humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Saturday, 21 April 2018

 

Ket Photo : Aswirmanto Ketua DPC LSM Clean Governance,Bersama Reza Pemilik Bengkel Putri Motor Sungai Jering Teluk Kuantan, Riau.

 

Kuansing,(KT) – Lembaga Swadaya Masyarakat,(LSM), Clean Governance Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, bakal melaporkan hasil temuan BPK RI, terkait SPJ Fiktip Bagian Perlengkapan Setda Kuansing di Bengkel Putri Motor Sungai Jering Teluk Kuantan ke Pihak Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan.

 

Hal tersebut dikatakan, Aswirmanto Ketua DPC LSM Clean Governance kepada karimuntoday.com Sabtu,(21/4/2018), Ya’ Dia sudah bertemu lansung dengan pemilik bengkel Putri Motor di Sungai Jering Teluk Kuantan, dari hasil investigasinya tersebut, pemilik bengkel mengakui telah didatangi Auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, untuk mencocokan SPJ dari Bagian Perlengkapan Pemkab Kuansing, ketika SPJ yang dibawa oleh BPK tersebut diperlihatkan kepadanya, dia merasa terkejut pasalnya, nilainya puluhan juta rupiah, sedangkan bagian perlengkapan melakukan pembayaran kepadanya hanya berkisar jutaan rupiah saja.

 

“ Itu SPJ yang dibawa oleh BPK ke Bengkel Putri Motor,diperlihatkan kepadanya anggaranya sangat jauh berbeda dengan sebenarnya, dan juga, tanda tangan serta stempel  di palsukan,” Ujar Pemilik Bengkel kepada dirinya

 

Ditambahkanya lagi, Dia berharap Auditor BPK RI saat ini melakukan audit di Pemkab Kuansing diminta untuk professional,artinya, jangan sampai audit selesai dilaksanakan tidak ada temuan sama sekali, pasalnya, LSM yang dipimpinya, akan mengawal proses audit dilakukan oleh BPK RI, apabila nantinya ada dugaan kongkalingkong dengan pemkab kuansing, maka dia tidak segan-segan melaporkan auditor BPK tersebut ke penegak hukum,” Cetusnya

 

Secara terpisah, Kabag Perlengkapan Pemkab Kuansing sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, terkait temuan BPK RI tersebut, begitu juga dengan Plt. Kejari Kuansing, Roy Ravilino belum dapat dimintai tanggapanya, terkait salah satu LSM di Kuansing bakal melaporkan SPJ Fiktip dilingkungan bagian perlengkapan pemkab kuansing dari hasil temuan BPK RI.  (*)

 

Published in KARIMUN

  

Ket Photo : Nakhoda bersama 4 anak buah kapal (ABK) speed boat bermesin 4 x 200 PK, karena tersandung tindak pidana Keimigrasian dan Pelayaran di Giring Aparat Kepolisian.

 

BATAM, (KT) – Direktorat Polair Polda Kepulauan Riau (Kepri) menetapkan seorang nakhoda bersama 4 anak buah kapal (ABK) speed boat bermesin 4 x 200 PK, karena tersandung tindak pidana keimigrasian dan pelayaran.

 

Kelima tersangka tersebut, masing-masing berinisial HT alias H selaku Nakhoda, ART alias R, MY alias Y, Z dan YR selaku ABK speed boat. Mereka kini dijebloskan ke dalam sel tahanan Mapolda Kepri guna pemeriksaaan lebih lanjut.

 

“Mereka diamankan berdasarkan laporan polisi nomor : LP / 67 / IV / 2018 / Ditpolair Polda Kepri, tanggal 19 April 2018. Barang bukti yang kita amankan 1 unit speed boat warna abu-abu bermesin temple merk Yamaha 4 x 200 PK,”kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes S. Erlangga didampingi Dirpolair Polda Kepri, Kombes Benyamin Sapta. T pada jumpa pers di Mako Dit Polair Polda Kepri, di Sekupang, Batam, Jumat, (20/4/2018).

 

Dijelaskan Erlangga, pasal yang disangkakan kepada mereka yaitu : Pasal 120 Ayat (1) Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Pasal 219 ayat (1) Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran dan Pasal 323 ayat (1) Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran.

 

Sementara itu, Dirpolair Polda Kepri, Kombes Benyamin Sapta. T menjelaskan kronologis kejadiannya: pada hari Kamis tanggal 19 April 2018 sekira pukul 03.30 WIB pada saat Kapal Patroli Polisi XXXI – 1005 Ditpolairud Polda Kepri melaksanakan Patroli disekitar perairan Selat Singapura menerima informasi dari Police Coast Guard Singapura.

