humas karimun
humas karimun

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

 

Ket Photo : Kondisi Atap Pelabuhan Pulau Lengkang, Desa Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, Pemko Batam, Kepri.

 

Batam,(KT) – Warga Pulau Lengkang Desa Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, Pemko Batam, Provinsi Kepri mengharapkan bantuan pontoon kepada Pemerintah Kota Batam, pasalnya saat ini masyarakat sangat kesulitan ketika air surut hendak berpegian di karenakan tangga yang ada saat ini sangat licin ditambah lagi dengan kondisi atas pelabuhan yang sudah pada rusak dimakan jaman.

 

Hal tersebut dikatakan, Zuraden Warga Pulau Lengkang Belakang Padang kepada karimuntoday.com Minggu,(27/5/2018), Via Hp Selularnya, Ya’ saat ini kondisi pelabuhan pulau lengkang atapnya sangat memprihatinkan sudah rusak ditambah lagi dengan tangga kondisinya sangat licin, apabila tidak berhati-hati ketika melewatinya, niscaya akan jatuh kelaut, oleh sebab itu diminta kepada Pemko Batam untuk memperbaikinya serta memberikan bantuan pontoon.

 

“ Dia sebagai warga pulau lengkang berharap kepada Bapak Walikota Batam, agar dapat memperbaiki pelabuhan serta memberikan bantuan pontoon untuk masyarakat pulau lengkang, pasalnya kondisi pelabuhan tersebut atapnya sudah pada rusak serta tangga pelabuhan sangat licin,” Ujarnya

 

Ditambahkanya lagi, Kemarin ketika Bapak Gubernur Kepri, Nurdin Basirun melakukan safari ramadhan dia juga sudah menyampaikan keluhan-keluhan yang di hadapai masyarakat pulau lengkang dan waktu itu, bapak gubernur sangat merespon keluhan dari masyarakat, dan semoga terealisasikan apa yang diharapkan oleh masyarakat pulau lengkang,” Tutupnya

 

Secara terpisah, HM.Rudi Walikota Batam sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya terkait permintaan masyarakat pulau lengkang agar dapat memeprbaiki atap pelabuhan dan memberikan bantuan pontoon belum dapat dimintai konfirmasinya.(*)

 

Penulis     : Johanes Tambunan

Editor       : Helmy Ridar

  

Ket Photo : Terlihat Hutan Mangrov di Pesisir Pantai yang di Timbun oleh Pihak Perusahaan di Teluk Setimbul, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.
 
Karimun,(KT) -  Kelompok Nelayan Teluk Setimbul Laut, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, meminta kepada pihak Panbil Group untuk mengentikan penimbunan di pesisir pantai sebelum adanya kesepakatan dengan para nelayan terkait pembagian dana kompensasi yang diberikan oleh pihak perusahaan.
 
Hal tersebut dikatakan, Jakar Ketua Kelompok Nelayan Teluk Setimbul Laut kepada karimuntoday.com Sabtu,(26/5/2018), Ya' dia meminta kepada pihak perusahaan Panbil Group agar menghentikan sementara aktivitas penimbunan di pesisir pantai di teluk setimbul, sebelum adanya kesepakatan besaran dana kompensasi yang diberikan kepada nelayan, pasalnya sampai saat ini belum ada titik temu.
 
" Perusahaan Panbil Group saat ini telah melakukan penimbunan di pesisir pantai di wilayah teluk setimbul, kecamatan meral barat, kabupaten karimun, provinsi kepri, sedangkan dana kompensasi belum dibayarkan kepada nelayan, bahkan belum ada kesepakatan antara pihak perusahaan berapa nominal yang akan diberikan, oleh sebab itu diminta kepada pihak perusahaan untuk menghentikan aktivitasnya," Pinta Jakar
 
Ditambahkanya lagi, Pasca penimbunan dilakukan oleh panbil group dampaknya  sangat berakibat fatal terhadap tangkapan nelayan, karena bisa mengurangi hasil tangkap nelayan dan tentunya sangat wajar ketika nelayan meminta dana kompensasi dari pihak perusahaan, namun, kenyataanya, sampai saat ini belum ada pertemuan dengan pihak perusahaan untuk membahas terkait bantuan dana kompensasi tersebut," Tutupnya
 
Secara terpisah, Pimpinan Perusahaan Panbil Group sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, terkait permintaan para nelayan untuk menghentikan kegiatan penimbunan dilakukan sebelum adanya bantuan dana kompensasi kepada nelayan diberikan, belum dapat dimintai tanggapanya.
 
