humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: September 2016

 

Ket Photo : Terdakwa,  MS.Sudarmadi Mantan Rektor Universitas Karimun,Saat ini masih Menjabat Sebagai Kepala Dinas Pendidikan Karimun, serta, HM.Taufik Mantan Ketua Yayasan Tujuh Juli, ketika duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun, Rabu (28/9),lalu.

 

Karimun,(KT) – Perkara Penipuan Penyelenggaraan Pendidikan Tanpa Izin sudah beberapa kali bergulir dipengadilan negeri tanjungbalai karimun, provinsi kepri dengan dua orang terdakwa, MS.Sudarmadi Mantan Rektor Universitas Karimun, saat ini masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Karimun, serta HM.Taufik Mantan Ketua Yayasan Tujuh Juli, keduanya di dakwa melanggar UU Sisdiknas pasal 71, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara serta denda 1 milyar rupiah.

 

Hal tersebut dikatakan, Bendry Almy Kasie Pidum Kejaksaan Negeri Karimun,juga selaku Jaksa Penuntut Umum  ketika dikonfirmasi karimuntoday.com via hp selularnya jum’at (30/9), Ya dalam surat dakwaan kedua terdakwa melanggar UU Sisdiknas pasal 71,terkait pelenyenggaran pendidikan tanpa izin di universitas karimun pada tahun 2008 silam, adapun ancaman dari pasal tersebut, adalah hukuman 10 tahun penjara serta denda 1 milyar rupiah.

 

“ Dari keterangan para saksi yang dihadirkan dimuka persidangan, mulai dari saksi pihak yayasan tujuh juli, rektorat maupun para mahasiswa, dan terakhir kemarin saksi ahli mengatakan, bahwa pada penerimaan mahasiswa baru pada tahun 2008 silam ada lima prodi yang belum memiliki izin, salah satunya Prodi PGSD, namun, pihak rektorat dan panitia penerimaan mahasiswa baru, menerima mahasiswa/wi jurusan PGSD, padahal saat ini izijn prodi PGSD belum dikeluarkan oleh dikti, izin prodi PGSD baru diterbitkan oleh Dikti pada tahun 2011 silam,  semua itu sudah terkuak dipersidangan,” Cetusnya

 

Ditambahkanya lagi, Untuk persidangan pada hari rabu,(5/10),akan datang, jaksa penuntut umum bakal menghadirkan dua orang saksi, diantaranya, satu dari pihak yayasan tujuh juli, bapak, Dr.Zufri Taufik dan Saksi Ahli dari Dikti yang didatangkan dari Jakarta, untuk dimintai pendapat ahlinya dimuka persidangan, terkait perkara penipuan penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan oleh kedua terdakwa,” Pungkasnya

 

Secara terpisah, Hendri Bawole Ketua LSM Pendidikan Karimun kepada karimuntoday.com beberapa waktu lalu mengatakan, Dia sangat prihatin dengan perkara ini, karena melibatkan pejabat aktif dan pensiunan pejabat di pemkab karimun, tentunya sebagai pejabat maupun mantan pejabat mengetahui secara persis mekanisme atau proses penerimaan mahasiwa baru di suatu universitas, namun, kenyataanya dilanggar atau diabaikan, dan dia berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali masa akan datang,” Pintanya (redaksi)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Surat Untuk Presiden Republik Indonesia,(Joko Widodo),sudah dikirimkan pada tanggal, 13 September oleh Sinta Olivia.

 

Karimun,(KT) -  Sinta Olivia Pelapor Mantan Mahasiswi Universitas Karimun Angkatan Pertama tahun 2008 silam juga sebagai pelapor adanya dugaan penipuan penyelenggaran pendidikan tanpa izin diuniversitas karimun terhadap beberapa prodi salah satunya prodi jurusan PGSD,dan saat ini perkaranya sudah sekian bulan disidangkan dipengadilan negeri tanjungbalai karimun dan dia  sangat memberikan apresiasi kepada jaksa penuntut umum, karena bulan depan (oktober-red), sudah masuk ketahap penuntutan.

 

Hal tersebut dikatakan, Sinta Olivia kepada karimuntoday.com rabu (28/9), dipengadilan negeri tanjungbalai karimun, kepri, Ya dia beserta teman-temanya,(pelapor-red), sangat senang ketika mendengar perkara penipuan penyelenggaraan pendidikan tanpa izin dengan dua orang terdakwa MS.Sudarmadi Mantan Rektor Universitas Karimun serta HM.Taufik Mantan Ketua Yayasan Tujuh Juli bulan depan sudah masuk ketahap penuntutan, artinya, perjuangan panjang dia dan teman-temanya tidak sia-sia, karena sudah hampir sampai ketitik nadir.