 

“Bahwa kapal patroli Police Coast Guard Singapura PC 52 telah menemukan dan mengamankan 1 (satu) unit Speed Boat warna abu – abu bermesin tempel merk Yamaha 4 x 200 Pk dengan membawa penumpang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sebanyak 101 (seratus satu) orang dan Crew sebanyak 5 (lima) orang berlayar dari Johor Malaysia tujuan Indonesia,”ujarnya.

 

Menurutnya, jelas Sapta, speed boat mengalami kehabisan BBM (Bahan Bakar Miyak) dan hanyut memasuki perairan Indonesia dan mendekati dengan perairan perbatasan Singapura. Selanjutnya pihak PCG (Police Coast Guard) Singapura meminta Kapal Patroli Polisi XXXI – 1005 Ditpolairud Polda Kepri untuk menjemput pada koordinat 01o18’686” LU – 104o25’ 209” BT.

 

“Selanjutnya Kapal Patroli Polisi XXXI – 1005 Ditpolairud Polda Kepri bergerak menuju TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk melakukan Evakuasi terhadap TKI (Tenaga Kerja Indonesia) namun dikarenakan banyaknya penumpang diatas Speedboat tersebut yaitu TKI (Tenaga Kerja

Indonesia),”ungkapnya.

 

Karena penumpangnya banyak, beber dia, Kapal Patroli Polisi XXXI –1005 Ditpolairud Polda Kepri tidak cukup untuk mengevakuasi seluruh TKI (Tenaga Kerja Indonesia) tersebut maka Komandan Kapal Patroli Polisi XXXI – 1005 Ditpolairud Polda Kepri melaporkan hal tersebut kepada Dirpolairud Polda Kepri.

 

“Selanjutnya Dirpolairud Polda Kepri memerintahkan Kapal Sea Rider Ditpolairud Polda Kepri, Kapal Patroli Polisi Baladewa – 8002 Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri BKO Polda Kepri dan Kapal Patroli Polisi Bangau – 5006 Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri BKO Polda Kepri untuk membantumengevakuasi 1 (satu) unit Speed Boat warna abu – abu bermesin tempel merk Yamaha 4 x 200 Pk yang membawa TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sebanyak 101 (seratus satu) orang tersebut,”terangnya panjang lebar.

 

Kemudian, lanjutnya, sekira pukul 09.00 Wib Kapal Sea Rider Ditpolairud Polda Kepri, Kapal Patroli Polisi Baladewa – 8002 Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri dan Kapal Patroli Polisi Bangau – 5006 Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri tiba di TKP (Tempat Kejadian Perkara) mengamanak 1 (satu) unit Speed Boat warna abu – abu bermesin tempel merk Yamaha 4 x 200 Pk dengan membawa penumpang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sebanyak 101 (seratus satu) orang dan Crew sebanyak 5 (lima) orang tersebut.

 

“Seluruh TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sebanyak 101 (seratus satu) orang dan 1 (satu) unit Speed Boat warna abu – abu bermesin tempel merk Yamaha 4 x 200 Pk berikut Crew sebanyak 5 (lima) orang dibawa menuju pelabuhan Batu Ampar Batam,”urainya.

 

Kemudian, terang dia, sekira pukul 14.00 Wib seluruh TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sebanyak 101 (seratus satu) orang dan Crew sebanyak 5 (lima) orang tersebut dibawa menuju Mako Ditpolairud Polda Kepri guna proses pemeriksaan lebih lanjut. Dalam konferensi pers yang digelar Polda Kepri, selain Kabid Humas dan Dirpolair Polda Kepri, juga hadir perwakilan dari kantor Imigrasi kelas 1 Khusus Kota Batam. (r/helmy ridar)

Published in BATAM

 

Ket Photo : Junaidi Ajam Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.

 

Lingga,(KT) – Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri membantah adanya tudingan salah satu LSM di Kepri bahwasanya ada permainan  dalam penggunaan anggaran publikasi di Dinas dipimpinya, pasalnya, anggaran tersebut sudah disalurkan sesuai dengan prosedur.

