humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Friday, 02 February 2018

 

Ket Photo Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat memberikan sambutan pada acara melepas jenazah alm. Sultan M Taufik Thaib di Istano Silunduang Bulan, Jum'at (2/2/2018).

 

 

Sumbar,(KT)  - Sultan H. Muhammad Taufik Thaib Rajo Alam Minangkabau Tuanku Maha Rajo Sati telah meninggalkan kita karena dipanggil Allah Yang Maha Esa, atas nama pemerintah dan masyarakat Sumatera Barat - ranah minang berduka kehilangan tokoh adat teladan yang dihargai banyak kalangan baik nasional dan regional.

 

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat memberikan sambutan pada acara melepas jenazah alm. Sultan M Taufik Thaib di Istano Silunduang Bulan, Jum'at (2/2/2018).

 

 Hadir dalam kesempatan itu Bupati Dhamasraya Sutan Riskan Kerajaan, Wakil Bupati Tanah Datar, beberapa tokoh-tokoh kerajaan nusantara, tokoh adat dari kerajaan sembilan Malaysia serta tokoh-tokoh adat lainnya.

 

Wagub Nasrul Abit, juga menyampaikan permohonan maaf Gubernur Irwan Prayitno yang tidak berkempatan hadir karena ada kegiatan diluar provinsi, yang malam kemaren sewaktu di rumah sakit sempat membezuk di rumah sakit.

 

Kita mendoakan alm Sutan M. Taufik Thaib dihapuskan dosa-dosanya, dimasukan dalam surga janatum naim. Kepada keluarga yang ditinggalkan dapat tabah menerima cobaan ini.

 

Kita berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah ada penganti beliau dalam meneruskan tatanan adat dan budaya rajo alam minangkabau, doa dan harapan Wagub Nasrul Abit Dt. Malintang Panai.

 

Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan, segala bentuk adat dan budaya yang telah dilakukan oleh Alm Sultan M. Taufik Thaib agar tatanan kerajaan alam minangkabau ini dapat diterus sebagai nilai yang tidak pernah habis maupun lupa.

 

Semoga penganti beliau nanti dapat melanjutkan tradisi budaya dan adat dalam memajukan kebudayaan Sumatera Barat sesuatu yang penuh pesan dan makna nilai budi luhur yang mesti dilestarikan kepada generasi muda berikutnya, ujar Nasrul Abit.(zulfahmi/humaspemprov)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Kondisi Jalan Yos Sudarso Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, di Genangi Air Pasang dari Laut.

Guntung,(KT) – Pelantar satu tepatnya di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Kateman, Kabupaten Indargiri Hilir, Provinsi Riau setiap tahun menjadi langganan banjir rembesan dari air pasang besar, mirisnya sampai saat ini belum ada tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

Salah seorang warga guntung sebut saja namanya Karim ketika dimintai tanggapanya oleh karimuntoday.com Jum,at(2/2/2018), mengatakan, Ya’hampir setiap tahun ruas jalan ini digenangi air ketika air laut pasang besar, pasalnya, di bibir pantai kondisinya lebih rendah, sehingga ketika air pasang, air akan merembes kebadan jalan.

“ Kondisi seperti ini sudah sekian tahun dirasakan oleh masyarakat sungai guntung, akibatnya ketika air sudah merembes ke badan jalan, warga sangat kesulitan untuk melintas, ditambah lagi banyaknya tumpukan sampah, sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap,” Tuturnya

Ditambahkanya lagi, Biasanya air masuk ke ruas jalan sekitar pukul, 11.30 wib dan ketinggianya mencapai, 10 s/d 15 cm, disamping itu juga, selain air menggenangi di jalan yos sudarso, juga menggenangi pemukiman warga, oleh sebab itu diharapkan kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk membangun dam, agar ketika air pasang besar tidak masuk lagi kebadan jalan,” Harapnya (ridho)

 

 

Published in KARIMUN

  

Ket Photo : Bupati Lingga, H.Alias Wello.

