humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: July 2016

Ket Photo : Anggota DPRD RI asal Kepulauan Riau, Djasarmen Purba dalam kunjungan kerja resminya ke PT Timah Tbk di Pangkal Pinang, Bangka Belitung menyebut kebocoran atau kehilangan potensi Timah yang ditaksir setara dengan produksi perusahaan Plat merah itu.

Karimun,(KT)  - Anggota DPRD RI asal Kepulauan Riau, Djasarmen Purba dalam kunjungan kerja resminya ke PT Timah Tbk di Pangkal Pinang, Bangka Belitung menyebut kebocoran atau kehilangan potensi Timah yang ditaksir setara dengan produksi perusahaan Plat merah itu.

"Demikian ungkapan saudara Riza Pahlevi Dirut PT Timah Tbk dalam diskusi dengan saya sebagai anggota DPD RI di kantor pusat PT Timah Pangkal Pinang Provinsi Babel tanggal 28 Juli 2016 lalu. Ironis memang, Indonesia sebagai penghasil timah nomor dua dunia, tidak bisa berperan banyak soal harga di dunia internasional (bursa logam) sebab "bocor" timah tersebut menurut Riza dibawa dan ditampung di beberapa negara tetangga yang tidak punya produksi timah," ujar Djasarmen dalam tulisan dilaman facebooknya.

Lanjutnya, beberapa negara yang non-penghasil Timah dapat berperan mengatur harga Timah Dunia.

"Saya anggap curhatan Dirut PT Timah Tbk tersebut dengan harapan jika bisa diatasi maka Indonesia akan berperan dalam menentukan harga Timah, pihak yang berwajib sering memergoki dan menangkap para pelaku." tulisnya lagi.

Djasarmen juga menyesalkan Boss pelaku belum dapat ditangkap aparat Kepolisian, al-hasil, Mafia Timah masih beroperasi.

Kebocoran yang diungkapkan Djasarmen itu banyak terjadi di perairan Provinsi Babel dan Provinsi Kepri.

Djasarmen menyimpulkan Boss mafia sebagai dalang kebocoran Timah selama ini, Ia meminta pihak yang berwajib harus meringkus Boss mafia dan tidak hanya sebatas pelaku.


Ia juga mengharapkan kordinasi Keamanan dan Perizinan antara pihak Pemda, baik provinsi, kota/kabupaten dengan Polair, Bea Cukai, Kemen KP, Bakamla, Kemenhub dan KemESDM) dan PT Timah serta PT Pertambangan swasta

"Dengan demikian ilegal mining bisa diungkapkan sehingga tak mengganggu pendapatan negara." tutupnya.(Redaksi)

Published in KARIMUN

 

 

 

 

 

 

Ket Photo : Pameran Utama Filem Mimpi Anak Pulau, Ray Sahetapi dengan Pak Guru.

Kepri.(KT) – Flem Layar Lebar berjudul’ Mimpi Anak Pulau ‘ Produser Eksekutifnya lain tidak bukan adalah putra terbaik kepri tepatnya dari kota batam, Bung Indra Sudirman, sudah menghasilkan karya yang sangat regelius, dalam flem tersebut menceritakan, bagamana kehidupan seorang anak pulau, yang memiliki impian.

 

 

 

Dan Filem tersebut akan ditanyang kan serentak di seluruh Bioskop 21 di Tanah Air pada tanggal, 18 Agustus 2016, dan sebagai masyarakat kepri, dimana saja berada, untuk memberikan apresiasi terhadap sang produser dan para pelakon serta kru, mari kita menonton bersama-sama.
 

