humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Saturday, 04 November 2017

 

 Ket Photo : Febri Gusti Indrayanto aktivis di kuansing.

 

Kuansing,(KT) - Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau didesak untuk segera menempati Rumah Dinas Jabatan yang berada di  Simpang Empat Jalan Proklamasi Kelurahan Sei, Jering Taluk Kuantan.

 

Rakyat kuansing melalui APBD sudah memfasilitasi pembangunan Rumah Dinas Jabatan itu sejak Tahun 2010 sehingga miris jika belum juga ditempati sampai saat ini.

 

“ Selayaknya setelah usai dibangun rumdis tersebut sudah di huni oleh, bupati, wakil bupati, sekda, serta ketua dprd dan para wakil, namun, sejak rezim kepemimpinan terdahulu, sampai dengan rezim pemerintahan sekarang,belum ada juga itikad untuk menempati rumdis  yang telah dibangun tersebut,” Ujar Febri Gusti Indrayanto aktivis di kuansing kepada karimuntoday.com, Sabtu,(04/11/2017).

 

 Menurutnya, fasilitas rumah dinas itu sudah sangat memadai, sudah ada listrik, air, mobiler, pelataran dan taman serta lainnya. 

 

“Rumah dinas itu, sangat layak untuk ditempati. Karena itu kita siap menyegelnya, jika para pejabat kuansing tidak mau menempatinya,” ujar Febri.

 

Ditambahkanya lagi, Rumah dinas serta perlengkapannya akan usang dimakan usia tanpa dihuni dan tentunya sangat menyakitkan bagi rakyat, sedangkan rakyat rumahnya tidak layak huni tetapi tetap ditempati, jauh beda dengan para pejabat tersebut ketika rumah dinas itu dibangun dengan APBD yang nota bene uang rakyat kuansing milyaran rupiah, tetapi enggan untuk menempatinya.

 

Dikatakanya lagi, Dengan tidak ditempati rumah dinas tersebut, oleh para pejabat tadi, dia berharap kepada pihak, kejaksaan maupun kepolisian untuk melakukan penyelidikan, apakah bupati Kuansing ada mengeluarkan SK terkait tunjangan perumahan bagi unsure pimpinan dewan tersebut, pasalnya, sepengetahuan dirinya, andaikata, unsure pimpinan tersebut sudah dibangunkan rumdis, maka mereka tidak bisa lagi menerima anggaran tunjangan perumahan,” Ungkapnya

 

Secara terpisah, Sekdakab, Kuansing, sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya, terkait sudah sekian tahun rumdis tersebut tidak dihuni, belum dapat dimintai konfirmasinya.(lh)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Iwan Gondrong Panesehat Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

 

Karimun,(KT) – Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, pekan depan Senin,(06/11/2017), akan melakukan koordinasi dengan kapolres karimun, terkait adanya dugaan pengrusakan lingkungan akibat aktivitas pengerukan tanah urug serta permasalahan reklamasi pantai di kawasan pesisir pantai costal area, dan sebelumnya, lembaga aliansi Indonesia juga telah melakukan koordinasi dengan direskrimsus polda kepri, terkait hal yang sama.

 

Hal tersebut dikatakan, Iwan Gondrong Panesahat Lembaga Aliansi Indonesia kepada karimuntoday.com Sabtu,(04/11/2017), Ya’ tadi setelah dilakukan rapat dengan para pengurus lembaga aliansi Indonesia karimun, disepakati pada hari senin pekan depan kita akan melakukan koordinasi dengan bapak kapolres karimun, terkait adanya  dugaan pengrusakan lingkungan kawasan serapan air, akibat aktivitas pengerukan tanah urug, serta terkait adanya reklamasi di bibir pantai costal area dilakukan oleh oknum pengusaha.

 

“  Pengerukan tanah urug termasuk dalam skala tambang galian c, untuk melakukan pengerukan di sebuah lokasi berdasarkan aturan seharusnya memiliki izin kuari dari dinas pertambangan provinsi kepri, dan dia mensenyalir pengerukan tanah urug dengan skala besar di kecamatan tebing, bukan rahasia umum lagi ditengah masyarakat karimun, belum mengantongi izin kuari, pasalnya, pengerukan tanah urug dilakukan dibeberapa titik, ditambah lagi dengan dilakukanya reklamasi dikawasan hutan mangrove,” Tukasnya

 

Ditambahkanya lagi, Dua item tadi senin pekan depan akan di koordinasikan dengan bapak kapolres karimun, dan apabila dalam pertemuan tersebut ditemukan adanya dugaan tindak pidana, maka, lembaga aliansi Indonesia lansung membuat laporan ke pihak kepolisian, dan dia tadi dia sudah melakukan komunikasi dengan bapak kapolres terkait pertemuan yang akan dilakukan pada senin pekan depan,” Tuturnya (lh)

Published in KARIMUN

 

 

Ket Photo : Terlihat Pekerja sedang Memasang Paving Block.

 

BATAM, (KT) - Pemerintahan Kota Batam,melalui Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertamanan,membangun jalan pernukiman warga kampung lembang jaya kelurahan batu besar kecamatan nongsa,dengan materi paving block seluas total sekitar 600 m2,terdiri dari panjang sekitar 240 m dengan lebar antara dua sampai tiga meter.

 

Pembangunan Proyek Jalan ini dikerjakan oleh CV Tujuh Putri dengan Konsultan Pengawas CV Karunia Xipta,yang masa pengerjaannya selama tiga puluh hari kalender,dimulai dari tanggal 18 oktober 2017 dan akan selesai pada tanggal 18 november 2017 yang akan datang,dengan menelan biaya sebesar Rp 171.925.000.

