humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Monday, 12 February 2018

  

Ket Photo : SN Tersangka Dugaan Korupsi sampai Saat ini Belum Juga Dilakukan Penahanan Oleh Kejari Kuansing, Riau.

 

Kuansing,(KT) – Ada apa dengan kejaksaan negeri kabupaten kuantan singing, provinsi riau, pasalnya beberapa tersangka dugaan korupsi, maupun sudah dalam proses persidangan tidak dilakukan penahanan, sehingga muncul persepsi negative terhadap institusi timbangan tersebut dalam penegakan supermasi hukum yang jujur serta bermartabat dan tidak tajam ke bawah, tumpul ke atas.

 

Hal tersebut dikatakan, Zubirman SH Praktisi Hukum di Kuansing kepada karimuntoday.com, Senin,(12/2/2018), Dia mengaku heran dengan sepak terjang kejari kuansing saat ini, terkait perlakuan terhadap tersangka dugaan korupsi, kenapa dikatakan demikian, Dia melihat, apabila ada desakan dari masyarakat atau kalangan mahasiswa, barulah pihak dari kejari melakukan penahanan terhadap tersangka korupsi, tetapi kalau tidak ada riak ditengah masyarakat, maka tersangka dugaan korupsi bakal tidak ditahan, walaupun sudah sampai ketahap persidangan.

 

“ Buktinya ketika tersangka dugaan korupsi KUD Siampo tidak dilakukan penahanan muncul gerakan dari para aktivis dan mahasiswa, mendesak kejari untuk melakukan penangkapan, jelang tidak berapa lama, tersangka lansung di lakukan penangkapan untuk dilakukan penahanan, perlakukan kejari jauh beda dengan kasus dugaan korupsi Anggaran Pendidikan PNS Tahun 2015 silam, tersangka, Mantan Sekdakab beserta Bendahara, sampai proses persidangan belum juga dilakukan penahanan, begitu juga dengan SN yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pada kegiatan penataan dan invetarisasi tahun 2015 silam dengan merugikan keuangan Negara kurang lebih 420 juta rupiah,” Tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Dia menduga terkait tebang pilihnya kejari kuansing dalam melakukan tindakan tegas terhadap para tersangka dugaan korupsi untuk melakukan penahanan, disenyalir ada kekuatan besar yang melakukan intervensi, dan juga tidak menutup kemungkinan adanya indikasi main mata antara kejari dengan para tersangka, sehingga tidak berdaya melakukan penahanan,selayaknya jamwas untuk melakukan penyelidikan,” Tukas Zubirman Praktisi Hukum yang Terkenal Vokal.

 

Secara terpisah, Kejari Kuansing, Jufri SH sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, terkait adanya dugaan tebang pilih ketika hendak melakukan penahanan terhadap tersangka korupsi dan adanya indikasi main mata serta  disenyalir ada intervensi dari pihak luar sehingga tidak memiliki nyali melakukan penahanan, belum dapat dimintai tanggapanya. (red)

 

Published in KARIMUN

 

 

 Ket Photo : Bupati Kuansing, H Mursini, didampingi,Wakil ll DPRD, Alhamra,Kaban Bappeda Maisir, Danramil,Kapolsek dan Camat Kuantan Tengah, Refendi Zukman.

 

Kuansing,(KT) - Kegiatan Musrembang Kecamatan Kuantan Tengah, dihadiri oleh Bupati Kuansing H Mursini, Camat Kuantan Tengah H.M. Refendi zukman, S.sos, M.Si, Wakil II DPRD Alhamra, dan Kaban Bappeda Maisir di Gedung Serbaguna Kantor Camat Kuantan Tengah, Senin ( 12/02/18).

 

Dalam acara musrembang ini, adapun usulan kegiatan pembangunan dari kecamatan Kuantan Tengah, disampaikan oleh camat Refendi Zukman. Di antaranya Pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur kantor kepala desa pulau Banjar Kari, Pulau Kedundung, Bandar Alai Kari, Sawah, Titian Modang, dan desa Munsalo Kopah. Selanjutnya perbaikan jalan antara desa Seberang Taluk dan Seberang Taluk Hilir sepanjang 1 km.

 

Perbaikan jalan desa Pulau Baru Kopah sampai Munsalo Kopah sepanjang 4 km. Perbaikan jalan dan pembuatan turap di seberang desa Pulau Aro menuju desa Pulau Kedundung sepanjang 100 M. Pengaspalan jalan desa Pulau Godang menuju desa Koto Kari sepanjang 1 km. Pengaspalan jalan penghubung desa Koto Kari menuju Pintu Gobang Kari sepanjang 3 km.

 

Pengaspalan jalan desa Bandar Alai Kari sepanjang 2 km, dan pengaspalan dari jalan nasional di desa Pintu Gobang Kari menuju jembatan gantung desa Bandar Alai Kari, Selain itu juga pembangunan di sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan, ujarnya.

 

Dalam kesempatan ini, tokoh masyarakat Zulbahri mengungkapkan kepada karimuntoday.com bahwa pemerintah bukan hanya membangun sarana dan prasarana infrastuktur saja melainkan membangun Mental dan pola agama masyarakatnya melalui konsep desa. Supaya tidak terjadi makan semen dan makan batu dalam pembangunan sarana dan prasarana infrastrukturnya, Tutupnya.(lidia ningsih/rls)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Mastur Sekwan DPRD Kuansing, Riau.