 

“ Sebagai Pameran Utamanya adalah Ray Sahetapi dan Ananda Lontoh, mereka berdua adalah putra dan putri  provinsi kepri, dan filem ini diangkat dari kisah nyata dari Novel Biografi Karya Abidah El Khalieqiy,”

Secara terpisah, Ibu Amanda salah seorang masyarakat kepri ketika dikonfirmasi media ini meminta tanggapanya, tentang filem layar lebar yang disutradarai oleh putra kepri yang menceritakan tentang retunitas seorang anak pulau, memiliki sebuah impian, Ibu Amanda mengatakan, Dia sangat penasaran dengan tajuk fllem tersebut, insya allah dia beserta keluarganya tidak akan meninggalkan kesempatan untuk menyaksikan filem tersebut," Ujarnya (*)

Published in KARIMUN

 

 Ket Photo: Erwan Bachrani,Ketua KNPI Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.

Lingga,(KT) – Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri saat ini membuka pintu seluas-luasnya bagi para investor yang bakal melakukan investasi untuk menanamkan modalnya, dan saat ini kondisi kabupaten lingga, aman serta kondusif, artinya, sangat nyaman bagi investor untuk berinvestasi.

 Hal tersebut dikatakan, Erwan Bachrani Ketua KNPI Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri kepada karimuntoday.com sabtu (30/7), Ya kami welcome apabila ada investor yang akan melakukan investasi dikabupaten lingga,provinsi kepri, sebagai wujud keseriusan masyarakat lingga untuk menerima kehadiran para investor, salah satunya, kami selalu menjaga kabupaten lingga, agar tetap kondusif.
 
“ Kabupaten Lingga sangat terkenal dengan Sumber Daya Alamnya, seperti Timah, bauksit dan biji besi, begitu juga dengan sector pertanian, kabupaten lingga, cocok dijadikan lumbung padi, peternakan, perikanan dan perkebunan,serta sector pariwisata, karena lingga memiliki panorama yang tidak kalah indahnya dari daerah lain,” Tutur Erwan
 
Ditambahkanya lagi, Begitu juga dengan kultur masyarakat, kabupaten lingga, selama ini hidup rukun dan damai, semua itu tidka terlepas dari peran tokoh masyarakat,alim ulama,cerdik pandai serta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, sehingga dapat menciptakan kondisi yang kondusif,” Ujarnya (redaksi)
Published in LINGGA

 

Ket Photo: Terlihat Massa melihat Api berkobar, membakar vihara.

Tanjungbalai,(KT)  – Sejumlah ruas jalan di Kota Tanjung Balai, dipenuhi gerombolan massa warga. Mereka mengamuk dan membakar sejumlah Vihara dan rumah warga suku Tionghoa.

Berdasarkan informasi dihimpun, aksi anarki terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Kejadian ini dipicu emosi warga terhadap sikap pasangan suami-istri di Jalan Karya, Tanjungbalai. Ribuan orang turun ke jalan setelah mendengar adanya kabar keluarga itu disebutkan melarang kumandang azan dari Masjid Al Makhsun.

Massa dilaporkan sempat mendatangi kediaman pasutri itu. Namun jawaban yang diterima membuat massa semakin emosi. Rumah dirusak dan dilempar bom molotov. Kedua pasutri langsung diamankan petugas kepolisian.

Jumlah massa semakin banyak. Mereka bergerak ke rumah ibadah di Jalan Asahan-Tanjungbalai. Sekurangnya 5 unit bangunan vihara dan klenteng dirusak. Perusakan dan pembakaran peralatan di rumah ibadah itu pun terjadi.

Polisi melansir, massa melakukan pembakaran terhadap isi dari 1 unit Vihara dan 3 unit klenteng 3 unit mobil, 3 unit sepeda motor dan 1 unit betor di Pantai Amor,  merusak barang-barang dan 1 unit klenteng di Jalan Sudirman, merusak barang-barang dalam 1 unit klenteng dan 1 unit praktik pengobatan Tionghoa serta 1 unit sepeda motor di Jalan Hamdoko, merusak barang-barang 1 unit klenteng di Jalan KS Tubun dan 1 unit bangunan milik Yayasan Putra Esa di Jl Nuri, membakar barang-barang dalam 1 unit vihara di Jalan Imam Bonjol, merusak isi bangunan Yayasan Sosial dan merusak 3 unit mobil di Jalan WR Supratman, merusak pagar vihara di Jalan Ahmad Yani, membakar barang-barang yang ada dalam 1 unit klenteng di Jalan Ade Irma.

