humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Thursday, 24 August 2017

 

Ket Photo : Yusril selaku LSM IWS.

 

Kuansing,(KT) - Ada-ada aja perilaku oknum pejabat kita saat ini. Meskipun selalu berkoar-koar menyatakan saya Indonesia dan cinta merah putih, tapi sikapnya jauh dari budaya Indonesia bahkan cenderung bagai oknum merah putih biru (gaya Belanda,red).

 

Pasalnya adalah ketika pejabat negeri ini tersandung kasus ada beberapa hal yang mereka mainkan persis gaya penjajah Belanda dahulu. Misalnya, gunakan uang untuk menyogok/suap, menggunakan centeng atau preman, menggunakan kriminalisasi pada pembela kebenaran, menggunakan nama rakyat dan lain sebagainya. So, sekarang kita bisa lihat, di Kabupaten anda gaya mana yang sering dimainkan pejabat ? 

 

Ini terjadi pada kasus stempel Pemko Bukittinggi di Pemkab Kuansing misalnya. Memang persoalan kecil, tapi banyak dugaan berkembang kalau sejumlah pertanyaan ditujukan atas hal itu. 

 

Misalnya saja Lembaga Swadaya Masyarakat Ikatan Warga Satya Indonesia (LSM-IWS) yang menemukan kisah stempel Pemerintah daerah lain yang justru dicap-kan ke surat tanda terimanya. Kan aneh juga...

 

Menurut Yusril selaku lSM IWS mengaku bahwa dirinya didatangi Kasubag Protokol ke rumah terkait hal ini.

 

"Rahman Sutrisno datang jam 4 sore mengajak berdamai dan mencoba mengiming-imingi dengan sejumlah uang," kata Yusril pada Putera Riau.

 

Dirinya berusaha untuk disuap oleh oknum-oknum pejabat agar tidak buka suara pada wartawan. Inilah salah satu contoh perilaku jelek pejabat di Riau yang bila ada kasus ada saja yang dilakukannya persis gaya penjajah Belanda tempo dulu.

 

Selaku Kabag Operasional LSM IWS, ia menceritakan fakta ini pada karimuntoday.com, Senin (21/08) pekan ini.dan dia setelah usai invent pacu jalur segera melaporkan oknum kasubbag tersebut kepada pihak kepolisian polres kuansing, provinsi riau, agar kedepanya ada efek jera bagi oknum asn,” Tuturnya

Ketika Putera Riau menghubungi Kasubag dan Kabag, justeru tak berhasil. Ditelpon berkali-kali tak diangkat, WA pun tak dibalas. Mungkin karena menganggap persoalan kecil sehingga tak ada respons sedikitpun.

 

Emang begitulah hidup di negeri yang mengaku cinta negara tapi ketika ketahuan bersalah dan merugikan negara eh, rame-rame membantah dan mengatakan tidak benar. Nasib ya nasib... (roder/kt)

 

Published in KARIMUN

 

 

Kuansing,(KT) - Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan Hari ini Kamis ( 24/8/2017 ) gelar kegiatan sosialisasi Dana Desa dan tim pengawal dan pengamanan pemerintah dan pembangunan daerah ( TP4D ) yang bertempat di aula SMAN Pintar teluk kuantan Kegiatan yang ditajah Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan ini dihadiri Bupati Kuantan Singingi Drs.H .Mursini MSi yang didampingi Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) seluruh camat se kabupaten kuantan Singingi serta seluruh kepala Desa dan ketua BPD se kabupaten kuantan Singingi.

 

Emil Harda Selaku Ketua Forum Masyarakat Desa Kabupaten Kuantan Singingi menyampaikan" tahun 2016 lalu kita juga mengikuti sosialisasi yang digelar oleh kejari kuansing yang berkaitan dengan penggunaan dana desa sekaligus di tandatangani MOU kemudian alhamdulillah tidak ada kepala desa yang tersangkut hukum Saya selaku ketua forum masyarakat desa Kabupaten Kuantan Singingi sangat mengapresiasi kepada kejari yang telah membimbing kepala desa sehingga kepala desa sebagai pelaksana pembangunan di tingkat desa tidak was - was, sehingga pembangunaan berjalan lancar dan tidak tersangkut masalah hukum.

