humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Saturday, 28 October 2017

   

Ket Photo : Padri Mahasiswa Universitas Riau Membacakan Deklarasi Melawan Radikalisme dan Intoleransi.

 

Pekanbaru,(KT) - Sempena dengan Memperingatan Hari Sumpah Pemuda yang ke 89 Tahun jatuh pada hari ini, Sabtu, 28 Oktober 2017, sebanyak 17 perguruan tinggi se-Riau mengadakan deklarasi dan aksi kebangsaan bersama melawan radikalisme dan intoleransi.

 

 Kegiatan ini langsung di buka oleh Gubernur Riau Bapak Arsyadjuliandi Rachman. Setelah itu dilanjutkan dengan kuliah akbar, orasi kebangsaan dan deklarasi mahasiswa melawan radikalisme dan intoleransi. Acara ini juga di hadiri oleh, Kapolda Riau yang di wakili oleh Dirreskrimsus AKBP GOKndion Arif Setiawan Sik,SH,MH. Sedangkan steering comite Riau dihadiri oleh bapak Agus Salim Selaku Pimpinan STIKES Awal Bros Pekanbaru dan Dr. Fahrial,direktur Akademi keuangan perbankan Riau.

 

Dalam  sambutan Ketua Panitia mengatakan, kegiatan ini adalah rangkaian dari acara Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Se Indonesia yang di selenggarakan Di bali pada tanggal 25 -26 September 2017. Kegiatan Ini juga di isi dengan pembacaan Sumpah Pemuda, Deklarasi Mahasiswa melawan radikalisme dan intoleransi. Pembacaan deklarasi mahasiswa Provinsi Riau di pimpin oleh Padri Mahasiswa UR bersama dengan 16 kampus lainnya.

 

Isi dari Deklarasi tersebut adalah : DEKLARASI KEBANGSAAN DAN PERNYATAAN SIKAP MAHASISWA PROVINSI RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KAMI MAHASISWA RIAU DENGAN INI MENYATAKAN: 1. BERTEKAD MENJADIKAN EMPAT KONSENSUS NASIONAL, YAITU PANCASILA, UNDANG-UNDANG DASAR 1945, BHINNEKA TUNGGAL IKA DAN NKRI ADALAH “HARGA MATI” DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA. 2. BERTEKAD MENANAMKAN JIWA DAN SIKAP KEPAHLAWANAN, KESADARAN BELA NEGARA DAN CINTA TANAH AIR KEPADA SELURUH MAHASISWA DAN GENERASI MUDA BANGSA GUNA MENJAGA KEUTUHAN NKRI DENGAN PENUH DEDIKASI DAN TANGGUNG JAWAB.

 

3. BERTEKAD MENGAMALKAN NILAI-NILAI AJARAN AGAMA YANG INKLUSIF, MODERAT, MENGHARGAI KEMAJEMUKAN DAN KERAGAMAN BUDAYA. 4. BERTEKAD MENOLAK FAHAM RADIKALISME, TERORISME DAN SIKAP INTOLERANSI, SERTA BERBAGAI BENTUK KEGIATAN YANG BERTENTANGAN DENGAN PANCASILA DAN ANTI NKRI, DI SELURUH KAMPUS DAN TANAH AIR INDONESIA.

 

Ditambahkanya lagi, Dengan adanya acara Deklarasi dan aksi kebangsaan melawan radikalisme dan Intoleransi seluruh perguruan tinggi di Gor Tribuana ini, semoga kita semua terhindar dari bahaya paham radikalisme yang timbul di bumi lancang kuning.” Tuturnya (*)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim, Wakil Ketua DPRD Karimun Azmi, SE, Polres Karimun serta Kodim 0317/TBK foto bersama usai upacara dengan Muda Mudi Karimun yang memakai pakaian adat yang menandakan kemajemukan Indonesia, Sabtu, (28/10/17).

 

Karimun,(KT) - Dalam memperingati hari sumpah pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun menyelenggarakan apel pagi bersama di lapangan upacara kantor Bupati Karimun, Sabtu,(28/10/17), upacara dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Karimun, Sekda, FKPD dan OPD, Pemuda Pancasila, Mahasiswa perguruan tinggi di Karimun serta siswa SLTA.

 

Bupati Karimun selaku pembina upacara menyampaikan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dalam peringatan sumpah pemuda yang ke-89 tahun 2017, adapun pidato menpora yang dibacakan Bupati itu mengatakan, betapa luar biasanya pertemuan dan ikrar yang dilakukan oleh 71 orang pemuda dari berbagai suku agama dan daerah 89 tahun yang lalu, ujar Bupati membacakan.

