humas karimun
humas karimun

karimuntoday.com

 

Ket P;hoto : Bunda PAUD Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Ibu, Dra.Hj.Emi Safitri Mursini dan Camat Kuantan Mudik, Drs.Jevrian Apriadi.MSi. 

 

Lubuk Jambi,(KT) – Bunda PAUD Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Ibu, Dra.Hj.Emi safitri mursini menghadiri kegiatan gerakan nasional pembelajaran aku anak jujur (Gernas Manjur II) di Kecamatan Kuantan Mudik tempatnya di Venue Dayung Kebun Nopi Lubuk Jambi (20/5/2017), sabtu pagi.

 

 Kegiatan Gernas Manjur II ini dibuka langsung oleh bunda paud kab.kuansing Dra.Hj.Emi safitri mursini dengan tema Melalui penguatan pendidikan karakter anak usia dini, kita sonsong lahirnya generasi cerdas berintegritas.

Dalam sambutanya bunda paud kab.kuansing Dra,Hj.Emi safitri mursini menyampaikan dengan kegiatan gernas manjur ini mengajak kita intropeksi diri bagaimana cara kita mendidik anak-anak kitam ujarnya mengakhiri.

 

 Kemudian Camat Kuantan Mudik,Drs.Jevrian Apriadi.MSI dalam kata sambutanya menyampaikan, bahwa Bahwa jagan anak saja yang kita suruh berbuat jujur , akan tetapi kita sebagai orang Tua harus memberikan contoh di setiap kata diucapakan harus berkata jujur,sehingga bisa menjadi patokan bagi anak, dan paling utama, ketika anak berbuat salah, jangan dilakukan dengan kekerasan, bombing dengan nasehat atau berikan contoh yang masuk dalam alam pikiranya, ketika seseorang berbuat tidak jujur,”  Imbuhnya

 

Pantauan karimuntoday.com dilpangan,Acara tersebut dihadiri oleh Ibu bupati beserta pengurus paud kabupaten, Danramil, Kapolsek, UPTD pendidikan, KUA dan UPTD KESEHATAN.serta PAUDNI Kecamatan Kuantan Mudik.(Eki Maidedi)

 

Ket Photo :Rahmita Lutfi, Dosen Ekonomi Universitas Riau. Ketua Mondek Kuantan Singingi Indonesia. (INOKU INDONESIA)

 

Pekanbaru,(KT)  - Berawal akan kerinduan kampung halaman dan saling berbagi di perantauan, tercetus bagi perempuan asal Kuantan Singingi untuk membentuk organisasi tempat berhimpun. Untuk sementara organisasi ini diberi nama IKATAN MONDEK KUANTAN SINGINGI INDONESIA (INOKU INDONESIA) yang di ketuai oleh Rahmita Lutfi, Dosen Ekonomi Universitas Riau.

 

 Istilah Mondek ini diambil dari bahasa asli Kuansing yang berarti Ibu atau Mak. Nama ini agak unik untuk menunjukkan identitas daerah bahwa perkumpulan ini adalah perkumpulan perempuan-perempuan berdarah Kuansing. "Nama dan ketua hanya bersifat sementara. Secara perlahan kita akan merumuskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi termasuk masalah nama ini," ujar Rahmita.

 

Ditanya awal terbentuknya organisasi ini, pengurus IKKS Pekanbaru ini menjelaskan bahwa tidak terlepas dari keinginan untuk bersilahturahmi dan berkumpul. "Awalnya dari chating di whatshapp kawan-kawan ingin berkumpul sesama perempuan Kuansing dan akhirnya terpikir untuk membentuk organisasi bagi perempuan-perempuan Kuansing di Perantauan. Alhamdulillah kita sudah melaksanakan kegiatan 2 kali wirid dari rumah ke rumah..

 

Lebih lanjut anak prof Muchtar Lutfi, orang Kuansing pertama yang menjabat sebagai rektor di Universitas Riau ini menyatakan bahwa begitu banyak perempuan-perempuan Kuansing yang hebat-hebat dan menduduki kedudukan strategis di berbagai bidang. Tetapi rasa cinta mereka terhadap kampung halaman, Kuantan Singingi tak pernah luntur dan bahkan ingin berkontribusi dalam membangun Kuansing. "Inilah yang membuat kita sepakat untuk membentuk ikatan ini," Cetusnya.

