humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Saturday, 05 May 2018

 

Ket Photo : Wakil Bupati Lingga Memotong Pita di Tandai Peresmian Pasar Rampai Rezeki Bantuan Revitalisasi Pasar Kementerian Perdagangan RI.

Lingga, (KT) - Wakil Bupati Lingga M Nizar Meresmikan Pasar  Rampai Rezeki yang merupakan Bantuan Revitalisasi Pasar Kementerian Perdagangan di Daik Lingga, Sabtu,(5/5/2018),

Wakil Bupati Lingga M.Nizar Dalam sambutannya mengatakan sejak pelaksanaan perhelatan tamadun melayu antarbangsa pada November 2017 lalu, pembangunan pasar Rampai Rezeki ini sudah berjalan sekian persen yang dilakukan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan Kabupaten Lingga.

Dia mengatakan peresmian ini sempat terkendala beberapa hal. Namun mengingat pentingnya sarana ini sebagai tempat jual beli kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi dan silaturahmi, maka pemerintah Kabupaten Lingga akhir meresmikan untuk dapat dioperasikan bahkan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pedagang.

"Jadi menemui beberapa hal. Prosesnya kesana-kesini. Dan Alhamdulillah hari ini. Insyaallah pasar Rampai Rezeki kita resmikan," ujar Nizar, Sabtu (05/05/2018).

Kemudian terkait penataan parkir, pemkab sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Begitu juga untuk pembangunan parkir, di Dinas Pekerjaan Umum.

Kemudian masalah sampah yang telah memenuhi tempatnya, dapat segara dibuang. Atau bagaimana nanti dari Dinas Pekerjaan Umum dapat melompat ditempat yang lebih baik agar baunya tidak berdampak.oada pembeli atau pedagang yang berjualan.

"Setidaknya tahun 2018 ini. Kita sudah meletakkan lahan dan bangunan parkir ini biar cantik," jelas dia.

Wakil Bupati Lingga ingin, diresmikan pasar ini dapat memberikan kenyamanan dan ketentraman baik kepada pembeli saat berbelanja maupun pedagang ditempat sebagai upaya pemerintah daerah agar produk-produk perekonomian Lingga dapat terus berjalan. Ujarnya (*)

reporter  : Rusli

editor     : Helmy Ridar

Published in LINGGA

 

Ket Photo : Pengamat Ekonomi Riau, Trian Zulhadi.

 

Kuansing,(KT) - Pengamat Ekonomi Riau, Trian Zulhadi disela sela kesibukkanya menyelesaikan disertasi doktornya di Unpad kepada karimuntoday.com Via WA Sabtu, (5/5/2018), terkait tentang  tuntutan 22 bulan oleh JPU terhadap koruptor dana pendidikan di kuansing yang menyeret mantan sekda kuansing dan bendahara menurutnya kejaksaan seperti Prisoners'Dilema teory artinya teori ini menceritakan dua orang kriminal sama sama melakukan kejahatan dan polis berhasil menangkapnya dan menetapkan sebagai tersangka.

 

Pihak kepolisian mencoba mengintrogasi keduanya ditempat yang terpisah karena pihak kepolisian kekurangan informasi untuk menetapkan mereka berdua menjadi tersangka dan mereka berdua berada pada situasi sulit atau dilema untuk mengaku segala kejahatannya nah inilah yang disebut dengan teori dilema atau istilah ekonomi mikro prisoners dilema mengaku atau tidak mengaku.

 

Nah,' terkait dengan kasus dana pendidikan kuansing yang menyeret mantan sekda dan bendaharanya dalam penyelesainnya kita pinjam saja prinsip pandangan ekonomi mikro salam hukum pidana yakni teori keseimbangan. Keseimbangan merupakan prinsip ekonomi mikro yang menyebutkan bagaimanakah kerugian kejahatan dapat tergantikan oleh pelaku kejahatan artinya kerugian negara telah terjadi sebesar 1.5 milyar dan kedua terdakwa hanya dituntut 22 bulan dan bisa berkeliaran bebas tanpa ditahan.

 

Pertanyaanya apakah dengan pemberian kompensasi terhadap terdakwa itu sudah setimpal atau seimbang dengan akibat kejahatannya yang beliau lakukan. Walaupun dalam prinsip ekonomi ke dua adalah keadilan dan efisiensi namun kalau belum memenuhi prinsip keseimbangan ekonomi secara moral korupsi dikuansing akan tumbuh subur secara utuh.

 

Ditambahkanya pula kalau sudah cukup bukti dan informasi alangkah baiknya ditahan saja agar pejabat kuansing yang sudah ada niatnya untuk korupsi dapat mengurungkannya.Terakhir pengamat ekonomi tersebut berharap kepada penegak hukum agar benar benar menegakan hukum bagi para koruptor APBD kuansing jangan sampai uang rakyat ini menjadi hubungan angency teory antara legislator sebagai orang kriminal sama-sama melakukan kejahatan." (*)

 

 

Reporter   : Roder

Editor        : Helmy Ridar  

Published in KARIMUN

Ket Photo : Terlihat Para Kepala Sekolah SMP Serius Menyimak Pemaparan Materi dilakukan Oleh Narasumber.

