humas karimun
humas karimun
kabupaten lingga lagi
kabupaten lingga lagi
karimuntoday.com - Items filtered by date: Sunday, 01 July 2018

 

Ket Photo : Zubirman SH Praktisi Hukum di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

 

Kuansing,(KT) – Kasus kebun sawit Pemkab Kuansing semakin hari semakin panas pasca adanya stemen Camat Pucuk Rantau yang mengatakan, bahwa Hasil Penjualan Tandan Buah Segar,(TBS), Kebun Pemkab hanya cukup untuk biaya perawatan, tentu menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat, pasalnya sejak tiga tahun terakhir kebun tersebut tidak dikelola oleh pemkab lagi, karena tersandung alih fungsi hutan, bahkan ada indikasi tidak tercatat sebagai asset daerah, tetapi untuk membuat kebun tersebut menggunakan anggaran APBD kuansing, nota bene uang dihimpun dari pajak masyarakat sebanyak milyaran rupiah. Dengan adanya stetmen camat tersebut seolah-olah selama ini camat pucuk rantau mengetahui siapa oknum mengelola kebun tersebut tentu patut dipertanyakan.

 

Hal tersebut dikatakan, Zubirman SH Praktisi Hukum di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau kepada karimuntoday.com Minggu,(1/6/2018), Dia sangat terkejut ketika Camat Pucuk Rantau mengatakan,bahwa hasil penjualan Tandan Buah Segar,(TBS) kebun milik Pemkab Kuansing hanya cukup untuk biaya perawatan,seperti yang dia dapat dari informasi masyarakat yang menjadi pertanyaan dibenaknya, siapa oknum masyarakat yang disebut camat tersebut memanen serta menjual buah sawit tersebut, camat harus menjelaskan ke public, dan juga camat harus transparan berapa hasil dari penjualan buah sawit tersebut setiap kali panen dan terakhir harus di paparkan juga, lokasi mana yang sudah dilakukan perawatan, karena, kebun tersebut dibangun dengan menggnakan anggaran dari APBD kuansing masyarakat layak dan patut mengetahuinya.

 

“ Camat Pucuk Rantau harus memberitahukan ke public siapa oknum masyarakat yang mengatakan bahwa, hasil dari penjualan buah sawit tersebut hanya cukup untuk biaya perawatan dan siapa yang menyuruh  mengelola kebun sawit milik pemkab kuansing tersebut, dan juga harus transparan berapa hasil dari panen buah sawit tersebut setiap kali panen dan diperuntukan untuk apa saja uang dari penjualan buah sawit, apakah di setor ke kas daerah atau tidak, atau dibagi-bagi kepihak lain camat diminta jujur mengatakanya,” Tukasnya

 

Ditambahkanya lagi, Saat ini status kebun pemkab kuansing sepengetahuan dirinya masih dalam penyelidikan pihak kejaksaan terkait adanya dugaan korupsi sudah berbagai pihak telah dilakukan pemeriksaan untuk dimintai keterangan, bahkan Kasi Pidsus Kejari Kuansing yang baru akan membuka kembali kasus tersebut yang sempat mengendap, pertanyaanya, Camat Pucuk Rantau harus berani mengungkap siapa oknum masyarakat  yang mengelola kabun serta menjual hasilnya, sedangkan kebun tersebut bukan kebun milik, perseorangan tetapi kebun milik masyarakat kuansing secara keseluruhan, camat pucuk rantau harus menjelaskanya secara rinci,dan camat diminta mengungkap siapa actor sesungguhnya dibelakang layar yang bermain,” Pintanya

 

Secara terpisah, Camat Pucuk Rantau, Herman Susilo sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya, terkait permintaan praktisi hukum dikuansing, agar transparan mengungkap siapa oknum masyarakat yang mengatakan kepada dirinya, hasil dari penjualan buah sawit tersebut hanya cukup untuk biaya perawatan kebun belum dapat dimintai konfirmasinya.(*)

 

Penulis  : Lukman Hakim/ Roder

Editor    : Helmy Ridar

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Tumpukan Sampah di Jalan Gajah Mada Pelantar Dua Arah Jalan Hasanuddin Pasar Sungai Guntung,Kecamatan Kateman,Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

 

Kateman,(KT) – Pasca Lurah Tagararaja mencabut SK Kelurahan tentang keberadaan TIM Pengendalian Kebersihan dan Ronda Malam beberapa hari lalu, membuat sampah dilokasi pedagang kaki lima di Jalan Gajah Mada Pelantar Dua arah Jalan Hasanuddin Pasar Sungai Guntung terlihat banyaknya tumpukan sampah,akibatnya masyarakat mengeluhkan kondisi tersebut pasalnya ketika melintas tercium bau busuk sangat menyengat dan sampai hari ini belum terlihat adanya inisiatip dari pihak kecamatan untuk mencarikan solusinya.

