humas karimun
humas karimun
kabupaten lingga lagi
kabupaten lingga lagi
karimuntoday.com - Items filtered by date: Friday, 05 January 2018

 

  

Ket Photo : Dua Orang Tersangka Atas Kepemilikan Narkotika Jenis Shabu, yang Ditangkap Oleh, Satnarkoba Polres Kuansing, Riau.

Kuansing,(KT) -  Satnarkoba Polres Kuansing, Provinsi Riau, berhasil melakukan penangkapan serta mengamankan dua orang diduga sebagai pelaku kepemilikan Tindak Pidana Narkotika Golongan I jenis shabu pada hari Jum;at,(5/1/2018).

Hal tersebut dikatakan, Kapolres Kuansing, AKBP Fibri Karpiananto SH.SIK kepada karimuntoday.com Jum.at,(5/1/2018),Ya’ Anggota kita berhasil melakukan penangkapan terhadap dua orang terduga memiliki narkotika jenis shabu,adapun lokasi penangkapan di Desa Sawah,(tepi sungai-red),Kecamatan Kuantan Tengah.

“  Kedua pelaku yang berhasil di tangkap adalah, Inisial,RA, 34 Tahun dan AR,40 Tahun, dengan barang bukti, tiga paket plastic bening berisikan Kristal diduga Narkotika Gol - I jenis shabu.2. 1 ( satu ) buah kaca pirek.3. 2 (dua) unit HP dgn merek Samsung warna silver dan Asus warna hitam putih.4. 1 (satu) buah kotak rokok Dunhil warna hitam.5. 1 (satu) unit Kbm R4 merek Daihatsu Senia BM 1145 CE,” Tutur Kapolres

Ditambahkanya lagi,  Adapun Kronologis Penangkapan,Pada hari Jumat tanggal 05 januari 2018 sekira pukul 08.30 wib didapat informasi dari masyarakat bahwa ada peredaran gelap Narkotika Jenis Sabu didesa Sawah Kecamatan.Kuantan Tengah Kabupaten.Kuansing , kemudian team opsnal Sat Resnarkoba melakukan penyelidikan guna memastikan kegiatan yang dimaksud dan sekira pukul 09.30 wib dilakukan penangkapan terhadap 2( dua ) orang yg diduga pelaku TP Narkotika tersebut di lokasi TKP Desa Sawah Kecamatan. Kuantan Tengah Kab.kuansing, Riau.

Kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan Barang bukti sebanyak 3( tiga ) paket plastik bening berisi kristal diduga Narkotika jenis sabu di dalam kotak rokok Dunhil dgn posisi BB dijumpai di luar mobil (dekat pintu mobil depan sebelah kiri ) milik tersangka,selanjutnya 2 ( dua ) orang tersangka dan BB tersebut dibawa ke Mapolres Kuansing untuk diamankan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” Tukas Kapolres (Lidia Ningsih)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo :  Bupati Kuansing H Mursini Menyerahkan Uang Pembinaan kepada Peserta MTQ Tingkat Provinsi Riau ke – XXXVI di Dumai beberapa waktu lalu.

Kuansing,(KT)  - Janji Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi,Provinsi Riau, untuk memberikan uang pembinaan terhadap kafilah MTQ Kabupaten Kuantan Singingi pada Tingkat Provinsi Riau ke XXXVI di Dumai beberapa waktu lalu telah direalisasikan dan diberikan pada Kamis ( 4/1) bertempat di Masjid Pemda Kuansing.

Uang pembinaan ini diberikan oleh Bupati Kuansing Drs H Mursini,.M.Si . Adapun besaran uang pembinaan yang diberikan adalah juara 1 Rp 5 jt, juara 2 Rp 4 jt, juara 3 Rp 3,5 jt, juara harapan 1 Rp Rp 2,5 jt, juara harapan 2 Rp 2 jt dan juara harapan 3 Rp Rp 1,5 jt. Kemudian peserta yang belum berhasil meraih juara mendapatkan Rp 500 ribu per orang dan pelatih/official Rp 300 ribu per orang.

