humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Thursday, 03 May 2018

    

Ket Photo : Rasno Ketua Komisi III DPRD Karimun,Kepri.

Karimun,(KT) - PT Grace Rich Marine yang berlokasi di Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, sebelumnya beberapa waktu lalu telah dipanggil oleh Komisi I DPRD Karimun untuk hearing terkait adanya temuan tenaga kerja asing,(TKA), yang tidak bisa berbahasa Indonesia dan diperkerjakan sebagai tenaga kerja kasar, dan pada minggu ini, Komisi III DPRD Karimun, juga memanggil Pihak Perusahaan beserta OPD untuk dilakukan hearing, namun, hearing ditunda dan akan digelar kembali pada tanggal, 14 mei 2018.

Rasno Ketua Komisi III DPRD Karimun ketika dikonfirmasi karimuntoday.com Kamis,(3/5/2018), membenarkan, bahwasanya beberapa hari lalu telah memanggil Direktur PT Grace Rich Marine  serta OPD yang berkaitan lansung dengan masalah periizinan dan pengawasan terhadap perusahaan tersebut,sayangnya ketika hearing kemarin pihak perusahaan maupun OPD dalam keteranganya maupun pemaparanya belum maksimal sehingga harus dilakukan hearing kembali, karena antara pihak perusahaan dan OPD tidak sinkron, oleh karena itu Komisi III memberikan kesempatan waktu untuk bisa mempersiapkan diri guna lebih bisa memperjelas keteranganya pada pertemuan berikutnya.

“  Ya’ Kita telah menjadwalkan Hearing ulang pada tanggal, 14 Mei 2018, karena pada hearing yang digelar kemarin, keterangan dan pemaparan oleh pihak perusahaan maupun OPD tidak sinkron, oleh karena itu komisi III memberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri untuk hearing atau peretmuan berikutnya,” Tukas Rasno

Ditambahkanya lagi, Ketika hearing kemarin kita mempertanyakan terkait kegiatan operasional perusahaan, Pertama,Shipyard yang dibangun, Kedua,Reklamasi Pelabuhan,ke Tiga, Pengerukan dan Pendalaman Alur dan Ke empat, Pembebesan Lahan milik masyarakat dan ketika itu kita minta pihak perusahaan membawa tenaga teknis guna memberikan pemaparan yang jelas dan di paparkan melalui proyektor,” Imbuhnya

Dikatakanya lagi, Pada Heraing pertama kemarin ada beberapa OPD seperti, Dinas Lingkungan Hidup, Bapenda,PSPT,BPKAD dan Instansi vertical yang kita undang adalah dari Pihak Kepolisian hadir kala itu, namun, sangat di sayangkan pihak KSOP tidak memenuhi undangan kita, dan tentunya pada pertemuan atau hearing yang akan datang kita meminta agar KSOP untuk menghadirnya,” tutup Rasno (*)

Editor   : Helmy Ridar

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Para Atlit U-15  dari Kabupaten Lingga, yang bakal berlaga Mengikuti Ajang Piala Gubernur Kepri di Kota Batam.

 

Lingga,(KT) - Kabid Pemuda dan Olahraga Disparpora Lingga, Safaruddin meninjau langsung persiapan Training Center (TC) atlet sepak bola U-15 di lapangan Desa Kote, Kecamatan Singkep Pesisir, Kamis (04/05/2018).

 

Kepada karimuntoday.com dia mengatakan, Menurutnya, persiapan kali ini cukup maksimal dalam rangka untuk memperebutkan piala Gubernur U-15 di Kota Batam. TC yang dilakukan itu, diharapkan bisa mengikat kekompakan dan kedisiplinan pemain.

 

"Ini persiapan U-15 memperebutkan piala Gubernur di Batam. Kita mengharapkan hasil yang terbaiklah," ujarnya (04/05/2018).

 

Ditempat yang sama, Rustam selaku Kasi Olahraga mengatakan piala Gubernur yang diikuti merupakan ajang tahunan Pemerintah Provinsi Kepri. Dan padaTahun 2017 silam, Atlit Kabupaten Lingga sampai ke semifinal namun ketika itu kandas melaju ke babak final piala Gubernur.

 

Menurut Rustam, TC dilakukan sudah berjalan satu minggu. Sejumlah atlet direktur dari beberapa kecamatan di Kabupaten Lingga.

 

"Doakan semoga hasilnya maksimal. Ini sudah seminggu kita melakukan TC anak-anak dari Senayang, Benan, Lingga. Kita inapkan disini, drumah saya," ujar Rustam.

