humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Monday, 05 June 2017

 

 

 

Ket Photo : Ilustrasi!

Karimun,(KT) – Aksi penggeledahan oleh Tim Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Karimun Kecamatan Moro terhadap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Moro Kabupaten Karimun, Rabu (31/5) lalu, kini di tanggapi oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Karimun.

 

“Saya belum dapat kejelasan terkait penggeledahan tersebut. Saya hanya sepintas mendengar beritanya, cuma hari Senin depan (5/6) kita akan coba cek langsung lewat bidang terkait.” ungkap Ketua IDI, Dr Firmansyah saat dihubungi via telfon, Sabtu (3/6).

Firman mengatakan, pihaknya belum bisa berkomentar banyak sebelum mendapatkan kejelasan yang pasti.

“Untuk berkomentar lebih banyak sepertinya saya belum bisa, karena saya belum tau kasusnya seperti apa. Saya hanya dapat info tentang penggeledahannya saja. Namun kita tetap berharap anggota kita tidak terjadi apa-apa, tetapi jika memang sudah terbukti pun kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa.” ungkap Firman.

Firman mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam terkait penggeledahan tersebut.

“Tentunya kita tidak akan tinggal diam, karena bagaimana pun tetap anggota kita, kita akan pelajari sejauh mana kasus beliau, jika masih bisa disuport kita akan suport semampu kita, namun tidak terlepas dari koridor hukum. Tetapi jika memang terbukti, memang itu namanya tanggung jawab pribadi, memang harus dipertanggung jawabkan secara hukum. Kita juga akan mendukung pihak yang berwajib tentunya, apalagi kalau syarat pelaksanaan hukun tersebut sudah sesuai dengan aturan, sudah transparan serta memenuhi bukti-bukti secara hukum.” ujar Firman.

Seperti yang diketahui sebelumnya, penggeledahan secara mendadak yang melibatkan delapan orang petugas kejaksaan kecamatan moro itu terjadi akibat adanya laporan masyarakat terhadap terbatasnya peralataan, obat-obatan dan kurangnya pelayanan puskesmas dikecamatan moro.

Puskesmas moro  merupakan Fasilitas kesehatan Tingkat pertama yang menerima dana JKN Kapitasi dari BPJS setiap bulan sebesar Rp. 50.000.000,- s/d 55.000.000,- dari BPJS batam.

Kuat dugaan dari pihak kejaksaan dana tersebut disalahgunakan oleh Kepala Puskesmas Moro dr. Ridwan Cs dan Ade Agus Suwarman, Am.K selaku Bendahara Kapitasi.

“Dari hasil penyidikan, penyidik menemukan beberapa perbuatan melawan hukum yang dilakukan dr.Ridwan dan Ade Agus Suwarman, Am.K, Antara lain invoice fiktif apotik, nota palsu, daftar penerimaan jasa medis palsu, Spj perjalanan dinas fiktif, yang intinya SPJ JKN kapitasi dari januari 2015 s.d desember 2016 direkayasa oleh tersangka Ridwan dan Ade, perhitungan sementara Penyidik menemukan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dari total dana JKN Kapitasi Rp. 1.200.000.000,- (satu milyar dua ratus juta rupiah).Ujar petugas kejaksaan yang tidak mau disebutkan namanya.

Kini pucuk pimpinan Puskesmas Kecamatan Moro telah ditetapkan kejaksaan Tanjung Balai Karimun Kecamatan Moro sebagai Tersangka Korupsi.(sumber: beritakarimun.com.karimuntoday.com)

 

Published in KARIMUN

 

 

Chaption : Para santri gila saat mendengarkan siraman rohani oleh Gus Jibril di Ponpes Rudhotut Tholabah Nyi Ageng Serang Desa Cingkrong Purwodadi (foto : nur)

 

GROBOGAN (KT),- Disetiap bulan suci ramadhan tiba, beragam aktifitas keagamaan dilakukan para santri normal di pondok-pondok pesantren. Nnamun di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, ada sebuah pondok pesantren gila Rudhotut Tolabah Nyi Ageng Serang. Dinamakan Pondok pesantren gila karena para santri yang menghuni pesantren ini adalah orang-orang yang menderita kelainan jiwa.