 

Pada kesempatan yang sama Emil Harda berharap agar bupati H. Mursini segera merealisasikan amanah UU Desa tentang penyaluran dana APBD sebesar 10% segera di realisasikan,” pintanya

 

Sementara Bupati Kuantan Singingi Drs.H.Mursini.MSi menyampaikan dirinya sangat berterima kasih kepada Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan telah memprakarsai kegiatan sosialisasi ini sehingga kepala Desa mendapat pengetahuan tentang penggunaan Anggaran Dana Desa Bupati berharap kedepannya tidak ada kepala desa yang tersandung dengan masalah hukum,

 

 Kemudian Bupati juga menanggapi usulan ketua forum untuk dana pendamping dari APBD yang selama ini masih bisa di bagikan sebesar plafon 7 % pada APBD Perubahan sudah saya usulkan besarannya sesuai dengan amanah UU desa sebesar 10% mudah - mudahan bisa di putuskan oleh DPRD pada tahun 2017 ini."ujar Mursini

 

Sementara Kajari Kuantan Singingi Jufri SH MH yang pada kesempatan ini di dampingi kasi intel Revendra, SH kasi pidana umum dan kasi pidana khusus menyampaikan " kegiatan sosialisasi di laksanakan serentak di seluruh Indonesia termasuk di kabupaten kita ini dengan semangat Nawak Cita angka ke 3 presiden Ir.H.Joko Widodo yaitu membangun dari Desa.

 

Untuk itu dalam membangun menggunakan dana negara di tingkat Desa tidak tersangkut pada persoalan Hukum sehingga kepala Desa bisa memanfaatkan TP4D untuk konsultasi, menjembatani dan mencari solusi apabila kepala Desa dan perangkat dihadapkan keraguan terhadap sandaran Hukum dalam pengadaan barang dan jasa sehingga mereka dapat bekerja dengan aman dan nyaman,"tutupnya (Eki Maidedi)

Published in KARIMUN

 

Ket : Rocky Ramadani,SP Direktur Eksekutif Pusat Ilmu dan Jaringan Rakyat Melayu (Pijar Melayu) Senin,21/08/2017.

 

Kuansing,(KT) -  Perhelatan Pacu Jalur Nasional di Tepian Narosa Teluk Kuantan tinggal menghitung hari. Rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 23 – 26 Agustus 2017.

 

Pelaksanaan pacu jalur 2017 ini hampir bersamaan dengan PILGUBRI yang akan diselenggarakan pada tahun 2018. Sehingga beberapa kontestan calon gubernur memanfaatkan momen ini untuk menarik simpati masyarakat. Helat pesta rakyat yang dilaksanakan setiap tahun ini merupakan aset yang harus dijaga oleh masyarakat Riau.

 

Demikian disampaikan, Direktur Eksekutif Pusat Ilmu dan jaringan Rakyat Melayu(Pijar Melayu) Rocky Ramadani,SP(Senin,21/08/2017). Himbauan kepada Para  calon peserta PILGUBRI yang menyempatkan diri hadir pada helat pacu jalur kuansing 2017, agar ada kontribusi konsep tentang pengembangan aset wisata pacu jalur, sehingga akan menjadi aksi pengembangan yang nyata kedepannya bagi masyarakat Kuansing dan Riau,ujarnya.

 

Lebih lanjut Rocky mengatakan kondisi politik Riau hari ini, dalam menghadapi PILGUBRI jangan sampai mengurangi esensi nilai nilai budaya pacu jalur. Karena jika kehadiran calon calon hanya Dalam rangka menarik simpati, maka Pijar Melayu sebagai sebuah kelompok kajian strategis tegaskan bahwa masyarakat Riau hari ini sudah cerdas dalam memilih.

 

Perbedaan antara pencitraan dan aksi nyata telah tergambar jelas, dan dipastikan akan menjadi dasar pilihan nantinya kedepan,tuturnya.

 

Saya juga sangat berharap Pemerintah Provinsi Riau memberikan perhatian lebih mengingat iven pacu jalur sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Sehingga ini bukan menjadi kebanggaan masyarakat kuansing saja tapi juga kebanggaan masyarakat riau,pungkasnya.

 

 Sehubungan dengan perhatian lebih tersebut adalah dipersiapkannya sarana dan prasana yang berhubungan dengan iven pacu jalur sehingga dari waktu kewaktu baik pelaksanaan maupun wisatawan dapat menjadi lebih baik. Namun kita sayangkan hal ini tidak terjadi. Padahal hampir setiap tahunnya Pemerintah Provinsi Riau yang di wakili oleh Gubri hadir membuka dan menyaksikan iven pacu jalur nasional di tepian narosa Teluk Kuantan,Tutupnya. (Eki Maidedi)

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« August 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31