humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: May 2017

 

 

Ket Photo :Plt. Kades Jenengan Suprapti dilantik oleh pihak Pemkab Grobogan yang diwakili Camat Klambu/ Arief Efendi Kun Amrullah.

 

Grobogan(Klambu)KT,- Seorang oknum Kepala Desa di Grobogan,Jawa Tengah,dipecat tidak hormat. Agus Suseno,Kepala Desa Jenengan,Kecamatan Klambu,Grob Ogan,Jawa Tengah, ini dipecat lantaran menggelapkan dana kas desa. Selain itu,Agus juga sudah hampir tiga tahun tidak masuk kantor lantaran melakukan penipuan sejumlah uang terhadap warganya untuk digandakan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

 

Balai Desa Jenengan,Klambu,Grobogan,Jawa Tengah,senin siang,digelar upacara resmi pemberhentian secara tidak hormat Kades Jenengan Agus Suseno.Dalam kesempatan tersebut Agus tidak bisa hadir dan diwakili istrinya Endang Listiyani. Pemecatan ini atas dasar surat Keputusan Bupati Nomor 141/294/2017//

 

Agus dipecat,karena selama ini agus dikenal sebagai pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Agus memicu gejolak  warga desanya lantaran membawa kabur uang 107 juta dana kas des,serta uang milik warga yang menjadi korbannya untuk mengikuti Dimas Kanjeng. “Ada sebanyak 107 juta uang kas desa yang dibawa kabur,dan sampai sekarang tidak dikembalikan,” ucap Suprapti plt kades Jenengan.

 

Selain itu,lanjut Suprapti,banyak uang warga yang menjadi korban untuk mengikuti dimas kanjeng.”Banyak warga yang menjadi korbannya,mulai dari 20 juta hingga 60 juta rupiah,”jelasnya

 

Oleh Agus,uang itu dijanjikan akan berlipat ganda jumlahnya melalui peran Dimas Kanjeng Taat Pribadi.Namun janji tersebut tak kunjung terealisasi. Sang Kades pun hingga kini menghilang tak ada kabarnya hingga sekarang.

 

Dalam kegiatan tersebut,selain penyerahan surat pemecatan terhadap Agus,juga dilakukan penyerahan surat pengangkatan  plt Kades Jenengan Suprapti oleh pihak Pemkab Grobogan yang diwakili Camat Klambu/ Arief Efendi Kun Amrullah.

Selain camat,kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan tokoh masyarakat,BPD,Koramil dan Polsek Klambu.(nur

Published in KARIMUN

 

 

Ket Photo : Rumah Warga Ludes Terbakar.

 

Grobogan (KT),- Dua rumah milik warga Desa Jumo,Kedungjati,Grobogan,Jawa Tengah,ludes terbakar. Seluruh material rumah yang terbuat dari kayu membuat api semakin membesar dan membakar seisi rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,karena rumah dalam keadaan kosong sedang ditinggal pergi pemiliknya ke ladang.

 

Rumah milik Muslimin,dan Abdul Halim,warga Desa Jumo,Kecamatan Kedungjati,Grobogan,Jawa Tengah, Selasa petang,ludes terbakar. Seluruh material rumah yang terbuat dari kayu ini membuat api cepat membesar dan membakar seisi rumah. Warga pun berusaha memadamkan api yang semakin membesar ini menggunakan alat seadanya agar api tidak merembet ke rumah warga lainnya.

 

Menurut keterangan Joko,warga setempat, api berasal dari ruang kamar rumah milik Muslimin yang saat itu ditinggal pemiliknya ke Jakarta. Rumah dititipkan kepada kakaknya Abdul Halim yang rumahnya berdampingan.” Api beraal dari kamar belakang milik Muslimin,api semakin membesar dan selang lima menit api merobohkan rumah muslimin,” ucapnya dilokasi.

 

Joko menambahkan,api kemudian merembet ke rumah milik kakaknya, Abdul Halim, yang berada disamping rumah Muslimin. Rumah tersebut juga kosong karena ditinggal pergi ke ladang. Penghuni rumah baru mengetahui rumahnya terbakar setelah pulang dari ladang.”Rumah dalam keadaan kosong semua,jadi barang-barang yang didalam tidak bisa diselamatkan,”Jelasnya.

 

Seluruh material rumah yang terbuat dari kayu membuat api semakin membesar dan sulit untuk dipadamkan hingga membakar barang-barang berharga yang berada didalam rumah. Api baru bisa dipadamkan satu jam setelah  dua unit mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi kejadian. Diduga kebakaran ini akibat konsleting listrik dari kamar rumah Muslimin.