“Jenis barang-barang yang dibakar maupun yg dirusak massa di dalam Vihara dan Kelenteng itu berupa peralatan sembahyang seperti dupa, gaharu, lilin, minyak dan kertas, meja, kursi, lampu, lampion, patung Budha, dan gong,” kata Kabid Humas Polda Sumut AKBP Rina Sari Ginting, Sabtu (30/7).

Tadi malam kota Tanjungbalai masih dalam keadaan mencekam. Pihak polres Tanjungbalai pun tidak bisa berbuat apa-apa, karena jumlah massa yang sangat banyak.

Namun saat ini kondisi keamanan di Kota Tanjungbalai sudah mulai terkendali setelah ratusan personel Brimob Asahan membubarkan kerumunan. Warga yang masih berada di luar rumah diminta menghentikan penyisiran rumah ibadah. (KT/merdeka)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Kondisi Jalan yang Lonsor akibat hujan deras di desa Tanjung Bungsu, Daik Lingga.

LINGGA,(KT) - Ruas jalan didesa Tanjung Bungsu mengalami longsor, hujan deras yang terjadi belakangan ini mengguyur wilayah Lingga dan sekitarnya.dengan lonsornya jalan tersebut membuat warga Tanjung Bungsu kesulitan untuk ke Ibukata Lingga karena jalan inilah satu satunya penghubung ke Kabupaten.

Pantauan dilapangan,titik longsor jalan tersebut tidak jauh dari longsoran yang terjadi sebelumnya. di titik longsor yang baru ini mengakibatkan sebagian badan jalan ambruk dibawa arus longsor yang kuat.

Ketua BPD Resun Pesisr Jupri mengatakan kondisi jalan ke Tanjung Bungsu memeng cukup parah apa lagi musim hujan seperti ini .Jalan ke Tanjung Bunsu belum ada pengerasan sama sekali atau masih jalan tanah ujarnya Selasa (26/7).

Jalan akses darat menuju Tanjung Bumgsu merupakan akses jalan darat yang dibangun pemerintah setempat beberapa tahun yang lalu. Sampai saat ini belum pernah mengalami peningkatan jalan kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Lingga agar jalan ini dapat di perbaiki harapnya

Secara terpisah, Bupati Lingga, Alias Wello belum dapat dimintai tanggapanya, terkait lonsornya jalan di Desa Tanjung Bungsu, belum dapat dimintai tanggapanya, begitu juga dengan Kadis PU Lingga, Provinsi Keprii.(Rusli)

Published in LINGGA

 

 

 

Ket Photo : Gusmansyah Pemimpin Umum Surat Kabar Mingguan Tirai Investigatif, juga Masyarakat Bengkalis, melaporkan Bupati Bengkalis ke KPK, diduga Korupsi Bansos.

Pekanbaru,(KT)  - Buntut dari Korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Bengkalis yang dinilai tebang pilih terhadap pelaku lainnya. Membuat Pemimpin Umum Surat Kabar Mingguan (SKM) Tirai Investigasi tergerak memberantas korupsi berjemaah tersebut.

Seperti yang dilakukan Gusmansyah Pemimpin umum SKM Tirai Investigasi langsung ini dengan mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menyerahkan dokumen bukti-bukti dugaan korupsi Bansos berjamaah di Negeri Junjungan tersebut Kamis siang (28/7/2016).

Dalam laporannya dikatakan Gusmansyah ia melaporkan Bupati Kabupaten Bengkalis Amril Mukminin ke KPK karena diduga terlibat dalam kasus korupsi Bansos selama menjadi anggota DPRD Bengkalis dahulu. 

 

 

"Saya secara resmi melaporkan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin ke KPK saya berharap kasus Bansos Bengkalis ini diusut tuntas dan tidak jadi bulan-bulanan berbagai pihak" ungkap Gusmansyah ketika dilansir dari GagasanRiau.Com Kamis sore (28/7/2016) melalui sambungan telepon genggamnya di nomor 08127611XXXX.

