humas karimun
humas karimun
kabupaten lingga lagi
kabupaten lingga lagi
karimuntoday.com - Items filtered by date: Saturday, 06 January 2018

 

 Ket Photo : Bupati Karimun H. Aunur Rafiq diwawancarai awak media usai menemui Pedagang Pasar Puan Maimun, Jum'at, (05/01/18).

 

Karimun,(KT) - Bupati Kabupaten Karimun H.Aunur Rafiq menyampaikan bahwa, saat ini dari 4 BUMD yang dimiliki pemkab Karimun, penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar adalah dari Badan Usaha Pelabuhanan (BUP), BUP mampu menyumbangkan PAD lebih kurang 3 Milyar, ucap Rafiq saat menemui pedagang di Pasar Puan maimun, Jum'at,(05/01/18)

Dijelaskannya, Pemerintah tidak boleh berorientasi pada bisnis, oleh sebab itu, maka dibentuklah Badan usaha yang berbadan hukum yakni BUMD, memang dari 4 BUMD yang kita miliki, hanya ada dua yang telah memberikan kontribusi, selain BUP yang memberikan kontribusi bagi PAD milyaran rupiah, PERUSDA yang mengelola pasar juga memberikan kontribusi, meskipun belum maksimal, ujarnya.

Tahun 2017, sambungnya, PAD yang disetorkan PERUSDA sebesar Rp. 150 juta, untuk tahun ini, tahun 2018, PERUSDA menargetkan setorannya Rp. 170 juta, semoga bisa dicapai PERUSDA, karena diharapkan BUMD yang ada memberikan kontribusi bagi PAD, meskipun belum berkontribusi, bukan berarti BUMD lainnya yakni PDAM Tirta Karimun dan BPR tidak sehat, semua berjalan dengan baik, tutur Rafiq.

Dilanjutkannya, PDAM dan BPR Karimun masih belum berkontribusi dikarenakan masih disibukkan menata internal mereka, PDAM dengan urusan utang piutangnya serta membenahi fasilitas air bersih seperti waduk, sedangkan BPR masih ada saldo rugi dikarenakan beberapa waktu lalu dipakai pimpinannya sekitar 1 Milyar, jelasnya (DS)

Published in KARIMUN

 

 Ket Photo : Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs Yan Fitri Halimansyah MH,Memimpin Upacara Hari Ulang Tahun ke 37 Satuan Pengamanan,bertempat Dilapangan Upacara Polda Kepri.

 

BATAM, (KT) - Pada hari Jumat tanggal 5 Januari 2018 sekira pukul 11.30 Wib, karimuntoday.com menerima press release dari Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga menerangkan Tentang Upacara Hari Ulang Tahun ke – 37 Satuan Pengamanan di Polda Kepri.

 

 Upacara Hari Ulang Tahun ke – 37 Satuan Pengamanan dilaksanakan di Lapangan Upacara Polda Kepri pada hari Jumat tanggal 5 Januari 2018 sekira pukul 08.00 wib,di pimpin oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Yan Fitri Halimansyah, MH, dihadiri, Irwasda Polda Kepri, Para pejabat utama Polda Kepri, Pimpinan Asosiasi Profesi/Badan Usaha jasa Pengamanan, para Pimpinan Organisasi, Perusahaan, serta Instansi dan Lembaga Pemerintahan, serta seluruh Anggota Satuan Pengamanan.

 

Dalam Sambutan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D yang dibacakan oleh Wakapolda Kepri menyampaikan Hari ini, 37 Tahun yang lalu, Satuan Pengamanan dibentuk oleh Kapolri pada masa itu, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Awaludin Jamin, yang menyadari bahwa kebutuhan akan rasa aman tidak bisa diemban oleh Polri semata. 

 

 Satuan Pengamanan yang terdiri dari petugas-petugas yang terlatih dan terampil berperan sangat penting dalam menjaga sentra-sentra perekonomian, sekolah, rumah sakit, tempat-tempat pelayanan masyarakat, sampai instansi-instansi pemerintah, sebagai mitra kerja terdekat bagi Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban.

 

 Peringatan Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan ini diharapkan menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja, sekaligus refleksi pemuliaan Profesi Satuan Pengamanan, untuk dihargai, serta harus terus ditingkatkan kehadirannya, patut untuk dihargai, serta harus terus ditingkatkankemampuannya. Hal tersebut sesuai tema dalam peringatan Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan Tahun 2017 yaitu “Melalui Peningkatan Kompetensi Kita Wujudkan Profesionalisme Satpam dalam Rangka Menciptakan Keamanan dan Ketertiban di Lingkungan Kerja”. Dalam tataran Filosofis, lahirnya Fungsi Pemolisian dilandasi kebutuhan akan rasa aman di dalam kehidupan masyarakat. 