 

“ Dia sangat berterimakasih kepada Mabes Polri, Polda Kepri serta Polres Karimun yang telah menanggapi laporanya sehingga perkaranya digelar dipengadilan negeri tanjungbalai karimun dengan ditetapkanya dua orang tersangka saat ini sudah menjadi terdakwa, dan dia berserta teman-temanya tidak menduga sama sekali perkara ini bisa sampai ketingkat pengadilan, dan dia sangat optimis bahwa masih ada penegak hukum yang berpihak kepada rakyat kecil, contohnya seperti dirinya hanya seorang rakyat jelata,” Tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Sebagai rakyat jelata, Untuk mengawal proses persidangan tersebut, dia juga telah mengirimkan surat kepada bapak presiden republic Indonesia, Joko Widodo,untuk melakukan pengawasan terhadap perkara penipuan penyelenggaraan pendidikan tanpa izin yang saat ini bergulir dipengadilan negeri tanjungbalai karimun, dia berharap agar permohonanya tersebut di kabulkan oleh bapak presiden,” Harapnya (redaksi)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Kapal Isap Produksi Biji Timah di Peraiaran Kecamatan Tebing, Kepri.

 

Karimun,(KT) –  Kapal Isap Biji Timah Milik Mitra Timah TBK, beberapa hari lalu terlihat mondar mandir diperairan kecamatan tebing, kabupaten karimun, provinsi kepri, sehingga membuat para nelayan resah, sehingga dilakukan mediasi antara pihak PT Timah dengan para nelayan di Mapolsek Tebing, dari hasil pertemuan tersebut nelayan menolak dengan tegas keberadaan kapal isap tersebut,artinya, Penambangan Biji Timah diperairan tebing diminta dikaji ulang.

 

H.Amirulah Ketua KTNA Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri kepada karimuntoday.com kamis (29/9), mengatakan, Dia berharap sebaiknya Kapal Isap Biji Timah jangan melakukan kegiatan pertambangan biji timah diperairan kecamatan tebing, pasalnya, hanya disitu tinggal zona nelayan kecil, karena disebelah selatan karimun sudah dipenuhi oleh kapal isap biji timah, sebelah timur alur pelayaran, sebelah barat penuh dengan labuh tongkang dan kapal PT Saipem serta Oil tangking, yang tersisa hanya secebis utara dilaut tebing, andaikata perairan tersebut juga bakal dimasuki kapal isap produksi biji timah, dimana hati nurani pemerintah, jika nelayan kecil tidak bisa melaut lagi.

 

“ Apa jadinya ketika perairan kecamatan tebing ketika kapal isap produksi biji timah melakukan penambangan, tentu akan berdampak kepada pendapatan nelayan kecil, namun, sangat disayangkan, artinya dia berharap agar para nelayan tetap pada komitmen menolak keberadaan kapal isap tersebut untuk beroperasi di peraiaran tebing, jangan sampai tergiur dengan kompensasi yang di iming-imingi oleh perusahaan,semua itu hanya sesaat,pikirkan masa yang akan datang,karena silap sedikit  akan rugi sepanjang waktu,” Ujarnya

 

Ditambahkanya lagi, Dia sangat memberikan apresiasi kepada ketua nelayan camar laut leho, bapak Alwi Ilyas dengan tegas menolak beroperasinya kapal isap biji timah, walaupun penolakan tersebut dilakukan secara halus,namun, sikap ketua nelayan camar laut sudah menunjukan intregritas tinggi, patut ditiru,” Tuturnya (redaksi)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Jhon Ahyar Direktur Utama PT.Karimun Agung Perkasa.

 

Karimun,(KT) – Pada Tahun Anggaran 2016 Pemerintah Pusat Menggelontorkan Dana lewat Dana Alokasi Khusus (DAK), dan saat ini proyek tersebut sudah mulai dikerjakan.

 

Jhon Ahyar Direktur Utama PT Karimun Agung Perkasa ketika dikonfirmasi karimuntoday.com kamis (29/9), dilokasi proyek mengatakan, Ya saat ini proyek peningkatan  jalan poros sudah dikerjakan, dan insya allah akan rampung pada bulan desember 2016 mendatang, adapun besaran dana yang dikucurkan untuk membiayai proyek tersebut sebesar Rp.38.998.631.000.- dengan waktu pelaksanaan seratus tiga puluh lima hari kalender.

