humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Sunday, 21 January 2018

 

Ketua Tim Satgas Pangan, Kasat Reskrim Polres Lingga, AKP Suharnoko, Ketika melakukan Sidak di Pasar Dabo Singkep.

 

Lingga, Dabok Singkep,(KT) - Tim Satgas Pangan Polres Lingga, berkerjasama dengan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kabupaten Lingga, melaksanakan Inspeksi Mendadak di Pasar Dabo Singkep.

 

Ketua Tim Satgas Pangan, Kasat Reskrim Polres Lingga, AKP Suharnoko, menyampaikan, dari Sidak yang dilakukan harga kebutuhan masyarakat saat ini masih relatif stabil untuk di Pasar Dabo Singkep. Ada pun yang mengalami kenaikkan hanya Cabe, baik itu cabe kriting maupun cabe rawit.


Dikatakan, untuk harga cabe kriting saat ini di pasar Dabo Rp 58,000, yang sebelumnya hanya Rp 45,000, begitu juga dengan harga cabe rawit Rp 54,000 yang sebelumnya hanya Rp 50,000. sementara untuk harga beras masih stabil Rp 12,000 hingga Rp 12,500.

“Untuk harga kebutuhan lainnya, seperti bawang merah dan bawang putih juga stabil tidak pengalami kenaikkan dikisaran harga Rp 20,000. Sementara untuk ikan di pasar ikan Dabo Singkep juga mengalami kenaikkan, seperti ikan" ungkapnya, saat ditemui ketika Sidak di Pasar Dabo Singkep, Jum’at, (19/01/2018).

Untuk penimbunan barang kebutuhan, lanjut Suharnoko, dari pantauan kita saat ini tidak ada terjadi penimbunan. karena yang dikatakan penimbunan tersebut, jika terjadi kelangkaan barang kebutuhan sementara barangnya ada namun tidak dijual, jika hal ini terjadi dan kita temukan akan diproses.

Tujuan dari Satgas pangan ini, jalas Suharnoko, untuk mengontrol stabilitas harga, jika terjadi kenaikkan dan kelangkaan barang kebutuhan, kita akan minta Disperindag untuk melakukan operasi pasar. Karena yang melakukan operasi pasar yakni, Disperindag Pemerintah Daerah.

“Kenaikan harga kebutuhan dikarenakan faktor cuaca saat ini, dan yang mengalami kenaikkan saat ini hanya cabe, sementara untuk barang kebutuhan lainnya relatif stabil,” pungkasnya. (R.AG)

Published in LINGGA

 

Ket Photo : Bupati Kuansing H Mursini, Wakil Bupati Kuansing H Halim dan isteri Yuni Warti Halim dan Wakil Bupati Inhu Khairizal beserta isteri Hj Marlinawati Khairizal .melepas rombongan sepeda yang dikemas dalam kegiatan bernama "gowes bareng baserah bike community" Minggu,(21/1/2018).

Taluk Kuantan,(KT)  - Ratusan Pencinta Olahraga Sepeda Hadiri Gowes Bareng Basrah Bike Community di Baserah dan KHS BASERAH- Para pecinta olahraga sepeda baik yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi maupun di Kabupaten Indragiri Hulu Minggu pagi (21/1) " banjiri" kota Baserah Kecamatan Kuantan Hilir dan Kecamatan Kuantan Hilir Seberang. Mereka mengikuti kegiatan bersepeda yang diselenggarakan oleh Baserah Bike Community (BBC).

 

 Hadir mengikuti acara ini Bupati Kuansing H Mursini, Wakil Bupati Kuansing H Halim dan isteri Yuni Warti Halim dan Wakil Bupati Inhu Khairizal beserta isteri Hj Marlinawati Khairizal .

 

Bupati Kuansing H Mursini saat melepas rombongan sepeda yang dikemas dalam kegiatan bernama "gowes bareng baserah bike community" ini start dimulai dari kantor camat Kuantan Hilir terus mengelilingi kota Baserah selanjutnya menuju Kuantan Hilir Seberang menyusuri desa Pelukahan, Lumbok, Koto Rajo, Teratak Joriang, Sungai Soriak dan terakhir di Pulau Baru kemudian kembali ke pasar Baserah finish di kantor Camat Kuantan Hilir.

 

Bupati Kuansing ketika membuka kegiatan ini didampingi Wakil Bupati H Halim dan Wakil Bupati Inhu Khairizal mengatakan kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi antar pemkab dan antar peserta. Kemudian dari kegiatan ini dapat pula menggerakkan masyarakat berolah raga.

 

 "Kemudian kita juga bisa sambil berwisata. Melihat desa kita di kuansing," kata bupati Mursini seraya mengatakan setelah acara bersepeda ini dilaksanakan, Pemkab Kuansing dan para pecinta olahraga sepeda Kuansing siap menunggu undangan acara serupa dari Pemkab Inhu.

 

Wakil Bupati Inhu Khairizal menanggapi bahwa Pemkab Inhu setelah ini juga siap untuk mengundang Pemkab Kuansing,” Katanya (lidia ningsih)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Perbup Nomor : 36  Tahun 2013.

 

Kuansing,(KT) – Kapolda Riau diminta untuk melakukan penyelidikan terkait tunjangan perumahan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Pasalanya, berdasarkan Perbup : 36 Tahun 2013, sebagai payung hukum proses pencairan tunjangan perumahan bagi ketua dan wakil ketua beserta anggota dprd kuansing dengan nominal angka sangat fantasis serta diluar kewajaran serta kepatutan.

