humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Sunday, 10 December 2017

 

Ket Photo : Kapolres Lingga, AKBP Ucok Lasdim Silalahi Melepas Peserta RUN 2017 Kabupaten Lingga, Kepri.

Lingga,Dabo Singkep,(KT) - Ribuan peserta dari dalam dan luar Kabupaten Lingga turut serta berpartisipasi pada Lingga Run 2017 di Dabo Singkep, Lingga, Minggu (10/12/2017).

Lingga Run ini juga merupakan serangkaian kegiatan visit Lingga 2017 yang sudah dipersiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berserta Polres Lingga sejak November lalu.

Pesertanya, selain masyarakat umum juga diikuti dari luar Lingga, seperti dari Pekanbaru, Jambi, Sumatera Utara, Tanjungpinang, Bintan, dan Tanjung Balai Karimun.

Kapolres Lingga, AKBP Ucok Lasdim Silalahi mengatakan terselenggarakannya kegiatan Lingga Run ini bertujuan untuk membangkitkan gairah olahragawan, dengan harapan dapat menciptakan atlet Lingga berprestasi.

“Selain itu, diharapkan akan ada pemecahan rekor baru dan dapat mewakili daerah Lingga di event luar Lingga,” ujar AKBP Ucok.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lingga yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Lingga, Junaidi Adjam menyampaikan beragam kegiatan bersempena hari jadi kabupaten sudah dilaksanakan sejak 19 November 2017 lalu.

Menurutnya, Lingga Run 2017 kiranya dapat memberikan memberi efek positif bagi daerah dalam mencetak atlit yang berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

“Termasuk, ajang bahkan harapan kita. Semoga kegiatan ini dapat mempromosi pariwisata daerah Lingga,” ujarnya kepada awak media

Hal senada juga disampaikan Ketua Panitia Lingga Run 2017, Herza Suherman. Ia mengatakan dalam kompetisi olahraga kali ini ada 3 kategori lomba yakni lari 5 kilometer yang dipecahkan menjadi dua kategori umum dan pelajar (underfiveten) dan Lingga Run 14 kilometer kategori umum.

Disampingnya itu sebagai pelengkap, pihak panitia menambahkan dengan fun run atau jalan santai kupon berhadiah dengan doorprize.

Dalam kegiatan besar ini, panitia melibatkan banyak pihak selain dari Polres dan Pemkab Lingga, seperti pemuda Singkep, Pramuka, Singkep IOF serta Singkep Adventure Club. Kegiatan juga turut disponsori perusahaan air kemasan Sanford, perusahaan rokok Rexo Mild, serta BMKLAND Batu Berdaun Residence. (AM)

Published in LINGGA

  

Ket Photo : Bupati Lingga, H.Alias Wello Menerima Penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM,Sebagai Kabupaten Peduli terhadap HAM.

Lingga, (KT) -  Kabupaten Lingga menerima penghargaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI. Penghargaan itu berupa penganugerahan sebagai Kabupaten yang peduli terhadap HAM.

"Iya pak Bupati hari ini menerima penganugerahan penghargaan untuk Lingga sebagai Kabupaten yang peduli terhadap HAM. Penghargaan ini dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham)," kata Asisten Pemerintah Bupati Lingga, Asward mewakili Bupati yang ikut hadir dalam Penganugerahan itu, Minggu (10/12/2017)

Asward menjelaskan, penganugrahan penghargaan tersebut diberikan dalam rangka memperingati Hari HAM Sedunia ke 69 tahun 2017 yang di selenggarakan oleh Kementrian di hotel The Sunan, Jl Ahmad Yani No 40, Solo, Kota Surakarta, Jawa Tengah pada hari ini.

Dengan penganugerahan diberikan secara simbolis  oleh Presiden RI Jokowi yang pada kesempatan itu hadir kepada salah satu kepala daerah dari masing-masing Kabupaten/Kota yang menerima.

"Jadi dari 32 Provinsi dan sejumlah kabupaten yang menerima penganugrahan ini, kita Lingga juga termasuk salah satunya. Ini benar-benar suatu prestasi yang luar biasa," ungkap Asward

Ia berharap, semoga penganugerahan ini bisa menjadi pemicu untuk dapat terus memperjuangkan hak-hak mendasar masyarakat kedepannya. Baik itu kepada pemenuhan hak mendasar dan juga hak lainnya yang berkaitan dengan peduli HAM.

"Semoga dengan penghargaan yang kita dapat ini  dapat kita pertahankan dan juga kedepan masyarakat Lingga semakin patuh dan taat dengan Undang - Undang ( UU ) dan hukum yang berlaku di Negara ini," kata Asward

Untuk Provinsi Kepri, selain Kabupaten Lingga, penganugrahan penghargaan Kabupaten/Kota yang peduli terhadap HAM juga diterima oleh Kabupaten Bintan, Karimun, Natuna, Anambas dan Tanjung Pinang serta Batam. (Rs)

 

Published in LINGGA

 

 

  Ket Photo : Wakil Bupati Kuansing, H.Halim Menghadiri acara Peringatan Hari HAM ke 69 tingkat Nasional Tahun 2017 di Solo Propinsi Jawa Tengah pada Minggu (10/12/ 2017 ).

