humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Sunday, 12 November 2017

  

 Ket Photo : Wakil Gubernur Sumbar Drs H Nasrun Abid,didampingi Staf Ahli MenPan Rb,Ketua IKSB Batam H Erwin Ismail,melakukan photo bersama dengan perwakilan yang mendapatkan Penghargaan Sebagai Stand Terbaik pada Sumatera Barat Expo 2017 di Batam Provinsi Kepri.

 

BATAM, (KT) - Pergelaran Kegiatan Sumatera Barat Expo Tahun 2017,yang sudah berlangsung selama empat hari, Minggu (12/11/2017) secara resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Drs H Nasrun Abid sekitar pukul 14.30 WIB,bertempat didataran Engku Putri Batam Center Provinsi Kepri.

 

 Kegiatan sumatera barat expo 2017 ini diikuti oleh perwakilan sembilan belas kabupaten dan kota yang ada disumatera barat,dan terdiri dari 114 stand,dengan menampilkan aneka kesenian tradisional,kuliner dan bermacam kerajinan tangan yang ada dimasing - masing daerah.

 

Selama pelaksanaan sumatera barat expo ini,juga dilakukan penilaian terhadap stand - stand yang ada,dan yang berhasil mendapat peringkat terbaik satu adalah stand dari kabupaten sawahlunto sijunjung,sementara stand dari pemko padang meraih peringkat terbaik kedua,sedangkan peringkat terbaik ketiga diraih oleh stand dari dinas pariwisata sumatera barat,dan penyerahan penghargaan terhadap stand terbaik ini langsung diserahkan oleh Nasrun Abid kepada perwakilan masing - masing.

 

Acara penutupan ini dihadiri oleh Staf Ahli MenPan RB, para pejabat pemda sumbar,para bupati dan walikota sesumatera barat,perwakilan pemda kepri,pemko batam,ketua IKSB batam Erwin Ismail,para undangan dan warga batam yang berasal dari ranah minang.

 

 Ketua IKSB Batam Erwin Ismail yang mengawali sambutannya,menyampaikan terima kasih kepada pemerintah sumatera barat yang telah memilih batam sebagai tempat digelarnya kegiatan expo sumatera barat tahun 2017 ini.

 

 Diharapkannya untuk masa yang akan datang, agar kegiatan ini dapat dilakukan lagi dibatam,karena masyarakat batam yang berasal dari sumatera barat sangat haus dengan kesenian tradisional minang,yang selama ini tidak bisa dinikmati sepenuhnya,ujar Erwin.

 

 Wakil Gubernur Sumatera Barat Drs H Nasrun Abid dalam sambutan penutupannya menyampaikan,tujuan dari dilaksanakan sumatera barat expo ini adalah untuk memasarkan banyaknya produk yang ada disumatera barat kepada masyarakat yang ada dibatam dan kedaerah lainnya.

 

 Untuk itu Nasrun juga berharap agar kegiatan ini dapat berjalan berkelanjutan dengan segala keberhasilan yang telah dicapai dalam sumatera barat expo 2017 ini,dengan nilai transaksi selama kegiatan sekitar Rp 2 milyar,tegasnya.

 

 Tidak kalah pentingnya diminta agar warga batam yang berasal dari sumatera barat,untuk tetap menjaga kekompakan dan jangan terpecah belah,dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

 

Diakhir sambutannya,dikatakannya atas nama pemerintahan provinsi sumatera barat menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekurangan kepada pemerintahan kepri,pemko batam dan semua pihak dalam pelaksanaan sumatera barat expo 2017 ini.

 

 Terima kasih juga disampaikannya,atas dukungan dan partisipasi dari IKSB batam,semua pihak yang telah membantu dan berperan aktif sehingga terselenggaranya sumatera barat expo 2017 ini dengan baik,sambil menutupnya dengan ucapan" Alhamdulillah"(Ardi oyong)

 

Published in KARIMUN

  

 Ket Photo : Edi Darma Kepala Bagian Perekonomian Pemko Padang (Sumbar).

 

BATAM, (KT) - Perhelatan Sumatera Barat Expo tahun 2017 yang berlangsung sejak tanggal 9 nofember 2017 lalu,selalu saja ramai dikunjungi oleh masyarakat batam,meskipun saat ini kota batam lagi dilanda musim hujan.

 

 

 Memasuki hari terakhir pada Minggu (12/11/2017),pengunjungpun semakin membludak,tidak hanya dikunjungi oleh warga batam yang berasal dari tanah minang,akan tetapi juga didatangi oleh masyarakat batam yang berasal dari berbagai daerah yang ada dinusantara.

 

Salah satu stand yang selalu ramai dikunjungi,adalah stand dari pemko padang yang terletak berhadapan dengan stand kabupaten pesisir selatan.

