karimuntoday.com

Cahaya.Asia

 

  

Ket Photo : Terlihat Ruas Jalan yang Beberapa Hari Selesai di Kerjakan Dinilai Sangat Tipis dan Seperti Penyakit Kayap.

Karimun,(KT) -  Proyek Pengaspalan tambal Sulam di kerjakan oleh, CV. Cahaya Haviza dengan Konsultan Pengawas, CV Vitech Pratama Consultan dengan Nilai Kontrak, Rp. 1.603.933.00, Miliar, Sumber Dana APBD Kabupaten Karimun, Tahun Anggaran 2018, dengan Nomor Kontrak : 621/DISPU/PR/BM/V/14/2018, Dengan Paket Pekerjaan, Belanja Peningkatan Jalan TUGU MTQ-MASJID BAITURRAHMAN Kecamatan Karimun, Jangka Waktu Pelaksanaan, 180 (Seratus Delapan Puluh) Hari Kalender, Disenyalir terlihat seperti penyakit kayap, selain itu juga terlihat mutunya kurang baik dan tipis dan tidak menutup kemungkinan tidak akan bertahan lama akan terkelupas.

Hal tersebut dikatakan, Hermansyah SH masyarakat karimun kepada karimuntoday.com Minggu,(22/7/2018), Dia tidak habis pikir dengan anggaran sebegitu besar mutu pekerjaan pengaspalan yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana kegiatan kurang memuaskan, padahal kegiatan tersebut hanya sekedar tambal sulam,seharusnya dengan anggaran miliaran rupiah tersebut hasilnya sangat bagus, bukan sebaliknya, dan dia menduga proyek tersebut akibat kurangnya pengawasan dari pihak terkait.

“ Dia melihat proyek pengaspalan tambal sulam mulai dari Masjid Baitul Rahman Teluk Air sampai dengan arah Tugu MTQ terkesan asal jadi, pasalnya selain tipis juga tidak mulus dan tentunya tidak nyaman dipandang mata, sedangkan anggaran dikucurkan untuk proyek tersebut miliaran rupiah,” Tukasnya

Ditambahkanya lagi, Dia berharap kepada Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Kepri untuk turun lansung kelapangan melihat kondisi proyek tersebut sekaligus melakukan audit investigasi, apakah sudah sesuai dengan spek dan RAB atau tidak, andaikata ditemukan menyalahi mekanisme yang telah ditetapkan, diminta BPK Perwakilan Provinsi Kepri mengeluarkan recomendasi hasil temuanya ke penegak hukum,” Pintanya

Deang Amran,  salah salah seorang masyarakat karimun kepada karimuntoday.com juga mengatakan, Ya’ memang benar proyek pengaspalan tersebut kurang baik mutunya, dan terlihat tidak rapi, tadi saya liat didepan rumah saya, kurang memuaskan hasilnya,” Tutur Daeng singkat

Kadis PUPR Karimun, Zulpan ST Sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, terkait berapa centi meter ketebalan aspal tersebut di speknya, serta pengerjaanya disenyalir asal jadi, belum dapat dimintai tanggapanya.

Secara terpisah, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Kepri sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, terkait permintaan salah seorang masyarakat, agar BPK Perwakilan Provinsi Kepri melakukan audit investigasi terhadap proyek pengaspalan di kabupaten karimun tahun anggaran 2018, belum dapat dimintai tanggapanya. (*)

Penulis    : Lukman Hakim

Editor      : Helmy Ridar

 

Ket Photo : Para Ibu-Ibu Sedang Serius Memperhatikan Instruktur memberikan Arahan.

Karimun,(KT) – Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, menggelar pelatihan menjahit dalam rangka untuk memberikan ketrampilan kepada warga agar bisa berwira usaha untuk menopang ekonomi keluarga adapun kursus menjahit tersebut di selenggarakan di Balai Pertemuan Kantor Desa Pangke selama sepuluh hari kedepan.

