humas karimun
humas karimun

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

 

Ket Photo : Camat Lingga Utara, Kiamat Awal Memberikan Kata Sambutan,

Lingga,(KT) - Kecamatan Lingga Utara,Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, mengadakan Musrenbang Tahun 2018 di buka lansung oleh, Plt Camat Lingga Utara Kiamat Awal secara resmi acara ini acara berlangsung di Aula Kantor Camat Lingga Utara Rabu (21/2/2018). 
Plt.Camat Lingga Utara, Kimat Awal dalam sambutannya mengatakan.kita semua harus kompak di setiap Desa dan kelurahan yang ada di Lingga Utara.dan kita semua wajib mendukung program Pak Bupati Yaitu sesuai tema Musrenbang tahun 2018 ini yakni’ Penguatan sektor unggulan, yaitu pertanian perikanan peternakan dan pariwisata.

Sementara,  Plt Sekda Kabupaten Lingga Junaidi . Dalam kata sambutanya menuturkan,untuk tahun ini pembahasan dan usulan di musrenbang  di tujukan untuk program unggulan bupati lingga yang sudah jauh hari sudah digadang-gadangkan

” Musrenbang  merupakan struktur program dari APBD,  baik dari tingkat desa hingga dibahas di tingkat DPRD. Hal ini wajib dilaksanakan meskipun ada pesimisme,baik dari tingkat desa maupun kelurahan,hal itu di karenakan banyaknya usulan yang tidak terakomudir,terutama untuk usulan pembangunan fisik dan infrastruktur”ujarnya.

Dikatakanya, jika ada usulan yang tidak terakomudir ini merupakan suatu hal yang wajar terjadi, hal itu  di sesuaikan dari kemampuan APBD Lingga.

“kita  memang belum dapat mengakomudir semua usulan dalam pembahasan Ranperda, dikarenakan terbatasnya anggaran.”urai Plt. Setda dan sekaligus Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Lingga.

Lebih lanjut dikatakan Plt. Sekda, Tahun 2018 lebih memfokuskan pada dana desa dan pengalokasian dana desa saja.Sementara untuk infrastruktur tidak dibahas,Adapun empat program  unggulan dari bupati lingga tersebut seperti pada bidang pertanian,perkebunan.perikanan dan bidang parawisata,” ujarnya.

Dalam acara itu tampak hadir Anggota DPRD Lingga Suihok,dan salah satu anggota DPRD Provinsi Kepri  dapil Lingga Serta segenap unsur kecamatan Lingga Utara ,dan para perwakilan dari dinas yang ada di lingga.serta kepala Desa dan Ketua BPD sekecamatan Lingga Utara(Rusli)

 

 

 

BATAM,(KT) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD),Provinsi Kepri, bersama Dinas Perhubungan mengadakan rapat di Gedung Graha Kepri Batam Centre tentang maraknya perselisihan antara taxi konversional dengan taxi berbasis aplikasi online pada hari rabu (21/2/ 2018).

 

Dalam uraianya yang di sampaikan oleh, Ketua Balegda DPRD Kepri, Alek Guspenenldi sewaktu rapat bersama dengan dishub kepri dan juga di hadiri beberapa pengelola taxi konversional mengatakan,” kalau kita mau usaha harus mengantongi izin dari dinas terkait dan juga sudah ada aturan dalam undang undang berlaku,”

 

Sementara itu, izin taksi aplikasi menggunakan izin angkutan sewa, seperti yang diatur dalam peraturan yang belum lama ini diterbitkan, yakni Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan bermotor Umum Tidak dalam Trayek.Yaitu pengemudi harus mengantongi SIM A umum, kendaraan yang dioperasionalkan harus diuji KIR, oleh dinas perhubungan,dan  Perusahaan harus memiliki pool dan bengkel, STNK harus atas nama perusahaan bukan pribadi dan perusahaan harus berbadan hukum,” jelasnya.