 

 Setiap hari pengunjung selalu banyak yang datang selama sumatera barat expo ini berlansung,bahkan ada yang langsung melakukan transaksi dengan produk yang kita tawarkan seperti pakaian daerah kota padang,kuliner rendang yang siap saji dan makanan khas lainnya serta juga produk kerajinan tangan,kata Harti ningsih salah seorang penjaga stand.

 

 Sementara Kepala Bagian Perekonomian Pemko Padang, Edi Darma yang diwawancarai karimuntoday.com ,diruang stand pemko padang, sumatera barat Expo 2017 minggu (12/11/2017), menjelaskan dan memaparkan beberapa produk andalan kota padang seperti fashion,kuliner dan aneka produk yang lain.

 

Tidak hanya itu,pemko padang melalui bebearapa kepala dinas yang ikut dalam sumatera barat expo ini,diantaranya kadis koperasi,pariwisata,perdagangan dengan sangat serius menawarkan kawasan wista terpadu kota padang,seperti pantai padang,pantai air manis dengan legenda batu malin kundangnya,gunung padang,jembatan siti nurbaya dan banyak lagi destinasi wisata lain yang akan menarik minat para wisatawan,baik yang ada dibatam ataupun dari daerah lain,ujar Edi.

 

 Selanjutnya ditambahkannya,dalam menggaet para pengusaha dan investor yang berminat untuk mengembangkan usahanya,pemko padang akan sangat mendukung dengan memberikan pelayanan yang baik dan juga memproses perizinannya dengan mudah dan cepat.

 

 " Kita berharap semua yang sudah berjalan selama sumatera barat expo 2017 ini tidak berhenti sampai disini,semoga bisa berkelanjutan",harapnya. (Ardi oyong)

Published in BATAM

  

Ket Photo : Terlihat Reklamasi Pantai di Kawasan Pesisir Costal Area dan Juga terlihat Hutan Mangrov.

Karimun,(KT) – DPC Lembaga Aliansi Indonesia,(LAI), Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri,sangat komit membawa kasus dugaan pengrusakan lingkungan dan reklamasi pantai di bawa keranah hukum, buktinya kemarin sudah dilaporkan ke pihak kepolisian dan pihak penyidik menganjurkan untuk membuat pengaduan ulang dengan data lebih spesifik lagi, dan saat ini kita tengah menyusun data yang diminta oleh penyidik untuk bahan pengaduan berikutnya.

Hal tersebut dikatakan, Rahmad Kurniawan kepada karimuntoday.com Minggu,(12/11/2017), di Seputaran Complek Padimas mengatakan, Ya kalau mengacu kepada UU Republik Indonesia NO: 1 Tahun 2014, tentang perubahan UU NO: 27 Tahun 2007, Tetantang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta dikuatkan lagi dengan  Peraturan Daerah,(PERDA), Kabupaten Karimun Kepri,Dia menilai pihak yang melakukan reklamasi terkesan melanggar aturan yang di amanatkan oleh UU, dan juga sampai saat ini Perda tentang reklamasi di kawasan pesisir pantai costal area belum ditelurkan oleh dewan yang terhormat. Artinya, dasar hukum membawa kasus ini kepihak penagak hukum cukup kuat.

“ Kawasan Costal Area adalah kawasan konservasi, kawasan terbuka hijau dan tidak termasuk dalam tata ruang sebagai kawasan Eksklusif, bahkan sampai detik ini belum ada aturan maupun perda yang mengatur bahwa dikawasan tersebut di peruntukan untuk kawasan pengembangan dan lain sebagainya, bahkan perda tentang reklamasi saat ini baru tahap pembahasan, belum di syahkan, tetapi kenyataanya dilapangan sudah terlihat dilakukan reklamasi pantai di pesisir costal area,” tukasnya

Ditambahkanya lagi, Dalam UU tersebut di amanatkan setiap orang yang hendak memanfaatkan kawasan pesisir pantai harus mematuhi aturan yang berlaku, andaikata bertentangan dengan kaidah-kaidah yang di berlakukan maka sanksinya adalah pidana, karena di pasal 75 mengatakan, setiap orang yang memanfaatkan ruang dari sebahgian perairan pesisir dan pemanfaatan sebahgian pulau-pulau kecil yang tidak memiliki izin lokasi sebagaimana di maksud dalam pasal, 16 ayat(1),dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga),tahun dan denda paling banyak, Rp,5oo juta rupiah, dan di Pasal,75A,berbunyi pula,Setiap orang yang memanfaatkan sumber daya perairan pesisir dan perairan pulau-pulau kecil yang tidak memiliki Izin Pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal,19 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak, Rp. 2 Milyar Rupiah,” Tuturnya

" Itu baru permasalahan UU yang kita buka, belum lagi terkait periizinan kuari tempat pengambilan tanah urug serta AMDAL, dimiliki oleh perusahaan yang melakukan reklamasi, artinya, banyak dugaan ditemukan penyimpangan atas kegiatan tersebut," Imbuhnya (lh)

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« November 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30