humas karimun
humas karimun

Ratusan Masyarakat Karimun Hentikan Aktivitas Kapal Isap Pasir Laut Diperairan Meral

Published in KARIMUN
Written by  23 May 2018
Rate this item
(0 votes)

 

Ket Photo : Terlihat Masyarakat Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri di Atas Kapal Isap Pasir Laut di Perairan Kecamatan Meral,Selasa,(22/5/2018), Malam.

 

Karimun,(KT) – Ratusan Masyarakat Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri tadi malam,Selasa,(22/5/2018) sekitar pukul,21.00 wib, mendatangi kapal isap pasir laut di kelurahan sungai raya, kecamatan tebing, kabupaten karimun, provinsi kepri, kedatangan masyarakat tersebut untuk menghentikan aktivitas penambangan pasir laut yang diperuntukan untuk reklamasi pantai PT Grace Rich Marine.

 

Ary salah seorang masyarakat karimun yang ikut serta mendatangi kapal isap pasir laut kepada karimuntoday.com Rabu,(23/5/2018), mengatakan,Ya’ sekitar ratusan masyarakat yang berasal dari kolong, sungai pasir serta Peduli Lingkungan Karimun,(Pelingkar), mendatangi kapal isap pasir laut yang melakukan aktivitas untuk reklamasi di PT Grace Rich Marine di Keluarahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral, adapun tujuan kedatangan ratusan masyarakat tersebut untuk menghentikan aktivitas kegiatan kapal tersebut, karena disenyalir perusahaan PT Grace Rich Marine belum mengantongi Izin Usaha Pertambangan,(IUP).

 

“ Ya’ tadi malam kami masyarakat dari kolong, sungai pasir dan Pelingkar bertolak dari pelabuhan rakyat kolong menuju kapal isap pasir laut yang melakukan penambangan pasir diperuntukan untuk reklamasi perusahaan PT Grace Rich Marine, dan sesampainya kami di kapal isap ternyata kapal tersebut tidak beroperasi dan kami hanya mendapatkan dokumen yang dikeluarkan KSOP terkait olah gerak kapal,KM. Gunung Mas 88, tetapi tidak menemukan dokumen muat matrial,” Tukasnya

 

Ditambahkanya lagi, Selain itu juga kami menemukan adanya pekerja asing disenyalir dari tiongkok yang tidak bisa berbahasa Indonesia, dan kami ketika itu menyarakankan kepada kapten kapal isap pasir laut untuk menghentikan aktivitasnya, setelah ada kesepakatan kamipun segera beranjak meninggalkan kapal tersebut,” Ujarnya

 

Secara terpisah, Iwan Kurniawan Koordinator Pelingkar,(Peduli Lingkungan Karimun), kepada karimuntoday.com Rabu,(23/5/2018), mengatakan, Ya’ tadi siang dia bersama beberapa masyarakat kecamatan meral mendatangi Kantor Agen Kapal yang diberikan izin oleh KSOP untuk mempertanyakan apakah mereka memiliki dokumen muat, pasalnya di dokumen oleh gerak kapal hanya ada jurnal, seharusnya mereka juga memiliki dokumen muat, untuk mengetahui berapa ton kubik setiap harinya mereka menambang pasir untuk diangkut ke pesisir pantai yang diperuntukan untuk reklamasi PT Grace Rich Marine, ternyata pihak agen tidak mengantongi dokumen maut tersebut,” Tutupnya

 

Secara terpisah, Cipto Agen Pelayaran Kapal Gunung Mas 88 yang bernaung di bawah CV Cuaca Marina Servicatama ketika dikonfirmasi karimuntoday.com Rabu,(24/5/2018), di Kantornya mengatakan, Ya’ kami hanya sebatas agen pelayaran dan kami hanya memiliki dokumen oleh gerak kapal, atas nama, KM Gunung Mas 88, dan kami memang benar tidak memiliki dokumen muat, mengenai adanya tenaga kerja asing yang tidak bisa berbahasa Indonesia kami tidak mengetahuinya, berkemungkinan itu kapal isap bukan berasal dari agen pelayaran kami,” Ungkapnya Singkat

 

 

Edy Lumawi General Manager PT Grace Rich Marine ketika dikonfirmasi karimuntoday.com Rabu,(24/5/2018), via Hp selularnya sebanyak tiga kali terdengar nada tidak aktip, dan sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, terkait ratusan masyarakat karimun menggeruduk kapal isap pasir laut yang diperuntukan untuk reklamasi perusahaanya belum dapat dimintai tanggapan.(*)

 

 

Penulis    : lh

Editor      : Helmy Ridar

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

KALENDER BERITA

« June 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30