"Karena ini dapat dikatakan korupsi berjamaah, dan sudah ada yang dijebloskan di penjara, bahkan ada yang sudah di vonis, lah ini kok bisa Bupati Bengkalis lenggang kangkung nggak di tersangkakan? ada apa dengan hukum? "ujar Gusmansyah.

 

 

Karena dipaparkan Gusmansyah keterlibatan Amril dalam korupsi tersebut tidak bisa ditutupi lagi. "Berapa kali sidang dia (Amril) disebut oleh JPU, dan terdawa lainnya. Tegas saya sampaikan bahwa penegak hukum harus segera menetapkan Amril sebagai tersangka dan jebloskan juga dia seperti yang lainnya. Karena jika tidak diperlakukan sama, kita akan terus bergerak  menggalang dukungan mendesak KPK mengambil alih kasus ini." tegasnya.

Pada sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru, seperti dirilis riauterkini, Jamal Abdillah juga sempat mengatakan, bahwa dalam pengajuan dan penerimaan dana bansos tersebut. Semua anggota DPRD Bengkalis ikut terlibat tanpa kecuali.

Jamal juga berharap agar penyidik (Ditreskrimsus Polda Riau) dapat menelusuri perkara tersebut dan menyelamatkan kerugian negara hingga tuntas.

 

 

" Semua anggota DPRD periode 2009-2014, menerima dana Bansos itu. Termasuk disitu Bupati sekarang (Amril Mukminin)," terangnya.

"Dari total 32 miliar rupiah, saya kebagian 2,7 miliar. Yang lain ada sekitar 6 miliar rupiah. kejar orangnya, jangan saya saja" ucap Jamal dengan jelas dalam persidangan.

Sebagaimana Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum Yusuf Luqita Danawihardja dihadapan majelis hakim yang diketahai Marsudin Nainggolan menyebutkan, Herliyan Saleh selaku Bupati Bengkalis 2009-2014 bersama-sama dengan Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah beserta Ketua Banggar 2012 Almarhum Asmar Hasan dan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah atau Sekda Bengkalis 2012 Azrafiany Azis Raof turut serta melakukan perbuatan melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara.

Dalam pelaksanaan pencairan dan penggunaan dana hibah Bengkalis tahun 2012 tersebut kata Jaksa Yusuf, ternyata terdapat penyimpangan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Perbuatan terdakwa bersama Jamal Abdillah, Almarhum Asmaran Hasan dan Azrfiany Aziz Raof telah menguntungkan orang lain yaitu oknum anggota DPRD Bengkalis 2009-2014 antara lain Jamal Abdillah RP 2.779.500.000, Hidayat Tagor Rp 133.500.000, Tarmizi Rp 600.000 , Dani Purba Rp 60.000.000, Mira Roza Rp 35.000, Yudi Rp 25.000.000, Heru Wahyudi Rp 15.000.000, Amril Mukminin Rp 10.000.000. Kemudian untuk para calo yang mencari kelompok dan membuat proposal RP 17.548.500.000 dan para pengurus masing-masing kelompok dana hibah Rp 7.230.740.000.

Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan menemukan adanya indikasi korupsi duit negara Rp31 miliar dalam penyaluran dana bansos itu.

Dalam kasus ini, penyidik Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau telah meminta keterangan dari 72 saksi, baik dari kalangan legislator maupun Pemerintah Kabupaten Bengkalis, tentang alokasi bansos untuk 2.000 lembaga sosial fiktif. Penyidik menduga korupsi dana bansos tersebut dilakukan secara berjemaah oleh para legislator.(*)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Bupati Lingga, Alias Wello Memukul Gong Ditandai Pembukaan Musda Partai Golkar ke III di Kabupaten Lingga, Kepri.