Hal tersebut dikatakan, Efendi Kepala Desa Pangke kepada karimuntoday.com Sabtu,(21/7/2018), Ya’ saat ini sebanyak 25 orang ibu-ibu dari Desa Pangke sedang mengikuti kursus atau Pelatihan menjahit terhitung mulai tanggal, 17 s/d 27 Juli 2018, adapaun tujuan kursus menjahit ini salah satunya agar para ibu-ibu memiliki keahlian yang bermanfaat untuk keluarga maupun masyarakat banyak serta membuka lapangan pekerjaan.

“ Kursus menjahit ini tidak lain tidak bukan upaya pemerintah kabupaten melalui pemerintahan desa untuk mengupayakan agar kaum ibu-ibu memiliki ketrampilan yang nantinya kalau di dalami secara matang bisa menghasilkan uang, tentunya akan menambah pendapatan keluarga,adapun anggaran untuk pelatihan ini sumbernya berasal dari dana desa sebesar Rp, 34 Juta Rupiah,” Tukasnya

Ditambahkanya lagi, Program Pelatihan atau Kursus menjahit yang saat ini tengah berjalan tidak terlepas dari arahan bapak bupati karimun, H.Aunur Rafiq yang memberikan masukan kepada pemerintah desa, agar memanfaatkan dana desa untuk hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat desa, dan juga dikelolanya dana desa dengan baik, tentunya akan berdampak kepada kemajuan desa serta peningkatan ekonomi masyarakat desa,” Tutupnya

Secara terpisah,Roese Marija Pelabina Instruktur Kursus Menjahit kepada karimuntoday.com mengatakan, Dia memberikan kursus menjahit kepada ib-ibu desa pangke, di mulai dari awal, seperti pola setelah itu baru dijahit sampai mejadi pakian jadi, dan dia sangat memberikan apresiasi kepada para ibu-ibu yang mengikuti kursus menjahit, karena sangat serius dan benar-benar tekun mengikuti bimbingan yang diberikanya, dan dia juga berharap agar ibu-ibu tersebut kedepanya bisa menjadi penjahit propesional,” Imbuhnya (*)

Penulis    : Johanes Tambunan

Editor     : Helmy Ridar

 

 

 

  

Ket Photo : Jumadi Isman, Bacaleg DPRD Karimun,dari DPD Partai Perindo Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Karimun,(KT) – DPD Partai Perindo Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri beberapa hari nan lalu telah mendaftarkan Bacalegnya untuk mengikuti perhelatan pileg pada tahun 2019 ke Komisi Pemilihan Umum Daerah,(KPUD), Karimun, salah satu Bacaleg Partai Perindo yang di daftarkan adalah, Sekjen Partai Perindo yang akan ikut berkompetisi di Dapil 1 (Satu), Pulau Karimun Besar serta Kecamatan Buru.

Jumadi Isman, Bacaleg dari DPD Partai Perindo Karimun kepada karimuntoday.com Sabtu,(21/7/2018), Mengatakan, Memang benar dirinya maju menjadi Bakal Calon Anggota Legislatif di DPRD Karimun, Kepri, di usung oleh Partai Perindo Karimun, adapun niat untuk maju keparlemen tersebut, dia melihat masih banyak masyarakat saat ini kehidupanya dibawah garis kemiskinan terutama yang berdomisili di pulau yang nota bene mata pencahrianya sebagai nelayan dan bertani, dan apabila nantinya dia terpilih serta diberikan amanah oleh masyarakat sebagai wakil rakyat, program pertama yang akan dilakukanya adalah, meningkatkan ekonomi masyarakat dengan pola Usaha Kecil Menegah,(UKM), karena dia menilai UKM memiliki potensi yang sangat besar apabila di kelola dengan maksimal.