Dari hasil investigasi karimuntoday.com dilapangan terlihat adanya aktivitas penimbunan dikawasan hutan mangrov di pesisir pantai teluk setimbul oleh pihak perusahaan yang saat ini tengah dipermasalahkan oleh kelompok nelayan teluk setimbul laut.(*)
 
Penulis     : lh
 
Editor        : Helmy Ridar 

 

Ket Photo : Trian Zulhadi Dosen di Sebuah Universitas di Riau juga Putra Asli Kuansing,Riau.

 

Kuansing,(KT) – Masyarakat Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau kembali dihebohkan dengan hasil Ujian Nasional Tingkat SLTP se Provinsi Riau, Kuansing termasuk nomor paling akhir dari 12 Kabupaten/Kota penurunan Sumber Daya Manusia,(SDM), tersebut sungguh sangat memalukan, pasalnya dahulunya Kuansing ketika masih masuk diwilayah Kabupaten Indragiri Hulu, terkenal sebagai Kota Pelajar dan Mencetak Putra dan Putri Jenius karena sejarah membuktikan.

 

Hal tersebut dikatakan, Trian Zulhadi Dosen di Sebuah Universitas di Riau juga Putra Asli Kuansing kepada karimuntoday.com Sabtu,(26/5/2018), mengatakan, Sebagai Putra Kuansing dia merasa kaget dan heran ketika pada Ujian Nasional Tingkat SLTP Kuansing meraih predikat ke 12 dari 12 kabupaten/kota penurunan prestasi yang sangat dratis ini tentu sangat kita sesalkan, pasalnya dahulu kuansing salah satu daerah pencetak pemuda dan pemudi yang tangguh serta berlian, sehingga banyak menduduki posisi penting di pemerintahan maupun di Bidang Pendidikan.

 

“ Sumber Daya Manusia,(SDM) di Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau tidak seperti dulu lagi yang melahirkan para ilmuwan dan cendikiawan, pasalnya saat ini terlihat kualitas para pengajar kita sangat rendah dan ini harus menjadi bahan koreksi serta evaluasi bagi pemerintah daerah, untuk meningkatkan wawasan para guru dengan menggelar pelatihan-pelatihan dan mengikuti seminar agar kualitas para pendidik kita kembali seperti semula,” Tukasnya

 

Ditambahkanya lagi, Dia juga melihat fenomena saat ini di Pemerintahan Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau,banyak para pengajar sudah beralih profesi menjadi birokrasi, akibatnya sangat berampak kepada dunia pendidikan di kuansing jauh beda dengan para guru jaman dahulu sangat konsisten walaupun saat itu penghasilan didapatnya sangat minim, tetapi tekad untuk mencetak generasi muda menjadi handal sangat kuat, jauh beda dengan kondisi saat ini, kebanyakan mengejar jabatan, solusinya, bupati diminta untuk mengembalikan mereka ke habitatnya sebagai tenaga pengajar,(pendidik-red),” Tukasnya

 

Dikatakanya lagi, Setelah dilihat data - data dari empat bidang studi yang di UN kan kuansing mempunyai grafik yang mendatar artinya semua bidang studi yang di UN kan nilainya bisa di istilahkan nilai yang lembab, Nah’ dari data dan nilai ini menunjukan arah bahwa SDM dikuansing sudah tidak seperti dulu lagi. Dianya mengatakan ada satu hal yang perlu dan penting kita koreksi atau evaluasi terkait persoalan pendidikan ini secara bersama yaitu masalah kualitas pengajar kita yang salah ini bukan masalah gaji atau kompensasi lagi karena UU guru dan dosen sudah diatur oleh pemerintah terkait sertifikasi guru dan dosen belum lagi tunjangan kinerjanya ,nah’ inilah kuncinnya... guru guru dahulu hebat hebat mengajarkan kita sebuah ilmu itu dan kita inilah buktinya karena dulu jadi guru ya harus jadi guru tidak boleh jadi birokrat walaupun di peraturan dibolehkan.