 

Sementara itu Kepala Desa Jumo Harnomo mengatakan,pihak desa sudah melaporkan dan mendata kerugian akibat kejadian tersebut ke dinas terkait. Pihak desa juga menghimbau agar warga waspada dan berhati-hati saat rumah akan ditinggal pergi.”Kita sudah data dan laporkan ke kecamatan dan bagian bencana musibah kebakaran ini untuk ditindaklanjuti,kami juga menghimbau agar masyarakat berhati-hati dan waspada saat rumah ditinggal pergi untuk mengecek kompor dan  sumber terjadinya kebakaran agar kejadian kebakaran tidak terjadi lagi mengingat musim ini sudah musim kemarau,” pungkasnya.(nur)

Published in KARIMUN

 

Ket P;hoto : Bunda PAUD Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Ibu, Dra.Hj.Emi Safitri Mursini dan Camat Kuantan Mudik, Drs.Jevrian Apriadi.MSi. 

 

Lubuk Jambi,(KT) – Bunda PAUD Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Ibu, Dra.Hj.Emi safitri mursini menghadiri kegiatan gerakan nasional pembelajaran aku anak jujur (Gernas Manjur II) di Kecamatan Kuantan Mudik tempatnya di Venue Dayung Kebun Nopi Lubuk Jambi (20/5/2017), sabtu pagi.

 

 Kegiatan Gernas Manjur II ini dibuka langsung oleh bunda paud kab.kuansing Dra.Hj.Emi safitri mursini dengan tema Melalui penguatan pendidikan karakter anak usia dini, kita sonsong lahirnya generasi cerdas berintegritas.

Dalam sambutanya bunda paud kab.kuansing Dra,Hj.Emi safitri mursini menyampaikan dengan kegiatan gernas manjur ini mengajak kita intropeksi diri bagaimana cara kita mendidik anak-anak kitam ujarnya mengakhiri.

 

 Kemudian Camat Kuantan Mudik,Drs.Jevrian Apriadi.MSI dalam kata sambutanya menyampaikan, bahwa Bahwa jagan anak saja yang kita suruh berbuat jujur , akan tetapi kita sebagai orang Tua harus memberikan contoh di setiap kata diucapakan harus berkata jujur,sehingga bisa menjadi patokan bagi anak, dan paling utama, ketika anak berbuat salah, jangan dilakukan dengan kekerasan, bombing dengan nasehat atau berikan contoh yang masuk dalam alam pikiranya, ketika seseorang berbuat tidak jujur,”  Imbuhnya

 

Pantauan karimuntoday.com dilpangan,Acara tersebut dihadiri oleh Ibu bupati beserta pengurus paud kabupaten, Danramil, Kapolsek, UPTD pendidikan, KUA dan UPTD KESEHATAN.serta PAUDNI Kecamatan Kuantan Mudik.(Eki Maidedi)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo :Rahmita Lutfi, Dosen Ekonomi Universitas Riau. Ketua Mondek Kuantan Singingi Indonesia. (INOKU INDONESIA)

 

Pekanbaru,(KT)  - Berawal akan kerinduan kampung halaman dan saling berbagi di perantauan, tercetus bagi perempuan asal Kuantan Singingi untuk membentuk organisasi tempat berhimpun. Untuk sementara organisasi ini diberi nama IKATAN MONDEK KUANTAN SINGINGI INDONESIA (INOKU INDONESIA) yang di ketuai oleh Rahmita Lutfi, Dosen Ekonomi Universitas Riau.

 

 Istilah Mondek ini diambil dari bahasa asli Kuansing yang berarti Ibu atau Mak. Nama ini agak unik untuk menunjukkan identitas daerah bahwa perkumpulan ini adalah perkumpulan perempuan-perempuan berdarah Kuansing. "Nama dan ketua hanya bersifat sementara. Secara perlahan kita akan merumuskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi termasuk masalah nama ini," ujar Rahmita.

 

Ditanya awal terbentuknya organisasi ini, pengurus IKKS Pekanbaru ini menjelaskan bahwa tidak terlepas dari keinginan untuk bersilahturahmi dan berkumpul. "Awalnya dari chating di whatshapp kawan-kawan ingin berkumpul sesama perempuan Kuansing dan akhirnya terpikir untuk membentuk organisasi bagi perempuan-perempuan Kuansing di Perantauan. Alhamdulillah kita sudah melaksanakan kegiatan 2 kali wirid dari rumah ke rumah..

