humas karimun
humas karimun

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

 

 Ket Photo : Mini Market My Mart di Poros Karimun, Kepri Belum Mengantongi Izin.

 

Karimun(KT) - Mini Market My Mart Poros yang terletak di jalan Poros pengoperasiannya diduga tidak mengantongi izin sama sekali.Swalayan Mini Market Poros yang memakai  dua banguan rumah toko berlantai dua ini juga diduga telah menjual barang barang yang tidak memiliki lebel dari Badan POM dan menjual obat yang tidak memiliki izin dari Dinas Kesehatan.

 

Pemilik Mini Market My Mart, Edy ketika dikonfirmasi karimuntoday.com Jum;at (20/10.2017), tentang perizinan swalayan mini market miliknya mengatakan, bahwa Mini Market My Mart miliknya sudah memiliki izin, namun ketika di konfirmasi lagi, bahwasanya wartawan media ini sudah melakukan konfirmasi dengan Camat Meral dan Camat  mengatakan bahwa Mini Market My Mart belum memiliki izin, lansung Edy mengatakan, Kenapa wartawan sibuk-sibuk ni,”sementara Mini Market tersebut sudah hampir sebulan dibuka.

 

“ Perizinan Mini Market My Mart milik saya lengkap, kata Edy, namun, ketika dikonfirmasi lagi, bahwa camat meral bilang dia belum mengantongi izin, lansung mengatakan, kenapa wartawan sibuk-sibuk mau tau aja ” Katanya dengan nada arogan

 

Secara terpisah, Camat Meral, Iwan Dinovri ketika dikonfirmasi karimuntoday.com Jum;at (20/10/2017),terkait ada tidaknya Mini Market My Mart di Poros, apakah sudah miliki izin dari pihak kecamatan, Dia mengatakan, sepengetahuan dirinya Mini Market tersebut belum mengantongi perizinan,” Tuturnya Singkat (lh/Rudi)

 

Ket Photo :  Panitia Pengarah dan Pelaksana Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme Provinsi Riau 28 Oktober 2017.

 

 

Pekanbaru,(KT) - Siap Menggelar Kuliah Akbar dan Deklarasi Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi di Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Indonesia tanggal 25-26 September 2017 di Bali, yang diikuti lebih dari 3.000 pimpinan perguruan tinggi yang dihadiri oleh Menristek Dikti, Menteri Agama, Kapolri dan ditutup oleh Presiden Jokowi telah menghasilkan sejumlah rekomendasi dan program tindak lanjut, diantaranya kesepakatan untuk menggelar aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 28 Oktober 2017, bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda.

 

Gelaran acara dalam bentuk kuliah akbar dan orasi kebangsaan, serta pembacaan Deklarasi PT melawan radikalisme, rencananya akan dilakukan di 350 kabupaten/ kota pada 34 provinsi dengan melibatkan 4,5 juta peserta, terdiri dari pimpinan perguruan tinggi dan civitas akademika baik mahasiswa, dosen, serta staf di perguruan tinggi, dengan mengundang atau melibatkan banyak lain baik pemerintah maupun tokoh yang se-ide dan setujuan menjaga Indonesia dari isu SARA, kebencian, fitnah dan adu domba, berkomitmen menjaga keBhinnekaan, Pancasila dan NKRI.

 

 Menyikapi rencana tindak lanjut dari kegiatan tersebut, hari ini, jumat (20/10) puluhan Pimpinan Perguruan Tinggi di Riau berkumpul melaksanakan rapat koordinasi untuk persiapan menjelang agenda aksi kebangsaan perguruan tinggi di Riau yang diikuti oleh sedikitnya 5000 peserta dan akan menghadirkan menteri kabinet kerja dalam gelaran acara tersebut sebagai salah satu pemateri. Prof. Syafrinaldi (Rektor Universitas Islam Riau) selaku Ketua Steering Committee Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi melawan Radikalisme Provinsi Riau dan Reski Ananda Saputra selaku ketua panitia pelaksana memimpin rapat pertemuan yang diadakan di kampus Stikes Hangtuah Pekanbaru.

