humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Wednesday, 04 October 2017

 

 

Karimun,(KT) - Seperti diberitakan media ini sebelumnya, bahwa PT. Multi Ocean Shipyard (PT. MOS) telah mengikat perjanjian akan menyanggupi mendaftarkan seluruh karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan dengan Deadline ataupun limited time pada tanggal 31 Oktober 2017, juga diberitakan media ini sebelumnya, bahwa BPJS Ketenagakerjaan telah melimpahkan kasus ini ke Kejaksaan Negeri Karimun sebagai pengacara negara melalui Surat Kuasa Khusus (SKK).

 

Dalam liputan case investigation ini, melengkapi pemberitaan sebelumnya, pewarta karimuntoday.com mendatangi Kantor BPJS Ketenagakerjaan Karimun untuk konfirmasi progres pendaftaran karyawan PT. MOS ke BPJS Ketenagakerjaan, dikarenakan telah memasuki minggu pertama bulan Oktober 2017, pewarta karimuntoday.com diterima dengan baik oleh Kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan Karimun Rudianto diruang kerjanya, Selasa, (03/10/17).

 

 Namun, Rudianto enggan memberikan data jumlah karyawan yang telah didaftarkan PT. MOS. Rudianto mengatakan, kasus ini telah kami limpahkan ke kejaksaan, jadi silahkan nanti tanyakan ke kejaksaan, itupun setelah kami laporkan data terbarunya minggu depan kesana, ucapnya.

 

Rudianto melanjutkan, kemaren kami ditegur kejaksaan karena membeberkan data terlebih dahulu kepada media (Pers- red) sebelum kepada mereka, paparnya, jika ditanya progres, lanjut Rudianto, progresnya signifikan, mereka (PT. MOS-red) menunjukkan itikad baik untuk mendaftarkan karyawannya ungkapnya.

 

Kurang lengkap dengan jawaban yang diberikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Karimun, Provinsi Kepri pewarta karimuntoday.com mendatangi Kantor Pengawasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau Wilayah Karimun, terungkaplah hal baru berdasarkan keterangan yang diberikan Riaswaty, Pengawas Tenaga Kerja Disnakertrans Provinsi Kepri Wilayah Karimun.

 

Riaswaty.A.SH, yang biasa dipanggil Ibu Ria ini kepada Karimuntoday.com Rabu,(4/10/2017), mengungkapkan, Jumlah Karyawan PT. MOS yang dilaporkan kepada kami adalah sebanyak 1200 orang, untuk di BPJS yang telah didaftarkan kami belum memiliki data, namun, BPJS Ketenagakerjaan juga ada pengawas ketenagakerjanya, Kami telah mendapatkan konfirmasi dari mereka, mereka menyampaikan bahwa PT. MOS memang menunjukkan niat baik, PT. MOS telah menambahkan mendaftarkan karyawannya sebanyak 300 orang,

 

Tetapi , berdasarkan peraturan dan perundang-undangan, PT. MOS harus mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan beserta 3 (tiga) programnya, yakni jaminan pensiun/JHT jaminan kecelakaan kerja serta jaminan kematian, tetapi, PT. MOS hanya mendaftarkan 2 (dua) program, ungkapnya. Masih menurut Ria, jumlah total yang dibayarkan PT. MOS untuk 300 orang yang didaftarkan adalah sebesar Rp. 30.381.071 karena mengikuti 2 (dua) program, Hal ini tidak sesuai, seharusnya total yang dibayarkan PT. MOS untuk 3 (tiga) program adalah sekitar Rp. 115.000.000, jadi untuk 300 orang ini masih ada kekurangannya sekitar Rp. 84.000.000 lagi, ini berdasarkan konfirmasi pengawas dari BPJS kepada kami, tuturnya.

 

Masih keterangan yang diberikan Ria, Oleh sebab itu, BPJS Ketenagakerjan kembali melayangkan surat ke PT. MOS untuk menjawab hal ini, katanya,

 

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, pihak dari PT. MOS, baik itu manajemen PT. MOS Nasrul dan Barli maupun Hartono pemilik perusahaan belum bisa dimintai keterangannya terkait 300 orang Karyawan yang yang didaftarkan hanya mengikuti dua program, serta kejaksaan negeri Kabupaten Karimun belum bisa dimintai konfirmasinya. (DS)

Published in KARIMUN

 

 

 Ket Photo : Ruas Jalan Simpang Perumahan Dotamana terlihat padat.

 

BATAM, (KT) - Ruas jalan dari simpang perumahan Dotamana menuju Sma 3 batam sepanjang lebih kurang tiga kilo meter,yang termasuk wilayah kelurahan belian kecamatan batam kota,semakin hari kondisinya bertambah ramai dan padat.

 

Tidak jarang pada saat waktu sibuk seperti pagi ataupun sore hari,terjadinya kecelakaan karena jalannya yang sempit,apalagi kalau pada sore sampai malam hari,banyak para pedagang yang berjualan pada kiri kanan bahu jalan.

 

Kepadatan ini memang tidak bisa dihindari,karena kawasan sepanjang jalan tersebut terdapat banyak perumahan yang tingkat huniannya cukup tinggi,ditambah lagi dengan adanya plaza botania yang menjadi tempat berbelanja berbagai kebutuhan,bagi warga yang tinggal disekitarnya.