 

“ Guru dahulu konsisten walaupun gajinya tidak seperti sekarang ini dianya melihat fenomena di kuansing saat ini pengajar - pengajar yang mumpuni atau berkualitas sudah banyak tak mau jadi staf pengajar lagi banyak berpindah ke birokrasi artinya inilah pola - pola kedepannya pendidikan di kuansing akan terus menerus akan terpuruk..tidak bisa dielakkan penguasaan informasi dan teknologi saat ini menjadi bumerang bagi mentalitas anak didik saat ini tentulah diperlukan seorang guru yang berkualitas dalam segala hal,tentunya harapan kita semua kepada bapak bupati kuansing mursini halim yang kita percayai saat ini memimpin negeri yang pernah dijuluki kota pelajar mari dikembalikan kembali guru guru yang berkulitas saat ini menduduki posisi dibirokrasi itu kembalikan lagi ke asal muasalnya insyaallah SDM kuansing akan kembali pulih seperti dulunya lagi,” Tutupnya (*)

 

 

Penulis   : Roder

Editor      : Helmy Ridar

 

 

Padang,(KT) - Kali ini Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno beserta Istri berbuka puasa bersama 200 orang anak Yatim didampingi PW Salimah (Persaudaraan Musimah) juga hadir mahasiswa BSBI (Beasiswa Seni Budaya Indonesia) serta perwakilan ACT Sumatera Barat di auditorium Gubernuran, Sabtu (26/5/2018) ini.

 

Dalam sambutannya Irwan Prayitno mengajak anak-anak yatim agar rajin belajar dan beribadah sebagai modal sukses di masa depan. "Jangan kita meratapi takdir, mari kita robah kehidupan kita menjadi lebih baik, dengan diri kita sendiri karena diri kitalah yang akan merobah kehidupan kita, " ujarnya.

 

 Ia mengajak agar bersama bersilaturahmi dan peduli antar sesama karena buka puasa akan lebih enak jika bersama, kita tak berbeda dengan mereka. "Hidup akan terasa indah bila kita saling membantu, bulan Ramadhan penuh berkah perbanyaklah sedekah, agar hidup kita sukses dunia akhirat, " jelasnya.

 

Gubernur Sumbar berharap semoga tema "Bersama Anak Yatim Kita Kuatkan Spritual Anak Bangsa" dapat terwujud. Selanjutnya Gubernur Sumbar dan pembina Salimah Nevi Zuairina mendampingi pemberian bantuan untuk Palestina dari PW Salimah melalui ACT Cabang Sumatera Barat sebesar Rp. 30.000.000,- (tigapuluh juta rupiah) serta paket Ramadhan untuk 200 orang anak yatim.

 

Nevi Zuairina selaku pembina Salimah berharap silaturahmi akan saling terjalin dengan baik. "Ramadhan bulan berbagi, mari kita bersyukur dan menyantuni anak yatim, semoga semakin banyak yang ingin berpartisipasi agar menyantuni anak yatim dan anak-anak kurang mampu di sekitar kita," harapnya.

 

 Sumber: hms pemprov sumbar /jasman Tulisan.zulfahmi

Editor    : Helmy Ridar

 

ket foto : Walikota Batam H. Muhammad Rudi menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa pada acara berbuka puasa bersama tenaga kesehatan di kota Batam. foto humas

