humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Saturday, 14 April 2018

 

Ket foto : Bupati Karimun H. Aunur Rafiq menyerahkan piala bergilir turnamen sepak bola U-15 SPE 86 Cup kepada panitia untuk diperebutkan 16 Tim Peserta, Sungai Pasir, (14/04/18)

Karimun,(KT) - Turnamen sepak bola Sungai Pasir Emas (SPE) Cup U-15 dalam rangka memperingati hari ulang tahun karang taruna Sungai Pasir yang ke 32 tahum resmi dibuka Bupati Karimun H. Aunur Rafiq dilapangan sepak bola Sungai Pasir, Kecamatan Meral, Sabtu, (14/04/18).

"Turnamen sepak bola di Sungai Pasir menjadi agenda tahunan, karena hal ini telah kita janjikan pada tahun lalu, sehingga hari ini alhamdulillah, turnamen yang dijanjikan terlaksanakan, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, khususnya kepada pemuda dan masyarakat di Sungai Pasir, kata Rafiq dalam sambutannya.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Turnamen Raja Nurul mengatakan, turnamen ini adalah untuk usia dibawah 15 tahun, sistem yang digunakan adalah sistem setengah kompetisi, pada 8 besar baru sistem gugur hingga semifinal dan final, untuk lama turnamen digelar sekitar setengah bulan, ungkapnya.

Sedangkan untuk peserta, lanjutnya, sebanyak 16 tim Se-Kabupaten Karimun, kepada juara pertama akan diberikan hadiah uang pembinaan sebesar Rp. 12.000.000 ditambah piala dan medali, kemudian untuk top score dan best player diberikan uang pembinaan sebesar Rp. 500.000, kegiatan ini terlaksana adalah dukungan dari pemkab Karimun melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, ucapnya.

Pantauan karimuntoday.com dilapangan, turut hadir Kepala Dinas pemuda dan olahraga Karimun Sukari, Sekretatis Dinas Pemuda dan Olahraga Khairul, Anggota DPRD Karimun Rodiansyah, Camat Meral, Kapolsek Meral, beberapa pimpinan OPD dilingkungan pemkab Karimun, peserta turnamen yang bertanding yaknj dari tim Telaga Harapan dan Sungai Pasir serta ribuan pengunjung yang menyaksikan. (DS)

Published in ANAMBAS

Ket Photo :Bupati Karimun H. Aunur Rafiq berikan motivasi bagi peserta diklat Banser dan Wanser GP Anshor (foto bawah), Mesjidi Agung, (14/04/18)

Karimun,(KT) - Bupati Karimun H. Aunur Rafiq hadir memberikan motivasi bagi peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Wanser Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Karimun di Aula Darun Nadwah, Mesjid Agung Karimun, Sabtu,(14/04/18).

Kepada peserta Aunur Rafiq mengatakan, mengikuti Diklatsar ini adalah modal bagi calon banser kedepan karena dalam pelatihan ini dibina mentalnya, sikap dan prilakunya, diberikan wawasan agama serta juga wawasan kebangsaan, yang nantinya menjadi sebuah kekuatan untuk membela agama, membela umat, membela bangsa dan negara dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya yakin, pada hari-hari mendatang, pemuda-pemuda Anshor yang didalamnya terdapat Banser, akan berkembang di Kabupaten Karimun, saya berharap, barisan-barisan banser menjadi yang terdepan dalam menghadapi persoalan ummat di Karimun, persoalan bangsa dan negara di Karimun, membela agama, membela negara adalah jihad yang mulia, kepada Banser jangan berjalan sendiri, tunduk dan patuhlah pada ulama NU" tutur Rafiq.

Ditambahkan Rafiq, kita tahu sejarah NU bahwa NU juga ikut berjuang dalam mendirikan negara ini, jadi kedepan tidak kita inginkan Banser dan Wanser di Kabupaten Karimun menjadi generasi muda yang negatif, gunakan modal yang didapat dari diklat ini untuk kedepannya amal ma'ruf nahi munkar.

Ditempat yang sama, Kasatkorwil Banser GP Anshor Kepri Nuryanto, SH yang juga merupakan Ketua DPRD Kota Batam mengatakan, Diklat banser adalah untuk menyamakan visi dan misi untuk menjadi kader banser, karena banser ini adalah semi militer, yang bersifat komando, jadi diklat menjadi sesuatu yang penting, diklat ini adalah perdana di Karimun, yang nantinya peserta diklat ini akan menjadi pengurus atau kader dalam Satkorcab Banser di Karimun, ucapnya. (DS)

Published in KARIMUN

NATUNA, (KT) - Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal melantik Sumarno sebagai Kepala Desa Batubi Jaya Kecamatan Bunguran Batubi, melalui hasil musyawarah desa Pemilihan Antar Waktu (PAW) Tahun 2018, Yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Desa Batubi Jaya, Selasa (12/4/2018) lalu.
 