 

Coba bayangkan mereka bisa bertemu dengan kondisi zaman saat itu yang tidak sama dengan zaman saat ini, transportasi yang diandalkan hanya laut, itu membutuhkan waktu berminggu-minggu, alat komunikasi pun demikian, hanya mengandalkan korespodensi pos, namun pemuda dari arah barat dan pemuda dari arah timur dan daerah lainnya bisa bertemu, tidak hanya bertemu, mereka bertukar pikiran, mematangkan gagasan,matangkan bersepakat mengikat dari dalam komitmen keindonesiaan, paparnya.

 

Dilanjutkan Bupati, jika dibandingkan dengan masa sekarang, dengan berbagai kemudahan yang kita miliki hari ini, malah semakin mudah berselisih paham, saling mengutuk, menebar kebencian, seakan kita berada dalam ruang isolasi yang tidak terjamah, padahal dengan kemudahan tekhnologi dan transportasi saat ini kita seharusnya lebih mudah berkumpul, bersilaturrahmi.

 

Dalam sebuah pidato bung karno mengatakan, "jangan mewarisi abu sumpah pemuda, tapi warisilah api sumpah pemuda, kalau sekedar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang, sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air, tapi ini bukan tujuan akhir." Pesan bung Karno sangat mendalam, api sumpah pemuda harus selalu kita nyalakan, mari kita kukuhkan persatuan dan kesatuan, hentikan segala bentuk yang menyebabkan perpecahan, urai Bupati Karimun membacakan pidato Menpora Imam Nakhrawi. (DS)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo Bupati Karimun, H.Aunur Rafiq mengucapkan selamat kepada Yohanes Pieter sebagai Ketua Umum Pameral Periode 2017-2020.

 

 

Karimun,(KT) - Persatuan Pemuda Meral (Pameral) , merupakan organisasi pemuda dan sosial kemasyarakatan, organisasi yang bertekad dalam memperkokoh solidaritas pemuda Meral dan Meral Barat serta meningkatkan peran pemuda dalam mengisi pembangunan di Kabupaten Karimun ini sekarang telah memiliki ketua umum yang baru.

 

 Setelah menyelenggarakan Musyawarah besar (Mubes) ke IV bulan September lalu, dan kemudian dari waktu satu bulan setelah Mubes kita menggodok kepengurusan dan akhirnya pengurus persatuan pemuda meral (Pameral) malam ini dilantik oleh Bupati Karimun H. Aunur Rafiq di kompleks pasar naga mas, Baran I, kecamatan Meral, Jum'at malam, 27/10/17.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Yohanes Pieter, Ketua Pameral terpilih periode 2017-2020, Pieter menambahkan, dengan dilantiknya kami pada malam ini, hal ini menjadi penambah semangat kami agar kedepan peran dari pemuda Meral dan Meral Barat semakin terlihat kontribusinya dalam pembangunan, dan saya sangat mengharapkan kerjasama dan dukungan dari seluruh anggota serta masyarakat luas, ujar Pieter.

 

Ditempat yang sama, Bupati Karimun Aunur Rafiq yang hadir untuk mengukuhkan pengurus Pameral malam itu berpesan kepada para pemuda di Kabupaten Karimun khususnya yang tergabung dalam organisasi Pameral agar meningkatkan kompetensinya agar bisa bersaing ditanah sendiri, kedepan pemerintah daerah akan berdayakan Pameral, bersinergi serta sharing akan kita lakukan, jadilah organisasi pemersatu, ujar Rafiq.(DS)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo Bupati Karimun Aunur Rafiq, DPRD Karimun,Polres Karimun, Kodim 0317/TBK foto bersama dengan Mahasiswa/i Universitas Karimun dan STIE Cakrawala dalam aksi kebangsaan menolak radikalisme dan intoleransi, Sabtu(28/10/17).

 

Karimun,(KT) -Bertepatan dengan hari sumpah pemuda, Mahasiswa/i gabungan dari dua perguruan tinggi yakni dari Universitas Karimun (UK) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cakrawala Kabupaten Karimun mendeklarasikan aksi kebangsaan melawan radikalisme dan intoleransi, aksi kebangsaan itu berlangsung di gedung nilam sari kompleks perkantoran Bupati Kabupaten Karimun, Sabtu,(28/10/17).

 

Andi Lala, Ketua Panitia Aksi mengatakan, bahwa aksi ini adalah menindaklanjuti pertemuan pimpinan perguruan tinggi pada tanggal 25- 26 September 2017 lalu yang dihadiri oleh 3000 peserta yang mendeklarasikan diri untuk melawan radikalisme dan intoleransi, hal ini adalah upaya kita untuk menolak ideologi lain selain pancasila, menolak paham radikal serta menolak aksi inteloran, kita pemuda dan pemudi Karimun cinta damai, ungkap Andi.

