humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Monday, 30 October 2017

 

 

BATAM, (KT) - Ratusan masyarakat kecamatan sagulung antusias mendatangi lokasi  Bazar Sembako murah yang di fasilitasi oleh Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepri ,sekaligus membagikan 4.000 Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada Masyarakat Sagulung.

 

Pembagian Kartu KIS tersebut tersebut dilaksanakan di lapangan Sentosa Plaza (SP) Sagulung, Senin (30/10/2017). Pagi  sedangkan Bazar sembako murah ini diadakan Pemerintah kota batam dan sekaligus untuk Kartu KIS yang dibagikan itu merupakan kartu yang diperuntukan bagi Kelompok masyarakat miskin dan tidak mampu yang didaftarkan oleh pemerintah dan iurannya dibayari oleh pemerintah.,tadi pagi lansung bapak walikota batam membagikan kartu KIS ujar Camat Sagulung, Reza Khadafi saat di jumpai karimuntoday di Plaza (SP).

 

Reza mengatakan, Paket sembako murah yang dijual seharga Rp50 ribu itu berisikan lima kilogram beras, tiga liter minyak goreng serta satu kilogram gula. Harga jual paket sembako itu jauh lebih murah dari harga normalnya mencapai Rp10.2000.

 

Dalam pembagian sembako murah ini, pemerintah telah memberikan subsidi sebanyak 70%" paket sembako ini di jual lebih murah dari harga pasar kata reza

 

 Pantauan di lapangan pembagian kartu KIS dan sembako murah tersebut disambut baik masyarakat Sagulung. Dan terlihat Ratusan warga tampak berdesak-desakan untuk mengantri. Petugas dari Pemko Batam yang didamping petugas dari kecamatan, terlihat cukup kewalahan untuk melayani serbuan masyarakat.

 

Agar tidak terjadi antrian panjang dalam, proses pembagian kartu KIS, dan sembako petugas terpaksa menerapkan sistim

antri Disingung soal blangko KTP elektronik atau e-KTP reza menjelaskan soal e-KTP itu di cetak di dinas  kependudukan Memang kemarin datang blangko e-KTP tapi cuman 8000 itu pun di bagi (12) kecamatan yang ada di kota batam jadi kalau di pekirakan untuk sagulung 800 lah,”  tuturnya ( rega)

Published in BATAM

 

 Ket Photo : Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs Didi Haryono SH MH Menyampaikan Kata Sambutan Dalam Acara Sosialisasi/Workshop Perlindungan Anak dan Pencegahan Paham Radikalisme dan Ideologi Pancasila.

 

BATAM, (KT) - Wakapolda Kepri Bigjen Pol Drs Didi Haryono SH MH ,Senin (30/10/2017) sekitar pukul 07.00 WIB,menghadiri acara Sosialisasi dan Workshop perlindungan anak dan pencegahan paham radikalisme dan ideologi pancasila,yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Allium Batam.

 

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs S Erlangga kepada karimuntiday.com juga mengatakan,selain Waka Polda Kepri Brigjen Pol Drs. Didi Haryono, SH, MH,juga hadir Ibu Gubernur Provinsi Kepri, Ketua BP Batam yang mewakili, Dir Binmas Polda Kepri, Para pejabat utama Polda Kepri serta para peserta forum dialog.

 

 Dalam sambutan Kapolda Kepri yang dibacakan oleh Wakapolda Kepri menyampaikan Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun dan menginventarisir ide, gagasan dan cara pandang sehingga diharapkan tercapainya satu kesepakatan pola yang terbaik bagi generasi muda dalam mengantisipasi paham radikalisme dan ideologi anti pancasila. 

 

Diharapkan seluruh elemen masyarakat bahu membahu bersama polri menjalin kemitraan agar semakin erat, serta dapat terwujud melalui kerja sama yang saling bersinergi untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme yang dapat terdeteksi dan dicegah sejak dini terutama pada generasi muda. 