 Sedangkan peserta yang meraih juara terdirj dari juara 1 dua orang yakni dari cabang tilawah dewasa putri atas nama Aprilia dan cabang tilawah Canet Putri atas nama Resi Sarpita, Kemudian juara 2 satu orang atas nama Mawardi dari cabang Tilawah Canet Putri,Selanjutnya juara 3 ada empat orang yakni dari cabang tilawah remaja putri atas nama Laila Magfira, Hifzil 1 juz dan tilawah putri atas nama Afri Rummiati, Hifzil 5 juz dan tilawah putra atas nama Zikri Abdillah dan cabang Fahmil quran atas nama Rey Rofyandika Syaifullah, Muhammad Zulfikih dan Azwin Mubarak.

Bupati Kuansing Mursini ketika memberi arahan menyampaikan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh peserta, pelatih dan official. Karena raihan peringkat yang diraih kuansing pada MTQ kali ini hanya berhasil meraih juara 10. "Karena itu perlu kita evaluasi menyeluruh agar peringkat MTQ kita kedepannya semakin baik," ujar bupati.

Kendati demikian dirinya mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta, official dan pelatih yang telah bersusah payah berjuang kendati hasil yang didapat belum maksimal,” Tutupnya (Lidia Ningsih)

Published in KARIMUN

Ket Photo : Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB ) Ke-72  Tahun 

LINGGA DABO SINGKEP,(KT) - Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB ) Ke-72  Tahun di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lingga, Rabu (03/01). Nizar berpesan kepada pegawai Kemenag untuk bekerja secara profesional sebgai pengabdian untuk melayani warga.

Pantauan lapangan, Nizar didampingi seluruh ASN Kemenag Lingga, tokoh masyarakat, tokoh agama, Organisasi keagamaan serta para OPD di Lingkungan Pemkab Lingga yang hadir pada pelaksanaan upacara pagi tadi.

Dalam sambutannya Nizar, membacakan amanat Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang mana mengajak berkerja ikhlas sebagai kunci kedamaian dan kemaslahatan umat. Dia mengajak pegawai Kemenag untuk bekerja dengan skala prioritas.

“Pekerjaan adalah pengabdian, maka taburlah kedamaian sebagai kunci kemaslahatan untuk semua umat,” ucap Wakil Bupati, Rabu (03/01).

Selain itu dia juga mengajak melatih kepekaan untuk bisa mendahulukan prioritas dimasyarakat, melakukan kegiatan yang paling penting. Setiap pegawai Kemenag diharapakn bisa terus berinovasi dengan perkembangan zaman.

Selesai apel, Nizar memberikan penghargaan satyalencana 30, 20 dan 10 tahun kepada ASN Kemenag Lingga.
Selain itu, diberikan juga penghargaan kepada Guru dengan predikat Best Of The Best Teachers yang disponsori oleh BAZNAS Lingga melalui program Lingga Cerdas.

Dikesempatan itu juga diselaraskan bantuan untuk Ponpes Tahfiz, bantuan masjid serta pendirian Rumah Singgah Muallaf oleh  BAZNAS Kabupaten Lingga.  Dan pelepasan dan perpisahan dengan mantan Kepala Kemenag Lingga, H. Hasyim.(AM)

Published in KARIMUN
 
LINGGA DABO SINGKEP,(KT) - Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan dua kebudayaan dari Kabupaten Lingga yakni pengobatan tradisional Bejenjang dan Tari Inai sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia 2017. Hingga saat ini sudah 14 karya budaya dari Kepri yang ditetapkan jadi WBTB Indonesia.

Staf Pusdok Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepri, Dedi Arman mengatakan ada 28 karya budaya dari Kepri yang diusulkan namun yang lolos dan ditetapkan baru dua karya budaya.

“Harapannya ke depan makin banyak yang diusulkan. Makin banyak yang ditetapkan. Penetapan ini (WBTB, red) tujuannya untuk pelestarian nilai budaya. Supaya tak diklaim negara lain,” kata Dedi Jumat kepada awak media (29/12) yang lalu.

Dedi menyebutkan, sebelum penetapan WBTB, dilakukan pencatatan dan baru diusulkan ke Kemdikbud. Selama ini pencatatan karya budaya di Kepri masih minim. Dampaknya karya budaya yang diusulkan juga minim.