 

Andi menyampaikan, adapun isi deklarasi kebangsaan seluruh perguruan tinggi di Indonesia tersebut adalah,"Satu ideologi, Pancasila, satu konstitusi, Undang-Undang Dasar tahun 1945, (UUD 45), satu negara, negara kesatuan republik indonesia (NKRI), satu semboyan, Bhineka Tunggal Ika dan satu tekad, melawan radikalisme dan intoleransi, ujarnya, selain itu, adapula orasi kebhinekaan yang disampaikan oleh Dosen STIE Cakrawala, Dra Maimunah MM, Wakapolres Karimun, I Gede Joni Mahardika, Kodim 0317/TBK, Kaptain (Inf) Taufiq Sihombing, jelasnya.

 

Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq yang turut menghadiri deklarasi mengatakan, karakteristik Kabupaten Karimun yang majemuk terdiri dari suku ras dan agama saat ini berjalan dengan baek, saling bergandengan tangan, interaksi terjalin harmonis, kondisi yang kondisif seperti ini, kita tidak ingin diusik dengan munculnya paham-paham radikal yang membuat rusaknya persatuan dan kesatuan kita, ucapnya.

 

Dilanjutkan Rafiq, seperti halnya narkoba, kita mengatakan tidak pada narkoba, begitu pula dengan radikalisme, kita mengatakan tidak pada radikalisme, melalui aksi kebangsaan oleh perguruan tinggi seluruh Indonesia ini, tekad dan janji kita adalah bersama meneriakkan perlawanan terhadap radikalisme, semoga janji itu dipenuhi,tutur Rafiq. (DS)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs Didi Haryono SH MH,bertindak selaku Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 89 Tahun 2017 bertempat di Lapangan Upacara Polda Kepri.

 

 

BATAM, (KT) - Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs Didi Haryono SH MH bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan hari sumpah pemuda yang ke 89 tahun 2017,pada hari sabtu (28/10/2017) sekitar pukul 07.00 WIB.

 

 Demikian halnya yang disampaikan kepada karimuntoday.com pada hari Sabtu tanggal 28 Oktober 2017 sekira pukul 08.00 Wib, oleh Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Kepri AKBP Edi Santoso, SH tentang Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 89 Tahun 2017 tersebut.

 

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 89 Tahun 2017 dilaksanakan di Lapangan Upacara Polda Kepri sekira pukul 07.00 wib,  di hadiri oleh Para Pejabat Utama Polda Kepri, Para Pamen, Pama, Bintara, Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil Polda Kepri.

 

 Dalam sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi yang dibacakan oleh Wakapolda Kepri menyampaikan,Delapan puluh sembilan tahun yang lalu, tepatnya pada Tanggal 28 Oktober 1928, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air, berkumpul di sebuah gedung di jalan Kramat Jaya, Daerah Kwitang Jakarta. Mereka mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia. 

 

 Sungguh, sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Ikrar ini nantinya, 17 tahun kemudian melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Tanggal 17 Agustus 1945.

 

 Sumpah pemuda di bacakan di arena kongres pemuda ke-2, dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan daerah.   Jika kita membaca dokumen sejarah kongres pemuda ke-2, kita akan menemukan daftar panitia dan peserta kongres yang berasal dari pulau-pulau terjauh indonesia. Secara imaginatif sulit rasanya membayangkan mereka dapat bertemu dengan mudah. 

 

:Dari belahan Barat Indonesia, terdapat nama Muhammad Yamin, seorang pemuda kelahiran Sawah Lunto Sumatera Barat yang mewakili Organisasi Pemuda Sumatera, Jong Sumatranen Bond. Dari belahan Timur Indonesia, kita menemukan pemuda bernama Johannes Leimena, kelahiran kota Ambon Maluku, mewakili Organisasi Pemuda Jong Ambon.

 

  Ada juga Katjasungkana Dari Madura, Ada Juga Cornelis Lefrand Senduk, Mewakili Organisasi Pemuda Sulawesi, Jong Celebes. Pernahkan kita membayangkan bagaimana seorang Muhammad Yamin Dari Sawah Lunto dapat bertemu dengan Johannes Leimena Dari Ambon?   Pernahkan kita membayangkan bagaimana seorang Katjasungkana Dari Madura Dapat Bertemu Dengan Lefrand Senduk Dari Sulawesi? Bukan hanya bertemu, tapi mereka juga berdiskusi, bertukar fikiran, mematangkan gagasan hingga akhirnya bersepakat mengikatkan diri dalam komitmen ke-Indonesiaan.   Padahal jarak antara sawah lunto dengan kota ambon lebih dari 4000 km. Hampir sama dengan jarak antara kota jakarta ke kota sanghai di china. 