 

Kegiatan ini akan dipusatkan di GOR Tribuana Jl. Diponegoro Pekanbaru, sementara di Kab/Kota Riau lainnya yang turut melaksanakan agenda ini dilakukan dengan pilihan tempat yang disesuaikan dengan kondisi di masing-masing wilayah. Tujuan strategis dari acara ini yaitu, mempertegas sikap perguruan tinggi se-Indonesia terutama di Provinsi Riau bersama civitas akademika di masing-masing kampus untuk melawan radikalisme dan intoleransi, serta menjadi benteng bagi pancasila, UUD 1945,Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Kegiatan yang diselenggarakan bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda ini dapat menjadi spirit bagi kalangan muda mahasiswa di perguruan tinggi untuk merevitalisasi kembali nilai nilai sumpah pemuda agar dapat kembali diaktualisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(*)

 

 

Ket Photo : Mini Market Indomaret yang baru buka di Complek Ruko Uniba Batam Center.

 

 BATAM, (KT) - Sejak sekitar lima tahun terakhir ini,mini market dengan nama alfamart dan indomaret sudah menancapkan kaki dan usahanya diseluruh seantero batam.Tidak tanggung - tanggung,ada ratusan outlet dari kedua mini market ini sudah berdiri diseluruh kawasan kota batam,yang kadang - kadang jarak antara satu mini market dengan tempat lainnya hanya berjarak satu kilo meter saja.

 

Bukan tidak ada masyarakat ataupun pedagang kecil yang merasa keberatan dengan keberadaan mini market tersebut,namun bak anjing menggonggong kafilah berlalu,alfamart dan indomaret tetap saja membuka cabang - cabang baru.

 

 Kalaupun ada keluhan dari masyarakat kepada pemko batam, yang mengaku usahanya susah berkembang bahkan ada yang gulung tikar karena merajalelanya alfamart dan indomaret dibatam,jawaban paling menjanjikan dan penghibur hati dari pemko batam,bahwa tidak ada lagi izin baru yang diberikan. 

 

Namun hal tersebut tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan,karena tanpa disadari masih saja alfamart atau indomaret yang baru buka,tentunya membuat masyarakat jadi heran. Seperti yang dikatakan oleh seorang warga sebut saja sandy kepada karimun today.com jumat (20/10/2017), Dia sangat heran kok masih saja ada indomaret yang buka baru lagi padahal pemko batam menyatakan tidak ada lagi izin baru untuk alfamart dan indomaret,katanya.

 

 " Ini indomaret yang baru buka dikomplek ruko universitas batam (UNIBA) jaraknya dekat sekali dengan kantor camat batam kota",terang sandy.

 

Dari pantauan karimuntoday.com dilapangan jumat siang (20/10/2017),memang benar sudah buka lagi outlet baru dari indomaret dikomplek ruko uniba kelurahan belian kecamatan batam kota dan cukup dekat dengan kantor kecamatan,yang pada beberapa minggu sebelumnya tidak ada.

 

Pembukaan outlet baru ini,nampaknya sangat terburu - buru dan dipaksakan sekali,karena bangunan ruko uniba yang ditempati oleh indomaret baru ini,bangunan yang ada pada sisi kiri dan kanannya belum ada yang siap dan masih dikerjakan,bahkan jalan yang ada didepannya juga belum diaspal.

 

Kepala Bagian Humas Pemko Batam Ardiwinata yang dihubungi melalui pesan WhatsApp,belum memberikan jawaban untuk dimintai dikonfirmasi.

 

 Sementara Camat  Batam Kota Asraf Ali ketika diminta tanggapannya juga tidak memberikan jawabannya.Hingga berita ini diunggah,baik Kabag Humas Pemko Batam maupun Camat Batam Kota,dan pemilik indomaret belum bisa dikonfirmasi terkait dengan pembukaan cabang baru indomaret tersebut. (Ardi oyong)

 

 

 Kapolda Kepri Irjen Pol Drs Sam Budigusdian,didampingi Kabid Humas Kombes Pol Drs S Erlangga,Ditresnarkoba Polda Kepri,BNNP ,Kajari Batam dan BPOM sedang memberikan keterangan pers.

