humas karimun
humas karimun

karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

 

Ket Photo : Aswirmanto Ketua DPC LSM Clean Governance,Bersama Reza Pemilik Bengkel Putri Motor Sungai Jering Teluk Kuantan, Riau.

 

Kuansing,(KT) – Lembaga Swadaya Masyarakat,(LSM), Clean Governance Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, bakal melaporkan hasil temuan BPK RI, terkait SPJ Fiktip Bagian Perlengkapan Setda Kuansing di Bengkel Putri Motor Sungai Jering Teluk Kuantan ke Pihak Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan.

 

Hal tersebut dikatakan, Aswirmanto Ketua DPC LSM Clean Governance kepada karimuntoday.com Sabtu,(21/4/2018), Ya’ Dia sudah bertemu lansung dengan pemilik bengkel Putri Motor di Sungai Jering Teluk Kuantan, dari hasil investigasinya tersebut, pemilik bengkel mengakui telah didatangi Auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, untuk mencocokan SPJ dari Bagian Perlengkapan Pemkab Kuansing, ketika SPJ yang dibawa oleh BPK tersebut diperlihatkan kepadanya, dia merasa terkejut pasalnya, nilainya puluhan juta rupiah, sedangkan bagian perlengkapan melakukan pembayaran kepadanya hanya berkisar jutaan rupiah saja.

 

“ Itu SPJ yang dibawa oleh BPK ke Bengkel Putri Motor,diperlihatkan kepadanya anggaranya sangat jauh berbeda dengan sebenarnya, dan juga, tanda tangan serta stempel  di palsukan,” Ujar Pemilik Bengkel kepada dirinya

 

Ditambahkanya lagi, Dia berharap Auditor BPK RI saat ini melakukan audit di Pemkab Kuansing diminta untuk professional,artinya, jangan sampai audit selesai dilaksanakan tidak ada temuan sama sekali, pasalnya, LSM yang dipimpinya, akan mengawal proses audit dilakukan oleh BPK RI, apabila nantinya ada dugaan kongkalingkong dengan pemkab kaunsing, maka dia tidak segan-segan melaporkan auditor BPK tersebut ke penegak hukum,” Cetusnya

 

Secara terpisah, Kabag Perlengkapan Pemkab Kuansing sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, terkait temuan BPK RI tersebut, begitu juga dengan Plt. Kejari Kuansing, Roy Ravilino belum dapat dimintai tanggapanya, terkait salah satu LSM di Kuansing bakal melaporkan SPJ Fiktip dilingkungan bagian perlengkapan pemkab kuansing dari hasil temuan BPK RI.  (*)

 

  

Ket Photo : Nakhoda bersama 4 anak buah kapal (ABK) speed boat bermesin 4 x 200 PK, karena tersandung tindak pidana Keimigrasian dan Pelayaran di Giring Aparat Kepolisian.

 

BATAM, (KT) – Direktorat Polair Polda Kepulauan Riau (Kepri) menetapkan seorang nakhoda bersama 4 anak buah kapal (ABK) speed boat bermesin 4 x 200 PK, karena tersandung tindak pidana keimigrasian dan pelayaran.

 

Kelima tersangka tersebut, masing-masing berinisial HT alias H selaku Nakhoda, ART alias R, MY alias Y, Z dan YR selaku ABK speed boat. Mereka kini dijebloskan ke dalam sel tahanan Mapolda Kepri guna pemeriksaaan lebih lanjut.

 

“Mereka diamankan berdasarkan laporan polisi nomor : LP / 67 / IV / 2018 / Ditpolair Polda Kepri, tanggal 19 April 2018. Barang bukti yang kita amankan 1 unit speed boat warna abu-abu bermesin temple merk Yamaha 4 x 200 PK,”kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes S. Erlangga didampingi Dirpolair Polda Kepri, Kombes Benyamin Sapta. T pada jumpa pers di Mako Dit Polair Polda Kepri, di Sekupang, Batam, Jumat, (20/4/2018).

 

Dijelaskan Erlangga, pasal yang disangkakan kepada mereka yaitu : Pasal 120 Ayat (1) Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Pasal 219 ayat (1) Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran dan Pasal 323 ayat (1) Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran.

 

Sementara itu, Dirpolair Polda Kepri, Kombes Benyamin Sapta. T menjelaskan kronologis kejadiannya: pada hari Kamis tanggal 19 April 2018 sekira pukul 03.30 WIB pada saat Kapal Patroli Polisi XXXI – 1005 Ditpolairud Polda Kepri melaksanakan Patroli disekitar perairan Selat Singapura menerima informasi dari Police Coast Guard Singapura.

