humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: May 2017

Ket Photo :  (Ketua HMI, PMKRI dan GMNI Cabang Jayapura saat melakukan Konferensi Pers).

Jayapura,(KT)  - Mundurnya MUSDA V KNPI Kota Jayapura yang seharusnya diadakan 2 Mei 2017 disebabkan adanya dua tubuh dalam keberadaan OKP tersebut. Sehingga para aktivis pemuda dan mahasiswa yang berada di kota jayapura pun membuat nota gerakan cipayung jayapura agar permasalahan yang terjadi dapat di tuntaskan.


Dalam hal ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Peresekutuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jayapura membuat pernyataan sikap terkait dualismenya didalam tubuh KNPI Kota Jayapura. Sehingga akar permasalahan yang membuat kegaduhan dapat diselesaikan melalui kesepakatan bersama. (13/5)

3 point nota kesepahaman tersebut menegaskan ;

1. Mensukseskan MUSDA V KNPI Kota Jayapura.

2. Meminta kepada walikota terpilih kota jayapura, agar dapat menuntaskan dualisme menjadi satu organ tubuh. Dalam hal ini KNPI Kota Jayapura.

3. Mendesak agar pemuda kota jayapura, Menjadi satu dalam satu wadah Okp KNPI Kota Jayapura.

Dalam kesepakatan tersebut pun ditanda tangani langsung oleh ketua umum cabang masing masing dari organisasi berbasis cipayung itu.

Tanggapan pun datang dari Michael jhon yarisetouw ketua Koordinator Jayapura Perhimpunan Mahasiswa Dan Pemuda AKARTAPURA (Aceh Jakarta Jayapura). Menurutnya, Kita berharap melalui kesepakatan pernyataan sikap bersama ini dapat menjalin persatuan dan kesatuan pemuda dan mahasiswa di kota jayapura.

"Yakin pasca kesepakatan ini akan terjadi musyawarah menyamakan persepsi bahwasanya ideologi kebenaran secara dewasa ini harus menjalin persaudaraan, berharap akan terjadi satu Okp KNPI Kota Jayapura" Tandasnya. (TW)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Anisman Korban Laka Lantas warga Desa Koto Tuo,Baserah, Kecamatan Kuantan Hilr, Kuansing, Riau.

 

Teluk Kuantan,(KT) - Kecelakaan maut terjadi menyebabkan  1 orang bernama anisman meninggal dunia dilokasi kejadian kamis 11 mei 2017, kecelakaan terjadi sekira pukul 18.30.wib Penyebab terjadinya kecelakaan mobil toyota portuner dengan no.pol : BA. 1963 QX warna hitam out of control (Lepas Kendali) sehingga menabrak tebing lalu terguling.

 

Menurut, Kapolres Kuansing,AKBP Dasuki Herlambang melalui Kasubag Humas, AKP.G.Lumban Toruan, Mobil yang dikemudikan oleh,EFI Oknum anggota TNI.AD Baserah melaju di jalan lurus yang sedang dalam pengerasan dari PT.RAPP sektor basrah kec.pangean menuju jalan lintas utama teluk kuantan -rengat terguling, diduga lepas kendali sehingga penumpang dimobil tersebut lansung tewas ditempat.

 

Adapun korban Anisman laki-laki 39 tahun pekerjaan swasta ,alamat dusun01/rt01/rw.01 desa koto tuo kec.kuantan hilir kab.kuansing, sudah di kebumikan kemarin,” ujar  Lumban ( Eki Maidedi)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Loggo Ikatan Wartawan Online Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau.

Teluk Kuantan,(karimuntoday.com) - Pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Kuansing telah resmi terbentuk. Dengan telah Terbentuknya IWO di Kabupaten Kuansing mendapatkan sambutan luar biasa dari Bupati dan Wakil Bupati Kuansing, Mursini-Halim (MH).