 

Hal tersebut dikatakan, Muhammad Ridwan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau juga Putra dari Kuansing kepada karimutoday.com Minggu,(21/1/2018), Ya’ Dia berharap agar pengusutan tunjangan perumahan ketua dan wakil ketua beserta anggota dprd kuansing agar dijadikan skala proritas oleh bapak kapolda riau,pasalnya, setelah perbup di terbitkan oleh bupati kuansing kala itu, ketua dprd menerima uang tunjangan perumahan sebesar, 18 juta perbulan dan setahun, 216 juta, begitu juga dengan wakil ketua dprd kuansing juga menerima besaran nominal yang sama tentu sangat diluar azas ketidak patutan.

 

“ Mana ada kontrak rumah di kabupaten kuantan singingi, dengan nominal angka sebesar, Rp.216 juta rupiah pertahun pada tahun 2013 silam, oleh sebab itu diminta kepada bapak kapolda riau, untuk melakukan penyelidikan serta memeriksa pihak-pihak terkait atas pemberian tunjangan perumahan kepada ketua dan wakil ketua serta anggota dprd kuansing,” Pintanya

 

Ditambahkanya lagi, Dia selaku Putra Asli Kuansing, juga sangat menyesalkan pemberian tunjangan tersebut terus berlanjut, apalagi ketiga unsure pimpinan dewan tersebut sudah dibangunkan rumah dinas, tetapi masih juga diberikan tunjangan perumahan, dan dia menilai ada kerugian keuangan Negara atas pemberian tunjangan tersebut, selayaknya bapak kapolda riau untuk mengusut tuntas adanya dugaan korupsi ini, Harapnya

 

Secara terpisah, Kapolda Riau, Irjen Pol Drs. Nandang MH ketika dikonfirmasi karimuntoday.com beberapa waktu lalu, terkait tunjangan perumahan ketua dan wakil ketua dprd kuansing beliau mengatakan, akan segera kita lidik,” Ujarnya singkat (red/roder)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo :  M Syawaluddin Ketua MAPAN-RI Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.

 

 

Madina,(KT) - Maraknya peredaran narkoba di kalangan masyarakat indonesia membuat pemerintah pusat melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan perang terhadap Narkoba. Seperti kejadian yang Belum lama ini terjadi Kabupaten Mandailing Natal.Provinsi Sumatera Utara, seorang Napi yang diduga Bandar Narkoba ditangkap disalah satu hotel mengkonsumsi Narkotika Jenis sabu, Maka dari itu Eleman Masyarakat Penggiat Anti Narkoba Republik Indonesia ( MAPAN-RI) Kabupaten Mandailing Natal yang dengan nyata mendeklarasikan Perang Terhadap Penyalah gunaan dan Peredaran gelap Narkoba.

 

MAPAN- RI Kabupaten Mandailing Natal Meminta Kepada Kanwil KEMENKUMHAM Sumut khususnya Bidang Pemasyarakatan untuk segera mengusut tuntas ada apa di sebalik Pemindahan Tahanan Narkoba dari Lembaga Pemasyarakatan yang kelasnya Lebih Tinggi ke Rumah Tahanan Cabang Natal, seperti yang disampaikan oleh M Syawaluddin Ketua MAPAN-RI Kabupaten Mandailing Natal pada Jurnalis Karimuntoday.com pada Minggu (21/01).

 

Selain itu, DPC MAPAN-RI Madina juga meminta agar seluruh Petugas Rutan Cabang Natal segera di periksa kenapa dengan mudah Narapidana lolos dari Penjagaan dan yang lebih parahnya tertangkap di salah satu Hotel yang tidak jauh dari Rutan Cabang Natal. Jika terbukti ini kelalaian maka di harapkan segera di beri tindakan administrasi agar tidak terulang lagi.

 

Jika hal tertangkapnya salah satu Narapidana yang sedang menjalani masa Binaan di Rutan cabang Natal akibat dari perlakuan khusus dari petugas Rutan Cabang Natal maka kita Harapkan agar Petugas yang memberi fasilitas segera di Copot dan apa bila perlu di pecat dari Tugas sebagai Pegawai Pemasyarakatan di bawah kemenkumham.

 

MAPAN-RI­ Madina juga sangat menyayangkan kejadian ini dimana seharusnya Warga Binaan Berada di dalam Rutan Cabang Natal, ini malahan tertangkap di salah satu Hotel dan yang lebih memprihatinkan saat di grebek Warga Binaan itu memiliki Narkoba Jenis Happy Five dan Extasi, dan Sabu-sabu.

 

 Jika hal ini di biarkan berlarutan maka tak guna kita berharap Mata rantai peredaran gelap Narkoba akan terputus, sia-sia Saja Pihak Kepolisian Republik Indonesia bersama Badan Narkotik Nasional Bertungkus lumus memberantas Peredaran Narkoba.

 

Untuk ini dengan Tegas di harapkan agar Kakanwil Kemenkumham dalam hal ini Bidang Pemasyarakatan diminta segera turun tangan dan mengusut tuntas Terkait Pemindahan warga Binaan ke Rutan Cabang Natal yang mana di sinyalir banyak kejanggalan dan menyalahi aturan pemasyarakatan serta di harapkan membongkar kebenaran yang terjadi di Rutan Cabang Natal, jelas M Syawaluddin.

 

 Diharapkan kepada Kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia melalui Dirjen Lapas melakukan tindakan tegas terhadap Oknum Lapas yang diduga Lalai dalam melaksanakan Tugas nya sehingga Napi bebas berkeliaran diluar Lapas.” Pintanya(KH)

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« January 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31