“ Saat ini kondisi ekonomi sangat lesu, lapangan pekerjaan sangat minim, salah satu solusi untuk menekan keterpurukan tersebut agar tidak semakin parah yakni salah satunya dengan cara menumbuh kembangkan Usaha Kecil Menegah, sehingga kesempatan masyarakat untuk berusaha semakin luas dan tentunya berdampak kepada penurunan angka kemiskinan serta pengangguran,” Tukasnya

Ditambahkanya lagi, Selain akan mendorong terciptanya UKM, Dia juga akan berusaha merubah pradigma selama ini seperti, nelayan tradisional ke nelayan modern agar nantinya, para nelayan benar-benar menikmati hasil dari tangkapanya dan tentunya berdampak kepada pendapatan perkapita para nelayan itu sendiri, begitu juga sector perkebunan dan pertanian, dia akan berusaha meningkatkan taraf kehidupan para petani dengan pola bantuan bibit durian dan lain sebagainya yang memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat menghasilkan pendapatan bagi para petani, tetapi semua itu tentunya tidak akan terlaksana apabila tidak didukung oleh masyarakat, oleh sebab itu, Dia berharap agar programnya tersebut dapat di realisasikan ditengah masyarakat ketika dirinya nanti duduk di parlemen,” Tutup Jumadi Isman juga Sekretaris Partai Perindo Karimun.  (*)

Penulis    : Rudi Erwandy

 

Editor      : Helmy Ridar

  

Ket Photo : Suswanto Bacaleg DPRD Provinsi Riau diusung oleh Partai NasDem Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Taluk Kuantan,(KT) – Pendaftaran Bakal Calon Anggota Legislatif di Komisi Pemilihan Umum Daerah, Provinsi maupun Pusat sudah usai, dan Partai Politik sudah mengantarkan Bakal Calon Anggotanya yang mengikuti perhelatan Pemilihan Anggota Legislatif, salah satu yang mengikuti perhelatan tersebut adalah salah seorang putra terbaik dari Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau yang diusung oleh Partai NasDem untuk menjadi Anggota DPRD Provinsi Riau, Nomor Urut, 8 (Delapan), dari Dapil VIII,Kuansing dan Indragiri Hulu dan ternyata siap mewakafkan dirinya untuk kepentingan masyarakat banyak.

Suswanto Bacaleg DPRD Provinsi Riau diusung oleh Partai NasDem kepada karimuntoday.com Sabtu,(21/7/2018), mengatakan, Ya’ Memang benar dirinya sudah didaftarkan oleh Partai NasDem ke Komisi Pemilihan Umum untuk mengikuti kompetisi pada perhelatan pileg pada Tahun 2019 nanti, adapun keikut sertaanya dalam pileg tersebut tidak terlepas dari panggilan nurani dan dukungan dari keluarga serta handai tolan, mendorong dirinya agar berkiprah di kancah dunia politik, karena masih ditemukan berbagai macam permasalahan ditengah masyarakat sampai saat ini belum terealisasikan, di antaranya, masalah batas lahan antara masyarakat dengan pihak perusahaan,akibatnya sampai saat ini kepastian hukum belum jelas, sehingga antara masyarakat dengan pihak perusahaan saling klaim kepemilikan lahan.

“ Dia menilai masalah krusial yang paling mendasar ditengah masyarakat terkait batas lahan pertanian dan perkebunan dengan pihak perusahaan, dan apabila dirinya nanti diberikan amanah oleh masyarakat menjadi anggota legislative masalah tersebut akan menjadi atensi dirinya untuk menyelesaikanya,” Tukas Suswanto

Ditambahkanya lagi, Selain masalah batas lahan masyarakat dengan pihak perusahaan yang akan menjadi pekerjaan rumahnya,(PR), Dia juga akan menjalankan Program Partai NasDem yakni,akan mendukung kepentingan daerah untuk memajukan di bidang infrastruktur serta Sarana dan Prasarana dan Bidang Perkebunan/ Pertanian serta berusaha mendongrak pendapatan perkapita masyarakat dengan cara bersinergi dengan pemerintah daerah atau provinsi membuka kesempatan kepada masyarakat untuk membuka usaha baru seperti Usaha Kecil Menegah,(UKM),dengan memberikan pinjaman modal lunak, apabila semua program tersebut dapat di realisasikan dengan baik, tentunya akan bisa menekan dan meminimalisir angka pengangguran serta membuka lapangan pekerjaan bagi usia produktif.