 

 Pembentukan ikatan ini mendapat respon positif dan tidak saja diikuti oleh perempuan-perempuan yang berdomisili di Pekanbaru saja tetapi ada yang tinggal di Jepang dan Amerika Serikat. Siapapun boleh bergabung yang mempunyai ikatan dengan Kuansing, baik suami/istri asal Kuansing, datuak/ino/orang tua asal Kuansing, dan lain sebagainya tanpa melihat latar belakang. Terbuka bagi siapa saja untuk saling berbagi. Bagi yang ingin bergabung silahkan invite WA 08127531780," tambahnya.

 

 Meski baru terbentuk mondek-mondek ini berkomitmen akan memberikan sumbangsih demi kemajuan perempuan-perempuan Kuansing di Indonesia dan Insya Allah akan melakukan MONDEK AWARD bagi perempuan perempuan Kuansing yang berjasa dibidangnya dan program lain pada peringatan hari ibu nanti.

 

“ Rahmita berharap organisasi Ikatan Mondek Kuansing ini berdiri di seluruh provinsi di Indonesia dan menghimbau kepada perempuan-perempuan berdarah Kuansing di Indonesia untuk bergabung di dalamnya sebagai tempat berhimpun perempuan-perempuan Kuansing.” Pintanya ( Eki Maidedi).

  

Ket Photo : Wakapolres, Kompol.M.Idris,S.ag, sedang Memberikan Kata Sambutan.

 

Teluk Kuantan,(KT) – Bertempat dilapangan Upacara Mapolres Kuansing dilaksanakan Kegetian Memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke -109, Upacara dipimpin lansung oleh, Wakapolres Kuansing beserta Para petinggi di Mapolres Kuansing, Provinsi Riau.

 

Dalam Kata sambutanya, Wakapolres, Kompol.M.Idris,S.ag, mengatakan,Tujuan dilaksanakanya Upacara Memperingati Hari Kebangkitan Nasional ini adalah, Menanamkan Jiwa Nasionalisme kepada seluruh personil di polres kuansing agar tetap cinta tanah air dan semangat mengabdi kepada Bangsa dan Negara.

 

“ Forum Penyampaian Informasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bahwa Nawa Cita Presiden Jokowi salah satunya adalah Pemerataan Pembangunan Indonesia yang berkeadilan sebagai Wujud Kebangkitan Nasional,” Tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Hari Kebangkitan Nasional ini  dilaksanakan secara serentak diseluruh Indonesia,artinya, bukan hanya di kuantan singingi saja,dan juga Harkitnas merupakan hari dimana rakyat Indonesia memperingati proses terbentuknya bangsa dan penting sebagai pengingat terhadap kesatuan bangsa,” Ujar Wakapolres

 

Dalam Pantauan dilapangan terlihat hadir Upacara Harkitnas, Sabtu,(20/5/2017),Para Kabag ,Para Kasat ,Para Kasi ,Para Kapolsek beserta Jajaran,Dan Kurang Lebih 120 Orang Personil Gabungan Polres dan Polsek. (Eki Maidedi/hms polres)

 

 

 

 

Ket Photo : Ardizal Ka,UPTD Kesehatan Lubuk Jambi bersama Eki Maidedi, KPW.karimuntoday.com di Kediamanya.

 

Lubuk Jambi,(KT) – Tambang Emas Ilegal di Desa Bukit Pedusunan, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, sudah mendapatkan titik terang, ternyata lokasi yang dijadikan penambangan emas tersebut, bukan hanya, Ka.UPTD Kesehatan Lubuk Jambi saja, tetapi di atas lahan tersebut ada 6 orang sebagai pemilik lahan, salah satunya, Ka.UPTD tersebut.

 

Hal itu dikatakan, Ardizal Ka.UPTD Kesehatan Kecamatan Lubuk Jambi, ketika dikonfirmasi karimuntoday.com, Sabtu,(20/5/2017), di kediamanya mengatakan, Aktivitas tambang emas illegal di lahan miliknya, dia tidak mengetahui sama sekali, dia baru tahu ketika ada temannya mengatakan, ada berita di media online,karimuntoday.com,yang menyatakan bahwa, aktivitas tambang emas illegal dilahan miliknya, di Desa Bukit Pedusunan, dan dia lansung membaca, setelah dia baca, dia pun terkejut, dan ke esokan harinya, dia lansung mendatangi lokasi lahanya, ternyata memang benar dilahan miliknya terlihat aktivitas penambangan emas dengan menggunakan dompeng.