 

Karimun,(KT) – Bertempat di Meeting Room Hotel Aliasan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Dinas Pendidikan menggelar kegiatan Pelatihan Karakter Kepala Sekolah Tingkat SMP se Kabupaten Karimun selama lima hari dibuka lansung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Bakri Hasyim.

 

Ketua Panitia Kegiatan, Sugito S,Pd kepada karimuntoday.com Sabtu,(5/5/2018), mengatakan, Kegiatan pelatihan Karakter Kepala Sekolah SMP se kabupaten karimun di ikuti sebanyak 60 orang kepala sekolah yang ada di karimun besar maupun diluar kecamatan pulau karimun besar, dan acara ini digelar bertujuan untuk mendidik para siswa dengan cara jitu untuk menjahui narkoba serta kenakalan para siswa serta memotivasi agar meningkatkan cinta terhadap tanah air dan mandiri.

 

“ Pelatihan ini di gelar untuk membentuk karakter kepala sekolah SMP untuk berinteraksi dengan para siswa ketika memberikan wejangan dalam rangka mendidik para siswa agar menjahui narkoba, kenakalan para siswa dan lainya, dengan cara yang pendekatan secara psikologis sehingga dapat di pahami oleh siswa dengan baik,” Tukasnya

 

Ditambahkanya lagi, Untuk meningkatkan wawasan para kepala sekolah yang mengikuti pelatihan karakter ini, dinas pendidikan karimun mengundang narasumber dari P4TK Kota Bandung yang memiliki kapasitas, kapabilitas serta berpengalaman dalam permasalahan tersebut, dan pihak dinas pendidikan telah mengagendakan kegiatan ini setiap tahunya dan diminta kepada orang tua siswa memberikan dukunganya,” Tutup Sugito (*)

 

 Reporter    : Johanes Tambunan

 Editor          : Helmy Ridar

Published in KARIMUN

 

Ket Photo :  Diduga Ban Bekas eks Luar Negeri Baru siap Dibongkar dari Kapal di Pesisir Pantai Kolong Bawah, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

 

Karimun,(KT) -  Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri  saat ini marak beredar ban luar bekas untuk jenis kendaraan roda empat yang merupakan produk import dari Malaysia dan Singapura tanpa disertai cap Standar Nasional Indonesia,(SNI), ban luar bekas tersebut masuk melalui pelabuhan tikus di sepanjang kolong bawah kecamatan karimun dengan leluasanya.

 

Menanggapi maraknya peredaran ban luar bekas tersebut,  Uci salah seorang warga karimun kepada karimuntoday.com Sabtu,(5/4/2018) mengatakan, Dia berharap agar Pemerintah Kabupaten Karimun melalui dinas terkait khususnya Dinas Perdagangan untuk bertindak, pasalnya keberadaan ban luar bekas tersebut selain merugikan dan  dapat membahayakan konsumen, produk seken luar negeri tersebut juga pelan –pelan akan membunuh produk dalam negeri.

Ket Photo : Ban Bekas di Pesisir Pantai Kolong Bawah di Tumpuk di Sebuah Gudang Milik Inisial RM,

 

“ Dia berharap sebelum semuanya lebih buruk, sebaiknya Disprindag segera turun tangan dan berinisiatif untuk meredam maraknya barang yang merugikan Negara tersebut, adapun langkah yang dapat di ambil pemerintah daerah yakni memutuskan mata rantai jaringan para penyeludup yang selama ini masih terlihat di kabupaten karimun provinsi kepri,” Tukasnya

 

Ditambahkanya lagi, Maraknya ban luar bekas asal luar negeri tersebut, tidak terlepas lemahnya pengawasan aparat penegak hukum dilaut, akibatnya ban luar bekas dengan mudahnya masuk ke karimun melalui pelabuhan tikus, bahkan untuk mengelabui petugas dilaut terkadang oknum penyeludup tersebut membawa ban luar bekas dari luar negeri ke kota tanjungpinang, provinsi kepri, setelah itu baru di bawa ke Karimun,” Tutupnya

 

Secara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Pemkab Karimun, Yosli sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya terkait maraknya ban luar bekas masuk di karimun belum dapat dimintai konfirmasinya, begitu juga dengan Kakanwil DJBC Khusus Kepri, belum dapat juga dimintai Konfirmasinya.(*)

 

Reporter      : Rudy Erwandy

Editor           : Helmy Ridar

Published in KARIMUN

  

Ket Photo : Wakil Ketua I DPRD Lingga, H. Kamaruddin Ali SH.

Lingga, (KT) - Pemerintah Kabupaten Lingga akan segera memekarkan 12 desa tahun ini. Rencana pemekaran  menjadi prioritas kesepakatan antara Bupati Lingga dan DPRD Lingga.

