humas karimun
humas karimun
karimuntoday.com - Items filtered by date: Wednesday, 06 June 2018

 

Ket Photo : Wakapolresta Pekanbaru AKBP EDY SUMARDI PRIADINATA, S.IK.Bersama Anggota Keluar Sebagai Pemenang Lomba Adzan,Baca Alqur'an dan Ceramah Agama.

Pekanbaru,(KT) - Dalam rangka memeriahkan Hut Bhayangkara ke- 72, Polresta pekanbaru mengadakan beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan antara lain Perlombaan Adzan, Baca Qur'an dan Ceramah Agama Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-72 tahun 2018 dengan tema " Dengan semangat promoter, Polri siap mengamankan agenda Kamtibmas tahun 2018 dan 2019" bertempat di Mesjid Assyuuroo Polresta Pekanbaru, Rabu (06/06/2018 ).

Acara pelaksanaan lomba Adzan, baca Qur'an dan Ceramah Agama di buka oleh Kapolresta Pekanbaru KOMBESPOL SUSANTO, SIK, SH, MH yang di wakili Wakapolresta Pekanbaru AKBP EDY SUMARDI PRIADINATA, S.IK. Kegiatan lomba dihadiri oleh Para Pejabat Utama dan Personel Polresta Pekanbaru. Sebagai tim penilai atau juri yaitu : 1. DR. SYAFWI KHALIL 2. NAZRI, STHi, MA 3. ISTI DWI SURYA, S.Pd Dalam kegiatan tersebut, jumlah peserta yang mengikuti lomba sebanyak 23 orang dan masing2 adalah perwakilan dari Bag, Sat dan Si jajaran Polresta Pekanbaru.

Adapun jenis perlombaan dan personil yg mengikuti lomba dalam rangka Hut Bhayangkara yg ke- 72 antara lain : 1. Lomba Adzan : a. ASN DADANG (SAT LANTAS) b. BRIGADIR KHAIRIL SYAHPUTRA (SI PROPAM) c. BRIPDA M FAJRI MUIS (SAT RESKRIM) d. AIPTU HARFIRMAN (SAT BINMAS) e. AIPDA RYANDI SAPUTRA (SAT INTELKAM) f. BRIGADIR AKEM DORISTU ENGLA (SAT RESNARKOBA) g. BRIPDA RANGGY ALFIYAD (SAT SABHARA) h. BRIPKA AHMAD SUKRI ( BAG SUMDA) 2. Lomba Baca Qur'an : a. AIPDA RYANDI SAPUTRA (SAT INTELKAM) b. EPI DASRIAL (PHL SAT LANTAS) c. BRIPDA ARY SUNANDAR, SH (SAT RESKRIM) d. BRIGADIR REZA ASWARI (BAG SUMDA) e. BRIPKA WALUYO (SIPROPAM) f. BRIPKA RIZKY SURYA DHARMA (SAT BINMAS) g. BRIPDA HERMAN SAPUTRA (SAT SABHARA) 3. Lomba Ceramah Agama : a. IPDA APOLAS SUGIANA ( SAT BINMAS) b. AIPDA RYANDI SAPUTRA (SAT INTELKAM) c. BRIPKA SOPIAN D SIPAHUTAR (SAT SABHARA) d. BRIGADIR ALFRIANTO (SAT LANTAS) e. BRIPDA ANDRA ARDAN (SAT RESKRIM) f. BRIG

f. BRIGADIR VERY KUSNADI,SH,MH (SI PROPAM) g. BRIPTU FEBRYAN PUTRA MAKMUR (SAT RESNARKOBA) h. BRIGADIR HENDRA (BAG SUMDA) Berikut ini yg meraih juara dalam lomba memperingati Hut Bhayangkara ke 72, antara lain : 1. Lomba Adzan : a. Juara I : AIPDA RYANDI SAPUTRA (SAT INTELKAM) b. Juara II : ASN DADANG (SAT LANTAS) c. Juara III : BRUGADIR KHAIRIL SAPUTRA (SI PROPAM) 2. Lomba Baca Quran : a. Juara I : AIPDA RYANDI SAPUTRA (SAT INTELKAM) b. Juara II : BRIPDA HERMAN SAPUTRA (SAT SABHARA) c. Juara III : BRIGADIR REZA ASWARI (BAG SUMDA) 3. Lomba Ceramah Agama : a. Juara I : BRIPDA ANDRA ARDAN (SAT RESKRIM) b. Juara II : BRIPKA SOPIAN D SIPAHUTAR (SAT SABHARA) c. Juara III : BRIGADIR VERY KUSNADI,SH,MH.