BATAM, (KT)
- Walikota Batam H. Muhammad Rudi mengajak seluruh tenaga kesehatan di Kota Batam untuk bersinergi layani masyarakat. Pesan ini disampaikan baik kepada tenaga medis di Puskesmas maupun Rumah Sakit. “Mari kita bersama-sama, bersinergi, membantu, dan melayani masyarakat,” kata Rudi dalam acara buka puasa bersama Dinas Kesehatan Kota Batam di Guest House BP Batam di Sekupang, kemarin. Rudi melihat sampai saat ini penanganan medis kepada masyarakat belum maksimal. Hal itu menjadi tugas bersama jajaran di Pemerintah Kota Batam. Ia berharap ke depannya Batam menjadi kota yang ramah kepada siapa saja yang berkunjung. Baik wisata belanja, wisata religi, wisata alam, dan bahkan wisata medis. “Saya dan OPD lagi giat-giatnya membangun jalan, fasilitas umum, dan lainnya. Jadi kalaulah Kota Batam ini nanti banyak yang mengunjungi fasilitas dan pelayanan kesehatannya juga harus bagus agar semuanya seimbang,” ujarnya. Orang nomor satu di Kota Batam ini juga yakin bahwa tenaga medis di Kota Batam tidak kalah dengan tenaga medis dari dua negara tetangga. Meski kedua negara ini sudah lebih dulu menjadi negara wisata medis pilihan masyarakat Indonesia. “Dengan lebih baiknya pelayanan kesehatan bagi masyarakat memberikan citra positif untuk Kota Batam,”harapnya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmaryadi mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 600 orang tenaga medis Dinas Kesehatan Kota Batam. "Selain itu juga mengundang anak-anak yatim piatu untuk buka puasa bersama. Pada kesempatan itu juga diberikan santunan kepada anak panti asuhan tersebut,"ungkapnya. (r/ helmy ridar) editor : helmy ridar sumber : mediacenter
 
Ket Photo : Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengamankan Warga Negara Asing ( WNA) asal Pakistan bernama Shah Samandar Ali di Mushola Al Ikhlas yang berada di area Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam, Kamis (24/5/2018) sore kemarin. 
 
BATAM, (KT)
- Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengamankan satu orang Warga Negara Asing ( WNA) asal Pakistan di Mushola Al Ikhlas yang berada di area Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam, Kamis (24/5/2018) sore kemarin. WNA yang bernama Shah Samandar Ali ini, diamankan setelah diketahui melakukan aktifitas penggalangan dana yang tidak jelas tujuannya di Kota Batam. Shah Samandar Ali diamankan setelah petugas mencurigai keberadaan dirinya dan juga mendapat laporan dari masyarakat terkait keberadaan dirinya di sejumlah Masjid yang ada di Kota Batam ini.

"Hingga saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap Ali. Bahkan hasil pemeriksaan sementara, Ali mengaku datang ke Batam seorang diri untuk melakukan penggalangan dana guna membantu para korban di negara konflik," kata Kepala Seksi Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam, Anton Purnomo Hadi, Jumat (25/5/2018).

Anton mengatakan meski Ali mengaku seorang diri berada di Batam, namun pihak Imigrasi Batam tidak serta merta mempercayai apa yang dikatakan Ali. Sebab, Anton mengaku pihaknya ada melihat satu orang lagi yang diduga teman Ali, saat berada di sekitar kawasan Martabak Har, Nagoya, Batam. "Hanya saja belum kami amankan, masih kami awasi gerak-geriknya dan terus kami pantau keberadaanya WNA tersebut," ungkap Anton, seperti dilansir Karimun Today.com dari kompas.com.

Lebih jauh Anton menjelaskan, berdasarkan hasil cap paspor-nya, Ali masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten pada tanggal 16 Mei 2018 menggunakan visa multiple yang diperolehnya di perwakilan Kantor Imigrasi Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia.

Selanjutnya melakukan penerbangan ke Batam, Kepri. "Ali mengaku dirinya berada di Batam sejak tanggal 22 Mei 2018 lalu. Dirinya hanya seorang diri di Batam. Sepertinya dia sengaja menyembunyikan keberadaan rekannya itu, agar rekannya tetap bisa melakukan aktifitas penggalangan dana di Batam," jelas Anton seraya menambahkan itu dugaan pihaknya sementara.

Penggalangan dana itu dilakukan dengan mengatasnamakan sebuah yayasan amal yang berada di luar negeri. Ali beraksi dengan mendatangi masjid-masjid yang ada di Kota Batam untuk meminta donasi dari setiap masyarakat yang ada di masjid tersebut. Bahkan ali ini pernah beraksi di Masjid Raya Batam Centre. "Kami sudah berkoordinasi dengan Masjid Raya Batam Centre, begitu surat resmi dari Masjid Raya sudah masuk ke Imigrasi, maka dasar kami menindak Ali semakin kuat," ujarnya.