“ Impianya tersebut tentunya tidak akan terwujud apabila tidak disertai dukungan dari masyarakat sebagai pemilik suara dalam pemilihan legislative,oleh sebab itu dia berharap ketika hari pemilihan/pencoblosan nanti masyarakat dapat memberikan amanah kepadanya agar apa yang telah di programkan oleh dirinya dan partainya dapat terlaksana seperti yang diinginkan,” Tutupnya (*)

Penulis   : Roder

Editor      : Helmy Ridar

 

 

 

 

BATAM,(KT) - Empat dari 16 partai politik peserta Pemilu 2019 di Kota Batam tidak mengajukan angka maksimal untuk calon anggota legislatif (caleg). Adapun jumlah maksimal pencalonan yaitu sebanyak kursi Anggota DPRD Kota Batam, 50 orang.

 “Ada empat partai yang tidak gunakan pencalonan secara maksimal. PSI, Partai Garuda, PKPI, dan PBB,” kata Komisioner Bidang Teknis KPU Batam, Zaki Setiawan di Sekupang, kemarin.

Dijelaskan, Partai Garuda hanya mengajukan 16 bakal caleg. Rinciannya yaitu enam dari 13 kursi di daerah pemilihan (dapil) I. Kemudian tiga calon dari delapan kursi di dapil II dan III, dua calon dari sembilan kursi di dapil IV, serta dari enam kursi di dapil V.

Sementara di dapil VI, Partai Garuda tidak mengajukan bakal caleg sama sekali. “PKPI mengajukan 30 bakal caleg untuk dapil III-VI yang jumlahnya sesuai dengan pencalonan maksimal. Sedangkan dapil I dan II kosong,”jelas mantan wartawan Haluan Kepri itu.

 Ia memaparkan, PBB ajukan 34 bakal caleg. Dengan rincian tujuh calon dari 12 kursi di dapil I, delapan calon penuh di dapil II, tujuh dari delapan kursi di dapil III, tiga dari sembilan kursi di dapil IV, dua dari enam kursi di dapil V, serta tujuh kursi penuh di dapil VI.

“PSI mengajukan 40 calon. Rinciannya yaitu sembilan dari 12 kursi di daerah pemilihan I, penuh delapan kursi di dapil II, lima dari delapan kursi di dapil III, delapan dari sembilan kursi di dapil IV, lima dari enam kursi di dapil V, serta lima dari tujuh kursi di dapil VI,”urainya.

Menurutnya, tidak masalah kalau tidak maksimal. Karena tidak ada syarat minimal jadi kami tetap melanjutkan. Total ada 720 orang bakal caleg. Pendaftaran bakal caleg ini resmi ditutup Selasa malam. “Tahapan berikutnya adalah verifikasi berkas pencalonan. Proses verifikasi ini direncanakan selesai satu hari. Dan hasilnya akan disampaikan kembali ke partai politik bersangkutan,”tuturnya. (r/helmy ridar)

Editor : helmy ridar

Sumber : media center

 

 

Ket Photo : Papan Plang Proyek di Empat Lokasi Berbeda di Pulau Karimun Besar.

Karimun,(KT) – Lembaga Swadaya Masyarakat,(LSM), ICTI-NGO Kepri mempertanyakan proses lelang proyek,(tender), di kabupaten karimun, provinsi kepri, pasalnya dari hasil investigasi dilapangan terlihat ada beberapa perusahaan yang mengerjakan pekerjaan pengaspalan dan terkesan di monopoli.

Hal tersebut dikatakan, Kuncus Simatupang Ketua LSM ICTI-NGO Kepri kepada karimuntoday.com Kamis,(19/7/2018), Ya, dia tidak habis pikir ada beberapa item proyek dimenangkan oleh satu perusahaan saja dan consultan pengawas yang sama di lingkungan Dinas PUPR Karimun, semua itu terlihat adanya pengerjaan pengaspalan dilakukan di beberapa titik lokasi ketika dilakukan investigasi, bahkan terlihat hasil dari pekerjaan pengaspalan mutunya terlihat kurang berkualitas, dari situ sangat terlihat kurangnya pengawasan dari instansi terkait yang menangani proyek tersebut.