 

Ada sebanyak 47 santri yang mayoritas berasal dari luar pulau jawa. Seperti Kalimantan,Sulawesi dan Jakarta. Enam diantaranya adalah santriwati yang kini masih dalam proses pengobatan dengan metode islami yang ditangani langsung oleh Ghufror Zainuri yang biasa dipanggil Gus Jibril. Pengasuh Pondok Pesantren Nyi Ageng Serang.

 

Menurut Gus Jibril, mereka yang datang ke pondok pesantren ini adalah orang-orang yang memilik gangguan jiwa akibat permasalahan ekonomi, keluarga dan percintaan.” Rata-rata para santri menderita kelainan jiwa karena masalah ekonomi,dan percintaan,” ujarnya kepada wartawan media ini saat ditemui dipondoknya.

 

Gus Jibril menambahkan,seluruh santri yang ada di pondok pesantren ini adalah para mantan pelaku kriminal seperti perampokan dan kasus pembunuhan, yang mengalami depresi akibat sangksi sosial pasca keluar dari tahanan. Selain itu ada sejumlah santri yang terjerat kasus narkoba hingga kecanduan berat.”Yang diantar kesini mayoritas mereka depresi setelah keluar dari penjara dan tidak diterima di masyarakat,karena kasus perampokan,pembunuhan dan narkoba,” jelasnya

 

Sementara untuk menyembuhkan para santri gila tersebut, pengasuh pondok menggunakan metode agama islam diantaranya dengan rukyah, pembacaan ayat-ayat suci alquran setiap hari serta sholat wajib. Pada bulan suci ramadhan ini menjadi bulan yang sangat tepat untuk proses pengobatan para santri. Karena otak dan pikiran mereka yang kosong selalu dipaksa untuk diisi siraman rohani dan mendengarkan ayat-ayat suci alquran.” Untuk penyembuhan awal kita rukyah di setiap tengah malam hari,lama-lama kondisi kejiwaan para santri semakin lama semakin membaik.Santri yang awalnya liar dan beringas bisa jinak dengan sendirinya,”ungkap Gus Jibril

 

Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun 2010 tersebut sudah mengobati lebih dari 1000 santri dan bisa pulih seperti sedia kala. Santri yang sudah sehat mental atau kejiwaannya, akhirnya bisa kembali ke kampung halaman masing-masing. Sementara sebagian lagi memilih tinggal dan hidup dengan beraktifitas di sawah yang sudah disediakan pihak pondok pesantren. Sementara hasil panen yang mereka tanam bisa mereka nikmati sendiri dan uangnya bisa mereka gunakan untuk keperluan sendiri. Dalam proses penyembuhan para santri gila tersebut, pihak pondok pun tidak mematok harga kepada keluarga santri untuk biaya pengobatan mereka dan bisa membayar sesuai dengan kemampunya.(nur)

Published in KARIMUN

 

 Ket Photo : Uang Bikin Gelap Mata!

Karimun,(KT) - Pusat Kesehatan Masyasrakat (Puskesmas) Kecamatan Moro Kabupaten Karimun, Rabu (31/5) dikejutkan kehadiran Tim Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Karimun Kecamatan Moro untuk melakukan penggeledahan secara mendadak.

Penggeledahan yang dipimpin langsung kepala Kejaksaan Negeri Karimun di Moro Edi Sutomo serta melibatkan delapan orang petugas kejaksaan kecamatan moro tidak banyak bicara dan langsung menggeledah beberapa ruangan vital puskesmas Kecamatan Moro.

Beberapa ruangan yang digeledah ruangan kerja Kepala Puskesmas, ruang bendahara JKN Kapitasi, rumah dinas kepala Puskesmas dan rumah tinggal Bendahara JKN kapitasi,dalam penggeledahan tersebut tampak disaksikan oleh Ketua RW setempat Buiman dan kepala tata usaha puskesmas Dewi Ismawati, penggeledahan berlangsung selama 4 jam.