 

 Pada mulanya masyarakat pra modern membentuk konsep Kepolisian yang dibangun atas asas Kekerabatan/Kin Policing. Konsep tersebut mengalami evolusi dengan terbentuknya konsep pemolisian Tything, yaitu komunitas penjaga kamtibmas yang terdiri dari perwakilan 10 keluarga, dengan pemimpin yang disebut Tythingman. Sepuluh Tyhthing menjadi komunitas lebih besar yang disebut Hundred dengan pimpinan yang disebut Hundredman. Kelipatan dari jumlah komunitas Hundred dinamakan komunitas Shire yang dipimpin oleh Shire Reeve, yang kemudian dikenal dengan istilah Sheriff yang banyak digunakan di daerah bekas jajahan Inggris. Konsep inilah yang menjadi cikal bakal Polisi Sipil/Civilian Police dalam Negara-Negara Demokrasi. Uraian sejarah tersebut menunjukkan bahwa Konsep Pemolisian 

lahir, tumbuh, dan berkembang secara demokratis, dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat, serupa dengan sejarah terbentuknya satuan pengamanan di indonesia. 

 

 Kelahiran Satuan Pengamanan didorong oleh kesadaran dan kebutuhan masyarakat akan rasa aman, sebagai pelengkap tugas Kepolisian.

 

Terwujudnya keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja merupakan modal berharga untuk mewujudkan iklim investasi yang kondusif, guna mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional. 

 

 Dengan demikian, keberadaan anggota satuan pengamanan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban di lingkungan kerjanya mempunyai peran penting dalam mendukung terselenggaranya pembangunan nasional. 

 

 Untuk mewujudkan hal tersebut, peningkatan kompetensi anggota satuan pengamanan harus menjadi perhatian dan prioritas oleh seluruh pemangku kepentingan. Pendidikan, 

pelatihan, dan sertifikasi anggota satuan pengamanan harus terus dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan.   Dengan demikian, kompetensi dan profesionalisme anggota satuan pengamanan dapat terus ditingkatkan. Dalam kesempatan ini saya memberikan apresiasi kepada pimpinan organisasi, perusahaan, serta instansi dan lembaga pemerintah, yang telah berupaya meningkatkan kompetensi anggota satuan pengamanan. 

 

 Melalui upaya yang sinergis dan berkelanjutan dari seluruh pemangku 

kepentingan, maka peningkatan kompetensi dan pemuliaan profesi satuan pengamanan akan semakin memberi manfaat positif bagi masyarakat. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota satuan pengamanan, badan usaha jasa pengamanan, asosiasi profesi/badan usaha jasa pengamanan, serta seluruh stakeholders, atas dedikasi dan kerja sama dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

 Guna meningkatkan peran Satuan Pengamanan dalam memelihara keamanan dan ketertiban di  Kedua, profesi sebagai Anggota Satuan Pengamanan merupakan profesi yang luhur, § Pertama, niatkan setiap pelaksanaan tugas memelihara keamanan dan ketertiban lingkungan kerja sebagai bagian dari ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa; §lingkungan kerjanya masing-masing, ada beberapa hal yang perlu saya tekankan kepada seluruh anggota satuan pengamanan, yaitu sebagai berikut:  Ketiga, tugas yang saudara emban sebagai Anggota Satuan Pengamanan adalah tugas §oleh karena itu tanamkan dan pelihara kebanggaan dan kehormatan di hati sanubari saudara sebagai

 

Anggota Satuan Keamanan;  Kelima, tingkatkan komunikasi dan koordinasi secara sinergis dengan personel dan Satuan Polri di lingkungan tempat kerja saudara.§Keempat, jangan pernah berhenti untuk meningkatkan keterampilan termasuk membekali diri dengan berbagai kemampuan membela diri; §yang penuh dengan kemuliaan, oleh karena itu, laksanakan setiap tugas dengan cermat dan penuh tanggung jawab; Selamat Ulang Tahun Satuan Pengamanan yang ke-37, semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuk kepada kita sekalian, dalam melanjutkan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (Ardi oyong/Humas Polda Kepri)

 

Published in BATAM

 

Ket Photo : H.Isdianto Calon Wakil Gubernur Kepri yang di Syahkan DPRD Provinsi Kepri dalam Sidang Paripurna.