 

Dia katakan pada pertandingan nanti, provinsi juga akan melirik atlet yang punya bakat untuk di sekolah di PPLP. Pertandingan piala Gubernur ini akan dilakukan 7 Mei mendatang.

 

Sebagaimana diketahui pada tahun 2017, 3 atlet Kabupaten U-15 berkesempatan sekolah PPLP di Karimun. "Kita senantiasa bersikap optimis lah di setiap pertandingan. Kalau seandainya bagus akan dilirik ikut PPLP," ujarnya (*)

 

Reporter   : Rusli

Editor        : Helmy Ridar

Published in LINGGA

 

Ket Photo : Kurniawan Hasibuan Ketua DPD LSM PMPR INDONESIA Membentangkan Spanduk.

 

Sumut,(KT)  – Jawa Barat, Mengenai Pemberitaan sebelum nya mengenai PT. Sago Nauli Perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit Diduga membuang Limbahnya ke sungai Batang Lobung yang beralamat di Sinunukan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara pada beberapa waktu lalu. Mananggapi hal tersebut

 

Kurniawan Hasibuan Ketua DPD LSM PMPR INDONESIA saat ditemui media ini di Bandung pada Kamis (03/05/2018), menjelaskan bahwa berdasarkan Laporan yang diterimanya dari Anggota yang turun kelapangan menemukan bahwa Diduga kuat PT. Sago Nauli membuang limbahnya ke sungai.

 

“ Seperti yang saya sampaikan sebelumnya bahwa Diduga PT.Sago Nauli membuang limbahnya ke Sungai Batang Lobung yang mengakibatkan Spesies ikan pada mati dan sungai berwarna hitam berbau busuk,” Jelasnya.

 

Ditambahkanya bahwa dalam waktu Dekat LSM PMPR INDONESIA akan Turun Kekantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia di Jakarta, adapun Surat sudah kita buat bahwa pada tanggal 14 Mei 2018 kita akan sampaikan Aspirasi ini sebagai bentuk kepedulian kita, karena kejadian pembuangan Limbah bukan kali yang pertama,tambahnya.

 

Sesuai keterangan yang berhasil dikumpulkan bahwa Tuntutan LSM PMPR INDONESIA yang Pertama Copot dan Non aktifkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mandailing Natal dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara. Kedua, Tangkap dan Penjarakan Oknum Direktur PT.Sago Nauli beserta Jajarannya Terkait Dugaan Pembuangan Limbah di Sungai Batang Lobung Kecamatan Sinunukan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara.

 

Ketiga Meminta Kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Ibu Siti Nurbaya SEGERA mencabut Izin Operasional PT.Sago Nauli. Namun sayangnya Hingga berita ini dikirimkan Ke Redaksi Baik Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mandailing Natal maupun Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara belum bisa ditemui guna meminta keterangannya Terkait Dugaan Pembuagan Limbah Ke sungai Batang Lobung belum lama ini. (KH)

 

Reporter : Kurniawan

Editor      : Helmy Ridar

Published in KARIMUN

 

 Ket Photo : Jaksa Agung RI HM Prasetyo.

 

 

PEKANBARU,(KT)  - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuantan Singingi (Kuansing), Muharman, dan Bendahara, Doni Irawan, dinilai bersalah melakukan korupsi dana pendidikan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing. Meski begitu, keduanya hanya dituntut dengan pidana penjara 22 bulan.

 

Demikian terungkap di persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (3/5/2018). Agenda sidang pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing.

 

Dalam amar tuntutannya, JPU menilai kedua terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana tertuang dalam dakwaan subsider, yaitu Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,seperti dilansir di media riaumandiri.co.

 

"Menuntut terdakwa Muharman dan Doni Irawan dengan pidana penjara selama 1 tahun 10 bulan," ujar Maritus selaku JPU dalam perkara ini di hadapan kedua terdakwa dan majelis hakim yang diketuai Toni Irfan.

 

Selain itu, kedua terdakwa juga dituntut membayar denda masing-masing Rp50 juta atau diganti kurungan selama 3 bulan. Terdakwa tidak dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara karena telah dikembalikan ke kas daerah.

 

Atas tuntutan itu, terdakwa berkoordinasi dengan penasehat hukumnya untuk menentukan langkah selanjutnya. "Kami mengajukan pledoi (pembelaan,red) yang mulia," kata terdakwa Muharman yang diaminkan Dodi Irawan.