Dalam penggeledahan pihak kejaksaan menemukan barang-barang yang terkait dengan tindak pidana, sehingga pihak kejaksan langsung melanjukan penyitaan dengan Surat Perintah Penyitaan Nomor : PRINT – 17 / N.10.12.8/ Fd.1/ 05/ 2017 tanggal 31 Mei 2017, barang-barang yang disita antara lain : 3 (tiga) unit laptop, 3 (tiga) buah stempel toko, 2 (buah) flashdisk, 12 bundel spj JKN kapitasi dan berberapa dokumen lain yang terkait.

Informasi yang didapat tim beritakarimun.com dilapangan, Penggeledahan dan penyitaan itu terkait dengan adanya laporan masyarakat terhadap terbatasnya peralataan, obat-obatan dan kurangnya pelayanan puskesmas dikecamatan moro.

Menurut salah satu petugas kejaksaan di lokasi mengatakan Puskesmas moro  merupakan Fasilitas kesehatan Tingkat pertama yang menerima dana JKN Kapitasi dari BPJS setiap bulan sebesar Rp. 50.000.000,- s/d 55.000.000,- dari BPJS batam.

Kuat dugaan dari pihak kejaksaan dana tersebut disalahgunakan oleh Kepala Puskesmas Moro dr. Ridwan Cs dan Ade Agus Suwarman, Am.K selaku Bendahara Kapitasi.

” Dari hasil penyidikan, penyidik menemukan beberapa perbuatan melawan hukum yang dilakukan dr.Ridwan dan Ade Agus Suwarman, Am.K, Antara lain invoice fiktif apotik, nota palsu, daftar penerimaan jasa medis palsu, Spj perjalanan dinas fiktif, yang intinya SPJ JKN kapitasi dari januari 2015 s.d desember 2016 direkayasa oleh tersangka Ridwan dan Ade, perhitungan sementara Penyidik menemukan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dari total dana JKN Kapitasi Rp. 1.200.000.000,- (satu milyar dua ratus juta rupiah).Ujar petugas kejaksaan yang tidak mau disebutkan namanya.

Kini pucuk pimpinan Puskesmas Kecamatan Moro telah ditetapkan kejaksaan Tanjung Balai Karimun Kecamatan Moro sebagai Tersangka Korupsi.(sumber: beritakarimun.com.karimuntoday.com)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo :  Kadis Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kuansing, Jupirman (ktc).

 

Teluk Kuantan,(KT) - Hasil ujian nasoinal  kertas dan pensil ( UNKP) yang diraih kabupaten Kuantan Singingi ( Kuansing), Riau cukup memprihatinkan. Daerah penghasil guru dan dosen di Riau menjadi juru kunci atau diposisi buncit.

 

Pro kontra menyikapi hasil ini pun bermunculan terutama di media sosial dari pemberitaan media  terutama dugaan bantuan kepada siswa dari guru untuk mengangkat nilai siswa selama ini.  Sehingga saat ujian dilakukan murni hasilnya seperti tahun ini.

Lalu apa kata Kadis Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kuansing, Jupirman saat bincang-bincang dengan wartawan,  Senin ( 5/6/2017). 

 

"  Memang menghadapi UN selama ini siswa dibantu kok. Tapi jangan salah ya,  bukan membantu mengisi soal jawaban siswa, mana bisa,"ujarnya.

Yang dibantu itu ujarnya meningkatkan bimbingan belajar, try out dan proses latihan mengerjakan soal-soal oleh guru di sekolah. Guru mata studi juga dilakukan pelatihan jelang UN. Bukan guru mengisi jawaban soal siswa.Namun tahun ini kurang maksimal.

 

" Kalau memang guru diminta membantu mengisi jawaban siswa tak mungkinlah  tahun 2016 lalu peringkat UN SMP Kuansing Kita di Riau peringkat 9. Kalau mau dibantu atau main curang ngapa targetkan peringkat 9 langsung ke peringkat tiga besar. Selama ini fair kok, naik turun peringkat hasil UN tergantung persiapan,"ujarnya.

 

Lagipula ujar Jupirman, sebagaimana sudah diketahui saat UN yang dikirim ke daerah itu cuma soal dan lembar jawaban siswa dengan cadangan yang sudah ditentukan. Sedangkan kunci jawaban di Pekanbaru karena proses pemeriksaan di Pekanbaru.