 

Sarana transportasi umum saat itu, masih mengandalkan laut. Dibutuhkan waktu berminggu-minggu untuk bisa sampai ke kota mereka. Alat komunikasipun masih terbatas, mengandalkan korespondensi melalui kantor pos. Hari ini surat dikirim, satu dua bulan kemudian, barulah sampai dialamat tujuan.

 

 Belum lagi kalau kita berbicara tentang perbedaan agama dan bahasa. Muhammad Yamin beragama Islam berbahasa Melayu, Johannes Leimena beragama Protestan berbahasa Ambon. 

 

Begitupun dengan Katjasungkana, Lefrand Senduk, Dan 71 Pemuda Peserta Kongres Lainnya. 

 

 Mereka memiliki latar belakang agama, suku, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda. Namun fakta sejarah menunjukan bahwa sekat dan batasan-batasan tersebut tidak menjadi halangan bagi para pemuda indonesia untuk bersatu demi cita-cita besar indonesia. Inilah yang kita sebut dengan “BERANI BERSATU”.

 

 Kita patut bersyukur atas sumbangsih para Pemuda Indonesia yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda. Sudah seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampumenorehkan sejarah emas untuk bangsanya. 

 

 Bandingkan dengan era sekarang. Hari ini, sarana transportasi umum sangat mudah. Untuk menjangkau ujung timur dan barat Indonesia hanya dibutuhkan waktu beberapa jam saja. Untuk dapat berkomunikasi dengan pemuda di pelosok-pelosok negeri ini, cukup dengan menggunakan alat komunikasi, tidak perlu menunggu datangnya tukang pos hingga berbulan-bulan lamanya.   Interaksi sosial dapat dilakukan 24 jam, kapanpun dan dimanapun.

 

Namun anehnya justru dengan berbagai macam kemudahan yang kita miliki hari ini, kita justru lebih sering berselisih paham, mudah sekali memvonis orang, mudah sekali berpecah belah, saling mengutuk satu dengan yang lain, menebar fitnah dan kebencian. Seolah-olah kita ini dipisahkan oleh jarak yang tak terjangkau, atau berada diruang isolasi yang tidak terjamah, atau terhalang oleh tembok raksasa yang tinggi dan tebal hingga tidak dapat ditembus oleh siapapun. 

 

Padahal, dengan kemudahan teknologi dan sarana transportasi yang kita miliki hari ini, seharusnya lebih mudah buat kita untuk berkumpul, bersilaturahim dan berinteraksi sosial.   Sebetulnya, tidak ada ruang untuk salah paham apalagi membenci karena semua hal dapat kita konfirmasi dan kita klarifikasi hanya dalam hitungan detik.

 

 Dalam sebuah kesempatan, Presiden Republik Indonesia yang pertama, Bung Karno pernah menyampaikan “Jangan Mewarisi Abu Sumpah Pemuda, Tapi Warisilah Api Sumpah Pemuda. Kalau Sekedar Mewarisi Abu, Saudara-Saudara Akan Puas Dengan Indonesia Yang Sekarang Sudah Satu Bahasa, Satu Bangsa, Dan Satu Tanah Air. 

 Tapi Ini Bukan Tujuan Akhir”. Pesan yang disampaikan oleh Bung Karno ini sangat mendalam khususnya bagi Generasi Muda Indonesia.

 

 Api sumpah pemuda harus kita ambil dan terus kita nyalakan. Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita juga harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan kita. Ego ini yang kadang kala mengemuka dan menggerus persaudaraan kita sesama anak bangsa. Kita harus berani mengatakan bahwa persatuan indonesia adalah segala-galanya, jauh diatas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan, apalagi golongan.

 

 Mari kita kukuhkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Stop segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Kita seharusnya malu dengan para pemuda 1928 dan juga Bung Karno, karena masih harus berkutat di soal-soal ini. 

 

 Sudah saatnya kita melangkah ketujuan lain yang lebih besar, yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakat Indonesia. Kita patut bersyukur dan berterimakasih kepada bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo yang selama ini memberikan perhatian yang sangat bersar terhadap pembangunan kepemudaan Indonesia. Bulan juli 2017 yang lalu, Bapak Presiden telah menandatangani peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2017 tentang koordinasi strategis lintas sektor penyelenggaraan pelayanan kepemudaan.

 

 Melalui perpres ini, peta jalan kebangkitan Pemuda Indonesia terus kita gelorakan. 

Bersama pemerintah daerah, organisasi kepemudaan dan sektor swasta, kita bergandengan tangan, bergotong royong melanjutkan api semangat Sumpah Pemuda 1928.  Saatnya kita berani bersatu untuk kemajuan dan kejayaan Indonesia. (Ardi oyong/Humas Polda Kepri)

 

Published in BATAM

KALENDER BERITA

« October 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31