  

Kuansing,(KT) - Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) H. Halim menghadiri acara Peringatan Hari HAM ke 69 tingkat Nasional Tahun 2017 di Solo Propinsi Jawa Tengah pada Minggu (10/12/ 2017 ),Acara dipusatkan di Ball Room Hotel Sunan Kota Surakarta Propinsi Jawa Tengah. Bersamaan dengan peringatan Hari HAM tahun 2017, juga dilaksanakan kegiatan penganugerahan kepada Kabupaten Kota layak HAM.

Penghargaan ini diberikan kepada Bupati Wakil Bupati yang daerahnya minim permasalahan pelanggaran HAM. Kabupaten Kuantan Singingi merupakan salah satu kabupaten penerima penghargaan dimaksud, Wakil Bupati Kuantan Singingi H. Halim lansung menerima penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI Yasona Laoli.

Ikut mendampingi Wakil Bupati pada acara penyerahan penghargaan Kabupaten Layak HAM antara lain Asisten Administrasi dan Umum Frederik, SE, MM, Kabag Hukum Setda Muhjelan Aswan, SH, MH, Kabag Humas dan Protokoler Drs. Muradi, M.Si. Dengan diterimanya penghargaan ini, Wakil Bupati Kuantan Singingi mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten. Kuantan Singingi untuk hidup sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Baik aturan hukum maupun aturan adat istiadat yang sudah secara turun temurun telah laksanakan oleh masyarakat Kuantan Singingi. Penghargaan ini mari kita jadikan cambuk dan motivasi bagi masyarakat Kuantan Singingi untuk hidup rukun dan saling menghargai sesama manusia. hanya dengan hidup rukun, damai, dan kebersamaan kita akan bisa membangun Kabupaten Kuantan Singingi yang kita cintai ini.(LIDIA NINGSIH)

Published in KARIMUN

 

Lingga, Dabok Singkep,(KT) - Sebanyak enam dari 75 desa di Kabupaten Lingga belum mencairkan Dana Desa tahap dua menjelang tutup buku.

"Antara lain, Desa Rejai, Resang, Berhala, Pantai Harapan, Limbung dan Desa Baran," kata Said Asyari Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) Kabupaten Lingga kepada awak media KARIMUN TODAY.COM , Jumat.

Belum cairnya anggaran enam desa tersebut disebabkan belum memasukkan beberapa persyaratan administrasi ke DPMDes, karena syarat pencairan Dana Desa adalah melengkapi SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) serta administrasi pendukung lainnya.

Sehubungan dengan hal tersebut dirinya mengatakan sudah menyurati ke enam desa tersebut agar segera menyerahkan laporan tahap akhir untuk pencairan Dana Desa. Bahkan surat tersebut sudah dua kali disampaikan kepada keenam desa tersebut agar segera menyerahkan syarat administrasi untuk pencairan Dana Desa.

"Tidak saja lewat surat, tapi saya juga sudah menelepon langsung kepala desanya untuk mengetahui kendala di lapangan," ujarnya.

Dari hasil konfirmasi yang dilakukan DPMDes pada enam desa tersebut, dirinya mendapati bahwa pihak desa mengatakan akan segera menyerahkan persyaratan administrasinya pada Senin pekan depan mendatang.

Atas kelalain pihak desa ini Ari sangat menyayangkan keterlambatan pencairan Dana Desa ini, padahal menurutnya DPDes sudah sering mengingatkan kepada desa agar selalu berkoordinasi dengan pendamping desa jika ditemukan kendala di lapangan.

Melihat kondisi ini pihaknya kuatir desa-desa yang terlambat melakukan pencairan akan terdapat sisa lebih penggunaan anggaran atau silpa APBDes nya, jika silpa tersebut mencapai 30 persen maka di tahun berikutnya Dana Desa di desa tersebut akan dipangkas sebesar 30 persen juga.

"Kedepan kita berharap pihak desa ini, selalu berkomunikasi dengan kita dan pendamping supaya tidak ada lagi keterlambatan pencairan, karena dampaknya adalah pembangunan di desa tersebut akan terhambat," terangnya. (AM)

 

Published in LINGGA

 

Lingga,(KT) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Lingga, peringati Hari AIDS Sedunia (HAS), di Halaman Gedung Nasional, Dabo Singkep, Minggu, (03/12) tujuh hari yang lalu

Kabupaten Lingga tercatat dalam kurun waktu 2012 hingga 2017 kasus penderita HIV disetiap tahunnya meningkat. Tahun 2012 tercatat penderita HIV sebanyak 8 orang, akhir tahun 2017, meningkat menjadi 13 orang.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lingga, Maratusholiha Nizar, yang membuka kegiatan peringatan Hari AIDS Sedunia, mengatakan, untuk menunjang dan menjamin terlaksananya upaya penanggulangan HIV-AIDS yang selaras dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat ini, maka diperlukan adanya kebijakan dan strategi daerah yang disepakati oleh semua pihak baik sektor Pemerintah maupun swasta.