 

“Bahwa kapal patroli Police Coast Guard Singapura PC 52 telah menemukan dan mengamankan 1 (satu) unit Speed Boat warna abu – abu bermesin tempel merk Yamaha 4 x 200 Pk dengan membawa penumpang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sebanyak 101 (seratus satu) orang dan Crew sebanyak 5 (lima) orang berlayar dari Johor Malaysia tujuan Indonesia,”ujarnya.

 

Menurutnya, jelas Sapta, speed boat mengalami kehabisan BBM (Bahan Bakar Miyak) dan hanyut memasuki perairan Indonesia dan mendekati dengan perairan perbatasan Singapura. Selanjutnya pihak PCG (Police Coast Guard) Singapura meminta Kapal Patroli Polisi XXXI – 1005 Ditpolairud Polda Kepri untuk menjemput pada koordinat 01o18’686” LU – 104o25’ 209” BT.

 

“Selanjutnya Kapal Patroli Polisi XXXI – 1005 Ditpolairud Polda Kepri bergerak menuju TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk melakukan Evakuasi terhadap TKI (Tenaga Kerja Indonesia) namun dikarenakan banyaknya penumpang diatas Speedboat tersebut yaitu TKI (Tenaga Kerja

Indonesia),”ungkapnya.

 

Karena penumpangnya banyak, beber dia, Kapal Patroli Polisi XXXI –1005 Ditpolairud Polda Kepri tidak cukup untuk mengevakuasi seluruh TKI (Tenaga Kerja Indonesia) tersebut maka Komandan Kapal Patroli Polisi XXXI – 1005 Ditpolairud Polda Kepri melaporkan hal tersebut kepada Dirpolairud Polda Kepri.

 

“Selanjutnya Dirpolairud Polda Kepri memerintahkan Kapal Sea Rider Ditpolairud Polda Kepri, Kapal Patroli Polisi Baladewa – 8002 Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri BKO Polda Kepri dan Kapal Patroli Polisi Bangau – 5006 Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri BKO Polda Kepri untuk membantumengevakuasi 1 (satu) unit Speed Boat warna abu – abu bermesin tempel merk Yamaha 4 x 200 Pk yang membawa TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sebanyak 101 (seratus satu) orang tersebut,”terangnya panjang lebar.

 

Kemudian, lanjutnya, sekira pukul 09.00 Wib Kapal Sea Rider Ditpolairud Polda Kepri, Kapal Patroli Polisi Baladewa – 8002 Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri dan Kapal Patroli Polisi Bangau – 5006 Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri tiba di TKP (Tempat Kejadian Perkara) mengamanak 1 (satu) unit Speed Boat warna abu – abu bermesin tempel merk Yamaha 4 x 200 Pk dengan membawa penumpang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sebanyak 101 (seratus satu) orang dan Crew sebanyak 5 (lima) orang tersebut.

 

“Seluruh TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sebanyak 101 (seratus satu) orang dan 1 (satu) unit Speed Boat warna abu – abu bermesin tempel merk Yamaha 4 x 200 Pk berikut Crew sebanyak 5 (lima) orang dibawa menuju pelabuhan Batu Ampar Batam,”urainya.

 

Kemudian, terang dia, sekira pukul 14.00 Wib seluruh TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sebanyak 101 (seratus satu) orang dan Crew sebanyak 5 (lima) orang tersebut dibawa menuju Mako Ditpolairud Polda Kepri guna proses pemeriksaan lebih lanjut. Dalam konferensi pers yang digelar Polda Kepri, selain Kabid Humas dan Dirpolair Polda Kepri, juga hadir perwakilan dari kantor Imigrasi kelas 1 Khusus Kota Batam. (r/helmy ridar)

 

Ket Photo : Junaidi Ajam Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.

 

Lingga,(KT) – Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri membantah adanya tudingan salah satu LSM di Kepri bahwasanya ada permainan  dalam penggunaan anggaran publikasi di Dinas dipimpinya, pasalnya, anggaran tersebut sudah disalurkan sesuai dengan prosedur.