“ Dia berharap agar penegak hukum untuk melakukan penyelidikan terkait adanya salah satu perusahaan memenangkan proses tender dengan consultan pengawas yang sama, dan dia menduga telah terjadi kongkalingkong,untuk memenangkan perusahaan tersebut,” Tukasnya

Ditambahkanya lagi, Dia juga berharap kepada Inspektorat maupun BPK Perwakilan Provinsi Kepri untuk mengecek lansung kelapangan sebelum pekerjaan proyek tersebut dibayarkan kepada kontraktor pelaksana kegiatan, pasalnya dari kacamatanya ruas jalan yang di aspal tersebut terkesan asal jadi, mutunya sangat patut dipertanyakan begitu juga dengan ketebalanya apakah sudah sesuai dengan yang di RAB atau tidak,” tutupnya

Sementara, Direktur CV Cahaya Haviza sebagai Kontraktor Pelaksana sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya.

Secara terpisah, Zulpan ST Kepala Dinas PUPR Karimun, sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya terkait salah satu LSM di Kepri mempertanyakan proses lelang di instansi dipimpinya, dikarenakan ada ditemukan satu perusahaan memenangkan tender beberapa proyek serta terkesan monopoli belum dapat dimintai konfirmasinya.(*)

Penulis    : Lukman Hakim

 

Editor      : Helmy Ridar

 

Ket Photo : Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, M Syahir

BATAM, (KT) - Sebanyak 15 peserta seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kota Batam menjalani proses pembuatan makalah, Rabu (18/7). Tahapan kedua pasca seleksi administrasi ini dilaksanakan di Aula Lantai IV Kantor Walikota Batam.

Posisi yang akan diisi para peserta seleksi ada tiga. Yaitu Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perhubungan, serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan (Perakimtan) Kota Batam. “Makalah dibuat hari itu juga. Satu hari selesai. Tapi tema makalah sudah diberikan hari sebelumnya,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, M Syahir, tadi.

Dijelaskan, makalah untuk peserta seleksi Kepala Dinas Pendidikan harus dibuat dengan tema Terwujudnya Sumber Daya Manusia yang Madani, Beriman, dan Beramal Soleh Berbasis Al-Quran/Kitab Suci dan IPTEK. “Sedangkan tema makalah untuk posisi Kepala Dinas Perakimtan yaitu Terwujudnya Kawasan Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan yang Hijau, Berwawasan Lingkungan, Bersih, Aman, Nyaman, Religi dan Berkelanjutan.

Dan tema untuk makalah calon Kepala Dinas Perhubungan adalah Terselenggaranya Manajemen Transportasi yang Modern, Terintegrasi Antar Moda yang Aman, Nyaman, Tertib, Ramah Lingkungan dan Beretika,”ujarnya.

Setelah membuat makalah, ungkap Sahir peserta seleksi akan diminta untuk mempresentasikan isi makalah yang dibuatnya. Pemaparan makalah dan pendalaman materi dijadwalkan pada Jumat (20/7). Pada saat presentasi, tiap peserta diberi waktu 45 menit. Waktu 15 menit pertama digunakan untuk pemaparan. Dan 30 menit sisanya untuk pendalaman materi melalui tanya jawab dengan tim penilai.

Ia menambahkan, proses presentasi ini akan dinilai langsung oleh lima orang panitia seleksi (pansel). Terdiri dari dua unsur akademisi yakni Rektor Uniba Chablullah Wibisono dan Rektor UPB Nur Elfi. Kemudian satu orang tokoh masyarakat, Efendi Asmawi. Serta dua unsur Pemerintah Kota Batam, Sekretaris Daerah (Sekda) Jefridin dan Kepala BKPSDM M Syahir. “Pak Sekda sekaligus Ketua Pansel,”jelasnya.