 

“ Proyek Pengaspalan Jalan Soekarno Hatta di poros sudah mulai dikerjakan kalau tidak ada aral melintang proyek tersebut akan selesai dikerjakan pada bulan desember mendatang, adapun panjang proyek dikerjakan sepanjang, 4,5 km.” Imbuhnya

 

Ditambahkanya lagi, Saat ini kita memperkerjakan tenaga kerja ekstra banyak, mulai untuk pembuatan drainase serta gorong-gorong, artinya, pada bulan desember itu jalan soekarno hatta sudah tampak mulus sepanjang, 4,5 km, tersebut,” Ujarnya

 

Secara terpisah, Hendra salah seorang masyarakat karimun kepada karimuntoday.com mengatakan, dia sangat senang melihat jalan poros diaspal ulang, sebab, dia melihat kondisi jalan tersebut sudah terlihat berlubang-lubang disana sini, dengan diaspalnya jalan tersebut, tentu dapat menakan angka kecelakaan dan jalan terlihat elok,” Tuturnya (redaksi)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Terdakwa, MS.Sudarmadi Mantan Rektor Universitas Karimun, saat ini Masih Menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Karimun, serta, HM.Taufik Mantan Ketua Yayasan Tujuh Juli, di Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun, Rabu (28/9).

 

Karimun,(KT) -  Sidang Penipuan Penyelenggaraan Pendidikan Tanpa Izin di Universitas Karimun pada tahun 2008 silam ditunda, dengan dua orang terdakwa, MS.Sudarmadi Mantan Rektor Universitas Karimun, saat ini masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Karimun, serta HM.Taufik Mantan Ketua Yayasan Tujuh Juli, pasalnya, hakim ketua Fathul Mujib SH.MH,berhalangan dikarenakan mengikuti kegiatan sosialisasi di Batam.

 

Hal tersebut dikatakan, hakim pengganti ketika persidangan digelar pada Rabu,(28/9), dipengadilan negeri tanjungbalai karimun, ya, sidang kita tunda karena, ketua majelis hakim fathul mujib sh.mh, berhalangan, karena mengikuti kegiatan sosialisasi di kota batam, sidang kembali digelar pada tanggal, 5 oktober 2016 akan datang.

 

Ket Photo : Pengganti Hakim Ketua, pada Sidang Penipuan Penyelenggaraan Pendidikan Tanpa Izin di pengadilan negeri tanjungbalai karimun,kepri.

 

“ Sidang Penipuan Penyelenggaraan Pendidikan Tanpa Izin di Universitas Karimun ditunda, dikarenakan, Hakim Ketua Fathul Mujib SH.MH, juga selaku Ketua Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun, mengikuti kegiatan Sosialisasi di Kota Batam, sidang kembali digelar pada tanggal, 5 Oktober 2016 mendatang,” Ujarnya sambil mengetok palu

 

Secara terpisah,  Ramdhani JPU Pengganti kepada karimuntoday.com, juga mengatakan bahwa sidang bakal ditunda, sebab, JPU,(kasie pidum-red),juga mengikuti kegiatan diluar kota, begitu juga dengan JPU Juan sedang ada tugas di Jakarta, maka sidang ditunda pecan depan tanggal, 5 Oktober 2016,” Ujarnya Singkat

 

Diwaktu yang sama, Sinta Olivia Pelapor, sangat menyesalkan dengan ditundanya sidang tersebut, sebab, tidak menutup kemungkinan akhir dari drama ini akan berlansung lama, dan dia berharap agar Komisi Pemberantasan Korupsi,(KPK), untuk menurunkan timnya agar memantau persidangan tersebut,” Pintanya (redaksi)

Published in KARIMUN

 

 

 

Ket Photo : Ilustrasi.

 

KARIMUN,(KT)  - Baru kemarin Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Andar Perdana memerintahkan pemeriksaan terhadap staf kejaksaan yang nakal, kini tuduhan miring kembali menerpa korps Adhyaksa.

 

Seorang Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun dituduh melakukan pemerasan terhadap keluarga seorang tahanan narkoba bernama Okto Sebastian.