Bupati Kuansing, drs.H Mursini,M.Si melalui sambungan telepon, Jumat (12/5/17) malam, mengapresiasi atas terbentuknya DPD IWO Kuansing. Dalam sambungan telepon itu, Drs .H. Mursini,M.Si mengharapkan IWO Kuansing sebagai pelopor bagi Pemerintahan Kuansing dalam menyampaikan informasi yang akurat, dan jangan mendahului dan berandai- andai.

"Dengan terbentuknya IWO ini, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak mengada - ada," harap Bupati Mursini.

Sementara itu Wakil Bupati Kuansing, H.Halim juga menuturkan yang sama. H.Halim menyampaikan dalam pesan singkatnya bahwa dia dengan terbentuknya DPD IWO Kuansing ini sebagai perekat sesama insan pers terutama sesama media online dan juga dengan media cetak lainya.

"Dengan terbentuknya IWO ini sehingga rekan rekan wartawan menjadi teratur dan jangan terpecah belah," harap Wabup Halim.

Wabup Halim juga berharap agar sinergritas yang telah terjalin dengan baik selama ini terus ditingkatkan. Dan informasi yang disajikan kepada masyarakat selalu bermamfaat dan memberi nilai positif terutama dalam meningkatkan kepercayaan serta mengedukasi masyarakat.

Sekedar diketahui tadi siang, Jumat (12/5/2017) Organisasi Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Kuansing resmi dibentuk di Teluk Kuantan. Dalam agenda tersebut Hendrianto dari situs berita 
www.riauterkini.com terpilih secara aklamasi. Sementara Wakil Ketua I (Bagian Urusan Luar) dijabat oleh Hendra Riko Purnomo dari situswww.detakriau.com dan Wakil Ketua II (Bagian Urusan Dalam) dijabat oleh Joko Susanto dari situswww.riauglobal.com .

Sementara Jabatan Sekretaris dipegang oleh Replizar dari situs www.Riau24.com dan Wakil Sekretaris dijabat Antoni dari situs www.HarianRiau.co . Sedangkan untuk posisi Bendahara dijabat oleh Kasmalindawati dari situs www.pelitariau.com . Sementara Said Mustafa Husein dari situs beritawww.detakriau.com selaku Dewan Penasehat.disamping itu Eki Maidedi Kepala Perwakilan dari situs berita karimuntoday.com menjabat sebagi sdm pengkaderan ***( rls/EQ )

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Muharliyus, Plt Sekdakab Kuansing, Provinsi Riau.

 

Teluk Kuantan,(KT)  – Guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan dan komiditi lainnya jelang Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1438 H tahun 2017, Polres Kuantan Singingi menggelar Rapat Koordinasi dengan mengundang Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

 

Rakor terkait ini diselenggarakan Jumat (12/5) di aula Satlantas Polres Kuansing. Rakor dipimpin oleh Kapolres Kuansing AKBP Dasuki Herlambang, sedangkan dari Pemkab Kuansing hadir pada acara ini Plt Sekretaris Daerah Muharlius SE, MM, Kadis Pertanian Ir Maisir, Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Ir Emerson dan Herlinawati perwakilan dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian.

 

Ada beberapa item penekanan penting yang disampaikan oleh Kapolres Kuansing dalam Rakor ini. Yaitu menyangkut ketersediaan pangan di tengah masyarakat, kemudian stabilitas harga pangan dan kepastian terhadap ada atau tidaknya distributor yang bermain keterhadap kebutuhan dan ketersediaan pangan ini. Guna mengatasi persoalan tersebut,

 

Menurut Kapolres Kuansing, segera dibentuk Satuan Tugas (Satgas) pangan yang beranggotakan Polres Kuansing dan instansi terkait. Kemudian Pemda Kuansing harus menetapkan harga pangan yang beredar di tengah masyarakat bukan harga dari distributor. Kemudian melakukan penindakan terhadap distributor yang nakal atau bermain. Dan, disetiap hari pasar perlu dilakukan operasi pasar oleh instansi terkait.

