humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: December 2016

 

 

GROBOGAN,(KT) - Puluhan warga Desa Ngombak,Kedungjati,Grobogan,Jawa Tengah,Senin siang(31/10) saling berlomba mencari ikan di sungai tuntang. Tradisi mencari ikan ini biasa warga menyebutnya tradisi tubo.

 

Dengan menggunakan alat seadanya,seperti jala,serta alat tradisional lainnya,puluhan warga Desa Ngombak,Kedungjati,Grobogan,Jawa Tengah,bersama-sama mencari ikan disungai tuntang. Saat mencari ikan disungai mulai jam sebelas siang hingga jam empat sore,ratusan ikan pun didapat warga.  

 

Sebelum warga mencari ikan,sesepuh desa mengadakan ritual dipinggir sungai tuntang,lengkap dengan sesaji yang berisi nasi lengkap dengan ayam serta dua kendi yang berisi air tuba. Yaitu air yang berisi ramuan akar-akar pohon yang ditumbuk untuk dijadikan obat ikan. Selepas ritual selesai,sesaji yang berisi nasi dan lauk tersebut kemudian dimakan warga,sementara dua kendi yang berisi air tuba ini kemudian dituangkan ke sungai agar ikan mudah didapat.

 

menurut Tamsir,sesepuh Desa Ngombak mengatakan tradisi tubo ini dilakukan secara turun temurun setahun sekali setiap hari senin wage untuk mengenang leluhur cikal bakal pendiri dua desa yakni Kedono pendiri Desa Karanglangu dan Kedini pendiri Desa Ngombak yang masih bersaudara.”Tradisi tubo ini saat itu Kedono dan Kedini yang masih bersaudara keluar dari rumah tempat karena lapar keduanya mencari ikan disungai tuntang,” ucapnya dilokasi.

 

Setelah lama mencari ikan disungai tuntang,keduanya akhirnya mendapat ikan,” Menurut cerita,dapat dua ikan bawal,dan dimasak,”terangnya. 

 

Hasil dari mencari ikan disungai ini,sebagian dibawa pulan. Sementara sebagian ikan yang diperoleh diserahkan ke pihak desa untuk penjamuan warga Desa Karanglangu saat tradisi Asrah Batin yang akan dilakukan pada hari rabu wage mendatang.(nur)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Jhon Asron Purba SH, saat berdialog di Pengadilan Negeri Karimun dengan Sinta CS saat Tuntutan JPU terhadap terdakwa Sudarmadi dan Taufik beberapa waktu lalu. F: Dok.

Karimun,,(KT) Sudarmadi dan Taufik, terdakwa kasus penipuan ijin program studi Universitas Karimun yang hanya dituntut 1 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut umum (JPU) beberapa waktu lalu belum dapat bebas dari jeratan Hukum, Sinta Cs, pelapor kasus tersebut juga akan melakukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Karimun setelah dijatuhi vonis Desember nanti.

Hal itu dibenarkan kuasa hukum Sinta CS, Jhon Asron Purba SH dan rekan kepada media ini, Jhon yang hadir dalam sidang tuntutan beberapa waktu lalu menyebut, selain gugata pidana, Sinta CS berhak melakukan gugatan perdata.

"Terdapat kerugian materil dan immateril yang dialami klien saya, Sinta dan rekan-rekannya. oleh sebah itu dianggap sangat penting demi keadilan yang seadil-adilnya, Sudarmadi dan Taufik serta pihak terkait lainnya dalam kasus ini digugat secara perdata," singkatnya.

Hal tersebut dibenarkan Sinta, kepada Kepriterkini.co.id, Sinta mengatakan telah menandatangani surat kuasa kepada Jhon Asron Purba SH dan rekan untuk melakukan gugatan.

"Kami telah menandatangani surat kuasa untuk gugatan perdata dan kata kuasa hukum saya, setelah vonis dibacakan, hari itu juga akan didaftarkan secara perdata, walapun kami sangat kecewa dengan tuntutan JPU yang sangat meringankan itu, kami nak apa lagi, hukum di Karimun ini Tajam kebawah, tumpul keatas," ujarnya.