 

Menurut Heri Soecipto, kakak sepupu Okto, dugaan pemerasan dilakukan oleh jaksa bernama Ramdani terhadap Diah Hadianti yang merupakan orangtua Okto.

 

Pemerasan terhadap Diah tersebut setelah Okto divonis oleh Pengadilan Negeri Karimun pada pertengahan Juli lalu dengan hukuman penjara selama dua tahun.

"Setelah vonis, Bu Lek (Diah) cerita sama saya, ia dihubungi olehjaksa Ramdani, minta uang. Saya bilang, kan sudah vonis jadi biarkan saja. Bu Lek ditelepon itu bukan sekali saja," kata Heri, Selasa (27/9).

 

Heri tak habis pikir atas tindakan yang dilakukan pada keluarganya. Selain terhadap Diah, Ia sendiri juga mengaku mendapat teror.

Ia pernah dijumpai oleh beberapa orang yang mengatakan dirinya harus menjumpai Ramdani.

 

"Kamis (21/9) kemarin, waktu saya makan sama istri, ada tiga orang datang langsung narik tangan saya. Mereka bilang kenapa tidak menjumpai jaksa? Minggu malam juga ada tiga orang bilang gitu," jelasnya.

 

Disebutkannya, pada saat proses persidangan masih berlangsung, Ramdani juga pernah meminta uang dalam jumlah yang cukup besar untuk membantu meringankan vonis Okto.

 

Bahkan Heri memiliki bukti rekaman pembicaraan antara dia dan Ramdani.

"Saya punya rekamannya. Waktu dia datang saya sempat aktifkan rekaman di handphone," ujarnya.

Jaksa Ramdani yang dijumpai di ruangannya membantah telah meminta sejumlah uang kepada pihak keluarga Okto.

 

Ia mengaku memang berkoordinasi dengan polisi untuk dapat menangkap seseorang berstatus DPO bernama Heri Gani yang diduga berhubungan dengan Okto.

 

"Nggak ada saya minta-minta. Nalar sajalah, masa sudah sidang (minta). Saya diperintah oleh Pak Ketua (Ketua PN Karimun, Fathul Mujib) yang mendengar Heri Gani ada di Balai. Jadi saya koordinasi sama Polsek Karimun untuk nyari Heri Gani. Saya tahu keluarga Okto gerah sama saya," bantahnya.(sumber: tribunnews.com/karimuntoday.com)

Published in KARIMUN

 

  Ket Photo : Ahmad Ulil Absor yang tewas tenggelam.                

 

Grobogan,(KT),- Bermain di parit depan rumah,seorang balita di Grobogan ,Jawa Tengah,Rabu pagi (28/9) tewas tenggelam. Balita tersebut sempat terseret air banjir sejauh satu setengah kilometer dari lokasi jatuhnya korban.

Sungguh tragis nasib yang dialami anak kelima Sumadi,warga desa Kuwaron,kecamatan Gubug,Grobogan,Jawa Tengah. Yakni ahmad ulil absor,balita berusia duapuluh satu hari ini, tewas tenggelam saat bermain bersama teman-temannya di parit depan rumah korban.

Menurut keterangan Sumadi,ayah korban,saat itu anaknya habis bangun tidur dan bermain dengan temannya didepan rumah korban. Namun saat ditinggal sebentar masuk kedalam rumah,korban sudah tidak ada ditempat.” Saat itu sekitar pukul enam pagi,anak saya bangun dan bermain dengan temannya. saya tinggal masuk sebentar untuk memasak air untuk mandi,namun saat saya keluar anak saya sudah tidak ada,” tutur Sumadi dirumahnya.

Karena cemas,Sumadi kemudian mencari keberadaan anaknya ke rumah tetangga sekitar,namun keberadan anaknya tak kunjung juga ditemukan. Sumadi pun sempat mencari menyusuri parit depan rumahnya yang waktu itu memang kondisi hujan sehingga kondisi air diparit sangat deras.”Saya cari anak saya dengan menyusuri sungai,tapi tidak juga ketemu,” ucapnya sedih.

Selang beberapa jam,datang tim SAR dari Grobogan untuk mencari keberadaan korban.Tim sar menyusuri parit mulai dari depan rumah korban hingga sungai Anyar sejauh satu setengah kilometer. Setelah hamper delapan jam dilakukan penyisiran,korban tak kunjung juga`ditemukan. Hingga kemudian tim sar meninggalkan lokasi kembali ke Grobogan.