 

Ditambahkanya, Perlu kita ketahui bersama,telah di uraiankan oleh instansi terkait yaitu tentang revisi yang mencantumkan lima syarat yang saya sebutkan itu udah keputusan dari pusat untuk melalukan mengambilan penumpang umum atau sewa. Sepanjang semuAnya telah terakomudir sesuai dengan aturan yang berlaku itu tidak ada masalah lagi,”  pungkas Alek. (Zulfahmi)

 

Ket Photo : Reklamasi Pantai dilakukan PT Grace Rich Marine sekaligus Pendalaman Alur di Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

 

Karimun,(KT) – Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri sangat menyesalkan pernyataan Pengawas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Provinsi Kepri, terkait keberadaan Tenaga Kerja Asing di PT Grace Rich Marine yang diperkerjakan oleh 3 Subcontractor,yang berbunyi,jika diwajibkan berbahasa indonesia, ini tentu menganggu investasi.

 

Hal tersebut dikatakan, Sulfanow Putra Sekretaris Komisi I DPRD Karimun kepada karimuntoday.com Rabu,(21/2/2018), Dia sangat menyesalkan pernyataan pegawai pengawas ketenagakerjaan, dari Disnakertrans Provinsi Kepri, yang menyatakan, jika diwajibkan para tenaga kerja asing bekerja di 3 perusahaan tersebut, berbahasa Indonesia, ini tentu menggangu investasi, pernyataan tersebut seakan- akan memberikan peluang kepada tenaga kerja asing non skill untuk bekerja di kabupaten karimun.

 

“ Dari mana Ibu Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan, Ria Iswety, mengambil kesimpulan, apabila tenaga kerja asing diwajibkan berbahasa Indonesia akan menghambat investasi, pasalnya tenaga kerja asal tiongkok yang bekerja di perusahaan tersebut tenaga non skill atau tenaga kerja kasar, menjahit karung untuk di isi pasir, sedangkan di karimun sendiri, masaih banyak putra tempatan belum memiliki perkerjaan” Tuturnya

 

 " Adapun 3 Subcontractor Perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja asing di PT Grace Rich Marine Yakni,PT. China Communication Constructions Engeneering Indonesia (PT. CCCEI) kemudian PT. CCC Tianghoang dan PT. The National Global, total TKA dari 3 subcontractor itu memperkerjakan sebanyak 42 orang TKA Asal Tinongkok "

 

Ditambahkanya lagi, Ketika melakukan sidak ke PT Grace Rich Marine beberapa waktu lalu, dia bersama Ketua Komisi I sudah memberitahukan kepada pihak perusahaan agar melaporkan seluruh dokumen periizinan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut ke Komisi I DPRD Karimun, namun, sampai hari ini, dokumen tersebut belum juga di antar oleh pihak perusahaan, untuk itu dalam waktu dekat kita akan memanggil pimpinan perusahaan PT Grace Rich Marine dan instansi terkait dengan surat resmi.

 

Dikatakanya lagi, Selain menyoroti tentang tenaga kerja asing dari tiongkok non skill Komisi I juga mempertanyakan reklamasi dilakukan oleh perusahaan tersebut dengan dalil pendalaman alur dan sampai saat ini kita belum melihat izin dimiliki oleh pihak perusahaan tersebut, karena kita melihat ada kerancuan terkait pengerjaan reklamasi dilakukan oleh pihak perusahaan, oleh sebab itu dalam pertemuan,(hearing), nantinya akan kita pertanyakan,” Tukasnya

 

Secara terpisah, Drs.Anwar Abu Bakar Ketua Komisi I DPRD Karimun, kepada karimuntoday.com mengatakan, Sampai hari ini pihak perusahaan PT Grace Rich Marine belum melaporkan dokumen periizinan dimilikinya,pasalnya mulai dari hari senin sampai sekarang, Rabu,(21/2/2018), belum terlihat pihak perusahaan tersebut mengantarkan dokumen periizinanya, namun, dia sudah meminta kepada secretariat dewan agar mendatangi disnakertrans provinsi kepri, untuk melakukan koordinasi terkait periizinan dimiliki oleh perusahaan tersebut,” Ujarnya Singkat (red)

 

Ket Photo : Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing, Ir. Maisir.