 

Begitu juga soal dan lembar jawaban itu katanya dibawa dan dikawal  petugas Kepolisian dan diinapkan di Polsek sehari atau dua hari sebelum UN., bukan di kantor Disdik, UPTD atau sekolah. Begitu juga usai ujian Polisi kemudian membawa ke Pekanbaru.Soal dan lembar jawaban termasuk cadangan yang dipakai dibuat berita acaranya.

 

" Kalau ada upaya membuka segel sebelum UN dimulai akan berhadapan dengan Polisi,"ujarnya.

 

Kembali Jupirman menegaskan naik turunnya peringkat dan hasil UN tergantung persiapan yang matang dan kondisi mental. Jupirman tak hendak melempar kesalahan dan kegagalan kepihak lain atas hasil UNKP SMP kali ini karena bagaimanapun Ia Kadis Pendidikan.

 

Bahkan dirinya mengucapkan terimakasih kepada guru dan siswa yang telah bekerja keras  Namun apa hendak dikata hasilnya tidak sesuai harapan.

 

" Ini jadi pembelajaran dan evaluasi kedepannya untuk lebih baik, Saya kira guru-guru, orang tua siswa  dan anak murid juga Pemkab sedih dengan hasil ini. Kita harus berpikir bagaimana kedepan lebih baik lagi,,"tutupnya. ( sumber: kuansingterkini/karimuntoday.com 

 

Published in KARIMUN

 

 Ket Photo : Musliadi(ktc).

 

Teluk Kuantan,(KT)  - Ketua DPRD Kuansing, Andi Putra SH MH, Jumat ( 2/6/2017) memimpin rapat paripurna dengan agenda penyampaian pendapat akhir DPRD Kuansing terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Kuantan Singingi tahun anggaran 2016. Dalam kesempatan itu dewan menerima LKPj Bupati 2016.

 

Namun melalui juru bicaranya, Musliadi, dewan kepada jajaran Pemkab yang dihadiri langsung Bupati Kuansing Drs H Mursini MSi bersama Wakil Bupati H Halim beserta muspida dan para pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Kuansing.

 

Menurut Musliadi, dalam pengelolaan keuangan daerah, ke depan, pemerintah diminta untuk bersungguh-sungguh melaksanakan peraturan daerah tentang pajak dan retribusi daerah serta lebih kreatif dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

 

Mengenai pembayaran hutang pemerintah terhadap proyek-proyek pada tahun lalu yang belum dibayarkan, pemerintah untuk dapat meninjau kembali kegiatan pekerjaan proyek tersebut sebelum dibayarkan.

 

Usai disetujui LKPj 2016, Bupati Mursini mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan kerjasama DPRD Kuansing dalam menuntaskan LKPj Bupati Kuansing ini. 

 

"Saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasamanya yang sangat baik terhadap seluruh penyelenggaraan roda pemerintahan daerah selama tahun 2016, dan terima kasih atas partisipasi seluruhnya," ujar Bupati.

 

Sebelumnya disampaikan Bupati Mursini, bahwa kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah menyangkut pengelolaan pendapatan daerah. Berdasarkan perubahan APBD. 2016, target pendapatan daerah diperkirakan Rp100 miliar lebih. Sementara realisasi sebesar Rp53 miliar lebih atau 53,38 persen dari target.

 

Kemudian, belanja daerah. Belanja daerah yang terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung. Berdasarkan APBD perubahhan 2016 target belanja daerah ditetapkan sebesar Rp1,575 triliun lebih. Menurut Mursini, sampai akhir tahun anggaran 2016, tercatat realisasi belanja daerah sebesar Rp1,218 triliun atau 77,31 persen realisasinya.

 

Selanjutnya, menyangkut pembiayaan daerah, yang terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaraan pembiayaan. Untuk penerimaan pembiayaan target penerimaan Rp90,681 miliiar lebih dan realisasi Rp90,681 miliar. Dan untuk pengeluaraan pembiayaan nihil realisasinya.

 

Dalam rangka penyelenggaraan tugas umum pemerintahan, Pemkab Kuansing senantiasa melakkukan hubungan kerjasama dan koordinasi dengan instansi vertikal yang ada di daerah, seperti halnya trantib dan bidang teritorial, peradilan dan hukum serta keagamaan.(sumber: kuansingterkini.com.karimuntoday.com ) 

 

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Surat Dari Tim Peduli Lingkungan Kecamatan Tebing di Tujukan kepada Ketua DPRD Karimun, Kepri.