Sebagai wujud dukungan dan motivasi Bagi para pemenang diberikan hadiah berupa, Tabungan, Tropy dan Piagam, yang diserahkan Kapolresta Pekanbaru KOMBESPOL SUSANTO, SIK, SH, MH yg di wakili Wakapolresta Pekanbaru AKBP EDY SUMARDI PRIADINA, SIK, “semoga dengan kegiatan ini akan muncul bakat yg selama ini tidak disalurkan yang selalu menyeru kepada Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang menjadi Polri yg selalu siap melayani masyarakat demi menciptakan suasana kondusif guna terbangunya kamtibmas dikota Pekanbaru "pungkas Wakapolresta. Rangakain seluruh kegiatan selesai pada pukul 13.15 wib, berjalan dalam keadaan aman dan lancar.(*)

Penulis  : hms polresta/roder

Editor    : Helmy Ridar

Published in KARIMUN
 
Ket Foto : Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad. foto helmy ridar.

BATAM, (KT)
- Pengusaha asal China akan membuka pabrik daur ulang karton di Tanjunguncang, Batam. Nilai investasinya lebih kurang Rp 700 miliar. Pada tahap awal, usaha ini rencananya bisa menyerap 300-500 tenaga kerja. Dan manajemen komitmen untuk dominan memberdayakan tenaga kerja lokal. “Mereka dapat lahan dengan luasan 20 hektar di Tanjunguncang. Tapi tahap awal ini akan dibangun 8 hektar,” kata Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad usai menerima kunjungan perwakilan perusahaan di kantor Walikota Batam, Rabu (6/6/2018). Menurutnya, perusahaan tersebut sudah mendapat izin dari pemerintah pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Karena sesuai aturan, untuk investasi asing di atas Rp 10 miliar harus mendapat izin pusat. “Nasional sudah OK. Tinggal follow up perizinan di bawah. Hari ini mereka datang untuk menanyakan dokumen apa saja yang harus disiapkan di daerah,” ujarnya. Amsakar mengatakan usaha yang berjalan ini tidak masuk kategori limbah dan bahan beracun berbahaya. Oleh karena itu Pemerintah Kota Batam juga akan mendukung 100 persen. Bahan bakunya tidak hanya dari Batam, tapi juga luar daerah. Sedangkan pemasaran bisa untuk lokal dan juga diekspor. Dijelaskannya, perusahaan ini rencananya akan mulai beroperasi pada Juli 2019 mendatang. Terkait izin di daerah, sesuai arahan Presiden, seluruh perizinan harus dipercepat prosesnya. Adapun dokumen yang dibutuhkan di tahap awal adalah analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL/UPL). “Seluruh perizinan harus dipercepat. Yang butuh waktu, UKL/UPL, amdal, tiga bulan,” sebutnya. Senada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Batam, Gustian Riau mengatakan dokumen lain yang diperlukan investor antara lain izin prinsip, izin mendirikan bangunan, izin pergudangan. “Ini perusahaan memang baru buka. Bukan relokasi dari tempat lain. Batam dipilih karena masuk jalur sutra dengan 300 kapal lewat per hari. Kapal bisa ekspor ke mana-mana melalui daerah kita,” pungkasnya. (r/helmy ridar) editor : helmy ridar sumber : media center
Published in BATAM
 
Ket Photo : Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi didampingi Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Walikota Batam Muhammad Rudi memeriksa pasukan pada apel operasi Ketupat Seligi 2018 di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Rabu (6/6/2018). foto helmy ridar

BATAM, (KT) - Polda Kepulauan Riau (Kepri) beserta jajarannya dan tim gabungan yang ada di dalamnya, siap melaksanakan Operasi Ketupat Seligi 2018 selama 18 hari, mulai tanggal 7 - 24 Juni di seluruh kabupaten/kota di Bumi Segantantang Lada. Dalam pengamanan arus mudik dan arus balik hari raya Idul Fitri 1439, yang diberi sandi Ops Ketupat Seligi ini Polri melibatkan berbagai unsur pengamanan dan pelayanan, mulai dari sipil maupun militer serta elemen masyarakat.

Untuk menunjang keberhasilan tersebut, tadi pagi sekitar pukul 09. 00 WIB, Rabu (6/5/2018), Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Seligi 2018 di dataran Engku Putri, Batam Center, Batam. Apel akbar ini, dihadiri oleh Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Walikota Batam H. Muhammad Rudi, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah.

Selain itu, juga hadir Irwasda Polda Kepri Kombes Pol Heru Pranowo, Kabid Humas Polda Kepri Kombes S. Erlangga dan sejumlah pejabat Utama Polda kepri, segenap Unsur pimpinan Daerah Kepri beserta Forkopimda Kepri, Para Pejabat Instansi Sipil dan TNI beserta jajaran, anggota Polri dan PNS Polda Kepri, Polresta Barelang dan jajaran, serta aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Batam.