 

 

Kuantan Singingi,(KT) – Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Ir. Maisir di ruang kerja menyampaikan kepada Karimuntoday.com mengenai bantuan bibit sawit tidak mengalami rasionalisasi anggaran tahun 2018, Selasa (20/02/2018). Beliau juga menjelaskan bahwa kepimpinan MH, menargetkan bantuan bibit sawit yang akan di salurkan kepada masyarakat sebanyak 1.500.000 (satu juta lima ratus) batang selama 5 tahun, ujarnya.

 

Ir Maisir, menambahkan adanya usulan masyarakat tani untuk mengajukan permohonan kepada pemerintah terutama di dinas Tanaman Pangan untuk mendapatkan bantuan bibit sawit,Beliau juga menegaskan yang akan menerima bantuan bibit sawit harus dari kelompok tani yang terdaftar baik di SK Bupati maupun SK dinas Tanaman pangan, ungkapnya.

 

Penyaluran bibit sawit tahap kedua tahun 2018 sebanyak 177.000 batang, dengan angka 8 Milyar dari target 1. 500.000 batang, jadi dari tahun 2017 sampai tahun 2018 pemerintah baru menyalurkan lebih kurang 320.000 batang, tambahnya.

 

Ir Maisir juga menuturkan, selain bantuan bibit sawit, pemerintah kabupaten kuantan Singingi akan memberikan bantuan bibit dengan pola tanaman pekarangan seperti durian, mangga, rambutan dan lainnnya. Pemerintah akan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, supaya terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” tutupnya (lidia ningsih)

 

Ket Photo : Surat Tanda Lunas Pembayaran Pajak Tahun 2008, atas nama, Nicho Hendro, Bukan An. Satu dari, ke Empat Pemilik Sawmil di Duga Ileggal tersebut.

 

Kuansing,(KT) – Akhirnya Kapolres Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau melakukan penutupan terkait aktivitas 4 (empat), sawmill di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, sampai pemilik sawmill tersebut melengkapi periizinanya sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan berlaku.

 

Hal tersebut dikatakan, Kapolres Kuansing, AKBP. Fibri Karpiananto kepada karimuntoday.com, Rabu,(21/2/2018), di ruangan Kapolsek Kuantan Tengah, Ya’ untuk sementara waktu aktivitas 4 empat sawmill di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik untuk sementara ditutup dan sudah dipasang polis line, sampai pemilik sawmill bisa memperlihatkan dokumen lengkap terkait periizinan sawmill tersebut.

 

“ Diakui ketika dilakukan intograsi kepada pemilik sawmill mengatakan, bahwa dokumen periizinanya dalam proses pengurusan, namun, kita membuat kesimpulan, untuk sementara waktu menutup aktivitas sawmill-sawmil tersebut, sampai periizinanya dikeluarkan oleh instansi berwenang,” Tutur kapolres

 

Ditambahkanya lagi, Dia berharap kepada masyarakat apabila menemukan adanya penebangan kayu dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab di kawasan hutan lindung, atau menjual kayu hasil dari tebangan di hutan lindung bukit betabuh, agar melaporkan kepada dirinya, dan juga andaikata masyarakat mengetahui ada oknum polisi yang mencoba membekingi aktivitas sawmill tersebut untuk keuntungan pribadi, laporkan kepada saya, dan apabila terbukti sanksi berat akan menanti,” Tegasnya

 

Sementara dari hasil Investigasi wartawan karimuntoday.com ke Kantor Badan Pendapatan Daerah, terkait dokumen yang dimiliki oleh salah seorang pemilik samwil, yang diserahkan kepada aparat penegak hukum,(polres kuansing),berupa surat tanda lunas pembayaran pajak tahun 2008, atas nama, Nicho Hendrio, Jenis Usaha,Penggergajian Kayu,(Marsawah),Desa Kelurahan, Kecamatan, Cengar Lubuk Jambi Kuantan Mudik, sedangkan 4 dari pemilik sawmill  bernama, Pertama, Amir, Kedua, Puri, Ketiga, Gamal, dan ke, Empat, Siap, tidak ada yang bernama Nicho Hendrio.