LINGGA,(KT) Partai Golongan Karya (Golkar) yang berlambang Pohon Beringin Pada hari ini akan mencari sosok pemimpin yang baru untuk menahodai Partai Golkar Kabupaten Lingga lima tahun kedepan .Musda Partai Golkar III ini di buka Lansung oleh Bupati Lingga H.Alias Welo di Aula Hotel Lingga Pesona selasa 26/7).

Bupati lingga H.Alias Wello dalam sambutannya mengatakan beliau cukup mengenal Golkar sejak lama , partai beringin inilah yang telah banyak memberikan pelajaran berpolitik kepadanya. Partai Beringin tersebut juga menjadi tema diskusi paling menarik dan menjadi inspirasi bagi kebanyakan partai-partai lainnya,” ungkapnya di depan seluruh kader partai dan tunas baru Golkar Lingga, dalam kegiatan pemilihan ketua baru tersebut.

Di Kabupaten Lingga ini, Awe bersama wakil bupati sangat mengakui peran besar Golkar dalam upaya memenangkan pasangan tersebut dalam Pilkada 2015 lalu. Baginya, apa yang telah ditorehkan Golkar bukanlah perjuangan yang kecil. Karena pertama sekali, Golkar telah bermain di irama politik yang paling cantik.

“Meski Golkar bukan pendukung ataupun pengusung Awe-Nizar, tapi di lain sisi sejumlah kader telah tampil dengan citra politik yang baik dan memilih mengusung bendera yang berlainan dengan partainya,” tutur Awe.

Namun, setelah hiruk-pikuk perpolitikan di zaman pilkada tersebut, semua kembali pada posisi semula. Pada intinya, arah dan tujuanlah yang tetap mempertahankan misi mensejahterakan masyarakat Kabupaten Lingga.

Selain itu, kehebatan Golkar dalam menata dan membesarkan kader-kader potensial tidak perlu diragukan. Bisa dilihat dari latar belakang semua pemimpin partai di Indonesia, terlebih lagi di Lingga.

Rata-rata, para pemimpin itu pernah dididik berpolitik di partai berbendera kuning itu. Jadi, Awe tak heran kalau Golkar selalu konsisten berada pada peringkat 1atau 2 setiap kali momen Pemilu digelar.

“Karena banyak sekali sosok potensial yang merapat dan memulai karirnya di Golkar,” ujarnya(.RS)

Published in LINGGA

 

 

 

Ket Photo : Bendry Almy SH. Kasie Pidum Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun,Provinsi Kepri.

Karimun,(KT) -  Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepri memprediksi jadwal persidangan dalam perkara penipuan penyelenggaraan pendidikan tanpa izin melibatkan dua orang terdakwa MS.Sudarmadi selaku Mantan Rektor Universitas Karimun dan HM.Taufik Mantan Ketua Yayasan Tujuh Juli bakal memakan waktu cukup lama, pasalnya, saat ini pihak JPU masih menghadirkan saksi dari lingkungan Universitas Karimun serta dari Pihak Yayasan.

 

 

Hal tersebut dikatakan, Bendry Almy SH. Kasie Pidum Kejaksaan Karimun ketika dikonfirmasi via hp selularnya kamis,(28/7), Ya saat ini tahapan persidangan masih sebatas pemeriksaan saksi dari pihak uk serta yayasan tujuh juli, apabila pemeriksaan saksi dari pihak uk maupun yayasan sudah selesai, baru masuk ketahap berikutnya, pemeriksaan terhadap saksi yang meringankan kedua terdakwa, setelah itu baru pemeriksaan ahli dan pemeriksaan terhadap terdakwa.