Sementara itu, Juan Manullang, JPU dalam kasus Universitas Karimun mendukung upaya tersebut.

"Kami sangat dukung, banyak cara lain menempuh keadilan, perdata salah satunya," ujarnya.

Penegakan hukum berbagai kasus di negeri ini acap kali mengingkari rasa keadilan yang menyengsarakan masyarakat, diskriminasi hukum kerap dipertontonkan aparat penegak hukum.

Kondisi hukum masih seperti ini, ketika berhadapan dengan orang yang memiliki kekuasaan, baik itu kekuasaan politik maupun uang, maka hukum menjadi tumpul. Tetapi, ketika berhadapan dengan orang lemah, yang tidak mempunyai kekuasaan dan sebagainya. Hukum bisa sangat tajam. 

Hal ini terjadi karena proses hukum itu tidak berjalan secara otomatis, tidak terukur bagaimana proses penegakan hukumnya. Seharusnya, ketika ada kasus hukum kita bisa melihat dengan cara yang matematis. Perbuatannya apa, bagaimana prosesnya, bagaimana proses pembuktiannya, bagaimana keputusannya. Kalau ini diterapkan, proses penyelesaian hukumnya pasti berjalan dengan baik. 

Tetapi, banyak anomali-anomali yang terjadi. Misalnya kasus pencurian, tuduhannya pencurian, tetapi anomali yang terjadi bisa saja berbeda atas kedudukan status sosialnya. Jika nanti kasusnya terjadi kepada yang status sosial kalangan bawah, maka proses penegakan hukumnya cepat dan mudah dalam penahanan. 

Namun sebaliknya jika terjadi pada orang yang status sosialnya tinggi yaitu berkuasa dalam masalah keuangan dan politik. Inilah yang menjadi problema dalam kasus seperti ini jangan sampai terulang kembali kejadian dalam kasus ini sangat kontroversi, dan menyengsarakan masyrakat yang tentunya dipertanyakan bahwa di manalah keadilan bagi “wong cilik”.

Masyarakat sering tidak percaya dengan proses hukum, nantinya masyarakat akan melihat bahwa dalam melihat proses penegakan hukum ini bisa melihatnya dengan keadilan. (redaksi)

Published in KARIMUN

 

Muhd. Rahendra Lurah Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun

Karimun,(KT)  -  Noviardi Pemegang Kuasa Atas Lahan di samping polres karimun beberapa hari lalu sudah mengirimkan surat ke pihak kelurahan sungai lakam barat dengan tujuan agar pihak kelurahan dapat memfasilitasi pertemuan dengan para masyarakat yang merasa memiliki surat tanah di lahan samping polres karimun terletak di RT.05 RW 05 saat ini menjadi RT.08 RW.02 Kelurahan sei lakam barat, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Noviardi kepada karimuntoday.com mengatakan, Beberapa hari lalu dia selaku pemegang kuasa atas lahan dari sucipto telah turun kelapangan untuk mengecek keberadaan lahan tersebut, ketika berada dilokasi, dia didatangi oleh beberapa orang yang mengaku juga memiliki surat atas lahan tersebut, setelah dilakukan dialog singkat, maka di putuskan melakukan pertemuan di kantor kelurahan sungai lakam barat dengan catatan masing-masing yang merasa memiliki surat atas lahan tersebut ketika dalam pertemuan nanti dapat menunjukan kepemilikan atas surat yang dimilikinya, untuk dijadikan bahan perbandingan.