 

Karimun,(KT) – Lembaga Swadaya Masyarakat,(LSM), Payung Mahkota meminta kepada Mendagri RI di Jakarta untuk secepatnya melakukan pelantikan terhadap saudara Isdianto sebagai Wakil Gubernur Kepri, pasalnya, DPRD Provinsi Kepri pada sidang paripurna beberapa waktu lalu telah menyetujui secara aklamasi saudara isdianto sebagai wagub kepri.

 

Hal tersebut dikatakan, Andri Supandi Ketua LSM Payung Mahkota Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri kepada karimuntoday.com Sabtu,(6/1/2018), Sudah sekian tahun provinsi kepri tidak memiliki seorang wakil gubernur, roda pemerintahan hanya dikendalikan oleh gubernur beserta para pembantunya, sehingga terlihat ada yang kurang dari struktur pemerintahan, pasca kosongnya kursi wakil gubernur, akibatnya, tanggung jawab seharusnya di lakukan oleh wakil gubernur di ambil alih oleh gubernur, sehingga roda pemerintahan berjalan lamban.

 

“  Selayaknya Mendagri secepatnya melakukan pelantikan terhadap wakil gubernur kepri yang sudah di syahkan pada sidang paripurna DPRD Provinsi Kepri beberapa waktu lalu, sehingga kekosongan kursi wakil gubernur dapat terisi,” Pintanya

 

Ditambahkanya lagi, Mengenai katanya ada kisruh di beberapa internal dan ada pro dan kontra pasca di syahkan saudara isdianto sebagai wakil gubernur oleh DPRD Provinsi Kepri, dia berharap agar mendagri mendengarkan suara masyarakat kepri yang lebih luas,  yang menginginkan isdianto sebagai wakil gubernur kepri, bukan sebaliknya, artinya, kapan perlu mendagri membentuk tim untuk diturunkan ke kepri dan lansung melakukan tatap muka atau dialog dengan masyarakat, untuk mendengarkan suara masyarakat, apabila mendagri masih ragu dengan keputusan paripurna DPRD Provinsi Kepri, dan juga, suara DPRD Provinsi Kepri, secara tidak lansung telah mewakili masyarakat kepri pada umumnya, oleh sebab itu diminta sekali lagi kepada mendagri untuk melantik wakil gubernur kepri,” Tukasnya

 

Secara terpisah,Tjahjo Kumolo Mendagri sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, terkait permintaan salah satu LSM di Daerah Kepri, meminta agar secepatnya melakukan pelantikan terhadap isdianto sebagai wakil gubernur kepri, belum dapat dimintai tanggapanya.(lh)

Published in KARIMUN
 
Selat Panjang,(KT) - Pengerjaan proyek pembangunan rumah susun atau rumah khusus Riau 1 dari APBN tahun 2017 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Satuan Kerja Penyediaan Provinsi Riau Pejabat Pembuat Komitmen terindikasi bermasalah dan tidak sesuai spesifikasi teknis.
 
Pengerjaan rumah susun sebanyak seratus unit yang dikerjakan oleh PT Harapan Tri Guna senilai Rp.16,376.120,000 melalui  dana APBN tahun 2017 beralokasi di Desa Mengkirau Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti diduga kuat pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sebagaimana Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan, Senin 01/01/2018.
 
Menurut informasi yang dihimpun dari sejumlah masyarakat setempat saat berbincang-bincang minggu lalu, ketika  belum lama proyek rumah tersebut melakukan serah-terima secara simbolis, Kamis 21/12/2017 lalu oleh Gubernur Riau Ir H Arsyadjuliandi Rachman didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PKPP) Provinsi Riau, Muhammad Amin kepada penerima yang dalam pelaksanaan pembangunan tersebut banyak ditemukan kecurangan dan tidak sesuai RAB, seperti sejumlah ruangan bagian dalam rumah tidak menggunakan material pasir urug, sementara yang diketahui proyek tersebut di dalam RAB mengunakan pasir urug.
 
"Selain banyak lantai bagian dalam rumah tidak mengunakan pasir urug sebagai alas lantai peninggian lantai rumah tinggal, solokan saluran pembuangan air pekarangan rumah juga tidak mengunakan pasir urug," ujar FD (46) beserta sejumlah warga lainnya yang meminta namanya untuk tidak disebutkan.
 
Kemudian sumber juga siap menunjukkan dan mengetahui secara detail rumah-rumah bagian mana yang tidak menggunakan pasir urug.
 
"Untuk itu kita berharap melalui awak media bisa menyampaikan dan meminta kepada Pemerintah Provinsi Riau sebagai fungsi pengawasan pembangunan untuk meninjau dan melakukan evaluasi kembali serta menindak tegas pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis (spek) dan hal itu akan berdampak buruk dan merugikan bagi masyarakat," harap sumber menjelaskan.
 