“Karya budaya yang diusulkan harus ada kajian terlebih dahulu. Ada video dan foto. Termasuk pelaku atau maestro,” ujarnya.

Dedi menambahkan, terdapat 79 karya budaya dari kepri yang masuk data base Kemendikbud. Namun yang ditetapkan baru 14 karya budaya. Perinciannya adalah Makyong, Gurindam 12, Gazal, Mendu, Pantun Melayu, Gubang, Gendang Siantan, Teater Bangsawan, Joget Dangkong, Tudung Manto, Gasing Kepri, Langlang Buana, Bejenjang, dan Tari Inai.

Dua karya budaya yang ditetapkan tahun ini adalah bejenjang. Bejenjang adalah pengobatan tradisional di Desa Mentuda, Kecamatan Lingga. Tarian ini kondisinya hampir punah. Sudah jarang ditampilkan karena tak ada lagi tetua yang dalam upacara berperan sebagai dukun (pawang).

Sementara Tari inai adalah tarian sakral dalam pelaksanaan upacara pengantin masyarakat Melayu di Kepri, Jambi dan daerah Melayu lainnya. Tari inai dibawakan penari yang tampil menggunakan properti atau perlengkapan berupa lilin. Tari inai antara daerah Melayu satu dan lainnya berbeda baik ragam, gerak sampai properti yang dibawakan. Di Jambi dibawakan berpasang-pasangan. Ada pula yang membawakannya secara tunggal.

Tari inai biasanya dibawakan malam hari setelah selesai salat Isya. Tari inai menjadi bagian penting dalam acara memberi tanda kepada pengantin. Gerak dalam tari inai memakai gerak level rendah. Geraknya bersumber dari gerakan silat.

Tari inai pemainnya biasanya laki-laki dan maksimal jumlahnya tiga orang. Karya budaya ini masih hidup dalam keseharian masyarakat Melayu Kepri. Usai lebaran, sebagaian besar masyarakat Melayu melangsungkan acara pernikahan. Di mana, bulan setelah lebaran dianggap bulan yang baik untuk melangsungkan tradisi pernikahan, khususnya bagi masyarakat Melayu Lingga dan Pulau Singkep. (R.AG)
 
Published in LINGGA

 

Ket Photo : Kantor Imigrasi Karimun, Kepri.

Karimun,(KT) - Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Karimun Mas Arie Yuliansa Dwi Putra melalui Kepala Seksi Informasi Keimigrasian Riawantry Nurfatimah menyampaikan bahwa sampai saat ini Kanim Karimun tidak bisa memenuhi permintaan DPRD Karimun terkait kebijakan untuk memberikan kemudahan dalam pengurusan paspor bagi masyarakat yang hendak bekerja diluar negeri di Kabupaten Karimun.

Hal tersebut disampaikan Riawantry Nurfatimah kepada karimuntoday.com beberapa waktu yang lalu, dijelaskan Ria, kita selalu berupaya dalam memaksimalkan pelayanan publik di Kanim Karimun, termasuk pelayanan publik dalam pembuatan paspor, contoh nyata adalah Anjungan Paspor Mandiri (APM), dengan APM pemohon bisa register langsung serta kita dirikan pos-pos pos APM di pulau, jelasnya.

 Inovasi pelayanan keimigrasian dengan APM ini, lanjut Ria, adalah pertama di Indonesia, kita menjadi percontohan oleh Kanim didaerah lain, mereka belajar dari apa yang kita lakukan serta kita mendapatkan penghargaan dari ini, namun, kita tidak anti kritik, kita terima masukan positif dari pihak manapun apalagi dari DPRD yang mewakili masyarakat, sepanjang masukan yang diberikan tidak menyalahi aturan yang berlaku, tuturnya.

 Diakui Ria, Komisi I DPRD Karimun telah melakukan tiga kali pemanggilan terhadap Kanim Karimun, terkait permintaan kebijakan kemudahan pengurusan paspor, disebutkannya, Ketua Komisi I DPRD Karimun Anwar Abu Bakar meminta kita untuk memudahkan masyarakat Karimun mengurus paspor untuk keperluan menjadi TKI di luar negeri.