 

“Saya kira secepatnya kita bentuk Satgas Pangan ini dan dikukuhkan segera sehingga bisa langsung bekerja mengawasi ketersesiaan pangan di Kabupaten Kuansing,” ujar Kapolres seraya menambah awal pekan depan satgas pangan ini sudah dibentuk dan dikukuhkan.

 

Sementara itu Plt Sekda Kuansing Muharlius menyampaikan, dari hasil pemantau petugas lapangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian bahwa ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Kuansing untuk tiga bulan kedepan dalam keadaan aman dan cukup. Kendati demikian, dirinya berharap kepada Pemprov Riau untuk tetap mengawasi jalur-jalur distribusi barang menjadi tanggungjawab Pemprov Riau karena ketersediaan stok barang kebutuhan pokok masyarakat sangat dipengaruhi oleh jalur distribusi lebih khusus jalur Kuansing-Sumatera Barat.

 

Terkait hal lainnya yang juga disampaikan Muharlius dalam rakor tersebut bahwa pendistribusian BBM ke SPBU sampai saat ini di Kuansing masih lancar. Sedangkat terkait ketersediaan LPJ 3 Kg, terjadi kelangkaan di beberapa kecamatan pada minggu terakhir bulan Maret dan di Bulan April. “Dari hasil konfirmasi kepada agen bahwa penyebab kelangkaan itu karena antrian di SPBE dan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan LPJ 3 Kg ini,” terang Muharlius ( Eki Maidedi/hms)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Para Jurnalis Mengadakan Rapat Pembentukan Ikatan Wartawan Online,(IWO), di Kabupaten Kuansing,Provinsi Riau, Jum'at (12/5/2017).

 

Teluk Kuantan,(KT) –Dalam rangka untuk memupuk kebersamaan sesama insane pers maka para jurnalis media online yang meliput di kabupaten kuansing, riau membentuk suatu wadah yang bernama, Ikatan Wartawan Online (IWO), Jumat (12/5/17) di Teluk Kuantan.

Hendrianto dari situs berita www.riauterkini.com terpilih sebagai Ketua berdasarkan musyawarah dan mufakat yang dilakukan oleh segenap wartawan media online, Jumat tadi siang.

 

Sementara Wakil Ketua dijabat oleh Joko Susanto dari situs www.riauglobal.com dan Hendra Riko Purnomo dari www.detakriau.com jabatan Sekretaris Replizar dari www.Riau24.com dan Antoni dari HarianRiau.co bendahara dijabat oleh Kasmalindawati.

 

Sedangkan Jabatan Dewan Penasehat dipercayakan kepada, Said Mustafa Husein dari situs berita www.kuansingkita.com. adapun Bidang SDM Pengkaderan ditunjuk, Eki Maidedi dari situs karimuntoday.com

Untuk sementara waktu sekitar 13 wartawan media online yang ada di Kabupaten Kuansing menyatakan diri bergabung dengan IWO Kuansing.

Ketua Terpilih, Hendrianto, Dalam sambutannya usai pemilihan tadi siang mengatakan keberadaan IWO ini kedepan diharapkan akan menjadi tameng untuk menangkal berita berita hoax yang bertujuan untuk memecah belah masyarakat dan keutuhan NKRI. Karena menurut dia, akhir akhir ini penggunaan media sosial (medsos) banyak yang disalah gunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian dan menyinggung masalah SARA.

“Ini salah satu tujuan kami," ujar Hendrianto.

Tujuan lainya kata dia adalah untuk mempersatukan para jurnalis media online yang bertugas di Kabupaten Kuansing, sehingga dalam menjalankan tugas jurnalistik sehari hari benar benar terkontrol dan sesuai dengan visi misi media massa.