 

 

BATAM,(KT) - Kapolda Kepri Irjen Pol Drs Sam Budigusdian MH dengan didampingi oleh Kabid Humas Kombes Pol Drs S Erlangga,Ditresnarkoba Polda Kepri,yang juga dihadiri oleh Perwakilan BNN Provinsi Kepri,Kajari Batam,serta dari BPOM,melakukan konfrensi pers dan pemusnahan barang bukti hasil tangkapan narkoba di Bandara Hang Nadim Batam.

 

Demikian disampaikan oleh kabid humas polda kepri Kombes Pol Drs S Erlangga kepada karimuntoday.com pada hari jumat (20/10/2017) sekitar pukul 13.00 WIB. Barang bukti hasil tangkapan tersebut merupakan hasil kerja dari anggota ditresnarkoba polda kepri pada hari rabu tanggal 04 Oktober 2017 sekira pukul 05.00 wib, anggota Subdit I Ditresnarkoba Polda Kepri mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada 2 (dua) orang laki – laki berinisial A dan U yang membawa atau memiliki narkotika jenis sabu dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam Tujuan Palembang (sambil menjelaskan ciri – cirinya).

 

 Setelah mendapatkan informasi dimaksud, kemudian dilakukan penyelidikan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam dan pada hari Rabu Tanggal 04 Oktober 2017 sekira pukul 06.50 wib berhasil dilakukan penangkapan 2 (dua) orang laki – laki (ciri – cirinya sama dengan informasi yang diterima) sedang berdiri di ruang Gate A3 keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim Kota Batam kemudian dilakukan penggeledahan dan menemukan 2 (dua) bungkus serbuk kristal diduga sabu yang dibungkus dengan plastic bening didalam sepasang sepatu merek reebok warna abu – abu kombinasi putih yang digunakan tersangka A dan 1 (satu) bungkus serbuk kristal diduga sabu yang dibungkus dengan plastic bening disimpan di celana dalam warna hitam – biru yang tersangka U gunakan pada saat itu, kemudian dilakukan pengembangan di rumah /tempat tinggal tersangka U dan ditemukan 1 (satu) bungkusan warna biru, yang didalamnya terdapat 7 (tujuh) bungkus serbuk kristal diduga sabu didalam tas merek ex creation warna hitam millik tersangka U.

 

Kemudian tersangka A dan U mengakui mendapatkan sabu tersebut dari saudara N atas suruhan seorang laki –laki bernama inisial J yang berada di Palembang, untuk diantarkan kepada saudara J di Palembang dan dijanjikan upah sebesar Rp.12.500.000 (dua belas juta lima ratus ribu rupiah).Berdasarkan surat dari Kejaksaan Negeri Batam Nomor : Sk - 213 / N.10.11 / Euh.1 / 10 / 2017 Tanggal 09 Oktober 2017 tentang ketetapan status barang sitaan narkotika, selanjutnya terhadap barang bukti dibawah ini BARANG BUKTI :1. Dari tersangka Aa Alias A Bin A :2 (dua) bungkus sabu seberat 207,60 (Dua ratus tujuh koma enam puluh) gram, dengan  4 (empat) gram sabu dan sisa sabu dari hasil uji Puslabfor Polri Cab. Medan Untuk · 20 (dua puluh ) gram sabu disisihkan untuk uji Puslabfor Polri Cab. Medan. ·perincian sebagaimana berikut :  183,6 (seratus delapan puluh tiga) gram sabu disisihkan untuk dilakukan pemusnahan.·Pembuktian Perkara Di Pengadilan. 2. Dari tersangka Mu Alias A Bin MMG1 (satu) bungkus serbuk kristal diduga sabu yang dibungkus dengan plastic bening seberat 50,15 