 

 

“ Untuk berapa orang saksi bakal dihadirkan di persidangan berikutnya untuk dilakukan pemeriksaan, dia belum mengetahui secara pasti, dan dia secepatnya akan mempertanyakan kepada Jaksa Penuntut Umum,(JPU), Ujarnya

 

 

Ditambahkanya lagi, untuk masuk dalam subtansi penuntutan terhadap kedua terdakwa MS.Sudarmadi Mantan Rektor Universitas Karimun serta HM.Taufik Mantan Ketua Yayasan Tujuh Juli dia belum bisa memastikan karena tahapan masih banyak, artinya, dia belum bisa memastikan kapan dilakukan proses penuntutan terhadap kedua terdakwa,” Pungkasnya (redaksi)

Published in KARIMUN

 

 

 

Ket Photo : Majelis Hakim, Fathul Mujib SH.MH, serta dua Hakim Anggota Dalam Sidang Perkara Penipuan Izin Prodi Universitas Karimun, melibatkan dua orang terdakwa, MS.Sudarmadi Mantan Rektor UK,Saat ini masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Karimun, serta HM.Taufik Mantan Ketua Yayasan Tujuh Juli,rabu,(27/7).

Karimun,(KT) – Lembaga Swadaya Masyarakat,(LSM), Pendidikan Karimun, melihat dari fakta persidangan digelar oleh Hakim Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun, dalam perkara penipuan izin prodi universitas karimun, hakim terlalu memperbanyak saksi untuk dimintai keterangan kepada Jaksa Penuntut Umum, padahal, kalau diliat dari beberapa saksi yang sudah dihadirkan JPU, subtansi dari pekara tersebut sudah terang benderang adanya unsure penipuan dilakukan oleh kedua terdakwa, untuk itu, diminta kepada hakim agar lebih jeli dalam menangani perkara tersebut.

 

 

Hal tersebut dikatakan, Hendri Bawole Ketua LSM PIK, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri kepadakarimuntoday.com, rabu(27/7), di areal pengadilan negeri tanjungbalai karimun, provinsi kepri, Dia melihat majelis hakim serta jaksa penuntut umum terkesan mengulur-ngulur persidangan perkara penipuan izin prodi universitas karimun, kenapa dikatakan demikian, sebab, dari sudut pandangnya, saksi yang dihadirkan oleh JPU selalu tidak lengkap dihadirkan, sehingga sidang akan memakan waktu lama, padahal, jaksa memiliki kewenangan untuk memanggil paksa ketika saksi enggan untuk dihadirkan dipersidangan, begitu juga dengan majelis hakim,  beberapa kali persidangan digelar seharusnya sudah mendapatkan pokok perkara yang disangka kan oleh JPU, namun, kelihatanya, hakim terus berupaya agar JPU menghadirkan saksi berikutnya.

 

 

“ Perkara Penipuan Izin Prodi yang digelar di pengadilan negeri tanjungbalai karimun, provinsi kepri, sebenarnya dari keterangan para saksi-saksi terdahulu, sudah jelas kelihatan adanya unsure penipuan izin prodi program PGSD di Universitas Karimun,(UK),Sepatutnya majelis Hakim sudah bisa membuat suatu keputusan final, begitu juga dengan JPU, selayaknya sudah masuk ke ranah tuntutan, namun, dari sekian kali persidangan digelar, belum terdengar JPU mengatakan berapa tahun kedua terdakwa tersebut dituntut, masih berkutat memintai keterangan para saksi,” Ucapnya

 

 

Selayaknya JPU segera masuk keranah penuntutan,sehingga majelis hakim bisa menentukan berapa hukuman penjara yang layak bagi kedua terdakwa, dari hasil pokok perkara diajukan oleh JPU serta keterangan dari para saksi yang dihadirkan di persidangan, pertanyaanya, apakah JPU harus menghadirkan saksi ratusan orang lagi untuk dihadirkan ke persidangan, baru majelis hakim membuat kesimpulan, untuk pembuktian, apakah kedua terdakwa tersebut benar-benar melakukan penipuan izin prodi universitas karimun, Cetusnya (redaksi)

Published in KARIMUN

 

 

 Ket Photo : Ibu, Raja Zuraida Mantan Dosen di Universitas Karimun.