“ Ya pihak kami sudah mengirimkan surat ke pihak kelurahan sei lakam barat. Kecamatan karimun, kami meminta agar pihak kelurahan dapat mempertemukan para yang merasa memiliki surat tanah di lokasi tersebut, dan dia berharap agar pertemuan tersebut secepatnya di fasilitasi oleh pihak kelurahan,” Harapnya

Ditambahkanya lagi, Dia juga berharap dalam pertemuan nantinya, pihak kelurahan sei lakam barat,(lurah-red), dapat hendaknya menjelaskan atas terbitnya sporadic an.Hasim sebagai pemilik lahan yang saat ini masih disengketakan, bahkan celakanya lagi, surat sporadic yang pertama dibatalkan, namun, dengan hari yang sama di cabut kembali pembatalanya, sehingga muncul sporadic kedua, juga an.Hasim, dilahan yang sama,” Imbuhnya

Secara terpisah, Muhd. Rahendra Lurah Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan, Bahwa lahan yang di klim oleh Noviardi adalah miliknya, pada hakikatnya di atas lahan tersebut sudah dikeluarkan sporadic an.hasim. karena dari surat-surat serta saksi-saksi sempadan yang dimintai keterangan membuktikan tanah tersebut adalah milik saudara hasim, mengenai adanya surat tanah(sporadic-red), yang diterbitkan sebanyak dua kali, karena, pada surat pertama dikeluarkan ternyata bukti kepemilikan belum kuat, maka dibatalkan, setelah dilakukan pembatalan oleh pihak kelurahan, saudara hasim kembali mengajukan bukti baru atas kepemilikan tanah tersebut, maka sebagai lurah di keluarkan lagi sporadic kedua.

 

“  Pencabutan pembatalan Sporadik Pertama dan diterbitkan sporadic kedua an. Hasim berdasarkan berita acara yang dihadiri oleh pihak kelurahan serta para RT dam RW,artinya,dengan adanya berita acara tersebut, maka sporadic kedua kembali diterbitkan, dan mengenai  tanggal registrasi sporadic pertama dan kedua sama, dia melihat tidak ada pelanggaran andminstrasi, karena, isi dari sporadic pertama dan kedua tidak jauh berbeda, namun, ada beberapa redaksionalnya yang dirubah, mengenai saudara novriadi mengajukan surat agar dilakukan pertemuan dengan para warga yang merasa memiliki surat di atas tanah tersebut, akan dia tanggapi dan insya allah minggu depan akan dia atur jadwalnya,” Tuturnya (lh)

Published in KARIMUN

 

 

 

Ket Photo : Bupati Karimun, H.Aunur Rafiq di Dampingi Wakil Bupati Karimun, H.Anwar Hasyim, Berjabat Tangan dengan HM. Firmansyah Usai dilantik sebagai Sekda.

 

KARIMUN – HM.Firmansyah sebelumnya menjabat sebagai Kadispenda telah resmi menyandang status sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Definitif, Kamis (29/12/2016) di Gedung Serba Guna Nilam Sari, Pemkab karimun, jalan Poros mulai sekitar pukul 10.30 WIB.

 

Dari pantauan dilapangan, Firmansyah beberapa kali terpaksa mengulang saat pembacaan sumpah jabatan oleh. H.Aunur Rafiq Bupati Karimun, Kepri,

 

Pelantikan itu sendiri, disaksikan Asisten II Sejdaprov Kepri, Syamsul Bahrum dan pejabat penting Serta para undangan lainya..

 

Diacara pelantikan tersebut Firmansyah juga membaca dan menandatangani pakta integritas yang diantaranya tentang komitmen dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemkab Karimun, Provinsi Kepri.

 

Secara terpisah, Azhar MN Ketua Umum DPP Ikatan Pemuda Melayu Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri kepada karimuntoday.com kamis,29/12) mengatakan. Penunjukan HM.Firmansyah sebagai Sekdakab karimun, oleh bupati karimun,sebuah langkah sangat tepat.

 

Pasalnya dari kacamatanya dia melihat sosok HM.Firmansyah bisa menghandel mulai dari bawah sampai ke level atas,, artinya, selama ini setiap permasalahan mulai dari yang kecil sampai besar selalu arahnya ke wakil bupati bahkan sampai ke bupati, namun, dengan ditunjuknya HM.Firmansyah sebagai sekda, dia sangat yakin beban bupati dan wakil bupati bakal berkurang,” Ujarnya (*)

  

 

Published in KARIMUN

 

 

 