DAIK LINGGA,(KT)  – Sejak pemerintah membuka kran ekspor komoditas tambang mineral, termasuk bauksit dengan persyaratan tertentu, terutama komitmen membangun smelter, sejumlah pengusaha tambang dari berbagai daerah mulai kasak – kusuk melirik Kabupaten Lingga, sebagai salah satu daerah pemilik kandungan bahan tambang terbesar di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

Mencermati fenomena ini, Bupati Lingga, Alias Wello mengingatkan, agar Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, tidak menerbitkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah kerjanya sebelum masalah reklamasi dan pasca tambang sebagaimana diamanahkan dalam Undang - Undang Nomor : 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara, dibereskan terlebih dahulu.

"Saya sudah dapat laporannya. Saya tidak anti investasi tambang, tapi harus pro rakyat, bermitra dengan badan usaha milik daerah dan mampu menjaga keseimbangan lingkungan. Jadi, saya ingatkan, sebelum masalah reklamasi dan pasca tambang dibereskan, jangan terbitkan IUP di Lingga,” tegas Bupati Lingga, Alias Wello dalam keterangan persnya, Jumat, (2/2/2018).  

Mantan Ketua DPRD Lingga yang akrab disapa Awe ini, mengaku geram melihat tingkah laku para pengusaha tambang bauksit, bijih besi, timah dan pasir yang pernah beroperasi di bumi Bunda Tanah Melayu itu. Bagaimana tidak, setelah kegiatan pertambangannya berakhir, mereka pergi begitu saja, tanpa melakukan kegiatan reklamasi dan pasca tambang.

"Masalah lingkungan ini sangat penting dan sudah menjadi issue strategis bagi pembangunan berkelanjutan atau sustainable development. Jadi, jangan dianggap remeh. Dampaknya bisa mendatangkan bencana sosial bagi daerah," tuturnya.

Sebagai pemegang amanah rakyat Lingga, Awe berjanji tidak akan membiarkan tempat kelahirannya itu porak - poranda akibat kegiatan pertambangan yang tidak berwawasan lingkungan. Ia sadar, bahwa kewenangannya di bidang pertambangan sudah beralih ke Gubernur, namun kewenangan di bidang lingkungan hidup masih berada di tangannya.

"Saya sudah mengingatkan mereka, agar segera melakukan kegiatan reklamasi dan pasca tambang. Tapi, tak ada satu pun yang melaksanakannya. Saya tahu, bahwa kewenangan di bidang pertambangan itu, sudah beralih ke Gubernur. Tapi, ingat! Masalah lingkungan hidup, masih kewenangan kabupaten,” katanya.

Ketika ditanya apa tindakannya menyikapi sikap bandel para pengusaha tambang ini, Awe mengaku sudah melaporkannya kepada Gubernur Kepri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri. Namun, hingga saat ini, belum terlihat adanya upaya kongkrit dari pemilik kewenangan untuk menyelesaikan persoalan pasca tambang di Lingga itu.   

“Anda pasti tahu, kami sudah mengundang KPK dan bicara soal kemana dana jaminan reklamasi dan dana jaminan pasca tambang Lingga itu berada? Kejaksaan Tinggi Kepri juga sudah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan, tapi kami tak tahu apa hasilnya? Faktanya, lahan pasca tambang di Lingga, masih terbiar gersang, tanpa kegiatan pemulihan lingkungan,”bebernya.    

Sebagaimana diketahui, sejak terbitnya UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan dibidang pertambangan dialihkan dari Pemerintah Kabupaten/Kota ke Pemerintah Provinsi. Termasuk kegiatan pasca tambang sebagaimana diatur dalam UU No. 4 Tahun 2009 tentang Minerba, PP No. 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pasca Tambang dan Permen ESDM No. 7 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Reklamasi dan Pascatambang Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.ujarnya.(rs)

 

Published in LINGGA

 

Ket Photo : Jenazah  Rustam Antoni Sikumbang umur 9 tahun( kelas 3 SD) di Semayamkan di rumah duka, bertempat  Desa Pisang Berebus, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuansing, Riau.

Kuansing,(KT) - Pada hari kamis tanggal 1 februari 2018 sekira pukul 18.15 wib telah ditemukan seorang mayat laki - laki an.Rustam antoni sikumbang umur 9 tahun ( kelas 3 SD ) bertempat di sungai kuantan desa pisang berebus.