Karimun,(KT) – Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepri kembali menggelar Sidang perkara dugaan penipuan lima program studi (prodi) Universitas Karimun (UK) dengan terdakwa mantan Rektor UK MS Sudarmadi, saat ini masih menjabat sebagai Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, serta  Mantan Ketua Yayasan 7 Juli selaku pengelola UK yakni Muhammad Taufiq, Rabu,(27/7).

 
Sidang kali ini masih mendengarkan keterangan para saksi yang  di ajukan oleh Jaksa  Penuntut Umum,(JPU), Seyogyanya hari ini JPU menghadirkan lima orang saksi, namun yang hadir hanya dua orang saksi yaitu, Raja Zuraida dan Udin Kurniawan, keduanya adalah Mantan Dosen pada Universitas Karimun.
 
Dalam Fakta persidangan ketika Raja Zuraida ketika dicecar pertanyaan oleh Ketua Majelis Hakim, Fathul Mujib SH.MH, Raja Zuraida selalu mengaku tidak  tahu, bahkan saksi tidak mengetahui UK menggelar Wisuda, terutama wisuda mahasiswa/wi angkatan pertama.
 

Dia mengatakan,Dia Sebagai Dosen mulai tahun 2008-2015, dia hanya focus mengajar, artinya, setelah pulang mengajar dia terus pulang, bahkan siapa ketua yayasan tujuh juli dia tidak mengetahui, ujarnya ketika ditanya oleh hakim ketua.

Ketika ditanya apakah, dia menerima SK pengangkatanya sebagai Dosen, Raja Zuraida mengatakan dia tidak menerima, tapi hanya melihat sekilas SK tersebut, ketika ditanya hakim ketua siapa yang menanda tangani SK tersebut, Raja Zuraida mengatakan, Lupa, atau tidak ingat.
 
“ Saya tidak pernah menghadiri rapat atau lainya, karena datang mengajar, habis itu terus pulang, sebab, saya juga sebagai PNS dan Pengawas Sekolah, memiliki kesibukan juga,” Tuturnya
 
Keterangan Raja, Zuraida jauh berbeda dengan Saksi Udin Kurniawan juga Mantan Dosen UK, dia mengatakan, Mengetahui adanya Proses Wisuda digelar oleh Universitas Karimun pada tahun 2014, ketika itu mahasiswa/wi angkatan pertama 2008 mengulang kuliah kembali, itupun dia hanya mendengar kabar saja bukan melihat secara lansung.
 
Ketika ditanya Hakim Ketua,Apakah dia pernah ditanyai oleh mahasiswa terkait masalah periizinan, Udin mengatakan, dia pernah ditanyai oleh dua orang mahasiswa selaku perwakilan dari mahasiswa lainya pada tahun 2010, terkait izin prodi PGSD, setelah itu dia bertanya kepada kepada saudara Amzon selaku Dekan UK, dan Amzon mengatakan, izin dalam proses.artinya, setelah perkuliahan berjalan selama dua tahun,Universitas Karimun belum memiliki izin prodi PGSD,ujar Hakim Ketua
 
Sidang kembali ditunda, dan sidang kembali digelar pada tanggal, 3 Agustus 2016,masih seputar mendengarkan keterangan para saksi-saksi.
 
Secara terpisah, Sinta Olivia Selaku Saksi Pelapor berharap, JPU, untuk menghadirkan saksi-saksi sesuai dengan permintaan hakim ketua, sehingga perkara ini tidak berlarut-larut memakan waktu lama,artinya, biar cepat tuntas, dan keterangan saksi tadi, Udin Kurniawan Mantan Dosen Universitas Karimun, menguatkan, bahwasanya, Universitas Karimun, memang benar tidak memiliki Izin prodi PGSD dan Program Study Lainya, dia berharap, hakim ketua dan panitera mencatat keterangan tersebut untuk dijadikan acuan untuk dipertimbangkan dijadikan sebuah keputusan Vonis nantinya,Ujarnya Singkat (redaksi)
Published in KARIMUN
Page 1 of 7

KALENDER BERITA

« July 2016 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
DISPENDA KARIMUN
DISPENDA KARIMUN