(lima puluh koma lima belas) gram dan 7 (tujuh) bungkus serbuk kristal diduga sabu yang38,15 (tiga puluh delapan koma lima belas) gram sabu disisihkan untuk dilakukan pemusnahan.· 2 (dua) gram sabu dan sisa sabu dari hasil uji puslabfor polri cab Medan ,untuk pembuktian perkara di pengadilan; · 16,37 (enam belas koma tiga puluh tujuh) gram sabu disisihkan untuk uji puslabfor polri cab. Medan;·dibungkus dengan plastic bening seberat 6,37 (enam koma tiga puluh tujuh) gram dengan perincian sebagaimana berikut :

 

 Total keseluruhan narkotika jenis sabu seberat 264,12 (dua ratus enam puluh empat ·Keterangan :  Sabu untuk dimusnahkan seberat 221,75 (dua ratus dua puluh satu koma tujuh puluh ·koma dua belas ) gram .  Total sabu yang dikirimkan ke puslabfor polri cab. Medan seberat 36,37 (tiga puluh enam koma tiga puluh tujuh) gram.·lima) gram.  Total sabu untuk pembuktian perkara di pengadilan sebanyak 6 (enam) gram.

 

Pasal yang di langgar : Pasal 114 Ayat (2) Dan Pasal 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.( Ardi oyong/Humas Polda Kepri)

 

Ket Photo Kepala Desa Mentuda, kecamatan Lingga Abdul Hamid.

LINGGA, (KT) - Desa Mentuda Kecamatan Daik Lingga, Provinsi Kepri, saat ini hanya bisa ditempuh menggunakan akses laut, untuk itu Warga Mentuda berharap Pemkab lingga segera membangun jalan tembus ke ibukota kabupaten.

Kepala Desa Mentuda, kecamatan Lingga Abdul Hamid mengatakan akses jalan tembus menjadi salah satu penyebab lambannya kemajuan prekonomian di Desa ini.

Saya dan masyarakat berharap pada tahun  2018 mendatang pemkab segera merealisasikan akses darat jalan tembus menuju desa Mentuda ke Ibukota Kabupaten.

Abdul Hamid menuturkan , Dalam sejumlah musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) baik tingkat kecamatan maupun kabupaten, jalan tembus telah beberapa kali diusulkan dari pemerintah desa.Namun sayangnya sampai saat ini belum juga terealisasi,” ujar Hamid Di ruangan kerjanya Jum,at (.20/10/2017), kepada karimuntoday.com.

 “ Desa kami masih terisolir padahal masih satu daratan di sebelah utara pulau Lingga hanya berbatas Gunung Daik dengan pusat ibukota  Baik akses jalan, telekomunikasi, maupun pasokan energi listrik,” ujarnya

Ditambahkanya lagi, Saat ini Yang kami butuhkan jalan tembus  Biar akses masyarakat kami lebih mudah. Sejak era Pak Daria dulu sudah kami usulkan jalan tembus tapai sampai saat ini belum juga terealisasi,” kata Abdul Hamid

Adapun, Desa Mentuda dengan 400 kepala keluarga (KK) dan lebih kurang 1.000 jiwa kata Hamid sangat memerlukan akses darat.Kalau mau ke pusat Ibukota di Daik, kami harus menyewa speedboat. Ongkos sampai Rp 500 ribu. Kalau ada akses darat tentu akan sangat terbantu,” sambungnya.

Diakui Hamid kebutuhan jaringan telekomunikasi juga belum tersedia untuk warga Mentuda. Jaringan Telfon Tuntas yang disediakan Kominfo saat ini sering rusak. Hal ini menyebabkan warga terisolir dari informasi.“Telekomunikasi sangat kami butuhkan. Alat yang ada sudah mulai rusak. Kami berharap usulan jalan segera dibangun pemerintah,” tutupnya. (Rs)

 

 

Ket foto : Kepala (KPCM) BPJS Ketenagakerjan Karimun dan Kadisperum KPK disaksikan Bupati Karimun Aunur Rafiq menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terhadap perlindungan ketenagakerjaan petugas kebersihan Pemkab Karimun, Kamis pagi, (19/10/17), di jembatan satu Coastal area.

