humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: February 2017

 

Ket Photo : Camat Singkep Barat Rycki Salman Timur beserta Upika.

Lingga_(KT). Pelaksanaan Acara STQ Tingkat Kecamatan Singkep Barat,Kabupaten Lingga,Provinsi Kepri, berjalan dengan lancar dan cukup meriah,

 Terbukti dengan antusiasnya para Masyarakat serta undangan dan peserta yang mengikuti pawai ta'aruf yang di ikuti hampir 1000 orag peserta.

Dalam sambutannya saat acara pembukaan, Camat Singkep Barat Rycki Salman Timur menyampaikan,agar masyarakat senantiasa untuk terus meningkatkan kualitas pembacaan Al Quran dan dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari_ hari.

"Kita berharap agar masyarakat kita terus giat belajar membaca dan meningkatkan kualitas bacaan Al Quran agar kita lebih bertakwa dan beriman dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT" demikian ungkap Ricky saat itu.

 Pada kesempatan yang sama, Camat Singkep Barat juga menyampaikan pesan dari Bupati Lingga agar masyarakat dapat mengelola lingkungan agar bisa di manfaatkan untuk sektor perkebunan dan pertanian.

 

Dari pantauan media ini dilapangan tanpak hadir para Upika, Tokoh Masyarakat serta Alim Ulama,(Amri)

Published in LINGGA

 

Ket Photo : Muklansyah Ketum LSM RCW Kepri.

 

Karimun,(KT) – Lembaga Swadaya Masyarakat,(LSM),RCW Kepri  dalam waktu dekat akan melaporkan dugaan korupsi pembebasan lahan bumi perkemahan di kecamatan durai desa tanjung kilang sekitar hari rabu pekan depan ke Kacabjari Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

 

Hal tersebut dikatakan, Muklansyah Ketum LSM RCW Kepri kepada karimuntoday.com Sabtu (25/2), Ya pekan depan sekitar hari rabu dia akan melaporkan adanya dugaan mark’up anggaran atas pembebasan lahan untuk bumi perkemahan pada tahun 2012 silam, pasalnya dari hasil temuanya, pemerintah kabupaten karimun telah menganggarkan dalam APBD Tahun 2012-2013 untuk pembebasan lahan sebesar Rp.306.416.665.-

 

Sedangkan dari hasil investigasinya dilapangan di desa tanjung kilang, harga tanah permeternya pada tahun 2012 silam hanya berkisar 3000 rupiah s/d 5000 ribu rupiah,kalau dikalikan dengan tanah yang dibeli seluas 2 hektar, pemkab karimun, melalui tim pembebasan lahan yang dikoordinatori oleh Pihak BPN Karimun hanya mengeluarkan anggaran sebesar Rp. 100 juta saja.

 

“ Pekan depan dia sudah melaporkan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan bumi perkemahan di kecamatan durai tepatnya di desa tanjung kilang, saat ini dia masih melengkapi berkas-berkas atau dokumen serta photo lokasi, yang hendak dibawa ke kacabajari dan insya allah  sekitar hari selasa depan,semua berkas sudah lengkap,” Tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Dia juga menilai pembebasan lahan tersebut aroma Koorporasinya nya cukup kental, pasalnya, lahan yang dibebabaskan oleh pemkab karimun, ternyata milik kerabat oknum anggota dewan dari dapil moro dan durai, bahkan dari sumber layak dipercaya oknum anggota dewan tersebut termasuk yang ikut andil dalam pembebasan lahan tersebut, sehingga diduga konspirasinya cukup tertata rapil,” Ungkapnya

 

Secara terpisah, Tejaria Mantan Kabag Tapem Pemkab Karimun pada tahun 2012 silam menjabat sebagai kabag Tapem, sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, terkait pembebasan lahan bumi perkemahan di kecamatan durai tepatnya di Desa Tanjung Kilang.(*)

Published in KARIMUN

 

 

Karimun,(KT) – Masyarakat Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun patut merasa lega pasalnya, kertas kecil bukti rekaman E-KTP bisa di bawa ke Kantor Kependudujan dan Capil untuk dibuatkan Surat Keterangan KTP sementara.