Amanat Kapolri Jenderal Polisi Prof.H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D yang sampaikan Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi saat memimpin apel, menyebutkan ini sebagai salah satu operasi kepolisian  terpusat, Operasi Ketupat Tahun 2018 yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia selama 18 hari, mulai tanggal 7 hingga 24 Juni.

"Operasi ini melibatkan sebanyak 173.397 personel pengamanan gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemda, serta stakeholders terkait dan elemen masyarakat lainnya. Rencana operasi disusun melalui serangkaian evaluasi terhadap pelaksanaan Operasi Ramadniya pada tahun 2017 disertai analisa potensi gangguan kamtibmas di tahun 2018," kata Irjen Didid Widjanardi.

Sehingga pada pelaksanaan operasi tahun ini, jelas dia, setidaknya terdapat 4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama. Potensi kerawanan pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, Pada tahun 2017 secara umum stabilitas harga pangan dapat terjaga dan tidak terjadi kelangkaan bahan pangan. 

"Hal itu dapat diwujudkan berkat kerja sama dari semua instansi terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), maupun Satgas Pangan Polri,"ujarnya.   

Dijelaskan, pada  tahun  ini potensi permasalahan masih  berkisar pada masalah distribusi   pangan, upaya penimbunan oleh kelompok   kartel/ mafia   pangan, maupun perilaku negatif pelaku usaha yang menaikkan harga di atas harga yang ditetapkan. 
Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama dan langkah proaktif dari stakeholders terkait guna mengatasi hal ini.

"Potensi kerawanan kedua adalah permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arusbalik. Hasil survey jalan yang dilaksanakan oleh Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan,Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, maupun Dinas Jasa Marga, dan  Pertamina,  mendapati  sekurangnya  terdapat  enam  lokasi rawan  macet  pada  jalur  utama mudik lebaran,"urai  Didid.
 
Sehubungan dengan hal tersebut, kata dia, Kapolri memberikan penekanan kepada seluruh personelterutama pada titik rawan macet dan titik rawan kecelakaan, agar benar-benar melakukan pemantauansecara cermat. Berbagai strategi bertindak yang telah ditetapkan agar diikuti dengan baik. Optimalkan pelayanan pada 3.097 Pos Pengamanan, 1.112 Pos Pelayanan, 7 Pos Terpadu, dan 12 Pos Check Point yang tergelar selama penyelenggaraan operasi.

"Potensi kerawanan ketiga yang juga harus diantisipasi adalah potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya, seperti curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal, dan hipnotis. Untuk   itu,  para   Kasatwil   diharapkan   dapat mengambil langkah pre-emtif maupun preventif yang diperlukan sehingga bisa menekan potensi yang ada,"tegasnya. 

Lebih lanjut, Kapolda mengatakan, Kapolri juga berharap, agar seluruh Kasatwil dapat terus menerus berkoordinasi dengan pihak Basarnas, BMKG, dan pihak terkait lainnya, dalam upaya mengantisipasi dan mewaspadai potensi bencana alam. Potensi   kerawanan   keempat   adalah,   ancaman   tindak   pidana   terorisme.   

"Guna mengantisipasi potensi aksi terorisme, saya menekankan kepada seluruh Kasatwil (kapolres/ta) untuk terus meningkatkan kegiatan deteksi intelijen yang diimbangi dengan upaya penegakan hukum secara tegas (preemtif strike), melalui optimalisasi peran Satgas Anti Teror di seluruh Polda jajaran,"jelasnya.  

Di samping  itu, sambung Kapolda, pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, mako  Polri, serta  aspek keselamatan  personel pengamanan  harus menjadi perhatian. Perkuat pengamanan pada objek-objek tersebut dan laksanakan pendampingan   personel pengamanan oleh personel bersenjata (buddy system). 

"Khususnya dalam mewujudkan keamanan secara umum, saya perintahkan kepada seluruh jajaran Polri untuk terus menerus meningkatkan kerja sama dengan rekan–rekan TNI serta stakeholders terkait lainnya di daerah,"pungkasnya. 


Kapolda, Gubernur dan Walikota Langsung Tinjau Pelabuhan Ferry dan Bandar Udara

Selesai melaksanakan Apel Gelar Pasukan, Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi, Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Walikota Batam Muhammad Rudi serta unsur pimpinan daerah beserta Forkopimda meninjau langsung   kesiapan  Pos  Pengamanan dan  Pos pelayanan di Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang.

"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari apel kesiapan, salah satunya bidang lalu lintas. Bidang ini menyangkut keselamatan, kelancaran, dan ketertiban dalam melakukan mobilisasi masyarakat jelang mudik lebaran," kata Kapolda Kepri, Irjen Pol Didid Widjanardi, disela-sela kunjungan, tadi.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes S. Erlangga menambahkan, dalam kunjungan ke pelabuhan Fery Domestik Sekupang, Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi beserta rombongan berinteraksi dengan beberapa orang penumpang dan melaksanakan pengecekan alat-alat keselamatan di kapal penumpang.