Terakhir Hendrianto mengajak seluruh wartawan online yang ada di Kabupaten Kuansing bergandeng tangan dan membantu pemerintah dalam menjalankan program pembangunan sesuai dengan kapasitas sebagai seorang Jurnalis.(Eki Maidedi)

Published in KARIMUN

 

 

The 11th Eco-products International Fair 2017 formally declared open with the ribbon cutting by the dignitaries.

TOKYO, JAPAN, (KT) - Asian Productivity Organization (APO) Secretary-General Dr. Santhi Kanoktanaporn today called upon developing countries, particularly APO members, to focus on Sustainable Productivity to meet the challenges posed by fast-changing technologies shaping the global economy and driving new business models.

"We need to join forces in raising awareness and modifying our behaviors, strategies, and business models at different levels, so we can timely respond to emerging environmental challenges and proactively manage the opportunities that lie ahead," the Secretary-General stated at the International Environmental and Economic Forum held in parallel with the 11th Eco-products International Fair(EPIF 2017).

The EPIF 2017 is being organized by the APO, Vietnam National Productivity Institute, Vietnam Chamber of Commerce and Industry, and Vietnam Environment Administration at the Saigon Exhibition & Convention Center in Ho Chi Minh City, 11--13 May 2017. It is supported by the Vietnamese Ministry of Science & Technology and Ministry of Natural Resources & Environment.

Dr. Kanoktanaporn added that, at the national and global levels, the key to Sustainable Productivity would depend on the ability of countries to adapt to changing technologies, market needs, and consumer behavior to review, revise, and adopt new policies. "Governments will also need to create favorable policies and business environments aimed at encouraging R&D and innovation by organizations, as well facilitate and motivate entrepreneurship," he stressed.

The Secretary-General explained that, with the rapid changes occurring around the world in various spheres, the APO would focus on promoting Sustainable Productivity as a key element of its activities. "To assist our member countries to become resilient at a time of extreme turbulence, high uncertainty, and fast changes, the APO is committed to assisting and preparing its member countries to become future-proof," he declared, acknowledging that sustainable productivity growth today was a complex issue cutting across multiple domains, including government policies and concerns related to industry, agriculture, climate change, and others. "We are calling for concerted efforts in all spheres to move toward a sustainable future," Dr. Kanaktanaporn concluded.

Welcoming dignitaries and delegates to the EPIF 2017, Vice Minister Trần Việt Thanh of the Vietnamese Ministry of Science and Technology commented that sustainable development was one of the fundamental criteria in reforming the model of economic growth as well as the most significant goal for Vietnam. "With the theme Green Technologies and Products: Actions for the Future, the EPIF 2017 is an important step toward the development of Vietnam's economy and an important event to disseminate and raise community awareness of productivity and sustainable development through producing and consuming eco-friendly products, services, and technologies," Vice Minister Thanh observed.

The three-day EPIF promotes awareness of sustainable development through the production and consumption of eco-friendly products, services, and technologies. The theme Green Technologies and Products: Action for the Future focuses on future-proofing productivity efforts while achieving sustainable industrial development and growth in APO member countries.

In his address at the EPIF Opening Ceremony, Green Productivity Advisory Committee Chairperson Hajime Bada, Honorary Adviser, JFE Holdings Inc., pointed out that with APO member countries continuing to experience rapid economic growth, the burden on the environment had increased due to greater energy use. "This is now a major problem and I hope that this EPIF, which is showcasing the world's best and latest environmental technologies, will help change perceptions of the Paris Agreement so that it is viewed not as a constraint but as an opportunity for new contributions to sustainable development," he remarked.

The EPIF is one of the largest international environmental exhibitions in Asia, and this is the second time for Vietnam to host the event. Among the 174 exhibitors, companies from PR China, Germany, Japan, the Republic of Korea, Thailand, and Vietnam are introducing their latest environmentally friendly equipment, products, and services. Industry players can explore business collaborations, investment cooperation, trade promotion, and technology transfers. The fair is also a good opportunity for local counterparts to build national strategies, identify needs, and promote activities for green growth in Vietnam.(*)

 

 

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Kapolsek, Sengingi Hilir, danTiga Orang Pedagang serta Barang Bukti Petasan yang Diamankan.