GROBOGAN.(KT),- Bupati Grobogan Sri Sumarni meresmikan Desa Tarub sebagai desa wisata di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Penetapan Desa Tarub sebagai desa wisata dilakukan langsung oleh bupati di balai desa setempat baru-baru ini. Peresmilan tersebut diawali dengan pemukulan gong dan pelepasan puluhan balon oleh bupati. “ Mulai hari ini desa tarub resmi menjadi desa wisata. Berarti sudah ada dua desa wisata di Grobogan,Desa Tarub Kecamatan Tawangharjo dan Desa Banjarejo Kecamatan Gabus,” ucap Sri

 

Menurutnya,peresmian desa wisata bukan hanya seremonial saja,tetapi merupakan salah satu komitmen untuk mengembangkan sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Grobogan. Desa Tarub punya banyak potensi  wisata,sama seperti Desa Banjarejo,Kecamatan Gabus yang sudah resmi menjadi desa wisata.”Kalau di Banjarejo,banyak benda-benda peninggalan sejarah,tapi  di Tarub adalah wisata religi dan agro industrinya yang nampak,” ujar Sri selepas peresmian.

 

Wisata religi yang menarik di Desa Tarub,adalah adanya makam tokoh terkenal yang merupakan cikal bakal raja-raja mataram yakni ki Ageng Tarub atau yang terkenal waktu masa mudanya bernama Joko Tarub yang memiliki istri seorang bidadari bernama Dewi Nawang Wulan. Ki Ageng Tarub merupakan kakek buyut dari tokoh terkenal Ki Ageng Selo sang penangkap petir.

“Selama ini makam Ki Ageng Tarub,ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah,saat hari jadi Grobogan selalu wajib ziarah ke makam ini,” pungkas Sri (NUR)

 
Published in KARIMUN

 

 

GROBOGAN,(KT) - Seorang balita di Grobogan,Jawa Tengah,mengalami bibir sumbing. Kondisi anak pun tak tumbuh normal seperti balita pada umumnya.

 

Beginilah kondisi Kenzy Alhafidz atau biasa dIpanggil Kenzi. Balita berjenis kelamin laki-laki anak pertama dari pasangan suami istri suwarni,20 tahu,dan Irwanto,23 tahun, warga Desa Manggarmas Rt.05 Rw.3 Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan,Jawa Tengah,yang baru berumur satu bulan ini mengalami bibir sumbing. Tak seperti balita pada umumnya,kondisi tubuh Kenzi pun tak normal seperti bayi pada umumnya. Sejak dilahirkan secara normal pada 26 september 2016 lalu, Kenzi memang mempunyai berat badan normal sepeti balita lainnya. Yakni 2,7 gram,namun kondisi tubuh Kenzi setelah satu bulan ini tak mengalami perkembangan yang signifikan. Berat badannya pun menyusut,dan hanya bisa menangis karena kesulitan menerima asupan asi akibat kondisi bibirnya yang tidak normal. Agar anaknya bisa menerima asupan asi,Suwarni terpaksa menggunakan botol plastik sambil ia tekan-tekan agar air susu dibotol keluar dan bisa masuk ke mulut Kenzi.

 

Menurut Suwarni,saat mengandung Kenzi,dirinya tidak mengalami kejadian apa-apa. Dirinya pun sempat kaget dan sedih melihat kondisi anaknya ini lahir tak normal. Namun memang sudah menjadi suratan takdir anaknya harus mengalami bibir sumbing. “Pertama ya kaget mas,namun ya mau bagaimana lagi harus diterima,” ucapnya sedih.

 

Kini Suwarni bersama kenzy tinggal di rumah mertuanya di Desa Manggarmas kecamatan Godong,Grobogan. Sementara suaminya,Irwanto,bekerja sebagai buruh bangunan di Jakarta untuk menghidupi keluarga dan biaya operasi anaknya nanti. 

 

Suwarni pun hanya bisa pasrah akan nasib yang dialami anaknya ini. Dan berharap ada uluran tangan dari dermawan untuk biaya operasi anaknya.” Semoga ada ulutan tangan dari dermawan maupun pemerintah untuk operasi anak saya,agar bisa normal,” harapnya.(nur)

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« December 2016 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  
DISPENDA KARIMUN
DISPENDA KARIMUN