 

Hal tersebut dikatakan, Kapolres Kuansing, AKBP Fibri Karpiananto melalui Ka,Humas Polres Kuansing, AKP, G.Lumban Toruan kepada karimuntoday.com Jum’at (2/2/2018), Ya’ pada hari kamis sekira pukul 16.30 wib sdr Rustam antoni sikumbang pulang dari MDA dan langsung menuju sungai kuantan bersama kawan - kawan nya untuk mandi dan bermain bersama di sungai kuantan,

Kemudian sdr Rustam antoni sikumbang buang air besar di sungai kuantan tersebut, tak lama kemudian kawan - kawan nya tidak melihat lagi,Kemudian mereka berusaha untuk mencari rustam di pinggir sungai dan tidak menemukan tetapi hanya melihat pakaian yg dikenakan tergeletak di pinggir sungai .


 Setelah lama mencari tidak juga menemukan Sdr Rustam akhirnya kawan - kawan nya melaporkan kepada masyarakat yang ada di pinggir sungai kuantan, Akhirnya sekira pukul 18.15 wib akhir nya sdr rustam ditemukan oleh Sdr ijon ( paman korban ) dengan cara menyelam dan menemukan kaki nya tersangkut di batang yang tidak jauh dari tempat mandi bersama kawan - kawan nya dan mengangkat nya ke pinggir sungai.

Lalu di bawa ke klinik Dr. Wiwik di desa kampung baru kec.gunung toar, dan dokter menyatakan bahwa Sdr Rustam sudah meninggal dunia dan selanjutnya jenazah dibawa kerumah duka di desa pisang berebus kec.gunung toar

Ditambahkanya lagi, Pihak kepolisian lansung mendatangi TKP,mencatat saksi serta mendatangi rumah duka.adapun Saksi yang dimintai keterangan adalah,Ijon, 35 tahun , petani desa petapahan dusun bukit petai.( orang yang menemukan korban pertama kali di dalam sungai kuantan ) dan Oot, 9 tahun, pelajar desa pisang berebus ( kawan mandi korban di sungai kuantan ), Tutur, Ka.Humas Polres Kuansing(lidia ningsih/rls)

 

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Wakil Bupati Kuansing, H. Halim/

 

Kuansing,(KT) –  Gencarnya pemberitaan di media online karimuntoday.com terkait adanya dugaan korupsi dilakukan oleh SN saat ini sudah dijadikan tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri Kuansing, rupanya tidak luput dari perhatian wakil bupati kuansing, provinsi riau sehingga beliau mengirim pesan singkatnya via WA, agar kasus tersebut jangan diberitakan.

 

Wakil Bupati Kuansing, H. Halim  kepada karimuntoday.com Jum,at (2/2/2018), lewat pesan singkatnya melalui WA mengatakan, Add.. kasus kegiatan pertanahan jgn diekspos ya,kasihan kt sesama warga kuansing, dan ketika permintaan wabup tersebut di sampaikan kepada pimpinan karimuntoday.com, pimpinan karimuntoday.com menolak untuk menghentikan pemberitaan tersebut, bahkan dikatakan, kalau wabup melarang mengespos berita tersangka sn, secara tidak lansung wabup mau  bela dan beking tersangka SN, penolakan tersebut disampaikan kepada wabup, dan wabup mengatakan, Lanjutla kalau tak bisa.

 

“  pimpinan karimuntoday.com  menolak menghentikan pemberitaan tersebut,  lanjutla kalau tidak bisa,” tutur wabup dari balasan pesan singkatnya.

 

Ditambahkanya lagi, kembali wabup mengirim pesan singkat yang isinya,kamu jgn sembarang ngomong bahwa wabup beking tersangka korupsi, hati2 ya,” kata Wabup H.Halim

 

Secara terpisah, Zubirman SH Praktisi Hukum di Kuansing mengatakan, Stetmen atau pesan singkat disampaikan wakil bupati kuansing, meminta agar kasus korupsi atas tersangka SN jangan di ekspos secara tidak lansung telah mencederai kebebasan pers, dan selayaknya wabup tahu, bahwa pers tidak bisa di interfensi dan di intimidasi, karena pers bekerja sesuai dengan UU pokok Pers dan sebagai pilar ke empat,pers juga menyampaikan berita akurat dan terpercaya kepada masyarakat, agar masyarakat mengetahui suatu peristiwa,” Tuturnya (roder)

Published in KARIMUN

 

 

 

 

 

Ket Photo : Guntur, Kades Pabaun Hulu beserta Perangkat Desa Melakukan Goro.