 

Kuansing,(KT) – Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau mengakui beberapa waktu lalu Tim Penyidik Polda Riau dari Dirkrimsus telah bertandang ke kuansing untuk melakukan pemeriksaan untuk dimintai keterangan terkait tunjangan perumahan yang diterima oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kuansing, sejak Perbup Nomor: 36 Tahun 2013 diterbitkan.

 

Hal tersebut dikatakan, Mastur Sekwan DPRD Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau ketika dikonfirmasi karimuntoday.com Senin,(12/2/2018), Ya’ Beberapa waktu lalu, tim tindak pidana korupsi,(tipikor), Dirkrimsus Polda Riau telah datang ke kuansing untuk melakukan penyelidikan, serta meminta keterangan kepada pihak-pihak yang mengetahui atau menerima tunjangan perumahan tersebut, terhitung perbup no.36 tahun 2013 diterbitkan sampai dengan masa berlaku perbup tersebut pada tahun 2016.

 

“  Pada tahun 2013 ketika perbup tersebut diterbitkan oleh bupati kala itu, menjabat sebagai Ketua DPRD Kuansing adalah, saudara, muslim sampai dengan tahun 2015, sedangkan dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2017, diterbitkan lagi perbup baru oleh bupati saat ini, Mursini, ketua dprd adalah saudara andi putra, dan untuk tahun 2018, ketua dan wakil ketua dprd kuansing tidak menerima tunjangan perumahan lagi, kecuali anggota dprd kuansing,” Tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Terhitung tanggal, 12 Januari 2018 Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kuansing, sudah menempati rumah dinasnya dan otomatis tidak menerima tunjangan perumahan lagi, ketika ditanya, kenapa sebelumnya pimpinan dewan tersebut tidak menempati rumdisnya hingga sampai sekian tahun, Mastur mengatakan, kondisi rumah dinas kala itu tidak terawat dan lebih detilnya tanyakan lansung kepada ketua dprd,” tukasnya

 

Sementara itu, Ketika media ini konfirmasi dengan Dirkrimsus Polda Riau, Kombes Pol. Gidion Arif Setiawan terkait hasil dari pemeriksaan dilakukan terhadap pihak-pihak yang menerbitkan perbup atau pihak menerima tunjangan perumahan mengatakan, Masih Lidik Mas.. belum bisa di ekspos..kenak UU KIP,” Ujarnya Singkat (roder)

Published in KARIMUN

 
Ket Photo : Presiden RI. Jokowi 
saat bersilaturahmi dengan para peserta Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa,di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

 

Istana Bogor-(KT)-Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasinya atas komitmen kuat para pemuka agama di seluruh Tanah Air dalam membantu pemerintah menjaga serta memperkokoh kerukunan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Negara saat bersilaturahmi dengan para peserta Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa, pada Sabtu, 10 Februari 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

"Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Din Syamsuddin, kepada seluruh pemuka agama, peserta musyawarah atas komitmennya untuk memperkuat kerukunan bangsa, serta atas komitmennya memperkokoh NKRI, memperkokoh Pancasila, serta memperkokoh Bhinneka Tunggal Ika," ujar Presiden.

Berkat komitmen kuat dan peran penting para pemuka agama tersebut, Indonesia telah dikenal oleh dunia internasional sebagai negara yang penuh keberagaman namun masyarakatnya tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan.

"Indonesia contoh masyarakat muslim yang mengedepankan Islam moderat, contoh keberhasilan menjaga Bhinneka Tunggal Ika," ungkapnya.

Oleh karena itu, Presiden mengajak para pemuka agama untuk bersama-sama dengan pemerintah membangun sinergi yang kuat guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang kokoh, toleran, dan saling pengertian.

"Tetapi juga saling kerja sama, saling bersinergi menjaga pendidikan, menjaga sikap umat masing- masing. Bekerja sama mengembangkan pendidikan yang terbuka, meningkatkan pengertian antar agama, antar etnis, dan antar status sosial," kata Presiden.

Tak hanya sampai disitu, peran dan kontribusi Indonesia juga dinantikan oleh negara-negara lain dalam rangka menyelesaikan konflik kemanusiaan serta mewujudkan perdamaian dunia.

"Para pemuka agama, visi kita memperkokoh Pancasila dan NKRI tapi kita juga ikut menjaga ketertiban dunia, berkontribusi pada perdamaian saudara kita baik di Afghanistan, Rakhine State, dan belahan dunia lain," ucap Presiden.

Hal tersebut penting dilakukan mengingat perdamaian merupakan fondasi berharga dalam kehidupan bernegara dan memenangkan persaingan dengan negara lain. Sehingga masyarakat harus terus dibimbing dan diingatkan tentang nikmatnya perdamaian, kerukunan, dan persatuan.

"Ini yang harus terus kita syukuri jangan sampai lupa tentang anugerah dari Tuhan mengenai ini. Jangan sampai kita lupa nikmatnya kerukunan, karena kita selama ini selalu rukun," ujar Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban Din Syamsuddin, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden,
 (Zulfahmi/Bey m)

 

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« February 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28