Peserta seleksi calon kadis yaitu Samudin, Andi Agung, Hendri Arulan, Aidil Sahalo, dan Ardiwinata untuk posisi Kepala Dinas Pendidikan. Sedangkan posisi calon Kepala Dinas Perakimtan diminati Efriyus, Eryudhi Apriadi, Azril Apriansyah, Masrial, dan Demi Hasfinul Nasution. Sedangkan lima nama lainnya Rustam Efendi, Faisal Riza, Zulkifli Aman, Rudi Panjaitan, dan Zulkarnain melamar untuk posisi Kepala Dinas Perhubungan.

“Keseluruhannya merupakan pejabat eselon III di lingkungan Pemko Batam. Tiga nama saat ini sedang menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) dari tiap organisasi perangkat daerah yang diajukan di proses seleksi. Ketiganya yakni Rustam Efendi Plt Kepala Dinas Perhubungan, Hendri Arulan Plt Kepala Dinas Pendidikan, dan Eryudhi Apriadi Plt Kepala Dinas Perakimtan,”paparnya. (*)

editor : helmy ridar

 

sumber : media center

 

Ket Photo : Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim di Dampingi Kadispora, Melepas Kontingen Bola Kaki yang Mengikuti POPDA Tingkat Provinsi Kepri di Kabupaten Lingga, Didepan Rumah Dinas Bupati Karimun, Kamis,(19/7/2018).

Karimun,(KT) – Sebanyak 166 orang Atlit yang mengikuti POPDA di Kabupaten Lingga, dilepas oleh Wakil Bupati Karimun. H. Anwar Hasyim  di Rumah Dinas Bupati Karimun,Kamis,(19/7/2018).

Wakil Bupati Kabupaten Karimun, H. Anwar Hasyim dalam kata sambutanya  mengucapkan selamat jalan dan kembali dalam mengikuti POPDA Tingkat Provinsi Kepri di Kabupaten Lingga diminta agar Atlet Karimun harus bisa bersaing dengan kabupaten kota yang lain se kepri,jangan pantang menyerah dan siap melaksanakan amanah, dan tanggung jawab ini ada di adik adik yang mengikuti POPDA kepri tahun ini agar nantinya bisa mengukir prestasi

 “ Dia berharap, dalam perlombaan nanti kekompakan harus tetap terjaga dan jaga profesionalisme dalam bertanding upayakan kita harus lebih baik dari atlit lainya yang terpenting tanamkan semangat dalam diri untuk meraih prestasi terbaik dalam membesarkan dan mengharumkan nama daerah,” Tukasnya

Secara terpisah,  Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Karimun, Sukari.SH.MH mengatakan, para peserta  yang mengikuti POPDA sebanyak 166 orang yang terdiri dari 10 cabang atlet peserta,mereka peserta atlet merupakan hasil dari seleksi melalui 5 UPTD Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun.

Lanjutnya, Khusus untuk atlet bola kaki hari ini diberangkatkan karena besok sudah bertanding, dan para atlet yang lain akan di beragkatkan besok dengan menggunakan kapal langsung menuju ke Kabupaten Lingga, nantinya pembukaan POPDA Tingkat Provinsi  akan di buka langsung oleh Gubernur Kepri, H.Nurdin Basirun pada tanggal (24/7/2018),mendatang.

 “ Untul lawan terberat  dalam ajang POPDA  tersebut berasal dari kota Batam,karena saat ini  prestasi yang dimiliki oleh Atlit Karimun untuk saat ini hanya sampai juara tiga,dan semoga di POPDA Tahun ini prestasi tersebut dapat ditingkatkan dan bisa meraih peringkat ke satu,” Tutupnya (*)

Penulis   : J Nababan

 

Editor      : Helmy Ridar   

 

Ket Photo : Buku Sejarah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Karimun, (KT) – Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan pada Tahun 2017 silam mendapatkan Proyek Pengadaan Buku Sejarah Karimun yang di cetak lansung di percetakan di karimun, beberapa kalangan mempertanyakan terkait kenapa tidak dilakukan proses lelang, karena pagunya sebesar Rp. 250 juta rupiah.