 

Karimun,(KT)- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Batam -Sekupang melalui BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis Mandiri (KCPM) Karimun dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Kebersihan (Disperum KPK) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait kerjasama perlindungan ketenagakerjaan terhadap petugas kebersihan yang disaksikan Bupati Karimun Aunur Rafiq, Kamis,(19/10/17) di kawasan jembatan satu coastal area.

 

Kadisperum KPK Rosmawati mengatakan, sebanyak 340 orang petugas kebersihan yang tersebar di Kabupaten Karimun mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan, hal ini dikarenakan petugas kebersihan rentan terhadap resiko kecelakaan kerja, ucapnya.

 

Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq yang turut hadir menyaksikan penandatangan menyampaikan, kerjasama ini adalah sinergi Pemkab Karimun dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi tenaga kerja setelah sebelumnya juga dilakukan penandatangan MoU terhadap Pegawai kontrak pada 12 Oktober lalu, tutur Rafiq.

 

Ditempat yang sama, Kepala BPJS KCPM Karimun Rudiyanto Panjaitan melalui Andi Saputra wakilnya kepada Karimuntoday.com saat dimintai keterangannya dilokasi penandatanganan mengatakan, kerjasama ini sebenarnya telah dilakukan sebelumnya terhadap 250 petugas kebersihan beberapa waktu lalu, kemaren pihak swasta yakni Bank Mandiri yang menanggung pembayarannya, sekarang langsung dari Pemkab Karimun sendiri, ungkapnya.

 

Andi menambahkan, program yang diikuti adalah jaminan kecelakan kerja (JKK) dan jaminan kematian, seperti apa perlindunganya, misal, untuk program JKK petugas kebersihan yang membersihkan sampah pantai, maaf, meninggal saat kerja, jatuh kelaut dan tidak tertolong, keluarga yang ditinggalkan mendapatkan santunan, rumusnya seperti ini, (jumlah gaji per bulan ×48 kali gaji) misal gajinya UMK Karimun sekarang Rp. 2,6 juta lebih, 2,6 jt × 48, jadi santunannya sekitar Rp. 125 juta serta biaya tambahan lainnya, jelas Andi.(DS)

 

Ket Photo : Bupati Karimun, H.Aunur Rafiq, Camat Meral Irwan Dinovri. 

 

Karimun,(KT) - Bupati Karimun H.Aunur Rafiq didampingi Camat Meral Irwan Dinovri dan Kadispora Mahyudin resmi membuka tournament sepak bola Camat Meral Cup tahun 2017 dilapangan sepak bola Sungai Pasir Emas (SPE) 86 Kelurahan Sungai Pasir, Meral Kamis (19/10/17).

 

Camat Meral Irwan Dinovri dalam laporannya mengatakan, Camat Meral Cup adalah salah satu upaya agar semakin terjalinnya kekeluargaan dan sikap toleransi sesama warga di kecamatan Meral, selain itu, adalah untuk memunculkan potensi muda berbakat agar meningkatkan kemampuan untuk event yang lebih tinggi, ucap Irwan.

 

Dilanjutkan Irwan, untuk pendanaan, Camat Meral Cup menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun 2017, namun panitianya diserahkan kepada masyarakat, lalu untuk peserta Camat Meral Cup pesertanya adalah utusan dari 6 kelurahan, masing-masing kelurahan mengutus dua tim kesebelasan, paparnya.

 

Camat Meral Cup ini, lanjut Irwan, untuk juara satu akan mendapatkan uang Rp. 7.000.000 serta Trophy dan piagam, untuk Runner-up mendapatkan Rp. 6.000.000 serta piagam, kemudian untuk juara tiga mendapatkan Rp. 5.000.000 serta piagam, lalu untuk juara empat mendapatkan Rp4.000.000 serta piagam.