 

Dan juga ke empatnya berdomisili di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, artinya, dokumen berupa surat tanda lunas pajak dikeluarkan oleh Dispenda Kuansing pada tahun 2008, bukan milik satu dari ke empat pemilik sawmill tersebut, dan juga, dari keterangan Plt, Kadis Bapenda Kuansing, dari tahun 2008 sampai sekarang Nicho Hendrio tidak pernah membayar pajak lagi, bahkan ketika di cek via online namanya tidak ditemukan sebagai wajib pajak,artinya,apabila yang bersangkutan menjalankan usahanya,berarti illeggal,” Ujar Mulyadi (red/roder)

 

Ket Photo :  Aiptu.Mulyadi didampingi Bripka.Zulham Efendi Menyambangi Tokoh Masyarakat Sungai Guntung.H.Nandrang.

 

Guntung,(KT) – Dalam rangka meningkatkan kondisi aman dan kondusif jajaran Polsek Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, mengutamkan menjalin keharmonisan dengan para tokoh masyarakat, sebagai perpanjangan tangan untuk menyampaikan pesan-pesan kedamain dan ketentraman kepada masyarakat.

 

Hal tersebut dikatakan, Kapolsek Kateman, AKP. Ali Zahari Melalui, Aiptu.Mulyadi didampingi Bripka.Zulham Efendi kepada karimuntoday,com Rabu,(21/2/2018), Ya’ kegiatan rutinitas pada hari ini, arahan dari bapak kapolsek menyambangi para tokoh masyarakat yang ada di kecamatan kateman, dan pagi ini kita bersilaturahmi dengan Bapak, H.Nandrang salah satu tokoh masyarakat sungai guntung.

 

“ Giat silaturahmi antara anggota polsek dengan tokoh masyarakat dalam rangka menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan sekaligus bersilaturahmi untuk meningkat sinergi antara polisi dengan masyarakat, menjaga kekompakan antar sesame,” Tukas Aiptu Mulyadi

 

Ditambahkan lagi, Selain Aiptu Mulyadi, Bripka.Zulham Efendi juga mengatakan, Dengan adanya kegiatan ini, Kepolisian terus menerus melakukan tindakan preventif dengan menyambangi tokoh masyarakat yang ada diwilayah hukum polsek kateman, demo kondusifnya sungai guntung, semua itu sekali lagi, tidak terlepas dari intruksi dan arahan bapak kapolsek kateman,” Tutup Bripka.Zulham Efendi.(ridho)

 

Ket Photo : Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas II TBK, Baran Daru W, (20/02/18).

Karimun,(KT) - Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Karimun melalui Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Kasi Wasdakim), Baran Daru, membenarkan bahwa memang ada Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di PT. CCCEI, hal tersebut disampaikannya kepada Karimuntoday.com saat ditemui dikantornya, Selasa,(20/02/18).

 Dikatakannya, TKA yang bekerja di PT. China Communications Constructions Engenering Indonesia (PT.CCCEI) dan TKA dari perusahaan lainnya dilokasi yang sama itu izinnya ITAS dan diantara mereka ada juga dilengkapi dengan Dahsuskim, yakni Izin Tinggal Terbatas Kemudahan Khusus Keimigrasian bagi TKA yang bekerja di laut, tuturnya.

 Terkait dengan jumlah TKA nya, lanjut Kasi Wasdakim yang biasa disapa Daru itu menjelaskan, sama dengan yang disampaikan oleh Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Kepri wilayah Karimun, karena kita menerbitkan ITAS serta Dahduskim itu berdasarkan rekomendasi dari Disnaker, itu aturan Undang-Undang, terangnya.