 

Karimun,(KT) – Tim Peduli Lingkungan Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun,Provinsi Kepri kecewa pasalnya, Hearing mengenai reklamasi pantai di kecamatan tebing dengan Dewan karimun selayaknya diagendakan besok, selasa,(6/6/2017), ditunda pekan depan, dengan alasan belum siapnya dikarenakan menurut salah seorang staf di komisi 1, anggota maupun ketua komisi 1, anggendanya sangat padat.

 

Hal tersebut dikatakan, Denni Subairi Annggota Tim Peduli Lingkungan Kecamatan Tebing kepada karimuntoday.com, Senin,(5/6/2017), Ya tadi dia sudah datang ke Komisi I DPRD Karimun, untuk mempertanyakan lebih lanjut lagi, apakah hearing terkait Reklamasi Pantai di Kampung Baru,(COSTAL AREA), jadi dilaksanakan besok, ternyata ditunda, pasalnya,kata salah seorang Staf di Komisi I hearing ditunda pekan depan, tanpa memberitahukan alasan penundaa.

 

“ Akibat Penundaan hearing yang seharusnya dijadwalkan esok hari membuat tim peduli lingkungan kecamatan tebing kecewa, pasalnya, jauh-jauh hari mereka sudah mengaggendakan hal tersebut, karena didalam tim anggotanya berbagai macam elemen, seperti nelayan, karyawan dan lain-lain,” Imbuhnya

 

Ditambahkanya lagi, Dia berharap pekan depan yang dikatakan oleh salah seorang Staf Komisi I tersebut, jadwal hearing dengan komisi 1 pekan depan jangan meleset lagi, karena materi yang akan kami pertanyakan didalam hearing sangat krusial, karena menyangkut kelansungan hajat masyarakat luas, teruatama masyarakat di kampung baru tebing,” Tuturnya

 

Secara terpisah, Drs. Anwar Abu Bakar Ketua Komisi I DPRD Karimun, sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, terkait penundaan hearing dengan Tim Peduli Lingkungan Kecamatan Tebing, yang seyogyanya dilakukan esok hari, belum dapat dimintai tanggapanya, namun, dari informasi didapat karimuntoday.com, esok hari ada jadwal hearing antara Nelayan Kecamatan Meral dengan PT Grace Rich, terkait konpensasi nelayan.(*)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Terlihat Jalan Poros Karimun,belum genap satu Tahun  Selesai Dikerjakan sudah Dilakukan Tambal Sulam.

 

Karimun,(KT) – Lembaga Swadaya Masyarakat,(LSM),Kiprah meminta kepada Kapolda Kepri untuk menurunkan team tipikornya untuk melakukan pengusutan atas proyek pembangunan jalan poros di kabupaten karimun pada tahun 2016 silam, pasalnya belum sampai satu tahun proyek tersebut dikerjakan sudah terlihat tambal sulam, dan dia menduga kualitas pengaspalan yang dilakukan mutunya diduga diragukan.

 

Hal tersebut dikatakan, Jhon Syahputra Ketua LSM KIPRAH kepada karimuntoday.com Senin,(5/6/2017), di seputaran complek Kantor Bupati Karimun, Ya dia tidak habis pikir proyek pengaspalan yang menghabiskan anggaran kurang lebi 40 milyar rupiah, belum sampai satu tahun selesai dikerjakan sudah terlihat tambal sulam, seharusnya dengan anggaran cukup besar kualitasnya tentu sangat bagus, bukan sebaliknya, untuk itu dia berharap agar bapak kapolda kepri dapat kiranya menurunkan unit tipikornya untuk melakukan investigasi serta memanggil pihak-pihak yang berkenaan atas proyek tersebut.