 

Hal tersebut dikatakan, Arpan Camat Karimun kepada karimuntoday.com, Sabtu (25/2), Ya saat ini blangko untuk mencetak KTP di Dinas Kependudukan dan Capil lagi kosong, informasinya bulan april 2017 ini baru blangko kembali ada, untuk membatu masyarakat yang hendak membuat dokumen seperti, passport dan buku tabungan, tetapi belum memiliki KTP oleh sebab itu bupati karimun mengambil kebijakan, yaitu, surat kecil  dari hasil rekaman E-KTP dapat dibawa ke Kantor Kependudukanda Capil untuk dibuatkan surat keterangan sebagai KTP Sementara.

 

“ Masyarakat Kecamatan Karimun jangan bingung dengan tidak adanya blangko E-KTP,karena Pemerintah Kabupaten Karimun telah memerintahkan kecamatan untuk membantu masyarakat untuk membantu masyarakat, hanya dengan membawa surat kecil hasil rekaman E-KTP bisa dibawa ke Dinas Kependudukan dan Capil disana akan dibikinkan Surat Keterangan Sementara,(KTP-red),” Tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Kebijakan tersebut diambil oleh bupati karimun, untuk memudahkan masyarakat yang ingin mengurus dokumen, karena kalau ditunggu penerbitan E-KTP masih beberapa bulan lagi, tentu masyarakat sangat sangat kesulitan untuk mengurus dokumen penting lainya, yang harus menggunakan E-KTP, jadi, dengan adanya kebijakan bapak bupati, dengan sendirinya masyarakat terbantu,” Pungkasnya (*)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Pramuka/(net).

 

Karimun,(KT) – Bumi Perkemahan yang berada di DesaTanjung Kilang RT 07 Dusun III Bukit Selembak Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri sejak lahannya di bebaskan oleh Pemerintah Kabupaten Karimun Tahun 2012 silam, ternyata lokasi Bumi Perkemahan tersebut tidak pernah digunakan untuk kegiatan ke Pramukaan, bahkan kondisinya saat ini ditumbuhi rerumputan alias tidak terawat.

 

Hal tersebut dikatakan oleh Sumber layak dipercaya kepada karimuntoday.com mengatakan, Dulu pernah bapak camat durai( Arpan-red), membawa para siswa dan siswi  SMAN Durai bergotong royong membersihkan lahan bumi perkemahan tersebut, tetapi hanya beberapa hari saja, belum selesai ditebas secara keseluruhan, tidak ada datang lagi, entah apa sebabnya diapun tidak tau.

 

“  Lahan Bumi Perkemahan di Desa Tanjung Kilang terletak di RT 07 Dusun III Bukit Selembak, namun, sejak lahan tersebut dibeli oleh pemkab karimun kepada warga desa, tahun 2012 silam, tidak pernah terlihat adanya aktivitas anak-anak pramuka di lokasi tersebut sampai dengan sekarang tahun 2017,” UJarnya

 

Secara terpisah, Mantan Camat Durai, Arpan S.Pd.M.Si ketika dikonfirmasi karimuntoday.com via hp selularnya terkait, apakah memang benar pernah membawa para siswa dan siswi SMAN Durai melakukan gotong royong di bumi perkemahan di Desa Tanjung Kilang mengatakan, Ya ketika masih menjabat sebagai camat di durai pernah membawa para murid SMAN untuk bergotong royong di lahan bumi perkemahan tersebut, namun, tidak sampai tuntas dibersihkan, karena ada hal yang urgent.

 

Ketika ditanya apakah pihak kecamatan durai maupun pihak sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar sampai menegah atas pernah beraktivitas di bumi perkemahan tersebut seperti perkemahan yang besar dilaksanakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti jambore ranting tingkat kecamatan, maupun kegiatan lainya tidak pernah terlihat di bumi perkemahan tersebut,” Tuturnya (*)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Uang Hasil Korupsi (net).