 

Majelis hakim mengagendakan persidangan pada pekan depan. "Persilakan saudara menyiapkan pembelaan untuk dibacakan pada persidangan selanjutnya," tanggap Hakim Ketua Toni.

 

Usai sidang terdakwa terlihat santai meninggalkan pengadilan. Selama proses penyidikan dan persidangan, kedua tersangka memang tidak ditahan.

 

Untuk diketahui, perbuatan kedua terdakwa terjadi pada tahun 2015 lalu. Saat itu, Pemkab Kuansing memberikan dana anggaran pendidikan Rp1.520.000.000 kepada ASN untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan formal.

 

Bantuan pendidikan itu bertujuan peningkatan kapasitas sumber daya tenaga pendidik ASN  di Kuansing. Namun, penyaluran dana tersebut tidak sesuai peruntukan hingga negara dirugikan Rp1,5 miliar lebih.(riaumandiri.co)

Published in KARIMUN
 Ket Photo : Kapolsek Batam Kota Kompol Firdaus didampingi Wakapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Batam Kota IPTU Tigor Dabariba di Mapolsek Batam Kota, Batam. foto istimewa.

BATAM, (KT)
- Aparat Polsek Batam Kota menetapkan sembilan tersangka dari tiga kasus berbeda yang terjadi satu bulan belakang ini di wilayah hukum Polsek Batam Kota. Tiga kasus tersebut, yakni pencurian berkelompok, pembobolan mobil dengan modus pecah kaca dan kasus penganiayaan berujung kematian. Kapolresta Barelang Kombes Hengki melalui Kapolsek Batam Kota Kompol Firdaus mengatakan dari tiga kasus tersebut, jajaran Reskrim Polsek Batam Kota mengamankan sembilan pelaku, tiga di antaranya berjenis kelamin perempuan dan enam berjenis kelamin laki-laki. “Keberhasilan ini tentu saja berkat kerja keras Jajaran Polsek Batam Kota demi menjaga wilayah hukum kita tetap kondusif dan aman,” kata Kapolsek Batam Kota Kompol Firdaus kepada Karimuntoday.com, di ruang kerjanya, Batam Center, Batam, Rabu (2/5/2018). Dijelaskannya, anggota Polsek Batam Kota juga mengamankan empat pelaku pencurian yang beraksi di Hypermart Mega Mall, Batam Center, Kamis (26/4) petang. Terungkapnya, aksi para pelaku terekam CCtv di Mega Mall. Berdasarkan bukti rekaman itu, akhirnya mereka berhasil diamankan. "Keempat pelaku itu yaitu Yuana (43), Evi (47), Santi (33) dan Herwansyah (38). Dalam menjalankan aksinya, keempat pelaku berbagi peran. Dua pelaku perempuan berpura-pura bertanya pada korban, satu pelaku pria mengincar barang korban dari belakang dan satu pelaku perempuan bertugas menerima hasil barang curian. Komplotan ini berkenalan di Malaysia. Mereka sudah pernah dihukum enam bulan di Malaysia dengan kasus yang sama,”ungkap perwira melati satu dipundak kelahiran Baserah, Kuantan Singingi, Riau itu. Menurutnya, dari keterangan tersangka kepada polisi, mereka pernah dua kali melakukan aksi yang sama di Malaysia, Herwansyah, pelaku laki-laki merupakan dalang, sementara tiga pelaku lainnya hanya menjalankan peran masing-masing sesuai perintah. Tiga tersangka wanita ini merupakan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia dan baru seminggu berada di Batam. "Meraka tinggal bersama di rumah Herwansyah. Dari tangan pelaku, kita amankan satu unit ponsel merek Oppo, satu tas gantung warna biru dan satu surat kalung emas 23,78 gram dengan total kerugian korban mencapai Rp18 juta rupiah. Pelaku dijerat pasal 363 KUHP ayat 1 ke 4e tentang pencurian dilakukan oleh dua orang bersama-sama atau lebih, dengan ancaman kurungan paling lama 7 tahun,” ungkapnnya. Lebih jauh dijelaskannya, selain itu, Reskrim Polsek Batam Kota meringkus empat pelaku pembobolan mobil dengan modus pecah kaca. Kawanan pembobol itu ditangkap Polisi di lokasi yang berbeda. Para pelaku dalam menjalankan aksi menggunakan kunci L khusus untuk membuka pintu mobil.Para pelaku ini hebat, alarm mobil tidak bunyi saat dicongkel dengan kunci buatan. "Berdasarkan laporan polisi (LP) ada empat lokasi pembobolan mobil dilakukan kawanan tersebut. Di jalan depan ATM Bank Mandiri sekolah Yos Sudarso, kawanan maling itu menggasak uang Rp13 juta. Di parkiran pelabuhan Internasional Batamcenter, mereka mencoleng uang Rp27 juta. Di samping Hotel Harmoni One Batamcenter, para pelaku menggondol uang Rp20 juta. Di parkiran Mega Mall, satu pelaku tertangkap sekuriti saat mencoba melarikan diri. Pada TKP terakhir inilah awal mula para pelaku kami tangkap,” urainya. “Diantara kawanan maling ini, ada oknum pegawai negeri sipil (PNS) Batam, peran dia disini sebagai pengemudi. Dari pengakuan para pelaku diketahui, komplotan spesialis pembobolan mobil itu pernah delapan kali merejang mobil di parkiran Harbour Bay, Batuampar dan dua kali di parkiran Bandara Hang Nadim, Batubesar,"paparnya. Dari tangan para pelaku, lanjut dia, polisi menyita satu buah kunci L, satu koper, satu silinder R dor mobil Honda, satu kamera DSLR, satu tas Eiger, dua unit ponsel pintar merek Oppo dan Samsung. Keempat pelaku dijerat pasal 363 KUHP ayat 1 ke 4e dan 5e Juncto pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sedangkan, pada kasus penganiayaan berujung kematian, pelaku yang diringkus Heri Antoni (40), usai menganiaya dan menikam Faizal Rahman (24) hingga tewas, pada Minggu (22/4) malam di depan jalan Perumahan KPRI Sekawan. Korban sempat dilarikan ke RS Elizabeth, namun nyawanya tak tertolong. Dari hasil visum, ada empat luka tusukan senjata tajam bersarang di tubuh korban. “Diawali masalah utang Rp1 juta, keduanya kemudian cekcok. Pelaku adalah rentenir. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti pisau lipat dan pakaian berlumur darah dan pelaku jerat pasal 338 KUHP Juncto pasal 351 KUHP dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara,”pungkasnya mengakhiri. (*/helmy ridar) editor : helmy ridar
Published in BATAM