Saat ditanyakan kinerja pengawasan yang dilakukan instansinya, Daru mengatakan bahwa, setiap hari anggota saya melakukan pengawasan, tidak hanya di perusahaan, namun mencakup semuanya, tapi bukan berarti setiap hari kita sidak, apalagi setiap hari sidak ke perusahaan, itu tidak mungkin, karena kita juga menjaga iklim investasi di Karimun, katanya.

Ditambahkannya,"ada intel kita yang bekerja, kemudian kita di Imigrasi ada Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA), bila warga negara asing yang mendatangi negara kita tidak melaporkan keberadaan, tentu kita tindak, namun bila mereka koperatif, apalagi orang asing yang berinvestasi, harus kita jaga agar investor tersebut tidak memunculkan pandangan bahwa sulit berinvestasi di Karimun, paparnya. (DS)

 

Ket Photo : Bupati Kuansing, Mursini di Dampingi, Plt,Kadis Pertanian, H.Maisir Menghadiri Panen Raya Cabai di Desa Benai Kecamatan Benai Kecil.

 

Kuantan Singingi,(KT) - Panen raya cabai di Desa Benai Kecamatan Benai Kecil , di hadiri oleh Bupati Kuansing H Mursini beserta istri Emi Safitri bersama kelompok tani Beken Jaya, Plt Kadis Pertanian, H maisir, kepala OPD, Kabag di lingkup Setda, Camat Benai, Yuhendra dan jajaran. Kemudian juga mengundang manajemen P.T. Meroke Tetap Jaya (Perusahaan pupuk), dan P.T East West Seed (Perusahaan Saprodi). Kedua perusahaan tersebut siap mendorong perkembangan usaha holtikultura yang ada di kabupaten kuantan Singingi, Selasa (20/02/18).

 

 Yulisman, sebagai Ketua Kelompok Tani Beken Jaya mengatakan kelompok tani ini di dirikan November 2016, dengan anggota sebanyak 10 orang. Dan Sekarang jumlah anggotanya bertambah menjadi 24 orang yang fokus budidaya cabai, tumpang sari, bawang merah, kubis, dan bunga kol,Tuturnya.

Selanjutnya, Yulisman menambahkan, bahwa cabai yang di tanam dan siap panen saat ini berjumlah 500 batang. Tahun 2017 kelompok taninya menerima bantuan pupuk, benih, dan pestisida dari P.T East West Seed cap panah, ungkapnya.

 

" Yulisman mengharapkan supaya Pemkab Kuansing memberi bantuan pembuatan rumah komlos, sumur bor untuk menyiram tanaman dan rumah pembenihan," tukasnya.

 

Dengan adanya harapan kelompok tani Beken Jaya, Bupati Kuansing H Mursini menyampaikan akan memenuhi harapan tersebut secara bertahap. BeliauJuga mengungkapkan cabai hasil panen kelompok Tani Beken Jaya juga berkualitas dan dapat bersaing dengan daerah lain seperti daerah Sumatera Barat dan beliau juga berharap supaya masyarakat Kuansing lainnya termotivasi untuk membuat kelompok tani, seperti yang dilakukan kelompok tani Beken Jaya yang dapat meningkatkan Tarap ekonomi masyarakat, tutupnya. (Lidia Ningsih)

  

Ket Photo : Mengantongi Ijin HO tidak berlaku lagi, Oknum Masyarakat Desa Kasang Lolos Mengelabui, Dinas Kehutanan dan Aparat Penegak hukum Menjalankan Usahanya Sawmill.

Kuansing,(KT) – Beberapa elemen masyarakat dan praktisi hukum di kabupaten kuantan singing, provinsi riau, merasa aneh ketika melihat ijin salah satu sawmill yang beroperasi di Desa Kasang, Kecamatan Lubuk Jambi, di media online karimuntoday.com, pasalnya sepengetahuan mereka beberapa ijin tersebut seyogyanya tidak berlaku lagi, alias kedaluwarsa.