 

Salah satu tantangan nyata bagi keutuhan dan kesatuan bangsa ini adalah terorisme, terorisme tidak hanya menimbulkan kerugian material dan nyawa serta menciptakan rasa takut di masyarakat. 

 

 Tetapi terorisme juga telah mengoyak keutuhan berbangsa dan bernegara. Terorisme telah membuat kita saling curiga dan saling memusuhi. Terorisme pun telah mencabik ikatan persaudaraan dan nilai-nilai toleransi yang sejatinya menjadi kultur budaya bangsa ini.

 

Perlu dipahami bersama bahwa ancaman terbesar terorisme bukan hanya terletak pada aspek serangan fisik yang mengerikan, tetapi justru serangan propaganda yang secara masif menyasar pola pikir dan pandangan masyarakat itulah yang lebih berbahaya. 

 

 Salah satu kelompok teroris yang sangat meresahkan akhir-akhir ini adalah kelompok yang mengatasnamakan diri Islamic State Of Iraq And Syiria (ISIS). Kelompok radikal terorisme baru ini semakin hari semakin meresahkan. 

 

Pengaruh propaganda dan agitasi yang bernuansa kekerasan, permusuhan, penghasutan dan ajakan untuk berbagung telah banyak menyasar masyarakat, terlebih sasaran target mereka yang sangat rentan adalah kalangan generasi muda. ISIS dewasa ini telah menjadi kekuatan terorisme global baru yang lebih menakutkan dari jaringan Al-Qaeda, selain aksi-aksi brutalnya, isis sangat berbahaya karena kemampuannya dalam menjaring para pejuang asing (Foreign Terrorist Fighter) dari berbagai negara, tidak terkecuali dari Indonesia.

 

 ISIS yang pada mulanya hanyalah kekuatan Milisi Nasional di Irak yang muncul akibat konflik politik di dalam negeri pasca pemerintah Saddam Hussein, kini menjelma menjadi kekuatan transnasional yang menakutkan beberapa negara. 

 

Disinilah perlu kami tegaskan bahwa ISIS hanyalah buah dari konflik politik domestik Irak-Suriah yang tidak ada kaintannya dengan faktor keagamaan. 

 

 Apa yang membuatnya menjadi gerakan global dan menarik simpati dari berbagai negara karena mereka telah membungkus perjuangan politiknya dengan tipu daya perjuangan keagmaan melalui deklarasi berdirinya khilafah. 

 

  Gerakan politik lokal isis ini nyata menggunakan topeng agama dalam rangka menarik simpati dan dukungan secara global, dan sangat disayangkan sudah banyak kalangan generasi muda yang sudah terperdaya rayuan isis baik karena motivasi keagamaan, ekonomi, pencarianidentitas maupun motivasi lainnya.

 

 Selain pola penyebaran propaganda konvensional, isis dikenal sebagai kelompok teroris yang secara cerdas memanfaatkan kekuatan teknologi dan informasi internet khususnya media sosial sebagai alat propaganda sekaligus rekrutmen keanggotaan, dan secara faktual banyak sekali anak muda yang bergabung dengan isis akibat pengaruh propaganda dan jejaring pertemuan di media online.

 

 Kalangan generasi muda menjadi sasaran dan target propaganda dan rekrutmen ISIS. Sudah banyak cerita dari berbagai negara anak muda dari pelajar sehingga mahasiswa yang memilih meninggalkan negaranya untuk bergabung dengan ISIS. 

 

Masa transisi krisis identitas kalangan pemuda berkemungkinan untuk mengalami apa yang disebut Quintan Wiktorowicz (2005) sebagai Cognitive Opening (Pembukaan Kognitif), sebuah proses mikro-sosiologis yang mendekatkan mereka pada penerimaan terhadap gagasan baru yang lebih radikal. 

 

Alasan-alasan seperti itulah yang menyebabkan mereka sangat rentan terhadap pengaruh dan ajakan kelompok kekerasan dan terorisme. Sementara itu, kelompok teroris menyadari problem psikologis generasi muda. 