Tidak seenaknya untuk melakukan penggalangan dana di Indonesia, apalagi orang asing. Yang bersangkutan harus berkoordinasi dengan Kementrian Agama dan pihak kedutaan Indonesia. Selanjutnya, pihak Kedutaan Indonesia dan Kementrian Agama akan memberitahukan hal tersebut kepada pihak Imigrasi. Sehingga penggalangan dana dilakukan secara benar dan terpantau serta jelas," terang Anton.

"Kalau yang dilakukan Ali saat ini sama sekali tidak sesuai prosedur yang berlaku. Begitu tiba di Batam, yang bersangkutan langsung mendatagi sejumlah Masjid dan lagsung meminta sumbangan," kata Anton menambahkan.

Ali akan segera dideportasi ke negara asalnya. Untuk proses deportasi, pihak Imigrasi membebankan biaya perjalanan kepada Ali. "Deportasi akan dilakukan usai pemeriksaan terhadap Ali selesai. Bahkan Ali telah memiliki tiket pulang ke negara asalnya, tanggal 30 Mei 2018 ini. Petugas akan mengawal Ali hingga ia berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta menuju negaranya," pungkasnya.(*/helmy ridar) editor : helmy ridar sumber : kompas.com

 

Ket Photo : Ketua DPC.PATRON Karimun, Andi acok dan Jakar Ketua Nelayan Teluk Setimbul Laut beserta Nelayan dan Juga, Pardede H. Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun,Provinsi Kepri.

 

Karimun,(KT) -  Dewan Pimpinan Cabang Patriot Nasional,(PATRON), Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri menggelar pertemuan dengan Ketua Kelompok Nelayan Laut beserta Anggota dan di hadiri oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasir Panjang, terkait adanya penimbunan laut,dilakukan oleh salah satu perusahaan yang sampai saat ini belum ada titik terang tentang kompensasi diberikan kepada masyarakat nelayan.

 

Andi Acok Ketua DPC Patron Karimun kepada karimuntoday.com Sabtu.(26/5/2018), mengatakan, Dia baru saja menghadiri rapat dengan Ketua Nelayan Teluk Setimbul bersama para nelayan lainya, terkait aktivitas perusahaan yang melakukan penimbunan di kawasan hutan mangrove di pesisir pantai, pasalnya, pihak perusahaan panbil group sampai saat ini antara pihak perusahaan dengan nelayan belum ada titik temu terkait permasalahan bantuan dana kompensasi, dan hasil rapat tadi nelayan meminta agar pihak perusahaan untuk sementara menghentikan aktivitasnya sebelum adanya keputusan dari pihak perusahaan terkait pemberian dana kompensasi.

 

“  Tadi kita sudah melakukan rapat dengan Ketua Nelayan Teluk Setimbul dihadiri oleh Bapak, Babimkamtibmas Kelurahan Pasir Panjang, kesepakatan dari rapat tersebut meminta kepada pihak perusahaan untuk sementara menghentikan aktivitasnya melakukan penimbunan di pesisir pantai, sebelum adanya kesepakatan kedua belah pihak, antara pihak perusahaan dengan nelayan terkait dana kompensasi,” Tukasnya

 

Ditambahkanya lagi, Awal mula pertemuan ini digelar, sebelumnya beberapa orang masyarakat teluk setimbul beserta ketua nelayan, kemarin mendatangi Kantor PATRON untuk meminta bantuan agar memfasilitasi pihak nelayan dengan perusahaan yang melakukan penimbunan di wilayah mereka.yang nantinya akan mengakibatkan hasil tangkapan mereka berkurang, Sebagai organisasi kemasyarakatan, PATRON bersedia membantu masyarakat nelayan, apalagi menyangkut kehidupan masyarakat nelayan itu sendiri, dan hari ini sudah disepakati bahwa nelayan meminta agar aktivitas perusahaan tersebut dihentikan, dan dalam waktu dekat sebagai perpanjangan tangan nelayan teluk setimbul Patron berupaya menyampaikan kepada pihak perusahaan panbil group terkait permintaan para nelayan tersebut terkait konpensasi,” Tutupnya