 

Ket Photo : Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Nasrul Abit didampingi Kepala Dinas Kehutanan Prov. Sumbar Hendri dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sumbar Siti Aisyah, Menyambut Kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar  di ruang VIP BIM.

 

Sumbar,(KT) - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kamis (3/5) pukul 08:05 WIB. Siti Nurbaya Bakar disambut langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Nasrul Abit didampingi Kepala Dinas Kehutanan Prov. Sumbar Hendri dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sumbar Siti Aisyah di ruang VIP BIM.

 

Dari BIM, Menteri Siti Nurbaya didampingi Wagub Sumbar langsunb bertolak ke Kab. Padang Pariaman untuk meninjau lokasi Perhutanan Sosial di Desa Sungai Buluh. Usai itu, rombongan diagendakan menuju Kab. Solok untuk meninjau program yang sama di sana.

 

Perhutanan Sosial sendiri merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam rangka mengejawantahkan Cita membangun dari pinggiran. Pada dasarnya program ini bertujuan untuk melakukan pemerataan ekonomi dan mengurangi ketimpangan ekonomi melalui tiga pilar, yaitu: lahan, kesempatan usaha dan sumberdaya manusia.

 

Perhutanan Sosial juga menjadi benda legal untuk masyarakat disekitar kawasan hutan untuk mengelola kawasan hutan negara seluas 12,7 juta hektar. Akses legal pengelolaan kawasan hutan ini, dibuat dalam lima skema pengelolaan, yaitu Skema Hutan Desa (HD), Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Tanaman Rakyat (HTR/IPHPS), dan Hutan Adat (HA).

 

 Pelaku Perhutanan Sosial adalah kesatuan masyarakat secara sosial yang terdiri dari warga Negara Republik Indonesia, yang tinggal di kawasan hutan, atau di dalam kawasan hutan negara, yang keabsahannya dibuktikan lewat Kartu Tanda Penduduk, dan memiliki komunitas sosial berupa riwayat penggarapan kawasan hutan dan tergantung pada hutan, dan aktivitasnya dapat berpengaruh terhadap ekosistem hutan.(zul/humaspemrov sumbar)

Editor  : Helmy Ridar

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« May 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31