 

“ Ya dia sudah memberikan teguran secara lisan kepada oknum-oknum yang menambang emas dilahan miliknya, namun, setelah satu minggu berlalu teguran tersebut, rupanya belum di indahkan oleh oknum-oknum tersebut, buktinya sampai sekarang masih beroperasi di lahanya, dan hari ini dia akan memberitahukan lagi agar oknum tersebut jangan mendompeng dilahanya, andaikata satu dua hari ini, masih juga beraktivitas di lahan miliknya, maka dia akan melaporkan ke penegak hukum,” Tuturnya

 

Ditambahkanya lagi, Adapun oknum-oknum pemilik lahan yang dijadikan tambang emas illegal diantaranya, Marwan,Anas, Cipun, Parto, Duat dan dirinya, mengenai kelima orang tersebut, dia tidak mengetahui apakah mereka memberikan izin menambang emas illegal dilahanya atau tidak, kepada oknum pengusaha tambang emas tersebut,” Pungkasnya

 

Secara terpisah, Zubirman MY SH, Praktisi Hukum di Kuansing, berharap agar Kapolda Riau untuk turun lansung menghentikan aktivitas tambang emas ilegal tersebut, pasalnya dia melihat, mulai dari tingkat polsek sampai polres tidak punya kemampuan untuk membumi hanguskan tambang emas ilegal di lubuk jambi serta muara lembu," Cetusnya  (Eki Maidedi)

 

Ket Photo : Rudi Palo Ka.Satpol PP Kabupaten Lingga,Provinsi Kepri, Usai Melantik Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

 

Lingga_(KT) - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lingga,Provinsi Kepri,  melantik 220 orang Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang berada di seluruh Desa di 5 Kecamatan, yaitu Kecamatan Singkep, Singkep Barat, Singkep Selatan, Singkep Pesisir dan Posek.

 

Dalam sambutannya,Kasatpol PP Lingga, Rudipalo berharap agar seluruh anggota Satlinmas dapat bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam menjaga keamanan lingkungan di tempat mereka masing masing bertugas.

Adapun pelantikan tersebut Bertempat di Gedung Nasional Dabo Singkep, acara ini juga di hadiri oleh seluruh Kepala Desa dan Camat yg menyaksikan acara pelantikan tersebut.

 

" Pada hari ini kami mewakili Pemerintah Kabupaten Lingga juga akan menyerahkan insentif kepada seluruh anggota satlinmas yangg telah di lantik sesuai dengan SK Bupati Lingga" demikian ungkap Rudipalo (19/5) kepada karimuntoday.com dalam acara tersebut.( Amri)

 

Ket Photo : Aktivitas Tambang Emas Ilegal,(net).

 

Teluk Kuantan,(KT) – Penambangan Emas Tanpa Izin di Desa Bukit Pedusunan Kecamatan Lubuk Jambi, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, lahanya, ternyata milik salah seorang oknum pegawai UPTD Kesehatan sampai saat ini masih terlihat beraktivitas, tanpa ada rasa takut,(kebal hukum), tentu sangat menjadi pertanyaan dari masyarakat sekitar,aparat penegak hukum kepolisian  di daerah seakan-akan tidak punya nyali untuk melakukan tindakan tegas.

 

Hal tersebut dikatakan,Praktisi Hukum, Zubirman MY SH di kuansing kepada karimuntoday.com Jumat (19/5/2017), Dia tidak habis pikir  sampai saat ini aktivitas penambangan emas illegal di desa bukit pedusunan, kecamatan kuantan mudik, masih tetap beroperasi, padahal, aktivitasnya sangat meresahkan masyarakat, karena dia mendapatkan informasi kurang lebih satu kilo meter dari lokasi tambang tersebut, ada kerambah ikan masyarakat, celakanya lagi, ternyata lahan yang di tambang emas tersebut  katanya milik salah seorang oknum pegawai UPTD Kesehatan di Lubuk jambi.