Hal tersebut dikatakan, H. Jamri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayan Karimun, kepada  karimuntoday.com Kamis,(19/7/2018), di ruang kerjanya mengatakan, Ya’ memang benar pada tahun 2017 silam ada proyek pengadaan Buku Sejarah Karimun dengan anggaran sebesar Rp. 250 Juta rupiah, dan mengenai kenapa proyek tersebut tidak dilakukan lelang, karena, Total anggaran untuk pengadaan buku tersebut hanya berkisar, Rp.177 juta rupiah, oleh sebab itu dilakukan Penunjukan Lansung,(PL).

“ Anggaran untuk cetak Buku Sejarah Karimun tersebut hanya Rp. 177 Juta Rupiah belum termasuk pajak, dan mengenai pagunya sebesar Rp. 250 Juta Rupiah beberapa item diperuntukan untuk, Perjalanan Dinas, ATK dan Lain-lain, oleh karena anggaran cetak hanya sebanyak itu makanya dilakukan Penunjukan Lansung,” Tukasnya

Ditambahkanya lagi, Adapun Buku Sejarah Karimun tersebut di cetak sebanyak 750 buah, sebahgian sudah di distribusikan ke setiap kecamatan yang ada di kabupaten karimun sebanyak,455 buah dan diberikan kepada tamu yang datang dari luar kota (cendra mata) sebanyak, 56 buah dan sisanya saat ini masih ada di kantor perpustakaan sebanyak, 239 buah, dan rencana sebahgian buku tersebut akan didistribusikan kembali,” Tutup Kadispar didampingi Suroto sebagai PPTK Pengadaan Buku tersebut. (*)

Penulis    : Lukman Hakim

Editor      : Helmy Ridar

 

 

 

Ket Photo : Terlihat Akses Jalan ke Rumah Pribadi Wabup Kuansing sangat Mulus jauh Berbeda dengan Ruas Jalan di Desa Gunung Kesiangan dan Banjar Benai terlihat Rusak Parah Penuh dengan Berlobang.

Kuansing,(KT) -  Proyek Pengasapalan menuju kediaman pribadi Wakil Bupati Kuansing yang dikerjakan pada Tahun 2017 silam apakah sudah masuk skala proritas atau sebaliknya, pasalnya masih banyak ruas jalan kondisinya masih memprihatinkan ditemukan di kabupaten kuansing, riau.

Menyikapi hal tersebut, Trian Zulhadi, Pengamat Ekonomi Riau dan dosen PNS UIN kepada karimuntoday.com Rabu,(18/7/2018), mengatakan,Pembangungan infrastruktur jalan ke rumah wabup itu sah - sah saja.

Asalkan tidak mengabaikan pembangunan infrastruktur yang sangat prioritas seperti contoh masih banyak ditemui infrastruktur jalan yang rusak parah di kuansing yang perlu di perbaiki,” pertanyaanya, apakah pengaspalan jalan menuju rumah pribadi wabup tersebut skala proritas, tanyakan lansung ke wabup.” katanya

Ditambahkanya lagi, nah’ infrastruktur jalan kalau sudah bagus dan lancar akan berdampak positif signifikan terhadap perekonomian desa itu sendiri karena akses transportasi antar desa menjadi pendek dan lancar tentunya hal ini juga menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan yang berkeadilan,” Tutupnya

Secara terpisah, Wakil Bupati Kuansing, H. Halim sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya, terkait pengasapalan menuju rumah pribadinya, sedangkan ruas jalan sebagai akses masyarakat di pedesaan masih banyak yang rusak parah, belum dapat dimintai konfirmasinya. (*)

Penulis   : Roder

 

Editor      : Helmy Ridar

Page 1 of 235

KALENDER BERITA

« July 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31