 

Lebih lanjut anak prof Muchtar Lutfi, orang Kuansing pertama yang menjabat sebagai rektor di Universitas Riau ini menyatakan bahwa begitu banyak perempuan-perempuan Kuansing yang hebat-hebat dan menduduki kedudukan strategis di berbagai bidang. Tetapi rasa cinta mereka terhadap kampung halaman, Kuantan Singingi tak pernah luntur dan bahkan ingin berkontribusi dalam membangun Kuansing. "Inilah yang membuat kita sepakat untuk membentuk ikatan ini," Cetusnya.

 

 Pembentukan ikatan ini mendapat respon positif dan tidak saja diikuti oleh perempuan-perempuan yang berdomisili di Pekanbaru saja tetapi ada yang tinggal di Jepang dan Amerika Serikat. Siapapun boleh bergabung yang mempunyai ikatan dengan Kuansing, baik suami/istri asal Kuansing, datuak/ino/orang tua asal Kuansing, dan lain sebagainya tanpa melihat latar belakang. Terbuka bagi siapa saja untuk saling berbagi. Bagi yang ingin bergabung silahkan invite WA 08127531780," tambahnya.

 

 Meski baru terbentuk mondek-mondek ini berkomitmen akan memberikan sumbangsih demi kemajuan perempuan-perempuan Kuansing di Indonesia dan Insya Allah akan melakukan MONDEK AWARD bagi perempuan perempuan Kuansing yang berjasa dibidangnya dan program lain pada peringatan hari ibu nanti.

 

“ Rahmita berharap organisasi Ikatan Mondek Kuansing ini berdiri di seluruh provinsi di Indonesia dan menghimbau kepada perempuan-perempuan berdarah Kuansing di Indonesia untuk bergabung di dalamnya sebagai tempat berhimpun perempuan-perempuan Kuansing.” Pintanya ( Eki Maidedi).

Published in KARIMUN

  

Ket Photo : Wakapolres, Kompol.M.Idris,S.ag, sedang Memberikan Kata Sambutan.

 

Teluk Kuantan,(KT) – Bertempat dilapangan Upacara Mapolres Kuansing dilaksanakan Kegetian Memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke -109, Upacara dipimpin lansung oleh, Wakapolres Kuansing beserta Para petinggi di Mapolres Kuansing, Provinsi Riau.

 

Dalam Kata sambutanya, Wakapolres, Kompol.M.Idris,S.ag, mengatakan,Tujuan dilaksanakanya Upacara Memperingati Hari Kebangkitan Nasional ini adalah, Menanamkan Jiwa Nasionalisme kepada seluruh personil di polres kuansing agar tetap cinta tanah air dan semangat mengabdi kepada Bangsa dan Negara.

 

“ Forum Penyampaian Informasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bahwa Nawa Cita Presiden Jokowi salah satunya adalah Pemerataan Pembangunan Indonesia yang berkeadilan sebagai Wujud Kebangkitan Nasional,” Tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Hari Kebangkitan Nasional ini  dilaksanakan secara serentak diseluruh Indonesia,artinya, bukan hanya di kuantan singingi saja,dan juga Harkitnas merupakan hari dimana rakyat Indonesia memperingati proses terbentuknya bangsa dan penting sebagai pengingat terhadap kesatuan bangsa,” Ujar Wakapolres

 

Dalam Pantauan dilapangan terlihat hadir Upacara Harkitnas, Sabtu,(20/5/2017),Para Kabag ,Para Kasat ,Para Kasi ,Para Kapolsek beserta Jajaran,Dan Kurang Lebih 120 Orang Personil Gabungan Polres dan Polsek. (Eki Maidedi/hms polres)

 

 

Published in KARIMUN

 

 

Ket Photo : Ardizal Ka,UPTD Kesehatan Lubuk Jambi bersama Eki Maidedi, KPW.karimuntoday.com di Kediamanya.

 

Lubuk Jambi,(KT) – Tambang Emas Ilegal di Desa Bukit Pedusunan, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, sudah mendapatkan titik terang, ternyata lokasi yang dijadikan penambangan emas tersebut, bukan hanya, Ka.UPTD Kesehatan Lubuk Jambi saja, tetapi di atas lahan tersebut ada 6 orang sebagai pemilik lahan, salah satunya, Ka.UPTD tersebut.