 

“  Dia berharap agar bapak  kapolda riau untuk turun tangan lansung menutup aktivitas tambang emas illegal tersebut, pasalnya, dia melihat aparat kepolisian mulai dari polsek  kecamatan lubuk jambi sampai dengan polres kuansing, tidak memiliki keberanian untuk melakukan penutupan terhadap tambang emas illegal tersebut,” Cetusnya

 

Ditambahkanya lagi, Dia berasumsi apabila penambangan emas illegal di desa bukit pedusunan, kecamatan lubuk jambi, serta di muara lembu tidak dibumi hanguskan, maka kedepanya, tidak menutup kemungkinan akan tumbuh seperti jamur tambang-tambang emas illegal di kabupaten kuansing, seperti dahulu lagi, karena masyarakat menilai aparat penegak hukum tidak begitu serius melakukan tindakan tegas, terhadap aktivitas tambang emas illegal tersebut,” Tuturnya

 

Secara terpisah, Ardizal Oknum Pegawai UPTD Kesehatan Lubuk Jambi pemilik lahan yang dijadikan tambang emas illegal, sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya

 

Kepala Kepolisian Daerah Riau, irjen Pol.Zulkarnain sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya terkait permintaan salah seorang praktisi hukum di kuansing agar bapak kapolda turun lansung melakukan penutupan aktivitas tambang emas illegal di kabupaten kuansing,provinsi riau, pasalnya dia melihat, kapolres kuansing kurang serius membumi hanguskan aktivitas tambang emas illegal tersebut,” Pungkasnya (*)

 

 

Ket Photo : Tokoh masyarakat dari Empat Kecamatan di Karimun, mengikuti Sosialisasi.(lk)

 

Karimun,(KT) - Pemerintah Kabupaten Karimun menggelar sosialisasi  Peraturan Daerah Perda Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah,Perda Nomor 8 tahun 2015 Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS serta Perda nomor  8 tahun 2016 Tentang Tanggung jawab Sosial Perusahaan di Aula Meeting Room Hotel Balai View,Kamis (18/5/2017) dengan pagu anggaran sebesar Rp100 Juta.

 

Sosialisasi produk hukum ini di ikuti oleh tokoh masyarakat yang ada di empat kecamatan Karimun diantaranya,Kecamatan Karimun,Meral,Meral Barat dan Tebing.dari 60 undangan peserta hanya 40 peserta yang menghadiri kegiatan sosialisasi ini.

Kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) yang di selenggarakan oleh Bagian hukum Pemerintah Kabupaten Karimun di laksanakan tiga produk hukum sekaligus dengan tema”Melalui Sosialisasi Peraturan Daerah Mari Kita Tingkatkan Pengetahuan dan Pemahaman Terhadap Produk Hukum Daerah Kabupaten Karimun Untuk di Terapkan Dalam Kehidupan Bermasyarakat.

Kasubag hukum bidang dokumentasi Pemkab Karimun Yanti yang juga selaku PPTK kegiatan ketika di konfirmasi di sela-sela acara berlangsung mengatakan dirinya tidak bisa memberikan penjelasan terkait kegiatan sosialisasi ini,”mohon maaf saya tidak bisa menjelaskannya berhubung saya baru menjabat,”jelasnya.

Selai itu Yanti juga tidak mengetahui pasti konsep kegiatan teknis acara sosialisasi produk hukum peraturan daerah yang sedang di gelarnya,”silahkan saja dengar dan lihat sendiri acara sosialisasi kami pak,untuk lebih jelasnya silahkan tanya sama bu Dwi,”katanya dengan gagap.

Terpisah,Kabag Hukum dan Organisasi Tatalaksana Setdakab dijabat Nurbaiti Dwi Kurnia ketika di konfirmasi via hp selularnya mengatakan kegiatan sosialisasi Perda yang kita gelar hari ini merupakan produk hukum daerah yang nantinya masyarakat bisa lebih memahami serta dapat di terapkan di dalam kehidupan bermasyarakat,”terang Dwi ketika dilansir diliputankepri.com

Kemudian kata Dwi,peserta yang ikut dalam kegiatan sosialisasi Perda ini pada umumnya dari  tokoh masyarakat yang ada di empat Kecamatan yang ada di Karimun,berharap nantinya peserta ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat,”benar kita mengundang sebanyak 60 peserta namun yang datang baru sekitar 40 peserta,”ujar Dwi.

