humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Sunday, 04 February 2018

 Ket Photo : Nanda PratamaTanjung,Bidang Pemenuhan Hak Anak LPA RIAU Juga Alumni Kriminologi UIR Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Hukum UIR.

 

Pekanbaru,(KT) - Seorang anak balita yang diduga sebagai korban pencabulan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh tetangganya sendiri di desa pauh angit kecamatan Pangean kabupaten Kuansing.Provinsi Riau, Pelaku melancarkan aksi bejatnya setelah pelaku menonton video porno, karena tak kuasa menahan gejolak nafsunya dan si pelaku melampiaskannya pada bocah Balita berumur 3 (tiga) tahun.

 

Awal tahun ini Predator anak tak henti-hentinya memangsa generasi penerus bangsa, dua kasus yang menjadi sorotan saat ini, yaitu di kabupaten Kampar dan di kabupaten Kuansing. Dan yang paling memilukan selalu saja tindak pencabulan, pelecehan seksual dan persetubuhan yang menjadi daya tarik luar biasa bagi para predator anak.

 

Padahal Baru saja tahun 2017 berlalu dengan meninggalkan sejumlah kasus pencabulan, pelecehan seksual dan persetubuhan yang angkanya cukup fantastis yaitu sampai pada angka 60 kasus. Dan angka ini baru hanya di 1 kota saja yaitu kota Pekanbaru.

 

Tindak pencabulan, pelecehan seksual dan persetubuhan biasanya dilakukan oleh orang2 terdekat si anak, karena dengan adanya kedekatan si pelaku dengan anak, maka pelaku akan dengan mudah memperdaya atau melakukan serangkaian tipu muslihat untuk melancarkan aksinya pada anak tsb.

Dalam kajian kriminologi, ada 3 (tiga) elemen yang dapat berpengaruh terhadap kemudahan munculnya suatu kejahatan :1. Pelaku mempunyai motivasi untuk melakukan kejahatan (Motivated Offenders) 2. Adanya sasaran yang tepat (Suitable Target) 3. Ketidakhadiran sistem yang cakap (Absence Of Capable Guardians)

Menganilisis kejadian pencabulan dan pelecehan seksual di Kabupaten Kuansing ini terlihat bahwa pelaku mempunyai motivasi untuk melakukan kejahatannya setelah pelaku menonton video porno, dan pada saat yang sama ada anak tetangga yang sedang bermain di rumah pelaku. Karena orang tua korban dan orang tua pelaku tidak merasa curiga karena si anak sudah sering bermain di rumah pelaku, membuat hasrat nya untuk melakukan kejahatan tsb semakin meningkat.

Untuk meningkatkan penjagaan terhadap pelanggaran UU Perlindungan Anak, mungkin aparat desa, pemuda Tempatan, bhabinkamtibmas dan Babinsa bisa bekerja sama untuk membentuk penambahan seksi Perlindungan Anak dalam struktur pengurus RT dan RW. Hal ini untuk mendorong masyarakat peduli akan generasi penerus bangsa ini agar terhindar dari para predator.

 

Untuk anak yang menjadi korban, kami harapkan pemerintah dapat bertindak cepat tanggap untuk merehabilitasi mental anak yang menjadi korban dan memberikan pendampingan hukum pada korban dengan menunjuk lembaga yang berwewenang di Kabupaten Kuansing. Mungkin hal ini bisa di pantau terus oleh kawan2 DPD KNPI Kuansing.

 

Mari sama2 kita satukan langkah untuk membasmi para predator anak ini agar generasi penerus bangsa kita bisa terselamatkan.

 

Terimakasih saya ucapkan pada pihak Polsek Pengean yang bertindak cepat untuk menahan pelaku, keberanian dan kesigapan bapak-bapak polisi untuk memberantas predator anak ini kami apresiasi setinggi-tingginya, Dan terima kasih juga pada kawan-kawan  DPD KNPI Kuansing yang telah peduli," Tutupnya (red/rls)


Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« February 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28