"Selanjutnya bapak Kapolda (Kepri) dan rombongan meninjau kesiapan pos pengamanan dan pelayanan di Bandara Internasioanl Hang Nadim. Pada kesempatan itu,  beliau juga meninjau kesiapan tim gabungan BNNP Provinsi Kepri, Bidang Dokkes Polda Kepri, Direktorat Resnarkoba Polda Kepri, Avsec Bandara Hang Nadim dan Dinas Kesehatan Kepri yang melakukan pemeriksaan test urine terhadap para  pilot dan  Crew Penerbangan,"bebernya kepada KARIMUN TODAY.COM, tadi. (r/helmy ridar)


editor : helmy ridar
Published in BATAM

 

Ket Photo : Iwan Gondrong Koordinator Pelingkar Memberikan Keterangan Pers Usai Bertemu dengan Pihak Syahbandar Karimun, Provinsi Kepri.

 

Karimun,(KT) – Puluhan massa mengatas namakan Peduli Lingkungan Karimun,(PELINGKAR), menggeruduk Kantor Syahbandar di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, puluhan massa tersebut meminta kepada pihak KSOP untuk menghentikan pemberian olah gerak kapal kepada kapal-kapal yang melakukan pendalaman alur serta untuk kepentingan reklamasi PT Grace Rich Marine dan juga sekaligus meminta kepada Dirjen Hubla untuk mencopot jabatan ka, Syahbandar

Karimun karena dinilai sangat mudah mengeluarkan izin oleh gerak kapal.

 

Hal tersebut dikatakan, Iwan Gondrong Koordinator Aksi Pelingkar dan juga sebagai orator dalam aksi dilakukan di depan kantor syahbandar karimun, Rabu,(6/6/2018), dalam Orasinya, Iwan Gondrong mengatakan, Pihak KOSP Karimun diminta agar tidak lagi memberikan izin oleh gerak kapal kepada kapal-kapal yang melakukan kegiatan pendalaman alur yang nota bene matrial pasirnya dimanfaatkan untuk kepentingan reklamasi pantai PT Grace Rich Marine, pasalnya, perusahaan tersebut belum memiliki Izin Usaha Pertambangan dan berbagai izin yang belum mereka,(perusahaan-red),miliki, dan juga meminta kepada Dirjen Hubla untuk mencopot jabatan Ka. Syahbandar Karimun, karena dinilai kebablasan mengeluarkan izin oleh gerak kapal untuk kepentingan PT Grace Ric Marine.

 

“ Itu’ Kapal-kapal yang melakukan pendalaman alur yang matrialnya diperuntukan reklamasi pantai PT Grace Rich Marine diminta kepada pihak syahbandar agar tidak memberikan izin oleh gerak kapal lagi, sebelum mereka memiliki izin yang lengkap dari pihak berwenang, dan juga saat ini pelingkar juga sudah melaporkan kasus dugaan adanya tindak pidana atas kegiatan tersebut ke polres karimun,” Tukasnya

 

Ditambahkanya lagi, Setelah digelarnya pertemuan dengan Pihak Syahbandar Karimun di Ruanganya dan dihadiri beberapa pejabat tinggi dilingkungan KSOP Karimun serta Massa Pelengkar, maka kami tetap mengambil keputusan, Bahwa Pelingkar tetap mengawasi aktivitas perusahaan tersebut, pasalnya, indikasi yang kita lihat izin damping tidak dibenarkan karena mereka menggunakan kapal sampan yang lansung mengangkat matrial, dan indikasi lainya,kedua lahan yang ditimbun bukan atas nama PT Grace Rich Marine, tetapi atas nama Perusahaan lain, dan indikasi terakhir, Izin dimiliki hanya 100 meter dari bibir pantai, tapi dari investigasi dilapangan terlihat kurang lebih 200 meter dari bibir pantai.

 

“ Pihak Syahbadar dalam Rapat tadi akan meninjau kembali soal periizinan PT Grace Rich Marine dan bekerja sama dengan Pihak Pemerintah yang ikut serta memberikan izin,” tutup Iwan 

 

Dari pantauan Wartawan karimuntoday.com dilapangan, terlihat puluhan anggota polres dan polsek tanjungbalai, serta di bantu oleh TNI AL dan Satuan Polisi Lalu Lintas menjaga ketat aksi dilakukan oleh Massa pelingkar, (*)

 

Penulis   : Johanes Tambunan

 

Ediotr      : Helmy Ridar

 

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« June 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30