Saat ditanya berapa dana yang dianggarkan dalam kegiatan sosialisasi Perda ini,”Dwi menjawab sekitar Rp100 Juta dengan jumlah kuota peserta sebanyak 60 orang,”semua sudah kita kondisikan,dana yang kita anggarkan dalam kegiatan ini sudah sesuai dengan RKA,walaupun peserta yang datang 40 orang tetap kita hitung termasuk uang saku peserta,”papar Dwi mengakhiri.(*)

 

Ket Photo : Muklansyah Ketua LSM RCW Kepri saat Melaporkan Kasus Korupsi di Kejaksaan Karimun, beberapa Bulan Silam.

 

Karimun,(KT) – Kurang lebih satu tahun silam pihak Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun, provinsi Kepri mengusut dugaan tindak pidana Korupsi pada Proyek Eskalasi In'door Gelanggang Olah Raga milik Pemkab Karimun,hingga kini belum ada kejelasan bahkan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

 

Mangkraknya penuntasan kasus tersebut menjadi sorotan serius dari LSM RCW Kepri, karena kasus tersebut dari awal dilakukan pengusutan oleh pihak kejari karimun, sampai dengan melakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan terhadap beberapa orang oknum pegawai dinas pu karimun, dia telah melakukan pemantauan.

 

Hal tersebut dikatakan, Muklansyah Ketua LSM RCW Kepri kepada karimuntoday.com, Jum’at (19/5/2017),Ya dia sudah mengikuti kasus ini dari mulainya dilakukan penyelidikan oleh pihak kejaksaan negeri karimun pada tahun 2016 silam,anehnya sudah memasuki pertengahan tahun 2017,kasus tersebut tidak pernah naik kepenyidikan, bahkan terkesan hilang ditelan bumi, oleh sebab itu dalam waktu dekat dia akan melaporkan kasus tersebut ke Kejati Kepri.

 

“  Dia melihat Kejaksaan Negeri Karimun setiap kasus dugaan korupsi ketika dilingkup pemerintahan pemkab karimun terlihat kurang serius untuk menuntaskanya salah satunya kasus eskalasi, dan tentunya menjadi pertanyaan besar, oleh sebab, itu dia sudah mengambil keputusan untuk melaporkan kasus ini ke Kejati Kepri, dan apabila, mandeg juga di Kejati Kepri,maka dia akan melaporkan ke Kejagung RI,” Tegasnya

 

Ditambahkanya lagi,kasus Eskalasi tersebut sudah masuk dalam tahap pemeriksaan sejumlah saksi, hingga Direktur pemenang Tender asal kota Pekan Baru. Dalam Dugaan Tipikor tersebut, disenyalir negara berpotensi mengalami kerugian hingga 1,8 Miliar lebih ditahun 2009 silam.


" Kalau tidak salah, sejumlah saksi dari pihak PU Karimun sudah diperiksa, mulai dari Sekretaris, PPTK dan sejumlah oknum staf lainnya, tapi kok tiba-tiba senyap ya?. Perkiraan kerugian negara dalam kasus dugaan tipikor Eskalasi tersebut berpotensi hingga 1,8 Miliar rupiah." terangnya lagi.


Selain Indikasi penyelewengan keuangan Negara, Kasus Eskalasi tersebut juga dapat dipidana, pasalnya, terindikasi Tanda tangan Direktur pemenang proyek tersebut sengaja dipalsukan. Hal tersebut terlihat jelas dalam surat pencairan yang dikemas dalam 3 tahap.


" Bukti pembayaran yang ditransfer lewat Bank, dan dukumen lainnya. Tampak jelas tanda tangan pemilik perusaan dipalsukan, karena sangat berbanding jauh dengan tanda tangan aslinya," Tutur Mulkan

 

Secara terpisah, Kejari Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai tanggapanya, terkait sudah sejauh mana perkembangan penyelidikan dugaan korupsi dana eskalasi In’door Gelanggang Olah Raga, serta adanya dugaan pemalsuan tanda tangan pemilik perusahaan yang dipalsukan untuk melakukan pencairan dana, serta adanya tudingan bahwasanya tidak serius menangani perkara tersebut dan salah satu LSM di Kepri akan melaporkan ke Kejati Kepri, belum dapat dimintai konfirmasinya.(*)


 

 

 

Ket Photo : Bupati Karimun, H.Aunur Rafiq.