 

Teluk Kuantan,(KT) – Menyambut Bulan Suci Ramadhan beberapa pekan lagi, pedagang petasan,(mercon), sudah mulai terlihat, ini dibuktikan, ditangkapnya 3 orang pedagang yang sedang berjualan Petasan oleh Polsek Singingi Hlir,Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

 

Hal tersebut dikatakan,Kapolres Kuansing,AKBP. Dasuki Herlambang,melalui, AKP. G. Lumban Toruan Kasubag Humas Polres Kuansing kepada karimuntoday.com, Kamis,(11/5/2017), Ya sekitar pukul, 9,20 wib tadi pagi, Kapolsek Singingi Hilir bersama anggotanya telah mengamankan tiga orang pedagang petasan di wilayah hukumnya, serta mengamankan petasan berbagai jenis, dianyaranya, Petasan Merk Lumba-lumba: 1. 970 Buah, merk Elang emas : 12 Buah, merk Mini wood : 60 Buah, merk Roman candle: 10 Buah, merk Rahe snakc : 2 Buah, merk magical shoot: 12 buah, merk happy flower: 108 buah, merk whistling thunder: 2 buah.

 

“ Saat ini barang bukti petasan sudah diamankan di Polsek Singingi Hilir,tindakan tersebut untuk mengantisipasi maraknya para pedagang yang menjual petasan tanpa memiliki izin dari pihak terkait, alias illegal, selain itu juga, dampak dari maraknya petasan selain membahayakan, juga akan menganggu masyarakat muslim yang akan menunaikan sholat ketika bulan suci ramadhan kelak,” tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Indentitas ke tiga pedagang/penjual petasan tanpa memiki izin tersebut sebagai berikut,Denta Mario,(30 thn), Warga Muaro Sentajo Kec.sentajo Raya, dan Dasril (57 Tahun), Alamat Tangkerang Pekanbaru kemudian Muhammad Aras (23 Tahun), Alamat Desa beringin Tlk. Kuantan Selanjutnya,dilakukan proses, diantaranya, Dilakukan introgasi. 2. Dibuatkan serah terima barang. Dan ke 3. Dibuatkan surat pernyataan.

 

" 10 orang anggota polsek Singingi hilir.Giat selesai pukul 10.30 wib, Selama giat berlangsung situasi terdapat dalam keadaan aman dan kondusif.” Tukas Ka Humas Polres Kuansing Lumban Toruan (Eki Maidedi)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Tambang Emas Ilegal.(net).

 

Teluk Kuantan,(KT) – Puluhan Pertambangan Emas Tanpa Izin, (DOMPENG) di Desa Bukit Pedusunan Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, aktivitasnya sudah meresahkan warga setempat, pasalnya, limbah dari PETI tersebut mengancam kerambah apung milik warga,mirisnya lagi, keberadaan PETI Ilegal tersebut, seakan-akan tidak terhendus oleh pihak Polsek Kuantan Mudik maupun Polres Kuansing.

 

Hal tersebut dikatakan, Syamsir Amri Ketua Kelompok Kerambah Apung kepada karimuntoday.com, Kamis,(11/5/2017), Dia sangat kwahtir dengan keberadaan puluhan Pertambangan Emas Tanpa Izin,(PETI), yang tidak berapa jauh dari areal kerambah apungnya, bahkan saat ini limbah dari dompeng tersebut sudah mengalir kearah dimana kerambah apung kelompoknya berada, apabila tidak cepat di antisipasi, maka nasib ikan peliharaanya akan terancam, buktinya, saat ini ikan – ikan didalam kerambah sudah banyak stress, tidak mau makan, karena air didalam kerambah sudah keruh seperti kopi susu.

