humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Saturday, 11 November 2017

 

 

Ket Photo : Lokasi TPA Telaga Punggur yang Longsor Memakan Korban Jiwa.

 

BATAM, (KT) - Seperti suara ledakan dan bergemuruh yang mengagetkan beberapa orang yang lagi berada diarea tempat pembuangan akhir (TPA) telaga punggur sore  jumat (10/11/2017)  sekitar pukul 16.00 WIB.

 

 Ternyata suara tersebut berasal dari tumpukan sampah di lokasi Tempat  Pembuangan Akhir(TPA) Telaga Punggur,yang longsor kira - kira seluas lima puluh meter dengan ketinggian sekitar dua puluh meter, menimbun seorang ibu dan anaknya, yang pada saat kejadian itu, tepat berada di bawah tumpukan sampah tersebut.

 

Akibat kejadian tersebut,telah merenggut nyawa seorang wanita yang bernama Rokayah,berusia sekitar 42 tahun yang beralamat diruli TPA punggur kampung kenanga,kelurahan kabil kecamatan nongsa batam.dari informasi didapat longsor di akibatkan beberapa hari terakhir kota batam selalu dilanda hujan,sehingga gundukan sampah menjadi labil.

 

Kapolsek Nongsa Kompol A.P Sihite SH SiK yang dihubungi karimuntoday.com Sabtu (11/11/2017),membenarkan peristiwa longsor yang terjadi di Tpa telaga punggur,yang mengakibatkan jatuhnya korban satu orang meninggal dunia.

 

Menurutnya,setelah mengetahui dan mendapat laporan,pihak kepolisian langsung mendatangi TKP dan meminta keterangan dari beberapa saksi yang ada pada saat kejadian.

 

Dari saksi Dani dan Samsu yang saat itu lagi duduk disebuah warung,mendengar suara minta tolong,lalu keduanya mendatangi lokasi tersebut dan mendapati suami korban sedang berusaha menyingkirkan pohon pisang dan mengangkat kayu yang menimbun istrinya.

 

Setelah kedua saksi ikut membantu suami korban untuk menyingkirkan tumpukan kayu dan sampah,barulah korban Rokayah bisa diangkat dan dievakuasi,namun ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi,

 

Kemudian korban dibawa kerumahnya dan selanjutnya dibawa kerumah sakit bhayangkara polda kepri batam,untuk divisum,terang Sihite. (Ardi oyong)

Published in BATAM

 

Ket Photo : Kondisi Pulau Lengkang di waktu malam.

 

Batam,(KT) – Masyarakat Pulau Lengkang Kecamatan Belakang Padang Kota Batam, Provinsi Kepri kondisinya saat ini bisa dikatakan prihatin pasalnya, penduduk yang berjumlah kurang lebih 300 kepala keluarga masih bisa dikatakan belum menikmati aliran listrik seperti di ibukota kecamatan maupun kota batam, mereka masih mengandalkan mesin gingset hasil dari swadaya, oleh sebab itu mereka meminta uluran tangan walikota batam maupun gubernur kepri untuk membantu mereka, agar pulau mereka di aliri aliran listrik memadai.

 

Hal tersebut dikatakan, Udin Warga Pulau Lengkang kepada karimuntoday.com Sabtu,(11/11/2017), Ya saat ini aliran listrik menyala di pulau lengkang dari jam, 18.00 wib s/d pukul,24.00 wib, setelah itu pulau dan rumah kediaman kami gelap gulita,dan masyarakat saat ini hanya mengandalkan mesin gingset dari hasil swadaya masyarakat.

 

“ Setiap bulanya masyarakat iuran untuk membeli minyak solar, iuran tersebut berpariasi ada yang 20 ribu,10 ribu dan 8 ribu rupiah, tergantung kemampuan masyarakat itu sendiri,” Tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Masyarakat Pulau Lengkang mata pencahrianya sebagai nelayan, dan saat ini kondisi ekonomi semakin memburuk ditambah lagi tangkapan ikan kurang maksimal, kebutuhan hidup semakin tinggi, apalagi kalau memiliki anak yang sekolah, maka tanggung jawab semakin besar, oleh sebab itu diharapkan kepada bapak walikota batam, maupun bapak gubernur agar dapat membantu kami masyarakat pulau lengkang,agar aliran listrik kerumah kami bisa 24 jam,” Pintanya (*)

 

Published in BATAM

 

Ket Photo : Rumah Dinas Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

 

Kuansing,(KT) – Beberapa kali diberitakan oleh media ini, terkait tunjangan perumahan yang diberikan kepada, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kuansing berdasarkan Perbup yang dikeluarkan oleh Mantan Bupati Kuansing, padahal Ketua dan Wakil Ketua DPRD sudah memiliki rumah dinas, seharusnya, apabila sudah dibangunkan rumah jabatan dianggarkan dalam APBD, para wakil rakyat tersebut tidak lagi menerima tunjungan perumahan.