 

Karimun,(KT) – Kacabjari Kecamatan Moro,Kabupaten Karimun,Provinsi Kepri diminta secepatnya melakukan pemanggilan serta pemeriksaan terhadap TIM Pembebasan Lahan Bumi Perkemahan di Kecamatan Durai  pada Tahun 2012 silam, pasalnya pembelian lahan tersebut anggaranya diduga di mark’up.

 

Hal tersebut dikatakan, Muklansyah Ketua LSM RCW Kepri kepada karimuntoday.com Jum’at (24/2), Dia berharap agar Kacabjari Kecamatan Moro secepatnya melakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan kepada Tim Pembebasan Lahan Bumi Perkemahan di Kecamatan Durai tepatnya di Desa Tanjung Kilang, RT 07 Dusun III Bukit Selembak, sebab, terindikasi adanya mark’up anggaran pada pembebasan lahan tersebut,agar tidak menjadi pertanyaan besar  ditengah public. Selayaknya dilakukan penyelidikan.

 

“   Dari informasi didapat dan juga dari keterangan camat durai agung, bahwasanya harga tanah di Desa  Tanjung Kilang pada tahun 2012 silam permeternya hanya berkisar 5 ribu rupiah, dan ketika itu pemerintah kabupaten karimun pada tahun 2012  menganggarkan dana pembebasan lahan bumi perkemahan sebesar Rp.306.416.665.-, dan pemerintah kabupaten karimun melalui tim pembebasan lahan, telah membebaskan lahan seluas 2 hektar, andaikata lahan 2 hektar tersebut dikalikan 5 ribu, maka total pembayaran kepada pemilik lahan berkisar Rp.100 juta rupiah, artinya, masih tersisa anggaran sebesar Rp. 200.416.665.-“ Tuturnya

 

" Parahnya lagi dari informasi didapat dari masyarakat,sejak lahan tersebut di bebaskan sampai sekarang belum pernah di gunakan untuk perkemahan atau aktivitas pramuka, dan terkesan pembebasan lahan tersebut dipaksakan terkesan mubazir." 

 

Ditambahkanya lagi, Pembebasan lahan yang dilakukan oleh pemkab karimun sangat krusial sekali, sudah beberapa orang yang masuk penjara, seperti  mantan camat moro dan mantan pegawai tapem, kabag tapem, serta kepala desa terkait pembebasan lahan PT Saipem beberapa tahun silam, dan dia menduga pembebasan lahan bumi perkemahan ini, tidak menutup kemungkinan ada korupsi untuk memperkaya diri sendiri serta golongan,” Imbuhnya

 

Secara terpisah, Kacabjari Moro, Dedy Sutomo SH Sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya terkait permintaan Ketum LSM RCW Kepri agar melakukan pemanggilan serta pemeriksaan  terhadap Tim Pembebasan Lahan Bumi Perkemahan di Kecamatan Durai tepatnya di Desa Tanjung Kilang RT 07 Dusun III Bukit Selembak, belum dapat dimintai konfirmasinya (*)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Banjir di Pemukiman Masyarakat di Teluk Air

Karimun,(KT) - Hujan dengan intensitas tinggi kembali  mengguyur Karimun, Provinsi Kepulauan Riau sejak Pukul 04.00 Wib, mengakibatkan banjir di hampir seluruh kawasan pemukiman padat penduduk, padahal beberapa bulan lalu karimun juga diterpa banjir, namun, entah kenapa ketika mulai dari dini hari tadi  diguyur hujan, banjir kembali menjadi pemandangan yang tidak luput dari pandangan mata.

 Dari pantauan dilapangan, Genangan Air setinggi pinggang orang dewasa di RT 06/ RW 02, Kelurahan Sungai Lakam Timur, Kecamatan Karimun, merendam ratusan rumah warga, sehingga kondisinya sangat memprihatinkan.

" Air mulai naik tadi subuh mas, sekarang sudah hampir sepinggang. Enggak sempat nyelamatin barang-barang lah, orang banjirnya cepat, lagi asik tidur," ujar Andu (28).