 

“  Dia berharap Bapak, Kapolres Kuantan Singingi, atau Bapak Kapolsek Kuantan Mudik di Lubuk Jambi, agar dapat menghentikan aktivitas pertambangan emas Tanpa Izin,(PETI),tersebut,pasalnya, apabila ikan-ikan dikerambah pada mati, siapa yang bakal bertanggung jawab, jangan akibat dilakukan pembiaran akan menimbulkan komplik antar warga,” tuturnya

 

Ditambahkannya lagi, Diakuinya, bahwa aktivitas penambangan emas tanpa izin tersebut di atas lahan pribadi milik warga Desa Bukit Pedusunan,tetapi aktiviats tambangnya bukan kah tidak ber izin, selayaknya dilakukan penertiban dan penutupan, karena sudah membuat masyarakat resah, sekali lagi diminta kepada aparat kepolisian untuk bertindak tegas,” Pungkasnya

 

Secara terpisah,Kepala UPTD Dinas Perikanan Wilayah IV, Rahmatulah,A.Md kepada karimuntoday.com, membenarkan operasi ilegal(DOMPENG), dilahan pribadi Edi Mentari dan Duat,juga warga desa bukit pedusunan,namun bagaimanapun harus dilakukan pembasmian, karena sudah meresahkan orang banyak.atau sudah mengganggu bahkan dapat mematikan usaha kerambah apung bukit pedusunan,”  ujarnya singkat.

 

Kemudian,Salah seorang Aparatur Pemerintahan Desa Bukit Pedusunan Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau kepada karimuntoday.com juga mengatakan, Bahwa aktivitas PETI tersebut sudah disampaikan dan dilaporkan ke Dinas Perikanan Kabupaten.Kuansing, namun sampai saat ini belum ada tanggapan, dan dia berharap semua pihak berperan aktif untuk  mendukung/pembasmian peti ilegal alias (DOMPENG) di desa bukit pedusunan ini,pasalnya Lahan Venue dayung yang telah di bangun dan juga untuk lahan perikanan  berkisar 60ha,sekarang sudah dicemari oleh limbah dompeng” Ujarnya

 

Secara terpisah, Kapolres Kuantan Singingi, AKBP,Dasuki Herlambang,sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, terkait maraknya, aktivitas tambang emas ilegal di wilayah hukumnya, belum mendapatkan tanggapan, serta terkesan adanya pembiaran.(Eki Maidedi) 

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Guru setiap Langkahmu di selingi dengan Keceriaan walaupun terlihat letih diraut Wajahmu, namun, tetap sabar.(net)

 

Tanjungpinang,(KT) – Dewan Pimpinan Pusat ikatan Pemuda Melayu Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri sangat menyayangkan sudah memasuki lima bulan gaji Guru Honorer serta Tenaga Adminstrasi di Sekolah Menegah Atas,(SLTA), belum juga di bayarkan, sehingga akan berdampak kepada proses belajar mengajar bagi anak didik, oleh sebab itu, diminta kepada Gubernur Kepri melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri untuk segera mencairkan gaji para guru serta adm tersebut,agar para guru serta tenaga adm dapat focus menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

 

Hal itu dikatakan, Azhar MN Ketua DPP IPMKK Provinsi Kepri kepada karimuntoday.com Kamis,(11/5/2017), Kalau berkaca kepada UU No 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah mengenai tanggung jawab pendidikan setingkat SLTA ruang lingkupnya sekarang diambil alih oleh provinsi belum saatnya, pasalnya, dia melihat kesiapan di suatu daerah untuk menjalakan amanat UU tersebut sangat beragam, contohnya saja di Provinsi Kepri, sudah lima bulan gaji guru honorer maupun tenaga adm belum juga di bayarkan, artinya, dinas pendidikan provinsi belum siap atas pelimpahan wewenang tersebut.