 

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Riau melalui Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo ketika dikonfirmasi karimuntoday.com Jum;at (10/11/2017), mengatakan, Andaikata ditemukan adanya kerugian Negara tindak pidana tipikor dalam pemberian tunjangan perumahan tersebut, selayaknya aktivis hukum yang menjadi narasumber di karimuntoday.com melaporkan dulu ke polres kuansing.

 

“ Masyarakat di daerah apabila hendak melakukan pelaporan ada aturan mainya antara lain Laporan itu harus berjenjang, dari polres dulu, baru ke polda, namun, kalau untuk koordinasi yahh, boleh-boleh aja,” Tuturnya

 

Temuan ini mulai terungkap ketika sekian tahun setelah dibangun perumahan, bupati, wakil bupati dan sekda,serta ketua dprd, wakil ketua dprd,tidak di huni, namun, setiap bulanya mereka masih menerima dana tunjangan perumahan, untuk ketua dprd sebesar Rp.16 juta perbulan.

 

Disamping itu juga,Praktisi Hukum Kuansing, Zubirman SH, ketika dikonfirmasi karimuntoday.com Sabtu,(11/11/2017),Menilai, pemberian tunjangan perumahan kepada ketua dprd satu bulanya sebesar 16 juta rupiah, bisa dikatakan tidak mengacu asas kepatutan, pasalnya, sepengetahuan dirinya, mulai dari tahun 2011 s/d tahun 2015, dia tidak pernah mendengar ada kontrak rumah sebesar itu di kabupaten kuansing, provinsi riau, apalagi ketiga unsure pimpinan dewan tersebut, sudah dibangunkan rumah dinas menggunakan APBD Kuansing dan terkesan telah terjadi pemborosan anggaran.

 

“ Dia menilai penetapan tunjangan perumahan yang dianggarkan dalam APBD Kuansing untuk Pimpinan Dewan tidak melalui mekanisme yang ada,sehingga terjadi adanya dugaan pembengkakan anggaran, karena tidak sesuai dengan harga pasar, ditambah lagi rumdis yang dibangun tersebut sangat layak ditempati,jadi tidak ada alasan mereka tidak menghuninya,” Tuturnya

 

Ya, saat ini dia sedang melengkapi berkas (dokumen-red), pendukung, apabila sudah dilengkapi sebagai bahan laporan, maka dia segera melaporkan ke pihak penegak hukum,” Tukasnya (lh/roder)

Published in KARIMUN

 

 Ket Photo : Iwan Gondrong di Dampingi Iskandar Tanjung Wartawan Buser, Melaporkan Akun Abu Bakar ke SKPT Polres Karimun,Kepri.

 

Karimun,(KT) - Rahmad Kurniawan (Iwan gondrong) bersama sejumlah aktivis  Lembaga  Aliansi Indonesia(LAI), mendatangi Mapolres Karimun,Provinsi Kepri, dengan dua agenda, yakni melaporkan dugaan pencemaran nama baik oleh akun sosial media facebook dengan menggunakan nama Abu Bakar serta melaporkan dugaan tindakan pengrusakan lingkungan oleh salah satu perusahaan, Jum'at,(10/11/17).

 

Iwan Gondrong dkk sampai di Mapolres Karimun sekira pukul 14:00 Wib, setibanya, Iwan langsung menuju Ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polres Karimun, Iwan dkk diterima lansung oleh petugas jaga, lalu membuat laporan perkara atas dugaan pencemaran nama baik oleh akun Abu Bakar terhadap sejumlah aktivis lingkungan, sejumlah aktivis LSM di Kabupaten Karimun, setelah membuat laporan, Iwan dkk diarahkan untuk membuat BAP dengan dua orang saksi.

 

Sedangkan terkait dugaan laporan pengrusakan lingkungan yang dilakukan salah satu perusahaan pihak kepolisian menyarankan Iwan gondrong dkk untuk membuat laporan pengaduan mengenai dugaan terjadinya pelanggaran, potensi dan/atau dampak di bidang lingkungan hidup dan/atau kehutanan dari usaha dan/atau kegiatan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan/atau pasca pelaksanaan.

 

 Iwan gondrong yang merupakakan pembina Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) kepada karimuntoday.com mengatakan, Iya, hari ini kita membuat laporan terhadap akun palsu atas nama Abu Bakar serta laporan dugaan pengrusakan lingkungan di coastal area, terkait laporan akun facebook Abu Bakar, laporan kita sudah diterima, tadi juga dilakukan BAP, sekarang kita menunggu proses dari kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan, ujar Iwan.

 

Kemudian, sambung Iwan, mengenai laporan dugaan pengrusakan lingkungan, Insya allah laporan dan pengaduan perihal tentang pengrusakan dan penjarahan aset daerah serta reklamasi pantai akan segera kami tindak lanjuti, karena setelah kami memperlihatkan dokumen laporan dan Amdal ke pihak kepolisian yang didalamnya berisi menyangkut Izin, pelaksanaan, perambahan dan lainnya disarankan membuat laporan khusus, membuat kronologis lalu nanti pihak kepolisian akan mempelajarinya, tutur Iwan. (DS)

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« November 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30