Masih dari pantauan dilapangan Selain di wilayah kelurahan sungai lakam, di sejumlah titik yang menjadi langganan banjir juga ikut terendam, seperti Teluk Air, Kolong Bawah, Orari, Gang Awang Nur dan tempat lainnya, padahal sebelumnya wakil bupati karimun, beserta jajaranya sudah melakukan peninjauan beberapa bulan lalu, namun kelihatanya belum ada endingnya, buktinya ketika hujan kembali mengguyur, karimun tetap banjir.

 

Ket Photo : Banjir Melanda Pemukiman Warga.

Pantuan media dilokasi, ketinggian banjir relatif sama, yakni 30 hingga 60 Cm, semoga kedepanya cepat teratasi oleh pihak berkompoten, sehingga ketika hujan,karimun tidak banjir lagi, dan juga kesadaran masyarakat agar membuang sampah pada lokasi sudah disediakan oleh pemerintah daerah

Secara terpisah, HM Firmansyah kepada karimuntoday.com mengatakan, Dia sangat prihatin dengan luapan air yang masuk kerumah warga, di akibatkan hujan yang terus menerus dari dini  hari tadi sampai sekarang, pemerintah daerah sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki saluran air dan lainya, namun, diharapkan kepada masyarakat karimun, agar jangan membuang sampah sembarangan dan menutup saluran drainase di depan ruko maupun rumah tempat kediaman, agar ketika hujan, air bisa  lancer mengalir ke muara,(laut-red).dan tidak tersumbat lagi, Ujarnya Singkat (*)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Wakil Bupati Lingga.M.NIzar bersama Camat Senayang dan para Staf Kecamatan.

LINGGA,(KT) - Wakil Bupati Lingga Muhamad M Nizar Resmi membuka STQ Ke-- 7 Kecamatan Senayang yang diadakan pertama kali di Desa Mamut.

Wakil Bupati Lingga M. Nizar di dampingi istri nya Maratu Sholiha selaku Wakil Ketua PKK Kab Lingga yang turut mengalunkan bacakan ayat suci Alqur’an di pembukaan STQ-7 tersebut.

Ketua LPTQ Kecamatan Senayang, Zulbahar,mengharapkan dengan kegiatan STQ tersebut,diharapkan Masyarakat Senayang dapat kira nya semakin mengamalkan ajaran Islam dan kandungan dalam Al-Qur’an, Al-Qur,an selain di baca tetapi dapat juga di jadikan panutan untuk umat Islam ujarnya.

Dengan dibuka STQ Ke-7 kali ini,diharapkan masyarakat Senayang semakin mencintai dan juga mengamalkan ajaran Islam,juga isi dari Al-Qur’an itu sendiri di dalam kehidupan sehari-harinya.Disamping itu juga,untuk mengaplikasikan nilai dari Al-Qur’an tersebut,

Pelaksanaan STQ ini juga untuk menjaring qori-qori’ah terbaik dari kecamatan Senayang. Kecamatan Senayang terdiri dari satu Kelurahan dan 18 Desa, Jumlah peserta 117 .Sedangkan jenis lomba yang diikutkan adalah Tartil Fahmil Qur’an, Syarhil, Qur’an dan Khatil Qur’an.

Camat Senayang, Rosmalisa dalam sambutannya menyampaikan Ucapan terimakasih kepada Kepala Desa Mamut dan panitia serta Masyarakat Mamut yang telah bersusah payah demi terselenggaranya acaraini. Begitu juga kepada seluryh Kepala Desa se Kecamatan Senayanag yang turu berperan demi kesuksenya acara STQ Ke 7 Pada tahun ini.

Wakil Bupati Lingga M Nizar S.Sos, dalam sambutannya, menyampaikan agar momen STQ ini bisa membangun spirit dan rohaniah masyarakat dalam mengamalkan Alqur,an dalam kehidupan sehari hari khususnya Masyarakat Kecamatan Senayang dan Lingga pada umumnya.(Rusli)

Published in LINGGA

 

Ket Photo : Ketua BPD Desa Resun, meninjau Sungai Alor.

LINGGA,(KT) - Masyarakat Desa Resun sangat kwatir dengan keadan Sungai alor yang berada di belakang rumah warga kondisi tebing sungai semakin hari semakin runtuh, ada beberapa lokasi sudah hampir sampai kerumah penduduk,apabila tidak cepat diantisipasi tidak menutup kemungkinan rumah warga akan amrol.