 

Hal tersebut dikatakan, Junaidi Ajam kepada karimuntoday.com, Sabtu,(21/4/2018), Ya dia tidak menapik adanya dana publikasi di SKPD yang dipimpinya, tetapi dana tersebut sudah kita salurkan dengan beberapa media yang bekerjasama,(MoU), dan selebihnya anggaran tersebut di berikan kepada setiap SMP dan SD se Kabupaten Lingga untuk dana publikasi.

 

“ Memang benar ada dana publikasi sebesar Rp. 570 Juta di Dinas Pendidikan Lingga, dana tersebut di salurkan kepada 10 media sebesar 200 juta untuk satu tahun dengan melakukan MoU, dan sisanya sebanyak Rp.350 Juta diberikan kepada SMP dan SD se Kabupaten Lingga untuk anggaran publikasi, artinya, tidak benar anggaran tersebut dilakukan penyimpangan,” Tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Anggaran publikasi tersebut memang sudah lama di alokasikan di dalam APBD dan masuk ke Anggaran Rutin Dinas Pendidikan, dan pada prinsipnya dia baru mengetahui bahwa dana tersebut di anggarkan, karena dia baru beberapa bulan menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Lingga, dan dia berencana tahun depan anggaran tersebut akan di hapuskan alias di tiadakan lagi,” Tukasnya (*)

 

Ket Photo : Regu 2 patroli terdiri dari 1 brigadir korpri Naldi 2 Satrio 3 polhut santino Gomes 4 polhut Firmansyah 5r Yadi Melaksanakan patroli ke kebun eboni afdling 4. yang berhasil Melumpuhkan Harimau Bonita.

 

INDRAGIRI HILIR, (KT) – Upaya Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk mengevakuasi harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) akhirnya berhasil setelah empat bulan lamanya. Bonita ditangkap setelah dilakukan penembakan bius oleh petugas gabungan, sekira pukul06.50 pagi, kemarin.

“Malam ini (tadi malam) langsung menuju pusat rehabilitasi harimau di Kabupaten Dharmasaraya Sumatera Barat,” kata Kepala BBSKDA Riau, Suharyono, kepada wartawan, Jumat malam, (20/4/2018).

Menurutnya, Tim gabungan terdiri dari TNI, Polri dan BBKSDA Riau membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengevakuasi Harimau Bonita pemangsa manusia di suatu daerah di kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, karena medan yang ditempuh cukup sulit.

“Malam ini (tadi malam) saya langsung meluncur ke lapangan untuk memantau evakuasi harimau,” ujarnya, seperti dikutip karimun today.com dari riaukepri.com.

Dijelaskannya, setelah ditembak bius, Harimau Bonita langsung ditempatkan di dalam kerangkeng besi tersebut langsung dibawa ke Sumatera Barat melalui jalur darat.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Roni Putra mengatakan harimaun Bonita ditangkap di Kecamatan Pelangiran, tepatnya areal perkebunan PT Tabung Haji Indo Plantation.

“Lokasi itu yang selama ini menjadi areal jelajah satwa dilindungi tersebut dan sempat menerkam dua warga korban, yakni Jumiati, karyawan perusahaan sawit asal dan seorang warga, Yusri Efendi,”pungkasnya.

Adapun Kronologis penangkapan di himpun karimuntoday.com, Sekira pukul 06:00 Wib, regu 2 patroli terdiri dari 1 brigadir korpri Naldi 2 Satrio 3 polhut santino Gomes 4 polhut Firmansyah 5r Yadi Melaksanakan patroli ke kebun eboni afdling 4.

Setiba di area blok 76/77 tem melihat keberadaan HS (Bonita) ditepi kebun dan tem lansung melaksanakan pengendapan dan penembakan bius yang di lakukan oleh polhut Firmansyah,dan mengenai bagian paha sebelah kiri dan setelah di ikuti kurang lebih 1km dgn cara mengikuti jejak tem menemukan HS dlm keadaan pingsan di tepi areal kebun blok 79 afdling 4 kebun eboni dan tem segera menghubungi dr tem dr Dita untuk melaksanakan evakuasi dan di bantu pihak perusahaan

 

 Karena curah hujan yang cukup lebat dan daya tahan tubuh HS yang kuat dr tem memutuskan untuk melaksanakan pembiusan ulang dengan cara di tulup.setelah tem dr menyatakan HS dlm keadaan tertidur aman tem memasukan hs ke bok evakuasi dan pd pukul 12:00 hs berhasil di evakuasi dan rencana akan di karantina di pusat penyelamatan harimau Damasraya sumbar.(*/helmy ridar/Ridho).