Walau tim SAR meninggalkan lokasi,ayah korban dan tetangga tetap mencari keberadaan korban,hingga sekitar pukul 16.00 wib,korban berhasil ditemukan warga di sungai Anyar dengan posisi tengkurap dan korban sudah tidak bernyawa.”Korban saya temukan dengan posisi tengkurap,di sungai Anyar dekat sawah,” terang Purwanto,tetangga yang menemukan korban.

Setelah ditemukan,korban kemudian dibawa pulang ke rumah duka. Polisi yang datang ke rumah duka kemudian melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan, korban murni tewas tenggelam. Setelah dimandikan korban kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.(nur)

 

 

 

Published in KARIMUN

 

 

GROBOGAN,(KT),- Hujan deras yang terjadi selasa malam(28/9),membuat tanggul Sungai Kali Renggong di Grobogan,Jawa Tengah kembali jebol. Akibat jebolnya tanggul ini membuat akses jalan penghubung antar desa terputus.

 

Tanggul Sungai Renggong yang melintasi desa Sukorejo,Tegowanu,Grobogan,Jawa Tengah, selasa malam kembali jebol sepanjang lima belas meter.Jebolnya tangul ini membuat akses jalan antar desa Tanggirejo,desa mangunsari dan desa Sukorejo terputus. Warga pun terpaksa berputar arah sejauh tiga kilometer. 

 

Menurut Sudadi,warga desa Sukorejo,jebolnya tanggul ini berawal dari hujan deras yang terus menerus terjadi selama semingu bertutur-turut,karena tak kuat menampung debit air,akhirnya air sungai renggong limpas hingga membuat tanggul yang sudak kritis ini jebol.”memang tanggul ini sudah kritis,dan belum ada normalisasi,jika hujan deras pasti jebol,” ucapnya dilokasi.

 

Beruntung,lanjut Sudadi,jebolnya tanggul yang sebelah timur,bukan yang tanggul sebelah barat,sehingga hanya akses jalan yang terputus.Jika tanggul sebelah barat,pasti masuk ke pemukiman warga.

 

Pada senin malam,tanggul sungai renggong juga jebol sepanjang lima puluh meter di wilayah desa Mangunsari.Namun sudah ditutup sementara dengan karung berisi tanah oleh warga dibantu dengan TNI/Polri dan BPBD Kabupaten Grobogan.

 

Menurut Joko Argiyono,kepala Koordinator Perwakilan Balai PSDA Jratun wilayah Gubug,pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak desa,kecamatan,BPBD kabupaten dan balai besar propinsi terkait dengan jebolnya tanggul sungai renggong,dan alat berat dari balai besar sudah dilokasi,namun karena terkendala hujan dan kondisi tanah yang becek alat belum bisa berfungsi.”Alat berat dari balai besar sudah dilokasi,namun belum bisa difungsikank arena kondisi air yang masih tinggi dan kondisi tanah yang masih becek,” ucapnya dilokasi

 

Kemungkinan,lanjutnya,satu dua hari alat berat bisa difungsikan sambil menunggu kondisi air surut,pungkasnya.(nur)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Suasana di Pengadilan Negeri Rengat, Kabupaten Indaragiri Hulu, Provinsi Riau.

RENGAT,(KT)  – Pengadilan Negeri (PN) Rengat menjatuhkan vonis bersalah terhadap Halim alias Aliang yang merupakan Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing).Provinsi Riau

Halim dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum karena menguasai serta merubah fungsi dan peruntukan kawasan hutan lindung Bukit Batabuh di Desa Cengar Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi menjadi perkebunan kelapa sawit milik pribadi seluas 180 hektar.

Putusan vonis bersalah ini dibacakan Ketua Majelis Hakim Wiwin Sulistya SH dengan anggota majelis hakim Petra Jeni SH dan Immanuel SH, pada sidang pembacaan putusan gugatan Yayasan Riau Madani di PN Rengat, Rabu (28/9/2016).

Pada sidang itu, Majelis Hakim menghukum Halim selaku tergugat supaya menghentikan seluruh aktifitas perkebunan kelapa sawit miliknya di atas objek sengketa, dan kemudian memulihkan kondisi objek sengketa dengan cara menebang seluruh tanaman sawit yang ada pada objek sengketa.

Selain itu, Halim juga dihukum agar menghutankan kembali seluruh objek sengketa dan setelah itu menyerahkan objek sengketa seluas 180 hektar berikut seluruh bangunan yang ada di atas objek sengketa kepada Negara

Ketua Yayasan Riau Madani Surya Darma SH usai sidang mengucapkan terimakasih kepada majelis hakim dan menyatakan bangga terhadap putusan hakim yang pro lingkungan.