 

Hal tersebut dikatakan, Warga Guntung Mirza kepada karimuntoday.com Minggu,(1/6/2018), Ya’ Dia melihat semenjak petugas dari LPM tidak melakukan pemungutan uang retribusi terhadap para pedagang kali lima,semenjak itu tidak ada lagi yang mengangkat sampah dari kawasan lokasi dimana para pedagang kaki lima berjualan, akibatnya sampah terlihat dimana-mana, sayangnya pihak kecamatan, sebagai pemangku kebijakan di kecamatan belum terlihat mengambil solusi untuk mengatasi permasalan sampah tersebut, agar secepatnya di angkat ke lokasi yang selama ini tempat pembuangan sampah.

 

“ Itu’ sampah kalau dibiarkan terus tentu akan menjadi bumerang ditengah masyarakat, pasalnya dilokasi tersebut banyak masyarakat yang melintas, dan saat ini saja sampah-sampah tersebut sudah mengeluarkan aroma yang tidak sedap, sebagai masyarakat sungai guntung dia berharap agar camat dapat memberikan solusi,bagaimana agar sampah-sampah tersebut bisa diangkat secepatnya, sehingga kenyamanan masyarakat tidak terganggu,” Pinta Mirza

 

Ditambahkanya lagi, Dia juga berharap kepada para pedagang kaki lima untuk menyediakan tong sampah atau tempat sampah berupa kantong plastic, agar sampah-sampah tersebut tidak beserakan, sambil menunggu solusi dari Pemerintah Kelurahan, Kecamatan dan Kabupaten, untuk mencari regulasi yang tepat dalam mengambil kebijakan terhadap pemungutan retribusi seperti selama ini telah dilakukan, dan kapan perlu para pedagang tersebut,setelah selesai berdagang membuang sampah miliknya masing-masing,” Tukas Mirza

 

“ Dengan adanya rapat akan digelar oleh Lurah Tagaraja agar dapat duduk bersama dan semuanya tentu ada solusinya, dia berharap  win-win Solution yang dihasilkan dalam rapat tersebut demi membangun guntung kearah lebih baik lagi,” Tutupnya

 

Secara terpisah, Kamren Camat Kateman ketika dikonfirmasi karimuntoday.com Minggu,(1/6/2018), terkait banyaknya sampah menumpuk di areal pasar guntung, pasca tidak adanya lagi petugas kebersihan yang selama ini di naungi oleh Tim Pengendalian Kebersihan dan Ronda Malam mengatakan,” Hari Selasa Pak Lurah akan mengadakan rapat untuk mencari solisinya,” dan ketika dikonfirmasi kembali langkah apa yang akan dilakukan oleh pihak kecamatan menjelang rapat digelar untuk meminimalisir keberadaan sampah yang semakin membludak, sayangnya sang camat sampai berita ini diunggah tidak memberikan jawaban. (*)

 

Penulis    : Ridho

Editor      : Helmy Ridar

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : (R), Oknum Anggota DPRD Indaragiri Hilir, Provinsi Riau.

 

Tembilahan,(KT) -  Uang saksi untuk 7 Desa di Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, yang dititipkan kepada oknum anggota DPRD Inhil dari  Partai Golkar untuk Paslon Gubernur Andi Rahman-Suyatno.

 

Hal ini diperoleh dari info di lapangan yang beredar Pasca Pilgubri 27 Juni 2018 lalu. Berdasarkan penelusuran, sebelum hari H, uang untuk biaya saksi diambil oleh saudara, Inisial, NW pada Ketua Timses Paslon 4 Kecamatan Keritang,Inisial, ZA. Uang saksi tersebut kemudian dibawa oleh oknum anggota DPRD Inisial, (R) untuk diberikan kepada Saksi pasangan Andi Rahman-Suyatno untuk 7 (tujuh),Desa di Kecamatan Keritang.

 

Sayangnya, dari info beredar didapat di lapangan, berhubung ketika itu hari hujan, sehingga uang  tidak jadi diberikan sekitar puluhan juta, Imbasnya, paslon Gubernur nomor 4 yang diusung oleh Partai Golkar tidak mendapatkan suara di beberapa desa.

 

Oknum Anggota DPRD Inhil berinisial R, saat dikonfirmasi wartawan karimuntoday.com, Sabtu,(30/6/2018),malam, mengaku kaget saat ditanya mengenai hal ini. Dia bahkan meminta wartawan untuk memberitahu dari mana info tersebut berasal dan Dia mengarahkan wartawan untuk langsung menemui ZA, NW, dan JR untuk membahas tidak diberikannya uang saksi Paslon Gubernur tersebut. "Tak usah ditembak sana sini agar tak menimbulkan fitnah," pintanya.

 

Sampai berita ini diunggah, ZA,NW dan JR belum dapat dimintai tanggapanya,untuk dilakukan konfirmasi untuk mengetahui secara pasti kronologis terkait masih misteriusnya dimana saat ini keberadaan dana saksi tersebut. (ro)

 

Penulis  : Ridho

Editor     : Helmy Ridar

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« July 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31