 

Hal itu dikatakan, Ardizal Ka.UPTD Kesehatan Kecamatan Lubuk Jambi, ketika dikonfirmasi karimuntoday.com, Sabtu,(20/5/2017), di kediamanya mengatakan, Aktivitas tambang emas illegal di lahan miliknya, dia tidak mengetahui sama sekali, dia baru tahu ketika ada temannya mengatakan, ada berita di media online,karimuntoday.com,yang menyatakan bahwa, aktivitas tambang emas illegal dilahan miliknya, di Desa Bukit Pedusunan, dan dia lansung membaca, setelah dia baca, dia pun terkejut, dan ke esokan harinya, dia lansung mendatangi lokasi lahanya, ternyata memang benar dilahan miliknya terlihat aktivitas penambangan emas dengan menggunakan dompeng.

 

“ Ya dia sudah memberikan teguran secara lisan kepada oknum-oknum yang menambang emas dilahan miliknya, namun, setelah satu minggu berlalu teguran tersebut, rupanya belum di indahkan oleh oknum-oknum tersebut, buktinya sampai sekarang masih beroperasi di lahanya, dan hari ini dia akan memberitahukan lagi agar oknum tersebut jangan mendompeng dilahanya, andaikata satu dua hari ini, masih juga beraktivitas di lahan miliknya, maka dia akan melaporkan ke penegak hukum,” Tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Adapun oknum-oknum pemilik lahan yang dijadikan tambang emas illegal diantaranya, Marwan,Anas, Cipun, Parto, Duat dan dirinya, mengenai kelima orang tersebut, dia tidak mengetahui apakah mereka memberikan izin menambang emas illegal dilahanya atau tidak, kepada oknum pengusaha tambang emas tersebut,” Pungkasnya

 

Secara terpisah, Zubirman MY SH, Praktisi Hukum di Kuansing, berharap agar Kapolda Riau untuk turun lansung menghentikan aktivitas tambang emas ilegal tersebut, pasalnya dia melihat, mulai dari tingkat polsek sampai polres tidak punya kemampuan untuk membumi hanguskan tambang emas ilegal di lubuk jambi serta muara lembu," Cetusnya  (Eki Maidedi)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Rudi Palo Ka.Satpol PP Kabupaten Lingga,Provinsi Kepri, Usai Melantik Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

 

Lingga_(KT) - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lingga,Provinsi Kepri,  melantik 220 orang Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang berada di seluruh Desa di 5 Kecamatan, yaitu Kecamatan Singkep, Singkep Barat, Singkep Selatan, Singkep Pesisir dan Posek.

 

Dalam sambutannya,Kasatpol PP Lingga, Rudipalo berharap agar seluruh anggota Satlinmas dapat bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam menjaga keamanan lingkungan di tempat mereka masing masing bertugas.

Adapun pelantikan tersebut Bertempat di Gedung Nasional Dabo Singkep, acara ini juga di hadiri oleh seluruh Kepala Desa dan Camat yg menyaksikan acara pelantikan tersebut.

 

" Pada hari ini kami mewakili Pemerintah Kabupaten Lingga juga akan menyerahkan insentif kepada seluruh anggota satlinmas yangg telah di lantik sesuai dengan SK Bupati Lingga" demikian ungkap Rudipalo (19/5) kepada karimuntoday.com dalam acara tersebut.( Amri)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Aktivitas Tambang Emas Ilegal,(net).

 

Teluk Kuantan,(KT) – Penambangan Emas Tanpa Izin di Desa Bukit Pedusunan Kecamatan Lubuk Jambi, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, lahanya, ternyata milik salah seorang oknum pegawai UPTD Kesehatan sampai saat ini masih terlihat beraktivitas, tanpa ada rasa takut,(kebal hukum), tentu sangat menjadi pertanyaan dari masyarakat sekitar,aparat penegak hukum kepolisian  di daerah seakan-akan tidak punya nyali untuk melakukan tindakan tegas.

 

Hal tersebut dikatakan,Praktisi Hukum, Zubirman MY SH di kuansing kepada karimuntoday.com Jumat (19/5/2017), Dia tidak habis pikir  sampai saat ini aktivitas penambangan emas illegal di desa bukit pedusunan, kecamatan kuantan mudik, masih tetap beroperasi, padahal, aktivitasnya sangat meresahkan masyarakat, karena dia mendapatkan informasi kurang lebih satu kilo meter dari lokasi tambang tersebut, ada kerambah ikan masyarakat, celakanya lagi, ternyata lahan yang di tambang emas tersebut  katanya milik salah seorang oknum pegawai UPTD Kesehatan di Lubuk jambi.