Menurut Surya, selain menggugat Halim, pihaknya juga telah mengajukan gugatan ke PN Rengat, terhadap Suwirio Widjaya Alias Afin Merauke yang menguasai Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 1.550 hektar di Kecamatan Singingi dan Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuansing.

Sementara itu, Kuasa Hukum H Halim, Asep Ruchiyat SH dikonfirmasi wartawan mengatakan keberatan dengan putusan majelis hakim atas gugatan Yayasan Riau Madani. “Kami akan melakukan banding dalam 14 hari ke depan,” sebutnya. (KRN 4)

“1.550 hektar HPT yang dialihfungsikan menjadi kebun kelapa sawit milik pribadi Suwirio Widjaya ini dibeli dari Halim. Jadi, gugatan ini masih berkaitan dengan Halim,” ujarnya.(sumber: koranriau.net/karimuntoday.com)

 

 

Published in KARIMUN

  

Ket Photo : Kapal Isap Produksi Biji Timah di Perairan Kecamatan Tebing.

Karimun,(KT) -  Ketua Nelayan Camar Laut Leho Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri tidak mempermasalahkan apabila pihak Mitra PT Timah TBK bakal melakukan ekspolitasi biji timah diperairan kecamatan tebing asalkan bisa menunjukan Analisis Dampak Lingkungan,(AMDAL), serta dokumen pendukung lainya, sebelum ditunjukan kepada nelayan dokumen tersebut dengan tegas dia menolak apabila Mitra timah melakukan ekspolitasi biji timah di peraiaran kecamatan tebing.

Hal tersebut dikatakan, H.Alwi Ilyas Ketua Nelayan Camar Laut kepada karimuntoday.com selasa (27/9), di kedai kopi cerbon tadi pagi, Pada prinsifnya kita tidak menolak apabila salah satu perusahaan mitra PT Timah bakal melakukan penambangan biji timah di perairan kecamatan tebing, asalkan bisa menunjukan AMDAL serta IUP,yang masih berlaku, kenapa dia mengatakan demikian, sebab, apabila PT Timah TBK maupun Mitra Timah apabila memperlihatkan AMDAL maupun IUP, patut dipertanyakan, karena dimana AMDAL bisa didapat,pasalnya untuk mendapakan AMDAL harus melalui mekanisme yang berlaku salah satunya sidang  KA. AMDAL melibatkan banyak pihak untuk menyetujui AMDAL tersebut, sedangkan sepengetahuan dirinya, pihak perusahaan maupun pihak pemerintah daerah melalui Badan Lingkungan Hidup,(BLH), tidak pernah menggelar sidang Kerangka Acuan Dampak Lingkungan,(KA.AMDAL).

“ Dia sebagai salah satu ketua nelayan dikecamatan tebing, karimun, bukan menolak dengan keberadaan kapal isap biji timah tersebut untuk melakukan ekspolitasi, tetapi, selayaknya, sebelum melakukan penambangan biji timah selayaknya pihak perusahaan memperlihatkan ligelitas perizinan dimiliki,mulai dari AMDAL sampai dengan IUP,artinya, apabila pihak perusahaan tidak bisa bisa menunjukan dokumen tersebut, dengan tegas dia tetap menolak dilakukan penambangan biji timah diperairan kecamatan tebing,” Imbuhnya

Ditambahkanya lagi, Sejujurnya kalau bicara soal hati kehati dia sangat tidak setuju dengan dilakukan penambangan biji timah diperairan kecamatan tebing, karena dia menilai besar mudaratnya dari manfaatnya, salah satu mudaratnya salah satu contoh, bisa mengakibatkan abrasi dan erosi,(pengikisan bibir pantai-red),, coba anda,(wartawan-red) lihat, di daratan sudah terlihat perusahaan batu granit setiap waktu membombardir batu-batuan diperbukitan untuk dikomersilan, apabila diperairan dikeruk juga, atau diaduk-aduk, tidak menutup kemungkinan sekian puluh tahun kedepan karimn bakal terancam tenggelam, artinya, bagaimana pertanggung jawaban kita kepada anak cucu kelak,” Tuturnya (redaksi)

 

 

 

Published in KARIMUN
Page 1 of 6

KALENDER BERITA

« September 2016 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30