humas karimun
humas karimun
kabupaten lingga lagi
kabupaten lingga lagi
karimuntoday.com - Items filtered by date: Thursday, 05 July 2018

 

 Ket Photo : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia mengucurkan anggaran untuk Pemeliharaan / Pembersihan eceng gondok di Kawasan Danau Toba Kabupaten Dairi Tahun Anggaran 2018 diduga sarat Penyimpangan.

 

SUMUT, (KT) -  Pemerintah Pusat Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia mengucurkan anggaran untuk Pemeliharaan / Pembersihan eceng gondok di Kawasan Danau Toba Kabupaten Dairi Tahun Anggaran 2018 namun pelaksanaan nya diduga terindikasi ajang Korupsi. Anggaran tersebut berada diposkan melalui Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan SDA Sumatera II.

 

Informasi yang berhasil dikumpulkan oleh media ini bahwa proyek tersebut dengan Pagu Rp.1.934.680.000,00 oleh CV. Hersi Jaya dengan Penawaran sebesar Rp.1.420.808.000,00. Kontrak sendiri dibuat pada 04 Januari 2018 Lalu dengan Nomor 03/13/Pokja.ULP.OP/BWS.S II/TA.2018, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA Sumatera II yang bernama Mayjen Sinema Telaumbanua,ST.

 

Menanggapi hal tersebut, Kurniawan Hasibuan Ketua DPD LSM PMPR Indonesia Provinsi Sumatera Utara yang dimintai tanggapan nya oleh ini via Seluler pada Kamis (05/07/2918). menegaskan bahwa Pekerjaan pemeliharaan /Pembersihan Eceng Gondok Kawasan Danau Toba di Kabupaten Dairi T.A 2018 diduga sarat Penyimpangan. " berdasarkan hasil investigasi kita pada Proyek pemeliharaan Eceng gondok dikawasan Danau Toba Kabupaten Dairi yang dikerjakan oleh Hersi Jaya diduga tidak Sesuai dengan Spek,Gambar dan RAB yang ada,ucapnya.

 

Selanjutnya, bahwa dirinya telah membuat Surat Konfirmasi yang ditujukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta SDA Sumatera II namun hingga kini jawaban konfirmasi tersebut belum kita terima, Saat kita sedang Menyusun Laporan Pengaduan Ke Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia mudah - mudahan minggu ini sudah selesai, yang akan kita Laporkan yakni Kepala Balai SDA Sumatera II, Satker O dan P SDA Sumatera II dan PPK .tutupnya

 

Dilain tempat Saat media ini mencoba menghubungi Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang C.Q Direktorat Jenderal SDA maupun Kepala SDA Sumatera II mengenai adanya temuan Salah satu LSM anti Korupsi pada pekerjaan Pemeliharaan / Pembersihan eceng gondok di kawasan danau Toba Kabupaten Dairi yang diduga Menyimpang belum bisa dimintai konfirmasinya. (*)

 

Penulis   : Kurniawan

Editor      : Helmy Ridar

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Ruangan Kantor Bupati Kuansing saat Jam Kerja Terlihat Lengang dan hanya Tampak satu orang staf di Bagian Perekonomian Kamis,(5/7/2018).

 

Kuatan Singingi,(KT) -  Kantor Bupati Kuantan Singingi, Provinsi Riau terlihat sunyi seperti sarang hantu dan tampak hanya beberapa orang ASN padahal jam  istirahat siang sudah habis karena jam sudah menujukan  pukul, 14.00 wib,sungguh sangat miris sekali, kerena kantor bupati adalah salah satu tempat pelayanan public, namun,kenyataanya tingkat disiplin ASN terlihat masih rendah.

 

 Bupati Kuansing, H. Mursini  ketika dikonfirmasi Via Hp selularnya Kamis,(5/7/2018). Terkait kondisi kantor bupati yang lengang disaat jam kerja mengatakan, Dia saat ini tengah berada di luar kota, jadi tidak mengetahui kondisi kantor bupati saat ini, namun, sebagai bupati dia sangat berterimakasih dengan adanya informasi wartawan dan dia berjanji akan melakukan sidak sepulang dari luar kota nantinya, apabila dalam sidak nanti ditemukan adanya ASN yang mangkir atau terlambat masuk kerja, akan diberikan sanksi tegas.

 

“ Dia masih diluar kota, dan dia akan memerintahkan Sekda, Assisten III dan Ka.BKD serta Inspektorat untuk melakukan sidak, andaikata memang ditemukan ASN yang belum masuk kantor saat jam kerja, akan diberikan sanksi berupa penundaan kenaikan pangkat, atau pemotongan tunjangan,” Tegasnya

 

Ditambahkanya lagi, Dia sangat menyesalkan apabila benar adanya ASN yang lambat masuk kantor di saat dirinya berada diluar kota, dan tentunya sangat memprihatinkan, pasalnya sebagai abdi Negara tentu sudah tau aturan pentingnya disiplin, apalagi kantor bupati salah satu tempat untuk melayani masyarakat, dan ini sangat disesalkan sekali, dan juga apabila memang tidak ingin lagi menjadi ASN, tinggal mengundurkan diri saja, dari pada tidak bertanggung jawab dengan pekerjaan yang sudah di amanahkan,” Tutupnya