 

Kelompok teroris memang mengincar mereka yang selalu merasa tidak puas, mudah marah dan frustasi baik terhadap kondisi sosial maupun pemerintahan.   Mereka juga telah menyediakan apa yang mereka butuhkan terkait ajaran pembenaran, solusi dan strategi meraih perubahan, dan rasa kepemilikan. Kelompok teroris juga menyediakan 

lingkungan, fasilitas dan perlengkapan bagi remaja yang menginginkan kegagahan dan melancarkan agenda kekerasan.

 

 Saya menaruh harapan besar kepada instansi terkait, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan mubaligh Se-Provinsi Kepulauan Riau serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama terus berjuang dalam pembinaan akhlak, utamanya mendorong tumbuhnya sikap peduli dan rasa empati masyarakat terutama pada generasi muda. 

 

Maka saya mengajak saudaraku semua untuk bisa saling menghargai, bergotong royong, saling membantu dan hidup rukun baik intern umat islam maupun dengan umat pemeluk agama lain. 

 

Juga yang tidak kalah penting rukun antar umat beragama dengan pemerintah. Kalau ini bisa kita wujudkan, insya allah kepulauan riau yang sudah kondusif ini akan selalu dalam suasana kehidupan yang aman, nyaman, tentram dan damai.” Tukasnya ( Ardi oyong/ Humas Polda Kepri)

 

Published in BATAM

 

Ket Photo : Kombes Pol, S Erlangga Kabid Humas Polda Kepri.

 

Batam,(KT) – Penyidik Unit Tipikor Polda Kepri kembali menangkap satu orang tersangka dugaan korupsi pengadaan alat IT di UMRAH Tanjungpinang, tersangka di tangkap di Jakarta. Dan saat ini sudah dibawa ke Mapolda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan dan nantinya setelah usai diperiksa lansung dilakukan penahanan.

 

Hal tersebut dikatakan, Kombes Pol, S Erlangga Kabid Humas Polda Kepri kepada karimuntoday.com Senin (30/10/2017), Ya tersangka ZZ saat ini tengah dilakukan pemeriksaan di Unit Tipikor Polda Kepri, apabila telah selesai diperiksa tersangka lansung di lakukan penahanan di rutan polda kepri.

 

“ Tersangka ZZ Merupakan Direktur PT  Buana Mitra Krida perusahan tersebut salah satu distributor yang mendukung PT Jovan Karya Perkasa milik Gultom pemenang tender pemgadaan alat IT,” Tukasnya

 

Ditambahkanya lagi, Sebelumnya penyidik polda kepri juga telah melakukan penangkapan terhadap tersangka, HS Wakil Rector UMRAH Bidang Umum, Perencanaan, Sistem Informasi  dan Keuangan, dan tersangka saat ini sudah ditahan di Rutan Mapolda Kepri,artinya, dari empat tersangka yang telah ditetapkan, dua orang sudah dilakukan penahanan,” Tuturnya (Ardi oyong)

Published in BATAM

 

 Ket Photo : Kapolda Kepri Irjen Pol Drs Sam Budigusdian MH,Memimpin Upacara Apel Gelar Pasukan Aman Nusa II -2017 di Lapangan Upacara Polda Kepri.

 

BATAM, (KT) - Kapolda Kepri Irjen Pol Drs Sam Budigusdian MH bertindak sebagai Inspektur Upacara ,pada Apel Gelar  Pasukan Aman Nusa II – 2017 dilaksanakan di Lapangan Apel Polda Kepri senin (30/10/2017)sekitarpukul 07.00 WIB.

 

 Demikian disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes pol Drs S Erlangga kepada karimuntoday.com, Senin,(30/10/2017),terkait dengan kegiatan upacara tersebut.

 

 Dalam kesempatan apel gelar pasukan aman nusa II - 2017 itu,juga dihadiri oleh Wakapolda Kepri, Para Pejabat Utama Polda Kepri, Para Pamen, Pama, Bintara,Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil Polda Kepri.

