humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Saturday, 04 March 2017

 

Ket Photo: Bupati Lingga, H.Alias Wello,Kacabjari,Polair dan Kades Jagoh.(amri).

Lingga,(KT). Mengingat keadaan cuaca yang kurang bersahabat dan besarnya gelombang di lautan daerah Kabupaten Lingga,Provinsi Kepri, maka Bupati Lingga, Alias Wello menegaskan agar setiap armada kapal yang membawa penumpang dari Lingga ke Tanjungpinang maupun kedaerah lainya atau sebaliknya harus memenuhi standard kelayakan dan keamanan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

 " Saat ini kondisi cuaca agak ekstrem Jangan sampai masyarakat kita yang jadi korban akibat kapal atau armada kurang laik pakai,pasalanya,apabila rusak di tengah lautan maka akan berdampak besar dan merugikan masyarakat,(penumpang-red),dan diminta kepada pihak syahbandar bertindak tegas apabila ditemukan muatan kapal tidak sesuai dengan kapasitasnya,(over kapasitas), agar tidak memberikan izin berlayar,” Pintanya 

 Ditambahkanya lagi, oleh sebab itu saya meminta dan saya tegaskan sekali lagi kepada dinas terkait agar selalu mengecek setiap kapal yang membawa penumpang dari Lingga atau menuju ke Lingga agar betul-betul memenuhi syarat kelayakan dan keamanan, agar para penumpang tidak menjadi korban" demikian ungkap Awe bertepatan dengan acara peresmian penggunaan dermaga Jagoh (3/3) di Desa Jagoh Kecamatan Singkep Barat.(Amri)

Published in LINGGA

 

Ket Photo : Sudir salah seorang Ketua Kelompok Nelayan di Kecamatan Moro,Kabupaten Karimun, tengah rapat kecil dengan para nelayan.(kt).

Karimun, (KT)  – Kelompok nelayan Desa Keban Kecamatan Moro Kabupaten Karimun   bakal menyurati Kementrian Kelautan dan Perikanan guna menolak kegiatan pasir tambang yang berada di  Kecamatan Moro.

“Kami akan menyurati KKP ( Kementrian Kelautan dan Perikanan ) terkait masalah tambang pasir ini jika memang izin eksploitasi benar – benar dikeluarkan dinas pertambangan mineral dan energi provinsi kepri, kalau perlu kapal –kapal keruk itu dibom seperti kapal pencuri ikan,  ujar sudir kesal kepada  karimuntoday.com,  Selasa (01/3/16)

Sudir yang juga ketua kelompok nelayan sang pelaut mengatakan sebelum melayangkan surat ke KKP Pusat mereka bakal menyurati Gubernur Kepri agar benar benar memperhatikan nasib para nelayan yang terkena dampak berkepanjangan dan juga katanya lebih lanjut meminta keterangan kepada Gubernur Kepri letak sebenarnya wilayah yang ditetapkan seluas 1000ha tersebut.

‘Yang kami tau moro saja,detail titik lokas belum tahu ,tolong pak gubernur dan pak bupati perhatikan kami para nelayan ini ucapnya dengan tegas”

Di tempat lain syarif nelayan  desa keban sepertinya sepakat dengan nelayan lainnya

“ Jangankan  dititik tempat kami menangkap  ikan,sedangkan dikecamatan moro saja jelas kami tidak setuju, satu tempat saja terkontaminasi air akan keruh,rumah ikan habis,ini same saje menghisap darah kami”,tandasnya.

Saparudin,tokoh pemuda setempat kepada karimuntoday.com mengatakan hal yang sama dengan para nelayan,

“Harapan saya semoga instansi terkait pemerintah provinsi kepri dan Bupati Karimun menanggapi hal ini dengan serius,karena masyarakat gusar dengan  masalah kapal keruk ini.

Memang kegiatan tambang pasir ini sudah tak asing lagi terdengar di Kabupaten Karimun, khususnya wilayah pulau – pulau sekitar pemerintah seakan tutup mata, ingat pak,jangan kepentingan elit bakal menyengsarakan penduduk nelayan yang hidupnya di laut, apalagi Gubernur orang moro,tutupnya.

Secara terpisah, Penolakan eksplorasi pasir laut,bukan saja ditolak oleh masyarakat nelayan moro, tetapi juga datang dari para wakil rakyat DPRD Karimun, 5 fraksi didewan menolak, diantaranya, Partai Hanura, PDIP,PAN,Gerindra dan PKS,lima fraksi tersebut kabarnya sudah melayangkan surat protes ke Menteri Koordinator Maritim  dan Sumber Daya, Luhut Penjaitan.

Anwar Abu Bakar Ketua Fraksi PAN, Sangat menyayangkan pihak Pemrov Kepri tidak pernah melakukan konsolidiasi dan sosialisasi kepada kabupaten,walapaupun kewenangan sekarang ini masalah izin berada di provinsi, tapi jangan asal kasih izin saja,perihal nasib nelayan kita bagaimana, harus didudukan dulu,” Ujarnya (*)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : HM.Firmansyah, Sekdakab,Kabupaten Karimun,Provinsi Kepri.

 

Karimun,( KT) – Desas-desus adanya mutasi aparatur sipil Negara,(ASN), dilingkungan pemkab karimun, provinsi kepri pada hari senin lusa, (6/3/2017), hanya sekedar isu, sebenarnya pada hari senin tersebut agenda pemkab karimun,setelah selesai apel akan memberikan SK Perpanjangan Kontrak bagi para Honorer dilingkungan pemerintah kabupaten karimun, provinsi kepri.

 

Hal tersebut dikatakan,HM,Firmasnyah Sekdakab,Karimun, ketika dikonfirmasi karimuntoday.com via hp selularnya, sabtu (4/32017), Tidak ada thu,,gak ada mutasi pns, kan baru beberapa bulan lalu, dilakukan reshuffle, kalau pembagian sk perpanjangan kontrak bagi tenaga honorer baru ada, senin pekan depan katanya.

 

“ Pemkab Karimun senin lusa tidak ada melakukan mutasi pns, yang ada kegiatan penyerahan perpanjangan sk para tenaga kontrak,(honorer-red), dilingkungan pemkab karimun, artinya,kalau ada berita yang mengatakan,senin pekan depan ada mutasi pns, patut dipertanyakan sumber kebenaranya,” tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Saat ini dia masih berada di luar kota urusan dinas, dan sekarang sudah dibandara hendak menuju kota batam, dan insya allah sore ini sudah sampai di tanjungbalai karimun, artinya, kalau ada mutasi pns, tidak mungkin dia tidak mengetahuinya,” Pungkasnya lagi.

 

Keterangan sama disampaikan, Wakil Bupati Karimun, H.Anwar Hasyim ketika dikonfirmasi via honya mengatakan, tidk benar adanya mutasi pns pada hari senin, (6/3/2017), jadwal yang ada pada hari itu hanya pemberian perpanjangan sk kontrak tenaga honorer dilingkungan pemkab karimun, cetusnya singkat (*)

 

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« March 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31