 

Secara terpisah, Ayub Salah seorang masyarakat  Kuansing yang ingin berurusan di Kantor Bupati kepada karimuntoday.com mengatakan, Dia sangat kesal ketika hendak mengurus sesuatu surat tidak menemukan satu orang pegawai di dalam ruangan, padahal dia datang dari kecamatan yang cukup jauh,” kalau begini terus kondisi kantor bupati sebaiknya ditutup saja,” Ujarnya dengan mimic jengkel

 

Pantauan wartawan karimuntoday.com dilapangan hingga pukul,15.00 wib kondisi kantor bupati kuansing masih terlihat lengang, hamper keseluruhan ruangan secretariat daerah,(setda), hanya terlihat beberapa orang staf saja. (*)

 

Penulis    : Roder

Editor       : Helmy Ridar

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim di Dampingi, Kabag Tapem. M. Yunus dan Staf di Gedung Nilam Sari Karimun, Kamis,(4/7/2018).

 

Karimun,(KT) – Bagian Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah Karimun, Provinsi Kepri menggelar kegiatan sosialisasi Peningkatan sinergitas dan efektivitas koordinasi antar OPD di Gedung Nilam Sari Complek Perkantoran Bupati Karimun, Kamis,(5/7/2018).

 

Kegiatan Sosialisasi tersebut dibuka lansung oleh, H. Anwar Hasyim Wakil Bupati Karimun, kepada karimuntoday.com mengatakan, Dia sangat memberikan apresiasi dilakukanya acara ini dalam rangka meneningkatkan sinergitas dan efektivitas koordinasi antar lembaga di karimun, walapun selama ini antara OPD sudah berjalan baik dan tentunya perlu diitngkatkan lagi.

 

“ Sinergitas danEfektivitas dan koordinasi antar lembaga sangat penting sekali disuatu wilayah, untuk meminimalisir terjadinya hubungan yang renggang antar instansi pemerintah daerah maupun intansi vertical, namun, pada hakikatnya selama ini, antar lembaga vertical dan pemerintah daerah sudah berjalan sangat baik,” Tukasnya

 

Ditambahkanya lagi, Sosialisasi ini juga sangat besar manfaatnya,untuk mengetahui secara jelas peran masing-masing instansi dalam menjalin sinergitas antar instansi,sehingga tercipta iklim yang harmonis yang sampai saat ini masih terjaga di kabupaten karimun, provinsi kepri, dan ini sangat kita syukuri,” Tutupnya

 

Secara terpisah, M. Yunus Kabag Tapem ketika dikonfirmasi karimuntoday.com, Kamis,(5/7/2018), Kegiatan sosialisasi ini di ikuti oleh 128 orang terdiri dari instansi vertical diantaranya,Basarnas,Bea dan Cukai, Kodim, Polres dan Kejaksaan dan lainya dan lingkungan pemerintah daerah karimun, sedangkan lamanya kegiatan dilakukan selama satu hari dengan Anggaran Biaya dari APBD Tahun 2018,” Tukasnya (*)

 

Penulis   : Johanes Tambunan

Editor      : Helmy Ridar

Published in KARIMUN

 

Ket Photo : Ir.H.Maisir Plt.Kadis Pertanian Pemkab Kuansing,Riau

 

Kuansing,(KT) – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau pada tahun 2005 silam membangun kebun karet seluluas 100 hektar dengan bekerja sama dengan pihak ketiga gabungan kelompok tani dari gunung toar, adapun sumber dana dari APBD Kuansing kurang lebih Milyaran Rupiah.

 

Hal tersebut dikatakan,Ir.H.Maisir Plt.Kadis Pertanian Pemkab Kuansing,Riau kepada karimuntoday.com Rabu,(4/7/2018), diruang kerjanya mengatakan, Ya’ memang pada Tahun Anggaran 2005 silam, pemkab Kuansing membangun kebun karet bekerjasama dengan kelompok tani dari gunung toar, adapun lokasi tersebut berada di Desa Jake Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

 

“ Kebun karet pemda tersebut di kelola oleh pihak ketiga dengan system bagi hasil berupa 50% untuk kelompok tani, sedangkan untuk pemerintah daerah sebesar 35%. Dan 15% untuk biaya operasional,untuk saat ini dari hasil kebun karet tersebut setiap bulanya mencapai 25 juta rupiah, kalau dihitung secara global per sekali 6 bulan pemda menerima keuntungan sebesar Rp.163 Juta rupiah, dan uang tersebut di setor ke Bapenda,” Tukasnya

 

Ditambahkanya lagi, Untuk saat ini system regulasi di ubah menjadi system kerja operasional penyebabnya dengan adanya kesulitan pembayaran upah kepada para pekerja, karena uang dari hasil penjualan karet harus di setor terlebih dahulu ke Kas Daerah,(kasda), baru dilakukan bagi hasil, untuk itu terpaksa dilakukan sistem pekerja harian lepas, artinya, setelah selesai mereka bekerja lansung upahnya dibayarkan, tidak seperti sebelumnya, sistim bagi hasil,” Tutup Maisir (*)

 

Penulis   : Roder

Editor      : Helmy Ridar

Published in KARIMUN

KALENDER BERITA

« July 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31