Sumarno dilantik berdasarkan Surat Keputusan Bupati Natuna Nomor 146 Tahun 2018 Tentang Pemberhentian Penjabat Kepala Desa Dan Pengangkatan Kepala Desa Batubi Jaya Kecamatan Bunguran Batubi Kabupaten Natuna.
 
Dalam sambutanya, Hamid Rizal menyampaikan bahwa Jabatan Kepala Desa merupakan bentuk amanah yang diberikan masyarakat untuk melaksanakan tugas dan kewenangan dengan sebaik-baiknya. 
 
"Untuk itu, sisa waktu yang relatif singkat menjadi tantangan bagi Kepala Desa untuk berkerja dengan tulus dan ikhlas serta semangat yang tinggi mewujudkan kemajuan merealisaikan aspirasi masyarakat,"kata orang nomor satu di kabupaten Natuna itu.
 
Selanjutnya, sambung Hamid, pengelolaan alokasi dana desa yang cukup besar harus selalu disikapi secara bijaksana sesuai perundang-undangan. 
 
Dijelaskannya, untuk itu Kepala Desa yang baru dilantik diharapkan terus berupaya mengkaji segala regulasi yang ada terkait penyelenggaraan pemerintahan desa, sehingga nantinya dapat menetapkan program kerja dan hasil yang ingin dicapai sesuai koridor hukum yang berlaku.
 
"Saya tekankan bahwa anggaran yang besar merupakan godaan yang sangat menggiurkan, namun diingatkan bahwa hal tersebut merupakan amanat masyarakat untuk dikelola sebesar-besarnya bagi mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan.Jangan sampai kejadian yang menimpa kepala desa terdahulu yang tersandung hukum terulang kembali, karena akan berdampak terhambatnya pelaksanaan pembangunan desa,"ujarnya.
 
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Pemkab Natuna Wan Siswandi, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Camat, Unsur Pimpinan Kecamatan, Kepala Desa dan BPD serta tokoh masyarakat di Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna.(*/helmy ridar)
 
sumber : humas
Published in ANAMBAS

 

 Ket Photo : Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal membuka kegiatan Forum Diskusi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kabupaten Natuna Tahun 2018.

 

NATUNA (KT) - Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal membuka kegiatan Forum Diskusi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kabupaten Natuna Tahun 2018, Kamis (12/04/2018) lalu di Aula Natuna Hotel Ranai Darat, Kota Ranai.

 

Hamid sangat berharap agar kegiatan ini dapat menjadi wadah koordinasi dalam rangka menguatkan komitmen, meningkatkan tekad dan semangat bersama untuk lebih memberikan makna pada masyarakat akan pentingnya kesehatan. Termasuk, semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memberdayakan dalam pencapaian derajat kesehatan yang harus menjadi konsep dalam pembangunan.

 

"Bahwa upaya meningkatkan derajat kesehatan harus diselenggarakan secara bersama, melalui program kerja yang sistematis, dan upaya pemberdayaan masyarakat melalui promosi PHBS harus diselenggarakan secara terus menerus,"kata Hamid, dalam rilis Humas Setdakab Natuna, kemarin.

 

Sementara itu, Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian RI, Muara Linda Sitanggang menyampaikan bahwa salah satu sektor indikasi kesehatan yang dapat dilakukan adalah pencegahan dan penekanan tumbuh kembang anak.

 

"Oleh karenanya kegiatan ini diharapkan dapat memfokuskan pembahasan bagi mengintervensi gangguan tumbuh kembang anak sedini mungkin, sehingga dapat mewujudkan upaya - upaya perbaikan mutu pelayanan kesehatan di Pustu, Puskesmas maupun Rumah Sakit.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dirjen Farmasi dan alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Natuna, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Direktur BPJS Kabupaten Natuna, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Natuna dan kader kesehatan. (*/helmy ridar)

 

sumber ; humas pemkab Natuna

Published in ANAMBAS

 

Ket Photo : Imran Chaniago SH, Tokoh Muda Kuansing diperantauan.

 

Kuansing,(KT) – Tokoh Muda Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau di perantauan sangat gerah melihat kondisi kampung halamanya, pasalnya angka korupsi setiap tahun meningkat tajamm aparat penegak hukum seperti kejaksaan dan kepolisian seakan –akan tidak berdaya untuk mencegahnya, bahkan beberapa kasus korupsi ditangani oleh penegak hukum tersebut terkesan jalan ditempat.