Wakil Ketua I DPRD Lingga, H. Kamaruddin Ali mengatakan rencananya pemekaran desa yang dimaksud guna memperpendek rentang kendali terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, menurut politisi senior bpartai Golkar pemekaran ini juga akan berdampak pada penekanan biaya pelayanan masyarakat terutama di wilayah Kecamatan Senayang yang secara geografis terdiri Daria pulau-pulau.

"Ini akan menekan biaya pelayanan masyarakat, terutama kawasan Senayang yang geografis dari pulau-pulau," ujar wakden  Jum'at (04/05/2018).

Rencana pemekaran ini, turut dapat mengembangkan pertumbuhan atau peluang ekonomi masyarakat. Dimana pelayanan pemerintah desa akan lebih.mudah terjangkau.

Saat ini DPRD tinggal menunggu draf perda eksekutif. Dia katakan, Bupati Lingga serta beberapa pihak lain yang terkait sedang mengkaji terkait pemekaran desa tersebut.

"Bupati dan stafnya serta pihak terkait lainnya sedang mendalami. Kita tunggu," ujar dia.

Dia berharap, selepas bulan suci Ramadhan ini DPRD Lingga sudah menerima draf rancangan perda eksekutif  yang dimaksud. Disinggung desa manakah yang akan dimekarkan, DPRD masih menunggu kesepakatan bersama. Tapi dia memperkirakan desa yang akan mekar seperti desa Batu Belubang yakni Dusun Berjung, Desa Rejai yakni Dusun Buyu, termasuk Desa Limbung yakni Dusun Centeng dan beberapa lainnya.

"Kita tunggu dan kita lihat nanti hasil kajian itu. Mudah-mudahan cepat pemekarannya (*)

Reporter   : Rusli

Editor       : Helmy Ridar

Published in LINGGA

 

Ket Photo : Aswirmanto Ketua LSM Clean Governance, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau.

 

Kuansing,(KT) – Lembaga Swadaya Masyarakat,(LSM), Clean Governance Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau mendesak Plt. Kejari Kuansing untuk segera melakukan penangkapan sekaligus penahanan terhadap tersangka dugaan korupsi pada kegiatan invetarisasi pada tahun 2015 silam, pasalnya sejak di tetapkan sebagai tersangka yang berangkutan masih melenggang dengan bebasnya.

 

Hal tersebut dikatakan, Aswirmanto Ketua LSM Clean Governance, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau,kepada karimuntoday.com, Jum’at (4/5/2018), Ya’ Dia mendesak Plt.Kejari Kuansing untuk melakukan penangkapan serta dilakukan penahanan kepada tersangka SN dugaan korupsi pada kegiatan invetarisasi tahun 2015 silam, akibatnya, terkesan pemberantasan korupsi terhadap pelaku tindak pidana korupsi kurang serius pasca belum ditahanya tersangka SN dan terindikasi adanya kongkalikong antara tersangka dengan oknum penyidik  pidsus dikejaksaan kuansing.

 

“ Itu’ SN tersangka Dugaan Korupsi  saat ini menjabat sebagai Kabid Pertanahan di Dinas Perumahan, Kawasan dan Pertanahan,sudah lama ditetapkan sebagai tersangka, bahkan dia sudah mengembalikan uang yang dikorupsinya, dan dinilai jaksa sudah memiliki dua alat bukti untuk menangkap serta menahanya, tetapi tidak dilakukan dan diharapkan kepada Plt Kejari Kuansing  yang saat ini bukankah dari Kajati Riau orang pidsus, tentunya memiliki ektabilitas yang tinggi dalam memberantas korupsi, dan tentunya sangat anti dengan para koruptor, oleh sebab itu, diharapkan agar segera melakukan penangkapan serta dilakukan penahanan terhadap tersangka dugaan korupsi SN,” Pintanya

 

Ditambahkanya lagi, Saat ini SN tersangka dugaan korupsi pada kegiatan penataan dan  invetarisasi tahun 2015 yang merugikan keuangan Negara sebesar 420 juta  masih menjalankan retunitasnya sebagai Aparatur Sipil Negara,(ASN), dan terlihat tidak memiliki permasalahan hukum, pasalnya penegakan hukum di kejari kuansing terlihat lemah, jadi dengan adanya Plt. Kejari saat ini semoga penegakan hukum di kejari kuansing tidak tajam kebawah dan tumpul ke atas,jangan sampai nantinya asumsi public nasib tersangka SN sama dengan Mantan Sekdakab Kuansing, Muharam dan Bendaharanya Doni Irawan sejak ditetapkan tersangka sampai sekarang sudah masuk ke penuntutan belum juga ditahan,karena diperlakukan secara khusus” Tukasnya

 

Secara terpisah, Plt.Kejari Kuansing Roy Karniawan sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya, terkait permintaan salah satu LSM di Kuansing untuk segera melakukan penangkapan sekaligus menahan tersangka SN dugaan korupsi pada kegiatan  invetarisasi tahun 2015 silam belum dapat dimintai konfirmasinya (*)

 

 

Reporter    : Roder

Editor         : Helmy Ridar

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« May 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31