 

“ Masak belum satu tahun selesai dikerjakan proyek jalan tersebut pihak kontraktor sudah melakukan tambal sulam, andaikata dilakukan 4 atau 5 tahun setelah selesai masa pekerjaan dilakukan tambal sulam masih masuk akal, ini belum satu tahun, tentu menjadi pertanyaan besar, oleh sebab itu diharapkan sekali lagi bapak kapolda kepri untuk menurunkan unit tipikornya untuk melakukan pengusutan, karena dia menduga proyek tersebut tidak sesuai dengan bistek,” Tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Dia berharap kedepanya para pemangku kebijakan di daerah, agar dapat lebih selektif melakukan pengawasan terhadap setiap proyek yang menggunakan anggaran Negara mulai dari APBN, APBD-P dan APBD, pasalnya, uang untuk pembangunan tersebut di berasal  dari pajak yang rakyat bayar kepada pemerintah, sehingga ruang gerak untuk melakukan penyimpangan tertutup rapat, bukan sebaliknya,” Ungkap Jhon

 

Secara terpisah, Zulpan ST Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Karimun, sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, terkait belum satu tahun proyek pengaspalan jalan poros dilakukan tambal sulam serta adanya permintaan salah satu lsm dikarimun, meminta agar bapak kapolda kepri untuk menurunkan unit tipikornyaagar melakukan pengusutan belum dapat dimintai tanggapanya,(*)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Kondisi Gunung Merapi saat ini Terus Mengeluarkan Asap Tebal.

 

Batusangkar,(KT) – 6 Orang pendaki Asal Kuansing Berada Dipuncak Saat Gunung Merapi Meletus Belum Diketahui Nasipnya Gunung Merapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat meletus.

 

Sebanyak 13 dari 16 pendaki gunung yang melakukan pendakian saat terjadinya letusan masih dalam pencarian. Wartawan Tata Tanur dan Habil Muhari dari Payakumbuh melaporkan, sebelumnya Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar ini meletus mengeluarkan material debu vulkanik yang bertiup ke arah Timur pada Minggu pagi. Dari pantauan Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi Sumbar di Bukittinggi, Minggu,

 

Letusan tercatat mulai terjadi pada 10.01.36 WIB dan pukul 10.22.41 WIB sehingga mengeluarkan asap warna abu-abu tebal dengan ketinggian mencapai 700 meter. Kemudian pada pukul 10.50.32 WIB terjadi hembusan dengan asap berwarna putih ketinggian 100 meter dan tidak ada seismik dan pukul 11.26 WIB aktivitas mulai kembali normal. Petugas Posko Pendakian Gunung Marapi, Rahmat di Koto Baru, mengatakan hingga saat ini ke-13 pendaki yang berada di puncak masih belum bisa dihubungi.Ia menyebutkan ketika mendapat laporan pihaknya sudah mengirim lima orang petugas untuk menyusul para pendaki.

Ket Photo : Daftar Nama-nama para pendaki yang masih di berada di Dalam Hutan Maupun yang berada di Cadas.

 

“Berdasarkan kabar dari pendaki yang sudah turun, posisi mereka saat ini terpencar, ada yang di Tugu Abel, Taman Edelweis, dan hutan, tapi posisi pastinya belum ditemukan,” katanya, Ahad (4/6).

Selain itu Rahmat menyebutkan untuk sementara jalur pendakian akan ditutup sementara hingga kondisi gunung kembali aman untuk aktivitas pendakian. Salah seorang dari pendaki yang sudah turun, Dwi (22), mengatakan setelah terjadi letusan ia bersama dua orang lainnya langsung turun menuju posko.

 

“Sebelum kejadian letusan pertama, 13 orang di antara kami melanjutkan pendakian menuju puncak,” katanya.

Ia mengatakan karena tidak ikut ke puncak maka mereka dapat langsung turun menuju posko ketika terjadi letusan pertama, sementara yang lain masih berada di puncak. Ia menjelaskan rombongan naik pada hari Sabtu (3/6) dengan jumlah 16 orang yang mana delapan orang berasal dari Pekanbaru, enam orang dari Teluk Kuantan dan dua orang dari Payakumbuh.

 

Saat ini perkembangan informasi bahwa 8 orang diantaranya masih Tersesat didalam Hutan, sedangkan 5 orang masih berada dicadas setelah dihubungi lewat 1 via hanphone yang masih aktif. Abdul (24thn) 081372941104 para pendaki dalam keadaan lemas, tidak ada air. (Eky Maidedi)

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« June 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30    
DISPENDA KARIMUN
DISPENDA KARIMUN