humas karimun
humas karimun

Aneh! Warga Miskin Murid SDN 021 Tagaraja Guntung Tidak Dapat Bantuan Kartu Indonesia Pintar

Published in KARIMUN
Written by  11 April 2018
Rate this item
(0 votes)

 

 Ket Photo : Alfian SHum. Kepsek SDN 021 Tagaraja Sungai Guntung,Memperlihatkan Data Murid yang Menerima KIP.

 

Sungai Guntung, (KT)  -Salah seorang wali murid SDN 021 Tagaraja, Sisap yang pekerjaan sehari-harinya sebagai tukang ojek pagi ini (11/04) mengatakan pada wartawan karimuntoday.com  bahwa ia sangat kecewa dengan kepala SDN 021 Tagaraja, Alfian SHum.

 

Pasalnya, sang Kepsek disebut memilih-milih penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar yang diluncurkan Pemerintah.

 

"Masak saya orang susah tidak mendapat bantuan Kartu Indonesia pintar, malah sebaliknya yang mendapatkannya banyak orang kaya," ungkapnya kecewa.

 

Ia menyebutkan bahwa kebanyakan murid yang mendapatkan bantuan tersebut di SDN 021 adalah orang kaya besar yang punya kebun luas dan bahkan yang punya banyak emas.

 

Ungkapan tersebut Saat wartawan karimuntoday.com bertemu dengan Sisap salah seorang orang tua wali murid di salah satu warung mengatakan bahwa program Indonesia pintar ini sangat tidak tepat sasaran.

 

Mendengar info tersebut, wartawan karimuntoday.com setelah langsung mengkonfirmasi Kepala Sekolah SDN 021 Tagaraja, Alfian SHum pagi ini di ruangan kelasnya saat membagikan formulir Indonesia pintar kepada wali murid yang mendapat bantuan tersebut untuk bisa mengambil langsung ke Bank BRI terdekat di Pasar Sungai Guntung.

 

Ternyata memang benar yang dikatakan Sisap tersebut, bahwa sebagian besar murid yang mampu orang tuanya alias memiliki kebun kelapa luas dan memakai emas. Berarti sasaran KIP adalah untuk orang kaya dan berada, sementara yang miskin akan hancur dan bisa-bisa putus sekolah.

 

Kepala SDN 021 Tagaraja mengatakan kepada wartawan karimuntoday.com pagi ini bahwa ia tidak mengetahui siapa yang mendapatkan bantuan kartu Indonesia pintar yang diperuntukkan untuk murid yang kurang mampu tersebut. Pertanyaannya, siapa yang mendata ?

 

Kepsek mengatakan bahwa 82 siswa SDN 021 Tagaraja mendapatkan bantuan uang Kartu Indonesia Pintar. 14 murid mendapatkan Rp.250.000, dan 68 murid mendapatkan Rp.450.000.

 

"Ini datanya, kalau saya hanya membagikan bantuan tersebut karena mereka kan ada keterangan dari RT dan Kelurahan bahwa kurang mampu," sebut Kepsek.

 

Padahal sumber data calon penerima yang melibatkan banyak pihak itu ternyata membuka peluang kemelesetan. Sebab pusat tidak bakalan tau siapa sebenarnya yang berhak maupun tidak. Bisa jadi data penerima di Kecamatan Kateman Inhil adalah data bodong dan kerja asal-asalan dari pemangku kepentingan. Siapa yang bertanggung jawab ? (Ridho)

 

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

KALENDER BERITA

« June 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30