2018
Rate this item
(0 votes)

 

 Ket Photo : Ketua Komisi I DPRD Karimun, Drs.H. Anwar Abubakar saat menanyakan sarung tangan yang tidak dipakai pekerja di Pabrik Atarin yang merupakan kelalaian perusahaan terhadap ketentuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Selasa, (13/03/18).

 

Karimun,(KT) - Perusahaan Air Minum merek Atarin milik PT. Tritirta Argajaya yang terletak dibawah kaki Gunung Jantan, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun diminta oleh sejumlah legislator DPRD Karimun dari Komisi I dan II untuk segera membenahi sejumlah ketentuan-ketentuan yang tidak ditaati perusahaan yang ditemukan wakil rakyat Karimun itu saat sidak ke pabrik perusahaan, Selasa,(13/03/18).

 

Hal itu dikarenakan saat sidak dilakukan, DPRD yang turut didampingi Kadis Perdagangan Koperasi, UKM dan ESDM, M. Yosli dan Kadis Kesehatan, Rachmadi menemukan sejumlah ketentuan-ketentuan yang seharusnya diterapkan perusahaan namun diabaikan, diantaranya, saat Ketua Komisi I Anwar Abubakar meninjau proses pembuatan botol plastik, perusahaan belum menerapkan sepenuhnya ketentuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) kepada Karyawan.

 

 "Ini mana sarung tangannya, kok tidak dipakai", kata Anwar saat menghampiri salah seorang pekerja, ketika ditanyakan Anwar kepada Janto, penanggung jawab Pabrik terkait hal tersebut Janto tampak kebingungan menjawabnya, profesionallah, cetus Anwar sambil berlalu melanjutkan sidaknya ke lokasi lain.

 

Diruangan lainnya, tepatnya diruang penyimpanan, Anggota DPRD Karimun lainnya Sulfanow Putra, Zaizulfikar, Nyimas Novi Ujiani, Rosmeri dan Abdul Hafiz tercengang ketika Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM M. Yosli membuktikan keteledoran perusahaan yang tidak mencantumkan lebel kadaluarsa pada kemasan gelas Atarin. "Coba buka kardus itu, diluarnya memang dicantumkan tanggal kadaluarsanya, tapi coba lihat digelasnya," kata Yosli meminta Janto, benar saja, pada kemasan gelas Atarin itu perusahaan tidak mencamtumkan label kadaluarsa, "ini bahaya, bagaimana konsumen tau kalau air ini layak dikonsumsi bila expierednya tidak dicantumkan", kata Sulafanow Putra mengingatkan, "ini kemunduran, dulu ada sekarang tidak ada, kata Yosli menimpali.

 

Dilanjutkan Yosli, "Kemasan gelas inikan banyak digunakan di acara-acara pesta atau kegiatan-kegiatan, yang dibagikan itu gelasnya, bukan kardusnya, sebelum diminum, konsumen melihat digelasnya, jadi kedepan diperbaikilah sebelum diedarkan, itukan ketentuan serta juga untuk kenyamanan dan kepercayaan konsumen," pesannya.

 

 "Kita kesini bukan mencari-cari kesalahan Atarin, kita datang membantu masyarakat dan juga membantu Investasi, ucap Anwar kepada Janto, ditambahkan Sulfanow Putra, "kita tau, Atarin juga telah menyumbangkan PAD bagi Karimun, Atarin begitu dikenal masyarakat, saya juga mengkonsumsi Atarin, kita datang untuk kebaikan Atarin, kita berharap Atarin semakin menjadi perusahaan air minum yang berkualitas, tentu dengan dipenuhinya ketentuan-ketentuan yang ada, kembalikan kepercayaan masyarakat, semoga Atarin menjadi lebih baik lagi,tuturnya. (DS)

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

KALENDER BERITA

« June 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30