humas karimun
humas karimun

Aneh! Kepsek SDN 021 Tagaraja Guntung Enggan Perlihatkan Data Murid Menerima Bantuan KIP

Published in KARIMUN
Written by  13 April 2018
Rate this item
(0 votes)

 

Ket Photo : Alfian Kepsek SDN 021 Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Guntung,(KT) – Terkait salah seorang pelajar miskin bersekolah di SDN 021 Tagaraja Sungai Guntung Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri, Provinsi Riau yang tidak mendapatkan bantuan Kartu Indonesia Pintar,(KIP), saat ini tengah menjadi perhatian public, pasalnya ditenggarai pendataan terhadap murid oleh pihak sekolah kurang professional, karena adanya oknum pelajar yang orang tuanya bisa dikatakan mampu menerima bantuan KIP.

Kepala Sekolah SDM 021 Tagaraja, Kecamatan Kateman, Alfian ketika dikonfirmasi karimuntoday.com diruangan kerjanya, Jum'at(13/4/2018), tidak bisa menunjukan data-data murid yang menerima KIP, dengan alasan serta berdalih data tersebut berada di tangan operator sekolah, sehingga menjadi pertanyaan besar.

“ Itu data siswa/I menerima KIP datanya dengan operator sekolah, karena dia yang mengirimkan ke Dinas Pendidikan Tembilahan, kalau saya tidak ada pegang, ketika ditanya apakah tidak ada arsip di kantor bapak, Kepsek kembali mengatakan tidak ada,” Tukasnya

Ketika ditanya, kenapa salah serang murid bernama (x), anak dari saudara Sisap warga miskin tidak menerima bantuan KIP sedangkan anak oknum warga cukup mampu mendapatkan KIP, Kepsek mangatakan, Dia tidak mengetahui secara persis dan tidak terlibat lansung dalam pendataan siswa yang diusulkan untuk mendapatkan KIP, artinya, Dia hanya menerima data kongkrit lalu diserahkan ke operator, dan operator mengirimkan nama-nama siswa/I tersebut,” Pungkasnya

Ketika dikonfirmasi tentang penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah,(BOS), Kepsek mengatakan, Dana BOS yang diterimanya pada Tahun 2017 kurang lebih 81 jutaa lebih, adapun peruntukanya 15 persen untuk membayar gaji guru honorer, untuk guru pendidikanya SI, dibayarkan 350 ribu untuk satu bulan, sedangkan guru pendidikanya SLTA mendapatkan gaji,250 ribu rupiah perbulanya, sedangkan 60% untuk pembelian buku ada juga untuk membeli buku belajar para siswa sebanyak 35 orang, adapun satu orang kalau diuangkan kurang lebih 20 ribu rupiah, dan selanjutnya 20%  untuk membeli buku bahasa Indonesia dan Matematika dan buku tersebut dibagikan kepada 35 orang murid kelas I, namun, ketika diminta nama-nama murid yang menerima bantuan buku tersebut, lagi-lagi kepsek enggan memperlihatkan kepada wartawan karimuntoday.com.

Secara terpisah, Sisap orang tua wali murid yang tidak menerima KIP ketika dikonfirmasi karimuntoday.com di kediamanya mengatakan, Dia tidak menapik anaknya ada mendapatkan bantuan buku dari pihak sekolah, namun kalau Kartu Indonesia Pintar,(KIP), kedua anaknya tidak mendapatkan sama sekali,” Ujarnya Singkat (ridho)

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

KALENDER BERITA

« April 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30