Tanggapan dari kita, sambungnya, kita sampaikan bahwa, dalam pengurusan paspor telah ada aturan hukum yang mengaturnya, ada syarat yang harus dipenuhi pemohon baru bisa paspornya diterbitkan, untuk pemohon yang hendak bekerja diluar negeri sebagai TKI, pemohon bisa melengkapi dokumen-dokumen sesuai prosedur, seperti melampirkan surat keterangan dari Disnaker, terangnya.

 Menurut Ria, bila tetap kita terbitkan paspor bagi TKI non prosedural, ini bahaya, dimana letak tugas, fungsi serta tanggung jawab kita dalam melakukan pengawasan keimigrasian, Kanim sebagai perpanjangan tangan negara untuk mengontrol itu, termasuk kepada warga negara yang hendak bekerja diluar negeri, paparnya.

Perumusan kebijakan serta pelaksanaan kebijakan yang ada di Imigrasi saling terhubung dengan instansi lainnya, termasuk keberangkatan sebagai TKI, hal ini salah satunya adalah untuk keselamatan warga negara kita yang bekerja sebagai TKI diluar negeri, jika paspor secara sembarangan diterbitkan tanpa pertangungjawaban yang jelas, lalu TKI kita dianiaya, disiksa, siapa yang bertanggung jawab ?, tanyanya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Karimun Anwar Abu Bakar, sampai berita ini diunggah belum bisa dimintai keterangannya, terkait permintaan DPRD Karimun kepada Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun untuk membuat kebijakan kemudahan pengurusan paspor bagi masyarakat Karimun yang hendak bekerja diluar negeri.(DS)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo :  Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febriantara (kanan) memberikan kesempatan kepada wartawan mewawancarai tersangka AM yang diduga telah melakukan tindak pidana pencabulan, (04/01/18).

Karimun,(KT)- Warga Lubuk Puding, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun berinisial AM (56 th) harus berurusan dengan aparat kepolisian, pasalnya, AM diduga telah melakukan tindak pidana pencabulan, perbuatan tersangka AM disinyalir mengidap pedofilia, yakni prilaku seksual menyimpang yang dilakukan terhadap anak, karena korbannya berumur 12-17 tahun, hingga saat ini, tercatat sudah belasan anak yang menjadi korban pelampiasan nafsu tersangka.

 Hal tersebut dikatakan Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febriantara yang turun langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka AM, Kamis,(04/01/18), tersangka AM diciduk unit operasional Satreskrim Polres Karimun berdasarkan laporan polisi nomor (LP-B/02/I/2018/kepri/spk-res Karimun), yang dilaporkan salah seorang orang tua korban, dijelaskan, kasus pencabulan yang dilakukan tersangka AM saat ini masih dalam proses pemeriksaan dan pengembangan, sebut Lulik dalam rilis resminya.

Dilanjutkannya, dari hasil pemeriksaan, ada 8 orang anak laki-laki yang menjadi korban dugaan pencabulan yang dilakukan bersangkutan di kampung harapan, Karimun, delapan orang korban yang menjadi pelampiasan prilaku seksual menyimpang yang dilakukan tersangka adalah terhadap Kus (13 tahun ), Bah (12 tahun ), Ad (16 tahun ), Bang (14 tahun), Mok (15 tahun), Sis (17 tahun), Kur (14 tahun) dan Ris (14 tahun), untuk korban kita lakukan visum ungkapnya.

Namun, sambung Lulik, kita masih dalam proses penyelidikan, pasalnya, perbuatan sudah dilakukan semenjak tahun 2005 di kecamatan Buru, disana ada 5 orang korban, jadi sampai saat ini, tercatat sudah 13 orang yang menjadi korban dari perbuatan yang bersangkutan, menurut pengakuan tersangka, setelah melampiaskan hasrat seksualnya dengan menyodomi korban terpenuhi, tersangka memberikan sejumlah uang kepada korban, atas perbuatan tersangka dijerat dengan Undang-undang pencabulan terhadap anak, jelasnya. (DS)

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« January 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31