 

Secara terpisah, Jakar Ketua Kelompok Nelayan Teluk Setimbul Laut kepada karimuntoday.com Sabtu,(26/5/2018), mengatakan, Saat ini perusahaan panbil group tengah melakukan penimbunan,di pesisir pantai dan nantinya akan mengarah kelaut, akibat aktivitas tersebut tentunya akan mencemari air laut dan akan mengurangi hasil tangkapan mereka, artinya, dia meminta kepada pihak perusahaan untuk menghentikan sementara aktivitas tersebut sebelum ada kesepakatan antara nelayan dengan pihak perusahaan terkait dana kompensasi yang akan diberikan kepada nelayan, dan sebagai perpanjangan tangan kelompok nelayan teluk setimbul laut kami telah menguasakan kepada Bapak, Andi Acok Ketua DPC PATRON Karimun untuk memfasilitasi ke pihak perusahaan,” Tukasnya Singkat

 

Sementara, Direktur Panbil Group sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya, terkait kelompok nelayan teluk setimbul meminta agar aktivitas penimbunan di kawasan hutan mangrove agar dihentikan sementara sebelum ada titik terang terkait dana kompensasi belum dapat dimintai konfirmasinya.  (*)

 

Penulis  : lh

Editor     : Helmy Ridar

 

 

Bandung,(KT)  -  Mengenai adanya Laporan DPP LSM PMPR Indonesia Ke Mabes Polri terkait Dugaan Pembuangan Limbah oleh PT Sago Nauli ke Sungai Batang Lobung mendapat Respon Positif dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Berdasarkan surat yang diterima LSM PMPR Indonesia dari Kompolnas dengan Nomor : B-998 C/Kompolnas/5/2018 yang ditanda tangani oleh Ketua Komisi Kepolisian Nasional Melalui Sekretaris Bekto Suprapto.Dimana dalam surat tersebut Kompolnas telah meregistrasi dengan Nomor : 998/33/RES/V/2018/Kompolnas.

 

Dalam surat tersebut juga Kompolnas mengutarakan Apabila Saudara Kesulitan atau keluhan Terhadap Pelayanan Bareskrim Polri dimohon dapat membuat surat keluhan langsung yang ditujukan kepada Kompolnas dengan melengkapi bukti keluhan serta Foto Copy Identitas Kartu Tanda Penduduk Elektronik,Jelas Bekto Suprapto.

 

Menanggapi Hal tersebut Kurniawan Hasibuan Ketua DPD LSM PMPR Indonesia Provinsi Sumatera Utara Utara Kepada Media ini di Bandung pada Sabtu (26/05/2018), Dirinya mengucapkan terimah kasih atas Respon baik dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Terkait Laporan Pengaduan LSM PMPR Indonesia Ke Mabes Polri beberapa waktu lalu.

 

"Saya mengapresiasi Kinerja Kompolnas yang mendukung Laporan Kami ke Mabes Polri,”,jelasnya.

 

Kemudian ditambahkan nya juga Bahwa Mabes Polri diharapkan Segera Memproses Laporan Dugaan Pencemaran Lingkungan dengan Membuang LIMBAH Ke Sungai Batang Lobung yang Diduga dilakukan oleh PT.Sago Nauli Perusahaan yang bergerak dibidang Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit,” Tutupnya (Kh)

 

Penulis   : KH

Editor      : Helmy Ridar

 

Padang,(KT) - Gubernur Sumbar Prof. Irwan Prayitno saat menyampaikan sambutan pada safari ramadhan di Masjid Jami' Simalanggang Kab 50 Kota Jumat (25/5) malam. Untuk lebih memberikan kenyamanan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera saat bulan Ramadhan, terutama bagi yang ingin beriktikaf ke masjid, maka akan dibuat aturan yang membolehkan ASN tersebut terlambat masuk kantor dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

 

 “Aturan tersebut saat ini sedang dirancang oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan mekanisme formatnya juga dibuat sebaik mungkin” jelas Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat diwawancarai usai pelaksanaan silaturahim Ramadhan di Masjid Jami’ Simalanggang, Kabupaten Lima Puluh Kota itu.