 

“  Dia berharap agar bapak  kapolda riau untuk turun tangan lansung menutup aktivitas tambang emas illegal tersebut, pasalnya, dia melihat aparat kepolisian mulai dari polsek  kecamatan lubuk jambi sampai dengan polres kuansing, tidak memiliki keberanian untuk melakukan penutupan terhadap tambang emas illegal tersebut,” Cetusnya

 

Ditambahkanya lagi, Dia berasumsi apabila penambangan emas illegal di desa bukit pedusunan, kecamatan lubuk jambi, serta di muara lembu tidak dibumi hanguskan, maka kedepanya, tidak menutup kemungkinan akan tumbuh seperti jamur tambang-tambang emas illegal di kabupaten kuansing, seperti dahulu lagi, karena masyarakat menilai aparat penegak hukum tidak begitu serius melakukan tindakan tegas, terhadap aktivitas tambang emas illegal tersebut,” Tuturnya

 

Secara terpisah, Ardizal Oknum Pegawai UPTD Kesehatan Lubuk Jambi pemilik lahan yang dijadikan tambang emas illegal, sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya

 

Kepala Kepolisian Daerah Riau, irjen Pol.Zulkarnain sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya terkait permintaan salah seorang praktisi hukum di kuansing agar bapak kapolda turun lansung melakukan penutupan aktivitas tambang emas illegal di kabupaten kuansing,provinsi riau, pasalnya dia melihat, kapolres kuansing kurang serius membumi hanguskan aktivitas tambang emas illegal tersebut,” Pungkasnya (*)

Published in KARIMUN

 

 

Ket Photo : Tokoh masyarakat dari Empat Kecamatan di Karimun, mengikuti Sosialisasi.(lk)

 

Karimun,(KT) - Pemerintah Kabupaten Karimun menggelar sosialisasi  Peraturan Daerah Perda Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah,Perda Nomor 8 tahun 2015 Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS serta Perda nomor  8 tahun 2016 Tentang Tanggung jawab Sosial Perusahaan di Aula Meeting Room Hotel Balai View,Kamis (18/5/2017) dengan pagu anggaran sebesar Rp100 Juta.

 

Sosialisasi produk hukum ini di ikuti oleh tokoh masyarakat yang ada di empat kecamatan Karimun diantaranya,Kecamatan Karimun,Meral,Meral Barat dan Tebing.dari 60 undangan peserta hanya 40 peserta yang menghadiri kegiatan sosialisasi ini.

Kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) yang di selenggarakan oleh Bagian hukum Pemerintah Kabupaten Karimun di laksanakan tiga produk hukum sekaligus dengan tema”Melalui Sosialisasi Peraturan Daerah Mari Kita Tingkatkan Pengetahuan dan Pemahaman Terhadap Produk Hukum Daerah Kabupaten Karimun Untuk di Terapkan Dalam Kehidupan Bermasyarakat.

Kasubag hukum bidang dokumentasi Pemkab Karimun Yanti yang juga selaku PPTK kegiatan ketika di konfirmasi di sela-sela acara berlangsung mengatakan dirinya tidak bisa memberikan penjelasan terkait kegiatan sosialisasi ini,”mohon maaf saya tidak bisa menjelaskannya berhubung saya baru menjabat,”jelasnya.

Selai itu Yanti juga tidak mengetahui pasti konsep kegiatan teknis acara sosialisasi produk hukum peraturan daerah yang sedang di gelarnya,”silahkan saja dengar dan lihat sendiri acara sosialisasi kami pak,untuk lebih jelasnya silahkan tanya sama bu Dwi,”katanya dengan gagap.

Terpisah,Kabag Hukum dan Organisasi Tatalaksana Setdakab dijabat Nurbaiti Dwi Kurnia ketika di konfirmasi via hp selularnya mengatakan kegiatan sosialisasi Perda yang kita gelar hari ini merupakan produk hukum daerah yang nantinya masyarakat bisa lebih memahami serta dapat di terapkan di dalam kehidupan bermasyarakat,”terang Dwi ketika dilansir diliputankepri.com

Kemudian kata Dwi,peserta yang ikut dalam kegiatan sosialisasi Perda ini pada umumnya dari  tokoh masyarakat yang ada di empat Kecamatan yang ada di Karimun,berharap nantinya peserta ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat,”benar kita mengundang sebanyak 60 peserta namun yang datang baru sekitar 40 peserta,”ujar Dwi.