 

Hal tersebut dikatakan, Imran Chaniago SH, Tokoh Muda Kuansing diperantauan kepada karimuntoday.com Sabtu,(14/4/2018), Dia sangat prihatin dengan kondisi di kuansing, pasalnya tingkat korupsi dilingkungan pemerintah daerah semakin menggila, semua itu tentunya tidak terlepas dari lemahnya penegakan hukum, sehingga oknum yang hendak melakukan korupsi merasa tidak tersentuh, akibatnya, mereka dengan leluasa merampok uang rakyat di APBD, bahkan ketika perkara korupsi sampai ketingkat penuntutan dan vonis hakim, kebanyakan di tuntut rendah dan diputuskan ringan bahkan ada yang tidak ditahan sama sekali, sehingga tidak menimbulkan efek jera.

 

“ Penegakan hukum bagi koruptor di kuansing terkesan tebang pilih dan lemah, akibatnya, para pelaku koruptor semakin menggila, sehingga sampai saat ini tidak bisa dibendung seakan-akan kasus korupsi di kuansing semakin menggurita, karena penegakan hukum masih terlihat tajam kebawah dan tumpul ke atas,” Tukasnya

 

Ditambahkanya lagi, Dia memberikan contoh kasus dugaan korupsi anggaran listrik di pemkab kuansing di tangani oleh polres kuansing sampai saat ini jalan ditempat, serta kasus dugaan korupsi pada kegiatan penataan dan invetarisasi pada tahun 2015 silam, kejari kuansing sudah menetapkan tersangka, namun, sampai detik ini juga belum dilakukan penahanan, serta itu dugaan korupsi tunjangan perumahan dewan yang dilidik oleh Dirkrimsus Polda Riau, disitu sangat telihat penegakan hukum masih belum maksimal, selayaknya penegak hukum tegas dalam menindak kasus korupsi dan kasus lainya, sehingga tidak menimbulkan persepsi negative ditengah masyarakat, dan saat ini mencuat lagi kasus dugaan SPJ fiktip dilingkungan Sekretariat Daerah Pemkab Kuansing, apakah tidak akan terungkap juga,” Tutupnya (*)

Published in KARIMUN

 

 

Ket Photo : Ilustrasi.

 

Pekanbaru,(KT) - Misteri dicopotnya Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Jufri, terungkap. Ternyata, Jufri menjadi terlapor di Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan menerima suap atau hadiah terkait penanganan perkara di Kuansing.

 

”Ya (Jufri) dalam pemeriksaan di internal Kejagung, dugaan pelanggaran disiplin," ungkap Asisten Pengawas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Jasri Umar, di Pekanbaru.

 

Jasri mengatakan, awalnya infeksi khusus dilakukan kepada Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum Kejari Kuansing, Wahyu Hidayat. Dia juga menyandang terlapor status terlapor dalam kasus yang sama.

 

Dari perkara Kasi Pidana Umum itu lah akhirnya Jufri ikut terseret. "Karena dia (Jufri) atasannya langsung maka ikut diperiksa oleh Jamwas (Jaksa Muda Pengawasan) Kejagung," kata Jasri, dilansir karimuntoday.com dari riauonline.co.id.

 

Dalam pemeriksaan perkara ini, kata Jasri, Kejagung ikut melibatkan Bagian Pengawasan Kejati Riau. "Kita ikut dilibatkan," ucap Jasri.

 

Disinggung terkait pencopotan Jufri karena adanya laporan masyarakat ke Jamwas Kejagung terkait penanganan perkara itu, Jasri tak memberi jawaban pasti. "Pimpinan yang tahu," ucapnya.

 

Informasi dihimpun, Jufri dan Wahyu Hidayat jadi terlapor karena diduga telah menerima hadiah atau janji dalam pengurusan perkara pidana umum Nomor Registrasi Perkara: 116/Pid.B/2018/PN.Rgt di Pengadilan Negeri (PN) Rengat. Proses pemeriksaan oleh Jamwas Kejagung dilakukan berdasarkan Surat Perintah Jamwas Nomor : PRIN-139/H/Hjw/04/2018 tanggal 2 April 2018.

 

Kasus yang membelit dua oknum Korps Adhyaksa itu bermula dari penanganan perkara yang dilakukan Polres Kuansing, terkait kasus dugaan tindak pidana pemerasan sesuai Pasal 368 KUHP dengan tersangka Indra Ganda Hasibuan dan kawan-kawan. Menurut para tersangka, kasus ini sarat dengan rekayasa.

 

Hal itu sebagaimana diungkapkan, Rinto Maha selaku Penasehat Hukum Indra Ganda Hasibuan dan kawan-kawan dari LBH Serikat Pengacara Rakyat Sumatera Utara (SPRSU). Dia mengatakan dugaan pelanggaran yang dilakukan Jufri dan Wahyu Hidayat, karena telah menerima perpanjangan masa penahanan yang diajukan Polres Kuansing, dan menyatakan berkas perkara lengkap atau P21.