 

Hal tersebut dikatakan, Junaidi Ajam kepada karimuntoday.com, Sabtu,(21/4/2018), Ya dia tidak menapik adanya dana publikasi di SKPD yang dipimpinya, tetapi dana tersebut sudah kita salurkan dengan beberapa media yang bekerjasama,(MoU), dan selebihnya anggaran tersebut di berikan kepada setiap SMP dan SD se Kabupaten Lingga untuk dana publikasi.

 

“ Memang benar ada dana publikasi sebesar Rp. 570 Juta di Dinas Pendidikan Lingga, dana tersebut di salurkan kepada 10 media sebesar 200 juta untuk satu tahun dengan melakukan MoU, dan sisanya sebanyak Rp.350 Juta diberikan kepada SMP dan SD se Kabupaten Lingga untuk anggaran publikasi, artinya, tidak benar anggaran tersebut dilakukan penyimpangan,” Tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Anggaran publikasi tersebut memang sudah lama di alokasikan di dalam APBD dan masuk ke Anggaran Rutin Dinas Pendidikan, dan pada prinsipnya dia baru mengetahui bahwa dana tersebut di anggarkan, karena dia baru beberapa bulan menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Lingga, dan dia berencana tahun depan anggaran tersebut akan di hapuskan alias di tiadakan lagi,” Tukasnya (*)

Published in LINGGA

 

Ket Photo : Regu 2 patroli terdiri dari 1 brigadir korpri Naldi 2 Satrio 3 polhut santino Gomes 4 polhut Firmansyah 5r Yadi Melaksanakan patroli ke kebun eboni afdling 4. yang berhasil Melumpuhkan Harimau Bonita.

 

INDRAGIRI HILIR, (KT) – Upaya Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk mengevakuasi harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) akhirnya berhasil setelah empat bulan lamanya. Bonita ditangkap setelah dilakukan penembakan bius oleh petugas gabungan, sekira pukul06.50 pagi, kemarin.

“Malam ini (tadi malam) langsung menuju pusat rehabilitasi harimau di Kabupaten Dharmasaraya Sumatera Barat,” kata Kepala BBSKDA Riau, Suharyono, kepada wartawan, Jumat malam, (20/4/2018).

Menurutnya, Tim gabungan terdiri dari TNI, Polri dan BBKSDA Riau membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengevakuasi Harimau Bonita pemangsa manusia di suatu daerah di kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, karena medan yang ditempuh cukup sulit.

“Malam ini (tadi malam) saya langsung meluncur ke lapangan untuk memantau evakuasi harimau,” ujarnya, seperti dikutip karimun today.com dari riaukepri.com.

Dijelaskannya, setelah ditembak bius, Harimau Bonita langsung ditempatkan di dalam kerangkeng besi tersebut langsung dibawa ke Sumatera Barat melalui jalur darat.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Roni Putra mengatakan harimaun Bonita ditangkap di Kecamatan Pelangiran, tepatnya areal perkebunan PT Tabung Haji Indo Plantation.

“Lokasi itu yang selama ini menjadi areal jelajah satwa dilindungi tersebut dan sempat menerkam dua warga korban, yakni Jumiati, karyawan perusahaan sawit asal dan seorang warga, Yusri Efendi,”pungkasnya.

Adapun Kronologis penangkapan di himpun karimuntoday.com, Sekira pukul 06:00 Wib, regu 2 patroli terdiri dari 1 brigadir korpri Naldi 2 Satrio 3 polhut santino Gomes 4 polhut Firmansyah 5r Yadi Melaksanakan patroli ke kebun eboni afdling 4.

Setiba di area blok 76/77 tem melihat keberadaan HS (Bonita) ditepi kebun dan tem lansung melaksanakan pengendapan dan penembakan bius yang di lakukan oleh polhut Firmansyah,dan mengenai bagian paha sebelah kiri dan setelah di ikuti kurang lebih 1km dgn cara mengikuti jejak tem menemukan HS dlm keadaan pingsan di tepi areal kebun blok 79 afdling 4 kebun eboni dan tem segera menghubungi dr tem dr Dita untuk melaksanakan evakuasi dan di bantu pihak perusahaan

 

 Karena curah hujan yang cukup lebat dan daya tahan tubuh HS yang kuat dr tem memutuskan untuk melaksanakan pembiusan ulang dengan cara di tulup.setelah tem dr menyatakan HS dlm keadaan tertidur aman tem memasukan hs ke bok evakuasi dan pd pukul 12:00 hs berhasil di evakuasi dan rencana akan di karantina di pusat penyelamatan harimau Damasraya sumbar.(*/helmy ridar/Ridho).

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« April 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30