 

“ Dia melihat Dinas Pendidikan Provinsi Kepri belum begitu siap menerima pelimpahan atau menjalankan amanat UU No 23 Tahun 2014, pasalnya, sudah sekian bulan belum juga bisa menuntaskan permasalahan yang ada, sehingga dampaknya, lima bulan gaji guru honorer dan tenaga adm belum dibayarkan, selayaknya pemerintah pusat melakukan evaluasi atas UU tersebut, karena dinilai lebih besar mudaratnya dari manfaatnya,” Imbuh azhar

 

Ditambahkanya lagi, Waktu lima bulan bukan hari yang pendek, tapi panjang, namun, para guru serta adm masih bisa bertahan hidup, coba kita renungkan kepada diri kita sendiri, andaikata terjadi terhadap diri pribadi,apa yang akan dilakukan, selayaknya Gubernur Kepri bertindak tegas, dan DPRD Provinsi Kepri, sebagai penyambung lidah masyarakat, mana suaramu,” Tutur azhar (*)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Bupati Kuantan Singingi,Drs.Mursini,M.Si Secara Simbolis Menghidupkan Api Pelayuran Jalur Panglimo Sati Toar. Selasa,(9/5/2017),Malam.

 

 

Gunung Toar,(KT) - Bupati Kuantan Singingi Drs H.Mursini,M.Si hadiri pendiangan jalur Panglimo Sati Toar Kecamatan Gunung Toar, Selasa malam (9/5/2017). Jalur yang pernah menjadi kebanggan masyarakat Kecamatan Gunung Toar di era tahun 1990 an ini diharapkan kembali mampu meraih prestasi terbaiknya di setiap event pacu jalur, baik pada tingkat rayon maupun tingkat nasional yang memperebutkan piala bergilir Menteri Pariwisata RI di Teluk Kuantan.

  

Dalam sambutannya, Bupati memberikan arahan untuk bisa berprestasi pada tingkat rayon maupun di event nasional, di tepian narosa teluk kuantan. Yang menjadi syarat utamanya adalah seluruh elemen masyarakat yang ada di desa harus bersatu, Disamping itu juga berlatih yang keras dan jalur memang sedang berada dalam kondisi baik.

 

Bupati, berharap jika selama ini masih ada masyarakat yang terkotak-kotak, baik disebabkan oleh Pilkada lalu, sekarang kita hilangkan semua persolan yang menyebabkan perpecahan,” mari sama sama kita majukan desa kita ini serta meminta  masyarakat Desa Toar untuk senantiasa kompak bila mana ingin meraih prestasi di segala bidang,baik di jalur maupun bidang lainnya”

 

 Bupati juga mengakui bahwa jalur Panglimo Sati Toar ini dulunya merupakan jalur kebanggaan Masyarakat Kecamatan Gunung Toar. Akan tetapi beberapa tahun belakangan ini prestasi jalurnya sudah mulai menurun.Untuk itu pupuklah terus rasa kebersamaan di tengah-tengah masyarakat, dan hilangkan segala perbedaan yang terjadi selama ini, ajak Bupati kembali.

 

Dari acara pelayuran jalur Panglimo Sati Toar ini berhasil terkumpul dana sebesar Rp 41 juta lebih. Dana ini antara lain bantuan dari Bupati Kuansing sebesar Rp 5 juta, Wakil Bupati H Halim Rp 5 juta dan Sardiono Rp 5 jt ditambah dengan donator lainnya dari para pejabat eselon II dan III Pemkab Kuansing serta mantan pejabat yang berasal dari Kecamatan Kuantan Mudik  yang berkesempatan hadir. Kecamatan Kuantan Mudik itu adalah Hulu kuantan, Kuantan Mudik, Pucuk Rantau dan Gunung Toar.

 

Turut hadir pada acara pendiangan jalur tersebut Wakil Ketua I DPRD Kuansing Sardiono AMd, Asisten III, para Kadis/Kaban dan Kabag di lingkungan Pemkab Kuansing (Eki Maidedi)

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« May 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31