 

Ket Photo : Bamba Rianto Kepala Desa Beringin Taluk, Kuansing, Riau.

 

Kuantan Singingi,(KT) - Bamba Rianto Kepala Desa Beringin Taluk, menyampaikan kepada awak media di ruangannya mengenai program-program yang ada di beringin Taluk tahun 2018. Jum'at (20/04/2018).

 

Bamba Rianto menjelaskan adapun program yang dilaksanakan di desanya yaitu program magrib mengaji, taman pendidikan Qur'an, gotong royong dua kali seminggu, pembangunan infrastruktur pusat-pusat perekonomian seperti jembatan untuk mempermudah akses untuk membawa hasil panen budidaya ikan yang sebelumnya hanya menggunakan kendaraan motor dan sekarang akan di angkut dengan mobil.

 

Pembangunan jembatan ini menggunakan dana desa sebesar 230 juta. Program selanjutnya, pembangunan sarana olahraga lapangan sepakbola. Memanfaatkan lahan 57 M2 x 10 M2, lokasi lapangan sepakbola ini berada di belakang Kantor Departemen Agama, ujar Bamba.

 

 Kades beringin menambahkan program yang terakhir yaitu di bidang perniagaan yang sedang dicocokkan dengan peraturan desa, dana yang dikeluarkan sebanyak 100 juta.

 

Terakhir, Bamba juga mengungkapkan bahwa di desa beringin Taluk, menerapkan pungutan 5 ribu perbulan kepada masyarakatnya.

 

Pemungutan ini di kelola oleh setiap ketua RT, guna pungutan ini untuk memberi bantuan bagi keluarga yang kemalangan dan jika hasil pungutan per bulan lebih dari bajet maka dialokasikan untuk membeli tenda dan kompor yang bisa di pinjam bagi masyarakatnya apabila mengalami kemalangan,” Tutupnya (lidia ningsih)

 

Ket Photo : P .Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH melalui Wakapolresta AKBP Edy Sumardi P SIK  Memimpin Tim Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru menyambangi panti jumpo Husnul Khatimah yang berada di Jalan Khairuddin Nasution Pekanbaru, Jum'at Pagi (20/04/2018) pukul 07.00 WIB.

 PEKANBARU,(KT) - Puluhan Lansia tersimpu tersenyum bahagia ketika tim Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru menyambangi panti jumpo Husnul Khatimah yang berada di Jalan Khairuddin Nasution Pekanbaru, Jum'at Pagi (20/04/2018) pukul 07.00 WIB.

 Kegiatan Polisi Peduli danBerbagi dari Polresta Pekanbaru ini tampil berbeda dari minggu sebelumnya. Tim Jum'at barokah bekerjasama dengan LSM Perempuan Lira, IDI Riau dan Pekanbaru, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang Pekanbaru, PJI Riau, LSM LBP2R, FJPI Riau serta tim media Resta Pekanbaru.

 Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH melalui Wakapolresta AKBP Edy Sumardi P SIK menyebutkan tim bahwa kegiatan Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru ini merupakan wujud perubahan kultural di internal Polri dalam Program Promoter Kapolri.

"Pada jum'at pagi ini kita berbeda dari minggu sebelumnya, yang mana kegiatan saat ini merupakan kegiatan baksos dengan memberikan perobatan gratis kepada orang tua kita yang tinggal di panti jumpo khusnul khotimah ini,"terang Wakapolresta Pekanbaru

Kepala Panti Jumpo Lansia, Raja Agustiarman kepada awak media menyebutkan ucapan terimakasihnya kepada pihak Polri, Dokter serta LSM telah melaksanakan kegiatan baksos di panti jumpo yang dirinya pimpin. (*) 