Ketua BPD Resun Rusli mengatakan kepada karimuntoday.com Kamis (23/2), sudah tiga tahun kami ajukan di Musrenbang Kecamatan untuk pemasangan Batu miring tapi sampai saat ini belom juga terealisasi kami sangat kuatir jika musim hujan tiba, tebing sungai semakin terkikis sehingga masyarakat sangat kuatir yang berada di tepi sungai ,jika kondisi ini di biarkan kami kuatir rumah warga bisa runtuh kesungai,"  ujarnya.

Semantara itu Wakil Ketua BPD Resun Hasanol mengataka hal yang sama ,kami dari BPD hari ini sengaja turun kelokas melihat kondisi Sungai Alor yang semakin memperhatinkan Hasanol mengaharapkan kepada pemerintah Kabupaten Lingga agar dapat melokasikan anggaran untuk Pemasangan Batu miring sebelum Sungai ini Memkan korban," Tuturnya

Kepala Desa Resun ketika di temui media ini mengatakan ,Sungai Alor memang sudah semakin parah,Pemerintah Desa sudah beberapa tahun mengajukan untuk pepasangan Batu miring , di acara Musrenbang di tingkat Kecamatan maupun di tingkat Kabupaten Cuma sayangnya sampai sa,at ini belum juga terealisasi .jika mau di bangun melalui dana Desa sangat tidak mungkin karena anggarannya terlalu besar , sungai setinggi empat meter dan panjang lebih kurang dua ratus meter, yang diperkirakan menelan biaya 150 Juta . untuk itu kami berharap kepada pemerintah tolong di perhatikan Sungai lor ini," Harapnya

Secara terpisah, Alias Wello Bupati Lingga sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya, terkait permintaan BPD serta Kepala Desa Resun agar pemerintah kabupaten lingga membangun batu miring disungai alor, belum dapat dimintai konfirmasinya (rs)

Published in LINGGA

 

Ket Photo : Pulau Durai di Kabupaten Karimun,Provinsi Kepri.

 

Karimun,(KT) – Pemerintah Kabupaten Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepri pada Tahun Anggaran 2012/2013 melakukan pembebasan lahan bumi perkemahan di kecamatan durai tepatnya di Desa Tanjung kilang, Bukit Selembak dengan Plafon

Anggaran sebesar, Rp. 306.416.665, seluas kurang lebih dua hektar, namun, sangat disayangkan, diduga kuat,sarat dengan korupsi, pasalnya, harga jual tanah permeternya pada tahun 2012 tersebut di Desa Tanjung Kilang berkisar 5 ribu rupiah per meternya, kalau dikalikan 2 hektar, pemerintah kabupaten karimun, kepri hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 100 juta rupiah., sehingga diduga pembebasan lahan tersebut sudah merugikan keuangan daerah, diminta kepada Kacabjari Moro untuk melakukan penyelidikan, dengan memanggil pihak-pihak yang berkompoten dalam pembebasan lahan tersebut.

 

Hal  tersebut dikatakan, Muklansyah Ketua LSM RCW Kepri kepada karimuntoday.com Kamis (23/2), Dari hasil temuan dilapangan pembebasan lahan bumi perkemahan di kecamatan durai, kabupaten karimun, provinsi kepri pada tahun 2012 di Desa Tanjung Kilang, harga tanah per meter hanya 5 ribu rupiah, kalau dikalikan dengan lahan yang dibebaskan seluas 2 hektar, selayaknya uang yang dibayarkan kepemilik lahan hanya 100 juta rupiah, sedangkan di plafon mata anggaran, tahun anggaran 2012, sebesar Rp. 306.416.665.’ andaikata untuk pembebasan lahan tersebut hanya seratus juta rupiah,artinya masih tersisa sebanyak, RP.200.416.665. diminta kepada Kacabjari Moro untuk melakukan penyelidikan, untuk mengetahui kemana raibnya  sisa anggaran pembebasan lahan tersebut.