Selain itu, jelas Maratusholiha, diperlukan juga partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama bergerak dalam satu tujuan yaitu, pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS. Untuk itu dicetuskan perlunya suatu peringatan untuk bisa menggerakkan masyarakat supaya bersatu dalam menanggulangi semua permasalahan yang terkait dengan HIV-AIDS.

“Hari AIDS sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember setiap tahunnya, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap penyebaran AIDS di seluruh dunia yang disebarkan oleh penularan HIV yang luas. konsep ini digagas pada pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia ketika mendiskusikan program penanggulangan HIV-AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS oleh pihak pemerintah, organisasi Internasional dan Lembaga sosial masyarakat di seluruh dunia,” ungkapnya, di Gedung Nasional Dabo Singkep, 

Lanjut Maratusholiha, Tema nasional untuk hari AIDS sedunia tahun 2017 adalah, “Saya berani, Saya sehat”, yang bertujuan untuk meningkatkan keaadaran dan kepedulian seluruh masyarakat terhadap HIV-AIDS dengan cara melakukan tes HIV sedini mungkin. Dengan mengetahui kesehatan status sejak dini, maka kita telah melakukan perlindungan terhadap keluarga dan orang yang kita sayangi. Hal ini yang mendasari kalimat “Lindungi yang tersayang dari HIV” menjadi subtema HAS tahun 2017.

Katanya lagi, semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV dan mendapatkan pengobatan ARV dini, maka hal ini dapat mendorong percepatan tercapainya penerunan epidemi HIV, sehingga Indonesia dapat mencapai “3 Zero” yaitu, 1 tidak ada infeksi baru HIV, 2 tidak ada kematian akibat AIDS dan 3 tidal ada stigma dan Diskriminasi untuk mencapai HIV 2030.

“Saat ini temuan kasus di Kabupaten Lingga dicatat terus meningkat. Sebagai pembanding lima tahun terakhir pada tahun 2012 tercatat 8 kasus HIV baru dan terakhir ditahun 2017 tercatat 13 kasus HIV,” terangnya.

Tambahnya, meningkatnya kasus bukan berarti upaya yang dilakukan mengalami kegagalan. secara program promosi hal ini merupakan dampak hasil dari sebuah kampanye promosi. Mengingat semakin luas dan merata cakupan program promosi penanggulangan HIV-AIDS semakin banyak pula orang yang mengetahui resiko terhadap dirinya, maka semakin banyak pula orang yang melakukan tes untuk mengetahui statusnya. Secara otomatis, status positif semakin bertamba" tutup nya. (AM)

Published in LINGGA

 

  

Ket Photo : Padri Mahasiswa Salah Satu Universitas Terkemuka di Provinsi Riau, Juga Putra Asli Kuansing.

Kuansing,(KT) – Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, Provinsi Riau, diminta untuk melakukan penangkapan serta penahanan terhadap tersangka, “SN” Mantan Kabag,Pelayanan dan Pertanahan, saat ini menjabat sebagai,Kabid. Pertanahan di Dinas Perumahan Kawasan dan Pertanahan di Pemkab Kuansing, dalam dugaan korupsi pada kegiatan penataan dan invetarisasi tahun 2015 silam.

Hal tersebut dikatakan, Padri Mahasiswa Universitas Riau,(UNRI), juga Putra Asli Kuansing,Provinsi Riau,  kepada karimuntoday.com Minggu,(10/12/2017), Ya; diminta kepada kejari kuansing untuk segera melakukan penangkapan serta penahanan terhadap tersangka SN karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi pada kegiatan penataan dan invetarisasi pada tahun 2015 silam, dengan kerugian Negara sebesar Rp. 420.750.000.-,

“ Kejari kuansing diminta jangan memperlambat atau mengulur waktu untuk secepatnya melakukan penahanan terhadap tersangka, alangkah bijaknya segera dilakukan penanahan, dan perkaranya secepatnya dilimpahkan ke pengadilan, sehingga yang bersangkutan tidak terlalu lama  menanggung beban moral menyandang gelar tersangka,” Pintanya

Ditambahkanya lagi, Andaikata pihak penyidik,(pidsus),kejaksaan negeri kuansing, provinsi riau, memperlambat perkara tersebut dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan, tentu masyarakat akan bertanya-tanya, apakah memang benar sudah memiliki dua alat bukti, ketika menaikan status dari penyelidikan ke penyidikan, nah’ sebelum muncul prasangka yang tidak baik, lebih baik secepatnya melakukan penahanan, dan perkaranya di limpahkan kepengadilan tipikor untuk disidangkan,” Harapnya

Secara terpisah, Jufri SH Kejari Kuansing, Riau, ketika dikonfirmasi via hpnya terkait desakan beberapa elemen masyarakat agar tersangka SN untuk segera dilakukan penahanan, belum memberikan tanggapan.(red/roder)

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« December 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31