"Sepengetahuan kami, untuk menghitung kebutuhan material pasir pada pekerjaan urugan dapat dihitung sebagai pekerjaan urugan pasir pada bidang dengan ukuran 6 x 8 meter dengan ketebalan 5 cm, berapa material pasir yang diperlukan pada pekerjaan pasir urug pada bidang tersebut, Langkah perhitungannya adalah : V = p x l x t. V = 6 x 8 x 0,05. V = 2,4 m3," tutup sumber.
 
Untuk menyikapi hal ini, Kepala Desa Mengkirau Toha, serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek tersebut  dari dinas PU benama Dody tersebut dengan No 0823869235** ketika dihubungi media, nomornya malah tidak aktif.
 
Begitu juga Rudi selaku konsultan pengawas lapangan dari PT. Bina Cipra Jaya Sejati Konsultan dengan nomor 0852631053** juga tidak aktif.
 
Kemudian dilanjutkan kepada Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PKPP) Provinsi Riau Muhammad Amin berkali-kali ditelfon dengan nomor 0812750275**  tidak diangkat kemudian diSMS juga tidak ditanggapi sehingga berita ini diterbitkan. (beni/agus/tim)
 
 
Published in KARIMUN

 

Ket Photo :  Bupati Karimun H. Aunur Rafiq didampingi Dirut Perusda Karimun Devanan Syam, Kadis perdagangan M. Yosli serta Kasatpol PP T.A Rahman temui pedagang untuk menjadikan pasar Puan Maimun lebih baik, (05/01/18).

Karimun,(KT) - Bupati Karimun H. Aunur Rafiq didampingi Dirut Perusda Karimun Devanan Syam, Kepala Dinas Perdagangan, Muhammad Yosli, Kabag Humas Eko Riswanto serta Kasatpol PP T.A Rahman menemui para pedagang di Pasar Puan Maimun, Jum'at,(05/01/18), kunjungan Bupati Karimun Aunur Rafiq di Pasar Puan Maimun adalah untuk mengetahui secara langsung permasalahan yang ada di pasar Puan Maimun.

Pemimpin bumi berazam itu kepada pedagang pasar Puan Maimun mengatakan, sengaja saya datang adalah untuk bersilaturrahmi, untuk membicarakan pasar kita ini kedepannya, karena kita harus saling bekerjasama untuk menjadikan pasar Puan Maimun menjadi lebih baik, sudah 4 tahun dari tahun 2014 pasar kita ini diresmikan penggunaanya, selama itu pula, Perusda sebagai pengelola menaungi para pedagang mencari rizki disini, ujar Rafiq memulai dialog dengan pedagang.

Dilanjutkannya, untuk menata pasar kita ini diperlukan peran pedagang, terkait dengan kebersihan, mohon kita sama-sama menjaganya, terkait dengan pedagang yang berjualan tidak pada tempatnya kita tidak menginginkan hal itu lagi, tempat sudah disediakan, berjualanlah disitu, rizki sudah diatur tuhan maha pemberi rizki, memang disewakan, namun, hasil dari sewa itu, juga untuk operasional pasar kita ini,tutur Rafiq.

Kedepan, sambungnya, saya menginginkan ada persatuan pedagang di pasar Puan Maimun ini, sebuah asosiasi pedagang untuk mengakomodir penerapan aturan serta mengakomodir aspirasi ataupun kebutuhan pedagang, setiap Blok dan lantai ada koordinatornya, silahkan dibentuk, laporkan kepada kami, agar kedepan, koordinasi serta komunikasi pedagang, perusda, serta instansi lainnya semakin intens dan terjalin dengan baik agar kedepan, pasar kita ini semakin banyak pengunjung untuk berbelanja, jelas Rafiq.

Pantauan Karimuntoday.com dilokasi, saat dialog berlangsung, pedagang meminta fasilitas TV serta kipas angin untuk blok B, karena tempat tersebut adalah gerai makanan dan minuman, Bupati Karimun Aunur Rafiq menyetujui permintaan pedagang, pedagang lainnya, juga mengusulkan tangga lainnya seperti tangga yang diresmikan beberapa hari yang lalu, selain itu, pedagang juga meminta Blok B yang tempias juga dilakukan pembenahan, semuanya diterima Aunur Rafiq, namun tidak bisa sesegera mungkin, secara bertahap karena keterbatasan anggaran, namun kita akan akomodir, ucap Rafiq. (DS)

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« January 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31