 

Disamping itu,jalan yang terdapat dibelakang jalan utama menuju kebandara hang nadim itu,adalah sebagai jalan alternatif juga bagi masyarakat yang tinggal didaerah nongsa untuk menuju kekawasan batam center,tanpa harus memutar dulu kebundaran kabil yang membuat jaraknya jadi jauh,sehingga membuat jalur ini menjadi pilihan.

 

 Beberapa warga yang tinggal diperumahan bunga raya,pesona asri ,botania dan setiap hari melewati jalan itu,berharap sudah saatnya pemerintahan kota batam melakukan pelebaran dan sekaligus dibuat dua jalur,agar arus lalu lintas bertambah lancar dan bisa memenimalisir terjadinya kecelakaan.

 

 " Kepadatan di ruas jalan tersebut hampir setiap hari apalagi ketika pagi ngantar anak kesekolah,terasa sekali padat dan macetnya,sehingga menuntut kita lebih ekstra hati - hati biar tidak terserempet atau tabrakan", ditambah lagi banyaknya para pedagang yang berjualan dikiri kanan bahu jalan, membuat semakin sempit ruas jalan tersebut, ,kata Akbar kepada karimuntoday.com Rabu (04/10/2017).

 

 Dari informasi yang diperoleh dari beberapa sumber dilapangan,bahwa jalur jalan simpang dotamana menuju bundaran sma 3 batam itu,baru akan dilakukan pelebarannya pada anggaran tahun 2019 yang akan datang, Sementara camat  batam kota Asraf Ali,yang coba dihubungi oleh wartawan media ini,mengatakan, Ya insya allah jalan tersebut pada tahun 2019 akan diperlebar, ujarnya singkat

 

Secara terpisah Komandan Satpol PP Koya Batam sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya, terkait banyaknya para pedagang yang berjualan di kiri kanan bahu jalan,sehingga menambah ke macetan di ruas jalan tersebut.  (Ardi oyong)

Published in BATAM

 

 

Ket Photo : Camat Kecamatan Meral Barat, Monalisa, meninjau parit yang menjadi penyebab banjir di Lembah Permai, Kelurahan Darussalam, Meral Barat, Rabu, (04/10/17).

 

Karimun, (KT) - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Karimun sejak tadi malam, mengakibatkan sejumlah wilayah di Karimun kebanjiran, pantauan karimuntoday.com dilapangan, situasi dan kondisi banjir juga dialami warga Lembah permai, Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat, tepatnya di RW 02, air menggenangi setinggi lutut orang dewasa sehingga air masuk kedalam rumah warga.

 

Dari informasi yang dikumpulkan dilokasi, parit utama sebagai penampung aliran air menjadi penyebab banjir akibat diguyur hujan semalaman, parit meluap, sehingga air mengalir kerumah warga, ungkap Sarih, Ketua RT 02/RW 02, Lembah Permai, Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat kepada karimuntoday.com Rabu pagi, (04/10/17).

 

Sarih menambahkan, parit yang meluap ini kondisinya sudah lama, setiap kali lembah permai diguyur hujan, pasti banjir, ini masih tidak seberapa, biasanya, rata-rata seluruh rumah warga terdampak banjir, tuturnya.

 

Kondisi parit meluap, lanjut sarih, masalahnya bukan hanya air, tapi ada campuran minyak yang kemungkinan berasal dari PT. Sejati Karimun (Papan Mas), kemungkinan, karena perusahaan tersebut yang beroperasi disekitar sini, ujarnya.

 

Sementara itu, Camat Kecamatan Meral Barat, Monalisa, ditengah rintik hujan, turun langsung meninjau lokasi banjir, dipinggir parit yang menjadi penyebab banjir, Monalisa kepada karimuntoday.com mengatakan, saya malu sebagai camat, jika tidak ada yang bisa saya lakukan, saya tidak ingin permasalahan ini berlarut, saya langsung meninjau lokasi, saya sudah sampaikan kepada lurah, Ketua RW, ketua RT 01-04, untuk mengadakan rapat membahas hal ini, ujarnya.

 

Pemerintahan Kabupaten Karimun melalui Dinas Pekerjaan Umum mendukung agar parit ini diperlebar sekitar satu meter lagi, namun hal ini dibutuhkan dukungan dari warga, oleh sebab itu, kita tunggu hasil rapat dengan warga, jelasnya.

 

 Ditempat yang sama, Sarih, Ketua RT 02/RW 02 mendukung dan menyambut baik rencana Ibu Camat yang ingin memperluas parit, "saya pribadi mendukung, karena dananya dari pemerintah, terkait tanah 1 meter dipinggir parit yang akan dijadikan untuk perluasan parit, menurut saya, disumbangkan saja, kalau tidak, kondisinya akan seperti ini terus, ini untuk kebaikan warga, namun, nanti tentu kita musyawarahkan, pungkasnya.

 

Dari pantauan karimuntoday.com selain di lembah permai  di landa banjir terjadi juga di beberapa titik di karimun besar, di antaranya, di Kecamatan Meral dan Kecamatan Karimun  dan Kecamatan Tebing.(DS)

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« October 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          
DISPENDA KARIMUN
DISPENDA KARIMUN