 

Ketika ditanyakan lokasi tempat beritikaf, apakah disatu mesjid, Irwan Prayitno mengatakan tidak menentukan dimana mesjid nya. “Mesjid nya boleh dimana saja kok, boleh di masjid kantor Gubernur, Masjid Raya Sumbar atau di masjid dekat rumah juga boleh” sebutnya.

 

Kemudian, Irwan Prayitno juga menjelaskan aturan ini sengaja dibuat guna mendorong ASN untuk lebih meningkatkan ibadahnya pada bulan yang penuh berkah ini. “Semoga nanti kedepan peluang ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh ASN untuk mendulang pahala yang berlipat ganda” harapnya.

 

Sebelumnya berdasarkan instruksi Gubernur Sumatera Barat Nomor : 04/ INST/ 2018, tanggal 15 Mei 2018 tentang pelaksanaan jam kerja dilingkungan pemerintah provinsi Sumatera Barat selama Ramadhan 1439 H/ 2018, dijelaskan : 1. Organisasi Perangkat Daerah dengan lima hari kerja : Hari Senin-Kamis masuk kerja pada pukul 08.00 WIB dan pulang pada pukul 15.00 WIB.

 

Sedangkan pada hari Jumat masuk pukul 08.00 WIB kemudian pulang pukul 15.30 WIB, 2. Organisasi Perangkat Daerah dengan enam hari kerja : Senin-Kamis dan Sabtu masuk pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 14.00 WIB, sedangkan Jumat masuk pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 14.30 WIB. (*)

 

Sumber biro humas pemprov sumbar/jasman Tulisan zulfahmi

Editor   : Helmy Ridar

 

 

Padang ,(KT) - Kota Makassar menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sumbar Expo 2018 yang akan dilaksanakan pada 15-18 November 2018. Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Ekonomi dan Kesra Prov. Sumbar Syafrudin saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan Sumbar Expo 2018 di auditorium gubernuran, Jumat (25/5/2018).

 

"Ada beberapa faktor mengapa Makassar menjadi tuan rumah tahun ini. Diantaranya Makassar merupakan jalur yang ramai disinggahi karena letak nya yang menguhubungkan indonesia bagian barat dengan indonesia bagian timur dan masyarakat Makassar punya daya beli tinggi sehingga sangat tepat untuk mengembangkan produk UKM kita" sebutnya.

 

Kemudian, menurut Syafrudin, pelaksanaan Sumbar Expo tahun ini terlaksana berkat kerjasama para perantau, terutama perantau di Indonesia bagian tiumur, Pemprov Sulawesi Selatan dan Pemko Makassar. "Saya menerima laporan dari panitia, bahwa dukungan dari perantau, Pemprov Sulsel dan Pemko Makassar terhadap Sumbar Expo sangat tinggi" jelasnya.

 

Syafrudin juga menjelaskan, bahwa untuk peserta Sumbar Expo nantinya bukan hanya dari dinas instansi pemerintah saja. "Para UKM produk unggulan Sumbar, UKM binaan BUMD/N serta Industri kuliner Sumbar juga akan dilibatkan dalam Sumbar Expo" ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Badan Pengubung Prov. Sumbar Andre Setiawan mengatakan pelaksanaan Sumbar Expo tahun ini merupakan yang ke enam kalinya. "Insyaallah, pembukaan nanti juga akan dihadiri oleh Ibu Mufidah Jusuf Kalla dan juga diikuti oleh Kemenetrian Pariwisata, Kementerian Koperasi dan UMKM serta Kementerian Perdagangan" sebutnya.

 

Pelaksanaan Sumbar Expo sebelumnya tahun 2017, dilaksanakan di Kota Batam, Kepulauan Riau..

 

Penulis   : zulfahmi/jasman

Editor      : Helmy Ridar

KALENDER BERITA

« June 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30