 

Kuansing,(KT)  - Desa Pabaun Hulu, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau setiap hari kamis melakukan kegiatan gotong royong di lingkungan desa, dalam rangka untuk menjaga kebersihan dan untuk sementara goro ini hanya dilakukan oleh para perangkat desa, dan semoga nantinya akan diikuti oleh masyarakat.

 

Hal tersebut dikatakan, Guntur Kepala Desa Pabaun Hulu kepada karimuntoday.com Jum,at (02/2/2018), Ya’ setiap hari kamis pagi,kami para perangkat desa melakukan gotong royong membersihakam serta memperbaiki jalan desa yang rusak, dan setakat ini hanya para perangkat desa saja yang melakukan goro, dan semoga nantinya juga diikuti oleh lapisan masyarakat desa.

 

 

“ Kamis bersih memang akan saya canangkan di desa pabaun hulu, agar nantinya, bagi masyarakat yang memiliki waktu luang bisa ikut bersama-sama melakukan gotong royong bersama dengan perangkat desa,” Tuturnya

 

Kegiatan gotong royong ini salah satu programnya, agar seputaran desa menjadi bersih dan asri agar terlihat indah dan tentunya akan menjauhkan dari segala macam penyakit, untuk itu dia juga berharap kedepanya program kamis bersih ini akan didukung oleh semua masyarakat desa pabaun hulu,” ucapnya

 

Dari pantauan karimuntoday.co dilapangan terlihat, Sekdes Refnaldi, Yanaplison kaur umum, Wandri kasih pembangunan, Seprojon kasih pemerintahan, Rion putra kadus l, Zulkanedi kadus ll, dan Hendra saputra kadus lll. Kades pabaun hulu, ikut melakukan kegiatan goro tersebut.(lidia ningsih)

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Alwendi Saputra, Tokoh Pemuda Desa Kerandin, Lingga, Kepri.

 

Daik Lingga,(KT) - Keberadaan buaya muara sungai Kerandin yang muncul di sepanjang sungai cukup meresahkan masyarakat setempat. Alwendi Saputra (25) merupakan tokoh pemuda setempat menyampaikan, jika dilakukan upaya penangkapan buaya muara sungai buaya tersebut merupakan satwa yang dilindungi.

 

 "Pemerintah daerah Kabupaten Lingga,Provinsi Riau, harus memberi solusi sebab sudah memakan korban, walaupun buaya merupakan satwa yang dilindungi sebaiknya ada tindakan cepat pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan instansi teknis terkait supaya tidak ada korban lagi," ujar Alwendi,kepada karimuntoday.com. Jumat (2/2) Menurut dia, keberadaan buaya muara sungai sangat berpotensial menjadi daya tarik pariwisata. Namun Keberadaan buaya akhir-akhir ini sering disakiti, sehingga memakan korban.

 

 Potensial menjadi ciri khas wisata alam di Desa Kerandin sangat menjanjikan. Konservasi dan upaya memperlakukan buaya dengan tepat serta tindakan cepat agar tidak meresahkan warga, apalagi memakan korban khususnya nelayan di wilayah hulu sungai tersebut perlu dilakukan oleh pemerintah "Paling tepat pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Pariwisata, berkoordinasi dengan Balai Konservasi Satwa untuk penanganan buaya-buaya tersebut." Terangnya

 

 Pria yang akrab dipanggil ewen menambahkan, keberadaan buaya-buaya di muara sungai yang ada Desa Kerandin, diprediksi sudah ada sejak lama. "Dulu saya masih duduk di bangku SD, jika melintasi kawasan mangrove di sekitar hulu sungai sering melihat buaya berukuran kecil bahkan besar berada di lokasi mangrove." ujar ewen

 

Selanjutnya yang perlu dilakukan pemerintah daerah yaitu menjadikan kawasan desa Kerandin sebagai lokasi konservasi buaya yang bisa disuguhkan sebagai objek wisata alam, serta menata pemukiman warga di sekitarnya agar habitat buaya tidak terganggu,” Tutupnya (lbm/rls)

Published in LINGGA

KALENDER BERITA

« February 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28