 
Ket Photo : Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BATAM, (KT)
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pasar Modal mendorong pemerintah daerah untuk terbitkan obligasi daerah. Karena dengan terbitnya obligasi daerah ini dapat dijadikan sebagai pendanaan untuk pembangunan. Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Iwan M Ridwan mengatakan obligasi daerah ini bisa dijadikan sebagai alternatif pendanaan untuk pembangunan. "Tahun lalu Pimpinan Pasar Modal bersama jajaran Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah tingkat II di Kepri telah melaksanakan kegiatan sosialisasi terkait obligasi daerah. Saat ini kami tetap komunikasi dalam arti menunggu," kata Iwan dalam Media Gathering di Kantor OJK Kepri, di Batam Centre, Batam, Kamis (19/4), kemarin. Menurut Iwan, memang dibutuhkan waktu dan proses dalam penerbitan obligasi daerah. Oleh karena itu OJK masih menunggu keputusan dari pemerintah daerah baik Pemprov Kepri maupun pemerintah kota dan pemerintah kabupaten di Kepulauan Riau. "Sebagai data, saat ini provinsi yang sudah siap menerbitkan obligasi daerah itu Jawa Tengah. Sudah sekitar 90 persen." ujarnya. Sementara itu, Kepala Bagian Pengaturan Lembaga dan Profesi Pasar Modal Farhan Nugroho mengatakan proses pertama yang harus dilalui untuk penerbitan obligasi daerah adalah kesepakatan antara DPRD dan pemerintah daerah. Menurutnya kesepakatan antara legislatif dan eksekutif ini menjadi poin paling penting dari rencana penerbitan obligasi daerah. "Sebelum menerbitkan obligasi daerah, pemerintah daerah juga harus membentuk unit khusus. Unit khusus untuk pengelola obligasi daerah sendiri," kata Farhan. Ia mengatakan ketika pemerintah daerah sedang melakukan pembahasan internal, OJK dan Pasar Modal hanya bisa menunggu. Tapi ia berharap pemerintah daerah bisa terbuka melalui obligasi daerah ini. "Harapan kami, ketika menerbitkan obligasi daerah, benar-benar jadi sarana untuk memajukan daerah. Kita berharap dengan obligasi daerah, masyarakat sekitar yang membelinya. Jadi pemerintah daerah yang keluarkan, masyarakat yang beli, masyarakat juga yang menikmati hasil pembangunannya," pungkasnya. (r/helmy ridar)
 

Ket Photo : Asisten Pemerintahan Setdakab Natuna Minwardi memimpin Rapat Sosialisasi Daftar Periksa Kebijakan Persaingan Usaha, di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Ranai, Rabu (18/04/2018) lalu.

NATUNA, (KT)
- Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) pusat menyambangi Pemerintah Kabupaten Natuna, guna mensosialisasikan daftar periksa kebijakan persaingan usaha di daerah. Asisten Pemerintahan Setdakab Natuna Minwardi mengatakan, kegiatan sosialisasi KPPU ini merupakan langkah awal bagi membangun sinergisitas untuk menetapakn keberbagi kebijakan usaha di daerah. "Peran KPPU harus terus mendapatkan dukungan, mengingat pentingnya pengendalian dan upaya mewujudkan iklim usaha yang kondusif akan dapat memberikan pengaruh positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah,"kata Minwardi saat memimpin Rapat Sosialisasi Daftar Periksa Kebijakan Persaingan Usaha, di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Ranai, Rabu (18/04/2018) lalu. Ditempat yang sama, Wakil Ketua KPPU Pusat Kamser Lumbanradja menjelaskan bahwa Undang – undang Nomor 5 Tahun 1995 merupakan landasan berdirinya KPPU. Lembaga ini, katanya, memiliki tanggung jawab mewujudkan jaminan usaha yang adil, mendukung terciptanya persaingan usaha yang sehat sekaligus mencegah terjadinya praktek monopoli. "Selanjutnya Daftar Periksa ini diharapkan dapat digunakan oleh siapapun sebagai acuan kebijakan usaha, baik bagi Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, untuk melakukan identifikasi kesesuaian rancangan Peraturan Perundang–undangan sebagai kebijakan mendukung pertumbuhan usaha dan peningkatan ekonomi daerah,"jelasnya. (r/helmy ridar)