 

Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq berharap tournament Camat Meral Cup berjalan lancar, ia berharap untuk tahun depan pesertanya bertambah menjadi 3 team untuk satu kelurahan, agar semakin meriah, ujar Rafiq, dalam kesempatan itu, Aunur Rafiq juga berbicara terkait pembangunan tribun dipinggir lapangan SPE 86, "silahkan dilanjutkan pembahasan mengenai pembangunan tribun, dipinggir inikan tanah warga, jadi ddmusyawarahkan dulu bagaimana baiknya, ucapnya.(DS)

 

 Ket PhotoKapolsek KKP Karimun, AKP Syafrudin Anwar,

 

Karimun, (KT) - Kehadiran Polri ditengah kehidupan bermasyarakat. tentu akan merasa terlindungi dari berbagai macam bentuk persoalan maupun gangguan kamtibmas lainnya, pasalnya Profesi Polisi adalah, Sebagai, Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat.

 

Kapolsek KKP Karimun, AKP Syafrudin Anwar ketika dikonfirmasi karimuntoday.com Kamis (19/10/2017), mengatakan, Bahwa ia melakukan terobosan kreatif dalam upaya mendekatkan diri kepada masyarakat yaitu dengan kegiatan sederhana, namun memberi manfaat yang besar yaitu “Ngopi Kamtibmas." Kebanyakan masyarakat menghabiskan waktu luangnya dengan ngopi sambil berbincang-bincang. "Ternyata para supir taksi sama tukang ojek suka," ujar Kapolsek KKP Pelabuhan Karimun, AKP Syafrudin Anwar.

 

Sosialisasi tentang kamtibmas kepada para buruh,pengemudi taksi,pengemudi ojek,para pekerja yang ada dipelabuhan ataupun para pengunjung,merupakan salah satu cara kita untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif Lebih lanjut dikatakannya,untuk menciptakan keamanan itu tidak saja menjadi tanggung jawab pihak keamanan.

 

Namun masyarakat harus mendukung dan berperan dengan memberikan informasi yang diperlukan untuk mewujudkan keamanan itu. Tidak hanya itu kita juga berusaha memberikan rasa aman dan nyaman baik kepada para penumpang yang datang, mau yang akan berangkat Anwar menghimbau pada masyarakat khysusnya di Pelabuhan agar dapat menjaga Kamtibmas. "Jangan segan-segan memberikan informasi kepada Polri," katanya. (lh/rega)

 

Ket Photo : Amren Zaini Sekdes Tanjung Irat.

 

Lingga,(KT) – Terkait adanya pemberitaan dialah satu media online terbitan kepri mengatakan bahwa perangkat desa tanjung irat mangkir pada panggilan pertama tanpa keterangan oleh kejari lingga dijawab lansung oleh Sekdes Tanjung Irat, Amren, Sekdes Tanjung Irat saat di konfirmasi karimuntoday.com Kamis,(19/10), Menjelaskan, Bahwa ketidak hadiranya dirinya bersama kepala desa pada panggilan pertama karena unsure ketidak sengajaan, dan sudah disampaikan kepada Kasi Pidsus, Alexander Kritian Silaen SH.MH. Jadi tidak benar seperti yang diberitakan kami tidak datang dipanggil tanpa keterangan.

 

" Kami sudah menyampaikan langsung alasan ketidakhadiran pada panggilan pertama 17 Oktober yang lalu kepada Pak Kasi Pidsus, ini murni ketidak sengajaan karen surat panggilan yang kami terima itu hanya satu amplop dan isi nya dua surat, jadi kami membaca hanya satu surat, karena kami beranggapan tentu hari nya sama karena di isi dalam satu amplop, namun sekitar jam 3 sore  hari selasa tersebut kami di hubungi staff Kantor Kejari Lingga yang bernama Dani melalui telpon untk mengambil surat lagi, dan saat di telpon itulah baru kami mengetahui bahwa isi surat yang satu lagi adalah pemanggilan hari selasa tersebut". Demikian ungkap Amren, Sekdes Tanjung Irat.