Hal tersebut dikatakan, Zubirman SH Praktisi Hukum di Kabupaten Kuantan Singingi, provinsi Riau, kepada karimuntoday.com mengatakan, Dia sangat menyesalkan sawmill yang masa berlaku ijin-nya sudah kedaluwarsa masih bisa beroperasi untuk mengolah kayu bulat untuk dijadikan kayu pecahan, bahkan di komersilkan, dan dia menilai pengawasan dari Dinas Kehutanan Provinsi Riau terkesan lemah,terkesan terjadi pembiaran, apalagi kayu gelondongan yang di olah terindikasi berasal dari kawasan hutan lindung bukit betabuh.

“ Itu Ijin HO berdasarkan Permendagri Nomor : 19 Tahun 2017, ijin HO sudah di cabut dan sebagai turunanya andaikata keterkaitan dengan lingkungan hidup pihak perusahaan atau sawmill mengajukan UKL-UPL,SPPL atau AMDAL,artinya, Aneh saja ketika diperlihatkan Ijin HO masih bisa dipergunakan di jaman Now ini,” Katanya Geli

Ditambahkanya lagi, Dia juga melihat kerancuan pada Ijin dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Kuansing, kalau tidak salah ijin tersebut tidak ada lagi karena sudah diganti dengan Ijin Tanda Daftar Perusahan.(TDP), adapun masa berlaku Ijin TDP tersebut selama lima tahun, sedangkan yang dimuat di karimuntoday.com ijin-ijinya  dikeluarkan tahun 2008 s/d tahun 2009, begitu juga dengan bukti pembayaran pajak daerah di Dispenda pada tahun 2008,pertanyaanya, andaikata keseluruhan ijin tersebut di keluarkan pada tahun 2009, tentu pada tahun 2014 sudah habis masa berlakunya, jadi,mana ijin yang baru dimiliki oleh 4 sawmil di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, pasalnya, selama ini mereka beroprasi mengolah kayu,” Ungkapnya Bingung (red/roder)

 

 

 

Ket Photo : Erwin Ismail sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Sumatera Barat, (IKSB) Kota Batam Bersama Para Pengurus.

 

Batam,(KT) -Erwin Ismail sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Sumatera Barat, (IKSB) Kota Batam resmi membuka launching IKSB CUP ke-V di Sekretariat Jalan Raden Patah No 79 pada hari selasa jam 16.15 tanggal 20 februari 2018.

 

Kemudian dari pada itu, Ketua IKSB, Erwin Ismail sekaligus memberikan mandat kepada Ikatan Keluarga Agam (IKLA), dan untuk Ketua  Panitia Pelaksana Penyelenggara Kegiatan di tunjuk saudara, H.Renol yang di ikuti oleh 18 IKA Kota dan Kabupaten yang berada di Kota Batam asal dari sumatera barat. 1 . Kab Tanah Datar 2 . Kab Solok 3 . Kab solok selatan 4 . Kab Damasraya 5 . Kab Sijunjung 6 . KotaBukit tinggi 7 . Kab Payah kumbuh 8 . Kab Padang Pariaman 9 . Kab Pasaman 10.Kab Pasaman Barat 11.Kab 50 Kota 12.Kota Padang 13.Kota padang Panjang 14.Kota sawah lunto 15.Kota pariaman 16.Kota Solok 17.Kab Pesisir selatan 18.Kab agam,

 

Dengan ajang IKSB Cup ke V yang di ikuti oleh 18 ika kota dan kabupaten insyah allah lansung di Buka oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Pariyetno pada hari jumat tanggal 16 maret 2018.

 

Kemudian, Salah seorang Pembina Ikatan keluarga Sumatera Barat (IKSB) Kota batam. Bapak H.Sudirman Sikumbang mengatakan kepada awak media kami mengadakan ajang olah raga ini melibatkan semua pengurus dan jajaran di kota Batam demi meningkatkan tali persaudaraan orang minang yang berda di kota batam asal dari sumateta barat,”  tuturnya (zulfahmi)

Page 1 of 181

KALENDER BERITA

« February 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28