 

“ Kacabjari Kecamatan Moro diminta untuk melakukan penyelidikan terkait pembebasan lahan bumi perkemahan di kecamatan durai pada tahun 2012 silam,pasalnya disenyalir sarat dengan korupsi, dan untuk mempermudah kacabjari melakukan penyelidikan, dia siap memberikan data awal,” Pungkasnya

 

Ditambahkanya lagi, Pembebasan lahan yang di akomodir oleh pemkab karimun sangat rawan penyimpangan pasalnya, sudah beberapa kali oknum pejabat maupun PNS dilingkungan pemkab karimun, Terjerat hukum, akhirnya meringkuk di terali besi,(penjara-red),oleh sebab, itu kedepanya pemerintah kabupaten agar lebih selektif lagi menunjuk seseorang menjadi ketua tim maupun anggota tim pembebasan lahan, agar terhindar dari penyimpangan.” Pintanya

 

Secara terpisah, Agung Camat Durai ketika dikonfirmasi karimuntoday.com via hp selularnya Kamis (23/2), mengatakan, memang benar lahan yang dibeli oleh pemkab karimun, pada tahun 2012 silam berada di Desa Tanjung Kilang, Bukit Selembak, dan menurut informasi didapatnya dari kepala desa tanjung kilang, Lahan tersebut seluas dua hektar, dan ketika proses pembelian lahan tersebut harga tanah saat itu per meter 5 ribu rupiah,pada tahun 2012 silam,namun, berapa per meternya pemkab karimun membeli lahan tersebut permeternya kepada pemilik lahan, dia tidak mengetahuinya, adapun lahan yang dibeli pemkab karimun, lahan keluarga dari mantan kepala desa yang lama,” Kata Camat Durai

 

Secara terpisah,Kacabjari Kecamatan Moro, sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, terkait permintaan LSM  RCW Kepri,agar melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan korupsi pembebasan lahan bumi perkemahan di kecamatan durai, desa tanjung kilang pada tahun 2012-2013 silam belum dapat dimintai tanggapanya, begitu juga dengan pihak yang berkompoten mengetahui proses pembebasan lahan pada tahun 2012 silam dilingkungan pemkab karimun dapat juga dimintai konfirmasinya. (*)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Kuncus Simatupang Ketum Lembaga Swadaya Masyarakat,(LSM), ICTI-NGO Kepri.

 

Karimun,(KT) – Lembaga Swadaya Masyarakat,(LSM), ICTI-NGO Kepri meminta kepada Kejati Kepri untuk mengusut pengadaan tanah untuk kepentingan umum,(parkir kota lama), Jln.Thamrin belakang tangsi kecamatan karimun, pasalnya, anggaran untuk pembebasan lahan tersebut relative cukup besar dan diduga ada mark’up dalam pembebasan lahan itu, apalagi lahan tersebut disenyalir milik oknum mantan anggota dewan karimun, dan saat pembebasan lahan oknum dewan tersebut masih menjabat sebagai anggota dewan.

 

Hal tersebut dikatakan, Kuncus Simatupang Ketum LSM ICTI-NGO Kepri kepada karimuntoday.com Kamis (23/2), Ya dia berharap agar bapak kejati kepri,(pidsus-red), melakukan penyelidikan atas pengadaan lahan yang dilakukan oleh pemkab karimun, provinsi kepri pada tahun 2012 silam, pasalnya dia menilai dengan ukuran tidak begitu luas pemkab karimun harus meroggoh APBD Milyaran Rupiah.

 

“ Diduga ada mark’up dalam pengadaan lahan untuk kepentingan umum (parkir kota lama) di jalan Thamrin  belakang eks tangsi, sebab, dengan ukuran yang tidak begitu luas, pemkab karimun,(bagian umum), membayar dengan begitu mahal milyaran rupiah.” Tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Dalam waktu dekat untuk memudahkan kejati kepri melakukan penyelidikan dia akan memberikan data awal kepada kejati kepri, untuk dijadikan bahan pengusutan, sekaligus membuat laporan secara resmi,” Pungkasnya (*)

Published in KARIMUN
Page 2 of 9

KALENDER BERITA

« February 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28