 

 Dalam sambutan Kapolda menyampaikan Adapun maksud dari diadakannya Apel Gelar Pasukan ini ,adalah untuk mengecek kesiapan baik personel maupun perlengkapan serta menghimpun semua kekuatan yang ada untuk ikut serta berpartsipasi dalam usaha penaggulangan bencana ,baik mencegah maupun pemulihan pasca bencana alam yang tidak dapat dihindari. 

 

Sebagai negara yang berada di daerah rawan bencana, baik bencana yang disebabkan oleh faktor alam, non alam dan juga oleh ulah manusia, kejadian bencana di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. 

 

 Sampai saat ini kita masih banyak kelemahan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, namun diharapkan mampu untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengambil tindakan pencegahan terhadap bencana, sehingga dapat mengurangi tingkat risiko dari bencana itu sendiri. 

 

Dengan semakin meningkatnya intensitas bencana dan keragamannya, maka upaya penanggulangan bencana perlu ditangani secara komprehensif, multi sektor, terpadu dan terkoordinasi antara semua stageholder yang ada.

 

Seperti yang kita ketahui bersama, Daerah Kepualuan Riau merupakan daerah rawan bencana seperti banjir, tanah longsor, laka laut dan lain sebagainya, maka dari itu amat sangat diperlukan adanya koordinasi dan kerjasama yang baik di semua unsur yang berkaitan dengan penanggulangan bencana baik Tni, Polri, BNPB, Basarnas maupun unsur masyarakat lainnya guna tercapainya satu pola pikir dalam menanggulangi bencana yang terjadi di daerah kita, kepulauan riau. 

 

 Untuk itu Kapolda berharap kepada seluruh stageholder yang berkompetensi dalam penanggulangan bencana,agar terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan penanggulangan bencana, meliputi :

 

 1. Pengintegrasian penanggulangan bencana disemua lini dari tingkat kelurahan hingga provinsi.

 2. Meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia melalui pendidikan dan pelatihan gabungan penanggulangan bencana.

 3. Meningkatkan kualitas data, informasi, dan pelaporan kejadian bencana melalui optimalisasi pemanfaatan posko dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

 4. Pelaksanaan pembentukan dan pengembangan daerah tangguh bencana untuk membangun kemandirian masyarakat dalam penanggulangan bencana.

 5. Berikan kemudahan bagi keterlibatan swasta dan masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana.

 

Tentunya usaha diatas akan sia - sia tanpa adanya peran langsung dari masyarakat ,untuk itu edukasi tentang penaggulangan bencana kepada masyarakat sangat dibutuhkan secara langsung ,sehingga dapat menciptakan masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana, masyarakat yang tangguh menghadapi bencana dapat dilihat dari :

 

 1. Kemampuan untuk mengantisipasi setiap ancaman atau bahaya yang akan terjadi. Oleh karena itu kita dituntut untuk mampu untuk melakukan prediksi, analisis, identifikasi dan kajian terhadap risiko bencana. Kemampuan ini memerlukan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik yang canggih maupun tepat guna. Juga dari pengetahuan yang modern hingga kearifan lokal yang sudah ada di masyarakat.

 2. Kemampuan untuk melawan atau menghindari ancaman tersebut. Kemampuan untuk melawan ini sangat tergantung dari besarnya ancaman yang dihadapi. Apakah kemampuan sumberdaya kita mampu untuk menghadapi dampak yang akan ditimbulkan? Jika tidak mampu, maka kita harus menghindar dari ancaman bencana tersebut.

 

 3. Kemampuan untuk beradaptasi terhadap bencana dan dampak yang ditimbulkan. Apabila tidak mampu melawan ataupun menghindari, maka kita dituntut untuk mengurangi, mengalihkan atau menerima risiko yang akan ditimbulkan.

 4. Kemampuan untuk pulih kembali secara cepat setelah terjadi bencana. Ketangguhan masyarakat dalam penanggulangan bencana dapat dilihat dari kemampuannya (daya lenting) untuk pulih kembali setelah terkena dampak bencana.(Ardi oyong/ Humas Polda Kepri)

Published in BATAM

KALENDER BERITA

« October 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31