 

”Kami melaporkan karena tidak profesional dia. Mengapa mereka bisa P21-kan. Karena ini rekayasa Polres Kuansing. Mengapa mereka ngotot menerima perpanjangan penahanan, P21, bahkan dilimpahkan ke pengadilan,” sebut Rinto.

 

Menurut Rinto, atas dugaan pelanggaran ini pulalah, Kejagung mencopot Jufri sebagai Kajari Kuansing. "Sebagai kajari, tentu tidak alasan dia tak dicopot," tegas Rinto.

 

Saat ini, untuk mengisi kekosongan jabatan Kajari Kuansing, Kejagung menunjuk Koordinator Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Roy Rovalino sebagai pelaksana tugas. Roy sudah bertugas di Kejari Kuansing sejak beberapa waktu lalu. (*)

Published in KARIMUN

     

Ket Photo : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi (tengah) bersama dengan Kepala Puskesmas Tanjung Balai Karimun Ade Christiawan.

Karimun,(KT) - Enam Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Karimun yang mengikuti tahapan penilaian akreditasi semenjak November tahun 2017 lalu, kini 6 puskesmas tersebut telah ditetapkan sebagai Puskesmas yang terakreditasi.

Adapun 6 puskesmas tersebut adalah tiga dari Pulau Karimun besar yakni Puskesmas Tanjung Balai Karimun, Puskesmas Tebing, Puskesmas Meral, kemudian tiga lagi di Pualu Kundur yakni Puskesmas Tanjung Batu, Puskesmas Tanjung Berlian dan Puskesmas Kundur Barat.

"Alhamdulillah, enam Puskesmas yang dinilai oleh badan akreditasi independent sudah terakreditasi, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi saat dikonfirmasi karimuntoday.com, Jum'at,(13/04/18).

 Rachmadi menyebut, hasil tersebut tidak terlepas dari pendampingan dan pembinaan yang telah berjalan selama ini, mulai dari menyiapkan dokumen administrasi, UKP dan UKM, kemudian seminggu sekali kita berikan pembinaan, mendekati waktu penilaian setiap hari kita dampingi, kita juga melakukan pra survey terhadap Puskesmas-puskesmas tersebut.

Adapun manfaat dari akreditasi menurutnya adalah, segala kegiatan pelayanan akan berstandar nasional melalui SOP yang telah ditetapkan, kemudian, Puskesmas yang terakreditasi bisa bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, karena aturan saat ini bila tidak terakreditasi tidak bisa bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, ungkapnya.

Status akreditasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan bidang kesehatan kepada masyarakat, serta untuk memperluas layanan jaminan kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, untuk Puskesmas yang belum terakreditasi akan kita upayakan pada tahun ini, tutupnya.(DS)

 

Published in KARIMUN

 

 Ket Photo : Ketua BPD Resun Rusli dan sekretaris Istirohana ,Kepala Desa Karma Wanto dan Sekdes Marlena.

Lingga, (KT) -  Sidang Paripurna Badan Permusyawarata Desa (BPD) Resun, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (RAPBDES) Menjadi PERDES Tahun Anggaran 2018 dengan Jumlah 1.386.258.400 M , acara di gelar di Balai Tunpatimah Desa Resun Jum,at (13/4/2018).

Ketua BPD Resun, Rusli dalam sambutannya menyampaikan  dana yang telah disahkan ini supaya dapat di gunakan sebagai mana mestinya sesuai dengan apa yang telah di susun di dalam PERDES,Rusli menampakan saya berharap semua program harus di jalankan baik itu pembangunan maupun di bidang Pemberdayaan.

Rusli menambahkan, Pengesahan PERDES ini sudah sesuai prosedur ,mulai dari penjaringan aspirasi Masyarakat. penyusunan RKPDES dan sampailah pada hari ini Pengesahan PERDES  ujarnya.

“ BPD berharap setelah pengesahan ini pihak desa agar segera mengurus untuk pencairan Dana di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. agar pembangunan dapat di kerjakan secepatnya,” Pintanya

Di tempat yang sama Kepala Desa Resun, Karma Wanto mengatakan. pembangunan tahun ini masih fokus pada gedung olahraga yang mana tahun 2017 telah kita bangun sampai tahap lantai,tahun ini akan kita siapkan semuanya.selain itu dana desa juga kita gunakan untuk pembangunan lapangan Bola kaki yang dananya 150 juta selain itu ada pembukaan jalan dan pembangunan pos kamling di wilayah RT Desa Resun,”  ujarnya.

Acara ini di hadiri Kepala Desa Resun dan seluruh perangkatnya. Ketua BPD serta anggota dan tokoh  Agama yang di Wakil Azhari dan ibu ibu PKK  serta tokoh pemuda dan RT /RW se Desa Resun dan Ketua LPM. (Rusli)

 

 

Published in LINGGA

KALENDER BERITA

« April 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30