Saat ditanya berapa dana yang dianggarkan dalam kegiatan sosialisasi Perda ini,”Dwi menjawab sekitar Rp100 Juta dengan jumlah kuota peserta sebanyak 60 orang,”semua sudah kita kondisikan,dana yang kita anggarkan dalam kegiatan ini sudah sesuai dengan RKA,walaupun peserta yang datang 40 orang tetap kita hitung termasuk uang saku peserta,”papar Dwi mengakhiri.(*)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Muklansyah Ketua LSM RCW Kepri saat Melaporkan Kasus Korupsi di Kejaksaan Karimun, beberapa Bulan Silam.

 

Karimun,(KT) – Kurang lebih satu tahun silam pihak Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun, provinsi Kepri mengusut dugaan tindak pidana Korupsi pada Proyek Eskalasi In'door Gelanggang Olah Raga milik Pemkab Karimun,hingga kini belum ada kejelasan bahkan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

 

Mangkraknya penuntasan kasus tersebut menjadi sorotan serius dari LSM RCW Kepri, karena kasus tersebut dari awal dilakukan pengusutan oleh pihak kejari karimun, sampai dengan melakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan terhadap beberapa orang oknum pegawai dinas pu karimun, dia telah melakukan pemantauan.

 

Hal tersebut dikatakan, Muklansyah Ketua LSM RCW Kepri kepada karimuntoday.com, Jum’at (19/5/2017),Ya dia sudah mengikuti kasus ini dari mulainya dilakukan penyelidikan oleh pihak kejaksaan negeri karimun pada tahun 2016 silam,anehnya sudah memasuki pertengahan tahun 2017,kasus tersebut tidak pernah naik kepenyidikan, bahkan terkesan hilang ditelan bumi, oleh sebab itu dalam waktu dekat dia akan melaporkan kasus tersebut ke Kejati Kepri.

 

“  Dia melihat Kejaksaan Negeri Karimun setiap kasus dugaan korupsi ketika dilingkup pemerintahan pemkab karimun terlihat kurang serius untuk menuntaskanya salah satunya kasus eskalasi, dan tentunya menjadi pertanyaan besar, oleh sebab, itu dia sudah mengambil keputusan untuk melaporkan kasus ini ke Kejati Kepri, dan apabila, mandeg juga di Kejati Kepri,maka dia akan melaporkan ke Kejagung RI,” Tegasnya

 

Ditambahkanya lagi,kasus Eskalasi tersebut sudah masuk dalam tahap pemeriksaan sejumlah saksi, hingga Direktur pemenang Tender asal kota Pekan Baru. Dalam Dugaan Tipikor tersebut, disenyalir negara berpotensi mengalami kerugian hingga 1,8 Miliar lebih ditahun 2009 silam.


" Kalau tidak salah, sejumlah saksi dari pihak PU Karimun sudah diperiksa, mulai dari Sekretaris, PPTK dan sejumlah oknum staf lainnya, tapi kok tiba-tiba senyap ya?. Perkiraan kerugian negara dalam kasus dugaan tipikor Eskalasi tersebut berpotensi hingga 1,8 Miliar rupiah." terangnya lagi.


Selain Indikasi penyelewengan keuangan Negara, Kasus Eskalasi tersebut juga dapat dipidana, pasalnya, terindikasi Tanda tangan Direktur pemenang proyek tersebut sengaja dipalsukan. Hal tersebut terlihat jelas dalam surat pencairan yang dikemas dalam 3 tahap.


" Bukti pembayaran yang ditransfer lewat Bank, dan dukumen lainnya. Tampak jelas tanda tangan pemilik perusaan dipalsukan, karena sangat berbanding jauh dengan tanda tangan aslinya," Tutur Mulkan

 

Secara terpisah, Kejari Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya, terkait sudah sejauh mana perkembangan penyelidikan dugaan korupsi dana eskalasi In’door Gelanggang Olah Raga, serta adanya dugaan pemalsuan tanda tangan pemilik perusahaan yang dipalsukan untuk melakukan pencairan dana, serta adanya tudingan bahwasanya tidak serius menangani perkara tersebut dan salah satu LSM di Kepri akan melaporkan ke Kejati Kepri, belum dapat dimintai konfirmasinya.(*)


 

 

 

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« May 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31