Ket Photo : Menteri Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Laut menyerahkan 1 unit kapal pelayaran rakyat (Pelra) yang dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Natuna,dan Penyerahan kapal ini ditandai dengan Penandatanganan Naskah Perjanjian dan Berita Acara Serah Terima Hibah Kapal Pelayaran Rakyat Tahun 2017 dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kepada Pemerintah Daerah.
NATUNA, (KT) - Menteri Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Laut menyerahkan 1 unit kapal pelayaran rakyat (Pelra) yang dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Natuna, untuk melayani kepentingan transportasi laut bagi masyarakat baik penumpang, barang maupun wisata. Penyerahan kapal ini ditandai dengan Penandatanganan Naskah Perjanjian dan Berita Acara Serah Terima Hibah Kapal Pelayaran Rakyat Tahun 2017 dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kepada Pemerintah Daerah, yang dihadiri Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna Iskandar dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Natuna Budi Darma, di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (19/4), kemarin. Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Dwi Budi Sutrino menyampaikan bahwa kapal yang diberikan kepada Pemerintah Daerah agar kiranya pemerintah setempat dapat digunakan untuk melayani transportasi laut bagi masyarakat baik untuk penumpang, barang dan wisata. "Kami berharap Pemerintah Kabupaten Natuna sebagai penerima bantuan untuk dapat merawat dan mempergunakan armada ini sebagaimana mestinya. Karen tidak banyak daerah yang mendapat bantuan hibah kapal ini,"kata Dwi Budi, dalam rilis humas Pemkab Natuna yang diterima media ini, Jumat (20/4/2018). Menurutnya, kapal yang telah dilengkapi dengan fasilitas peralatan keselamatan yang cukup modern, diantaranya tersedia fasilitas perlengkapan keselamatan jiwa, perlengkapan pencegahan kebakaran, perlengkapan navigasi, radio komunikasi dan pencegahan pencemaran, serta tetap memperhatikan aspek kenyamanan penumpang, dirasa sangat sesuai bagi daerah kepulauan seperti Natuna. Sementara itu, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, mengatakan sebagai daerah perbatasan yang berbentuk kepulauan, ketersediaan sarana transportasi laut yang memadai sebagai penghubung antar pulau merupakan hal utama yang harus menjadi perhatian, karena sangat berpengaruh terhadap upaya percepatan pembangunan disegala bidang dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Menyikapi hal tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna telah melakukan berbagai upaya untuk membangun konektivitas tersebut, diantaranya dengan mengajukan berbagai kebutuhan terkait bantuan modal transportasi laut kepada Pemerintah Pusat,"ungkapnya. Dijelaskannya, mengingat program percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Natuna yang telah digulirkan oleh Presiden Republik Indonesia beberapa waktu lalu, usulan tersebut mendapatkan tanggapan positif dari Kementerian Perhubungan RI dengan diserahkannya 1 buah Kapal Pelayaran Rakyat (PELRA) berkapasitas 35 GT.(r/helmy ridar)

 

Ket Photo : Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Karimun, Agusman bersama Peserta Mengikuti Penyuluhan HIV/AIDS.

 

Karimun,(KT) - Dinas Pemuda dan Olahraha (Dispora) Kabupaten Karimun Provinsi Kepri melalui bidang kepemudaan menggelar penyuluhan HIV/AIDS kepada pelajar, mahasiswa dan perwakilan Organisasi Kepemudaan selama dua hari di Hotel 21 Karimun, penyuluhan tersebut resmi ditutup Kamis, (19/04/17).

 

 Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Karimun, Agusman mengatakan, penyuluhan ini adalah upaya pemerintah daerah untuk waspada terhadap penyakit HIV/AIDS, sebanyak tiga narasumber dihadirkan dalam penyuluhan ini, yakni dari Badan Penanggulangan AIDS Karimun, Badan Penanggulangan AIDS Provinsi Kepri serta Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, kata Agusman.

 

Agusman menyebut, tujuan diadakan penyuluhan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada peserta tentang HIV/AIDS, setelah wawasan tersebut mereka dapatkan diharapkan bisa menjadi benteng untung dirinya sendiri serta turut menyampaikan kepada teman, keluarga maupun masyarakat dilingkungannya, karena generasi muda mempunyai peranan penting dan tanggungjawab dalam menyelamatkan negeri harapnya.

 

Sementara itu, Erwan Muharuddin salah satu narasumber dari Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Karimun mengatakan bahwa pada tahun 2017 pihaknya menemukan lebih dari seratus orang yang positif HIV/AIDS di Kabupaten Karimun, rentang usia penderitanya adalah pada usia produktif, jadi kita mengharapkan agar pemerintah daerah lebih gencar lagi mengkampanyekan bahaya AIDS ini, pintanya.

 

Dijelaskannya, penderita HIV/AIDS di Kabupaten Karimun dari 67 persen penderitanya adalah pada usia 25-49 tahun, atau pada usia produktif, dari tahun 1999 sampai tahun 2017 lebih dari 1000 orang yang positif HIV dan lebih dari 500 positif AIDS, 140 orang diantaranya meninggal dunia, ini harus menjadi konsentrasi karena ini penyakit menular, terangnya. (DS)

Page 1 of 205

KALENDER BERITA

« April 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30