 

Amren juga menyapaikan bahwa setelah mengetahui hari pemanggilan itu berbeda, dia langsung menghubung Kasi Pidsus Kejari Lingga, tentang ketidaksengajaan tersebut. " ya saat kita di beritahu bahwa isi surat di dalam amplop yang sama itu hari pemanggilan berbeda, maka dia langsung menghubungi Pak Alexander, Kasi Pidsus Kejari Lingga pada saat itu juga, dan pak Kasi Pidsus memaklumi serta memberitahu agar dia di minta hadir pada hari Kamis  (19/10) hari ini, dan kami memenuhi panggilan tersebut" tambahnya.

 

Dimana pemanggilan tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi tentang penjualan lahan di Desa Tanjung Irat untuk dimintai keterangan terkait prosedur penerbitan surat sporadik dan tentang mengetahui atau tidaknya sporadik yang telah diterbitkan tersebut, dan saya menjawab tidak tahu, pasalnya, surat sporadik tersebut diterbitkan pada tahun 2015, sedangkan saya diangkat menjadi Sekdes pada Tahun 2017," Tukasnya (Ahmad/Am)

 

 

Ket Photo : Proyek Seminisasi Tanpa Papan Plang di Desa Pulau Panjang Hulu,Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau.

 

Kuansing,(KT) - Perbaikan infrastruktur jalan di Desa Pulau Panjang Hulu Kecamatan Inuman Kabupaten Kuansing,Provinsi Riau, bagaikan proyek siluman. Pasalnya proyek tersebut tidak dilengkapi dengan papan plang sehingga masyarakat tidak mengetahui proyek tersebut berasal dari mana, dan pagu anggaranya berapa serta luas dan panjangnya berapa,sehingga masyarakat tentunya tidak bisa mengawasi proyek tersebut.

 

Masyarakat Desa Pulau Panjang Hulu ingin proyek tersebut transparan agar benar-benar dikerjakan maksimal.

 

"  Aneh bisa tak berplang dan seperti siluman begitu," sebut warga sekitar yang enggan disebut namanya pada Rabu kemarin (18/10/17).

 

Dalam Undang-Undang No.2 tahun 2017 tentang jasa konstruksi menjelaskan bahwa masyarakat berhak mengawasi bangunan atau jalan yang dibangun dengan anggaran yang bersumber dari dana desa maupun dari dana Kabupaten/Propinsi.

 

"Namun bagaimana masyarakat bisa mengawasi bila berapa besar anggaran saja masyarakat tidak mengetahuinya. Siapa rekanan tidak diketahui, berapa panjang jalan yang dibangun tidak diketahui akibat tidak adanya papan informasi proyek tersebut, apakah ini proyek siluman atau nggak,masyarakat tidak tahu,“ ulasnya sedikit menyesali.

 

Bukan tentang pembangunan seminisasi saja yang dipertanyakan masyarakat Desa Pulau Panjang /hulu tersebut. Pam Bimas air yang dibangun sudah sekian lama juga demikian. Sebab sampai saat ini, sumur bor tersebut tidak ada berfungsi dari mulai dibangun dan meterannya pun tak ada.

 

Ketika karimuntoday.com menghubungi Kades Pulau Panjang Hulu membenarkan mengenai PAM BIMAS AIR tersebut tak bagus.

 

Namun narasumber KT mengatakan kalau sumur bor yang dibangun di dusun 3 Pulau Panjang Hulu tersebut, dulunya  air sumur tersebut airnya sangat jernih karena  pernah dikonsumsi masyarakat untuk air minum,”  Tuturnya

 

Secara terpisah, Arif Budiman salah seorang Praktisi Hukum di Kuansing kepada karimuntoday.com mengatakan, Dia berharap agar pihak yang berkompoten salah satunya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, untuk melakukan pengawasan terhadap  penggunaan dana desa agar lebih ekstra ketat lagi untuk melakukan pemantauan dilapangan, sehingga bisa meminimalisir terjadinya tindak pidana korupsi, dan pihak penegak hukum diminta juga untuk melakukan penyelidikan,” Pintanya (Ridho/roder)

 

Page 1 of 120

KALENDER BERITA

« October 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          
DISPENDA KARIMUN
DISPENDA KARIMUN