 

 Salah seorang warga kampung lembang jaya batu besar yang bernama Suardi kepada karimuntoday.com sabtu (04/11/2017),mengaku sangat senang sekali dengan pembangunan jalan tersebut,pasalnya jalan yang selama ini hanya berupa pasir itu,selalu menjadi langganan banjir,apabila hujan turun.

 

 " Kami warga berharap dengan pembangunan jalan ini,nantinya tidak akan banjir lagi",ucapnya senang.

 

 Ayat salah seorang pekerja dari CV Tujuh Putri yang mengerjakan proyek jalan kampung lembang jaya ini,menjelaskan kalau proyek ini sudah dikerjakan selama dua minggu dan akan bisa selesai sesuai dengan kontraknya.

 

 Dikatakannya juga,pembangunan dengan material berupa paving block ini,akan dapat juga mengantipasi banjir kalau hujan turun,karena air yang datang akan langsung dapat terserap dan tidak menggenang lagi,ujar Ayat.

 

 Sementara Haris sebagai pelaksana proyek jalan ini,sedang tidak berada dilokasi,dan sampai berita ini diunggah belum dapat dihubungi. (Ardi oyong)

Published in BATAM

 

Ket Photo : Rumdis Bupati Kuansing, Wakil Bupati, Sekda serta Ketua DPRD dan Wakil.

 

Kuansing,(KT) - Kenapa masih ada ketimpangan di negeri ini ? Salah satu jawabannya karena mereka yang memegang amanat tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. Kemungkaran yang dilakukan dibiarkan terus terjadi, bahkan atas nama negara merongrong dana rakyat hanya untuk kepentingan politik semata.

 

Kalau memang belum dibutuhkan kenapa harus dianggarkan ? Sama saja artinya buang-buang uang negara. Padahal masih banyak pembangunan infrastruktur yang lebih penting di Kabupaten Kuantan Singingi tersebut.

 

Contohnya saja pada Pembangunan Rumah Dinas Pimpinan DPRD dan Bupati Kuansing,Provinsi Riau, yang terletak di Simpang Empat Jalan Proklamasi Kelurahan Sungai Jering Taluk Kuantan yang pembangunannya menelan APBD Kuansing miliaran rupiah. Dimana bangunan rumdis tersebut tidak terurus dan sebagian bangunan sudah mulai lapuk dan rusak.

 

Celakanya lagi, Pembangunan rumah dinas itu selesai tahun 2010 lalu, namun bangunan tersebut tidak pernah ditempati atau dihuni.

 

Ket Photo : Terlihat Kursi mewah di Rumdis yang tidak berpenghuni.

 

"Seperti sengaja dibiarkan dan ditelentarkan saja," kata sumber lapangan Putera Riau dan karimuntoday.com yang berada di sekitar rumah dinas tersebut Jumat kemarin.

 

Beberapa Unit rumah dinas megah yang diperuntukkan untuk pimpinan DPRD Kuansing yakni Ketua, Wakil Ketua I, Wakil Ketua II serta untuk Bupati, Wabub dan Sekda yang didesain dengan arsitektur modern terlihat tidak terawat.

 

Bahkan pada sejumlah bangunan pintu dan jendela sudah rusak bahkan sudah jebol akibat ulah tangan jahil oknum yang tak bertanggung jawab.

 

Menurut sumber lapangan yang enggan disebutkan namanya kepada puterariau dan karimuntoday.com, mengatakan bahwa rumah dinas itu biasa juga disebut dengan "rumah pimpinan dewan".

 

"Memang benar tidak pernah ditinggali, namun seharusnya tetap dirawat dan dimanfaatkan sesuai peruntukkannya," katanya.

 

"Sejak rumah itu selesai dibangun tahun 2010 lalu, belum pernah sekalipun ditempati oleh pejabat yang bersangkutan, jangankan dihuni, dirawat aja malah tidak ada, ini jelas sekali mubazir," bebernya.

 

Dalam pantauan puterariau dan karimuntoday.com, rumah dinas tersebut sudah mulai rusak dan kondisinya sangat memprihatinkan dilihat dari kaca yang sudah pecah, pintu sudah rusak, bahkan seluruh pekarangan rumah tersebut penuh ditumbuhi rumput . 

 

Anehnya sejumlah perabotan tampak sudah terpasang, seperti pendingin ruangan, sofa mewah komplit dengan kain gorden.

 

"Kami tidak habis pikir mengapa pimpinan dewan memilih tinggal di rumah pribadi dari pada menempati rumah jabatan. Padahal segala fasilitas yang dibutuhkan disiapkan oleh negara, saat ini tentunya dengan menempati rumah pribadi, maka segala fasilitas negara yang menjadi kebutuhan mereka, terpaksa harus di alokasikan untuk rumah pribadi," asumsi sumber lainnya di kalangan warga.

 

Secara terpisah, Febri Gusti Indrayanto salah seorang aktivis di kuansing kepada putrariau dan karimuntoday.com, meminta kepada penegak hukum, pihak kejaksaan untuk melakukan penyelidikan,andaikata, oknum ketua dan wakil ketua serta bupati dan wakil bupati kuansing dan sekda, menerima dana  tunjangan kontrak rumah serta dana perwatan setiap tahunya dari APBD berdasarkan SK Bupati sebagai salah satu dasar untuk membayar tunjangan, agar di usut,karena menurut sepengetahuanya apabila mereka tinggal dirumah pribadinya mereka tidak menerima dana tunjangan kontrak rumah serta dana perawatan lagi,  , karena sudah di bangunkan rumah dinas untuk mereka tempati,Tukasnya (lh/roder)

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« November 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30