Karimun,(KT) - Bupati Karimun Aunur Rafiq bersama anggota FKPD Karimun seperti Kapolres AKBP Armaini, Danlanal Totok Irianto, Ketua PN Fathul Mujib dan Kadis Perdagangan, Muhammad Yosli meninjau persedian sembako ke Bulog dan distributor, Senin (15/5/2017).

 

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetahui persedian sembako menjelang masuknya bulan suci umat Islam yakni Ramadan yang diperkirakan jatuh pada 27 Mei mendatang.

 

Hasilnya, persediaan beras Karimun saat ini mengalami kekurangan sekitar 2.000 ton dari kebutuhan 3.000 ton per bulan. Namun begitu, Rafiq mengaku akan terus mendorong para distributor beras yang berjumlah 20 pengusaha segera mendatangkan pasokan berasnya ke Karimun.

 

"Kebutuhan beras Karimun per bulan hampir mencapai 3.000 ton. Saat ini tersedia sekitar 1.000 ton, artinya masih kurang 2.000 ton lagi.

 

Tapi jangan panik, kami dan para distributor akan berusaha mengatasi secepatnya," janji Rafiq usai meninjau gudang beras Ahi di Kelurahan Seilakam, Kecamatan Karimun, Senin.

 

Bulog Karimun juga kata Rafiq saat ini masih menyimpan sebanyak 400 ton beras miskin (raskin) atau kini disebut beras sejahtera (rastra). Stok tersebut diyakini mampu bertahan hingga Juli mendatang.

 

"Dalam waktu dekat Bulog rencananya juga akan mendatangkan sekitar 500 ton beras premium. Itu juga akan sangat membantu," kata Rafiq. (sumber:tribunnews.com))

 

 

 

Ket Photo :Penasehat Percasi Ismet Inonoe juga Mantan Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia, (PWI),Provinsi Riau.

 

Teluk Kuantan,(KT) – Persatuan Catur Seluruh Indonesia,(Percasi),Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau saat ini telah menyiapkan 15 pencatur yang akan ikut bertarung di kejurda yang akan digelar di Kabupaten Bengkalis pada tanggal, (22 s/d 25 Mei  2017), selain kontingan yang berangkat ikut juga team official adapun kompetisi kejurda catur riau tersebut dilaksanakan selama 2hari,mulai, kontingen akan diberangkatkan pada tanggal 21 mei 2017,satu hari sebelum ajang bergensi tersebut di buka.

 

Adapun susunan kepengurusan percasi terdiri dari *Ketua Romi alfita putra SE *Ketua harian aprisal *Sekretaris khairudin,S.Sos,M.Si *Penasehat percasi ismet inonoe mantan wakil ketua (PWI) riau Namun saat ini kita dari kontingen kuansing belum bisa memastikan berangkat mengikuti percasi,karena menyangkut persoalan biaya,kita masih terkendala, oleh sebab itu kita berharap adanya dukungan donatur untuk membantu agar atlit catur dari kuansing, bisa mengikuti kejurda tersebut.

 

Sebelum berangkat, tim sudah melakukan Seleksi ditaman catur desa sawah teluk kuantan selama 2hari dari tanggal (17-18 2017). Menurut hematnya yang sangat diperlukan untuk meningkatkan percasi itu,kita harus mendatangkan master nasional,walaupun hanya 1orang,namun harus bisa juga bekerja sama dengan baik bersama pemda. Sebetulnya di kabupaten kuantan singingi banyak memiliki Bibit/kader pencatur yang cukup mahir dan handal,namun kita butuh anggaran untuk mendatangkan master nasional untuk pelatih,supaya target kemampuan yang kita ingini tercapai.

 

Menurutnya,Dikuansing kita cuma punya 1orag yang master percasi (MP), MP ini pun masih tingkat yang terbawah, Jadi kondisi kualitas percasi kita sebagian besar dikuansing masih pemain alam untuk saat ini Tapi periode saat ini sudah mau habis Untuk pemilihan pengurus orang-orang yg betul-betul mau bekerja,kita Tentu harus berhubungan baik dengan pemda.

 

“ Kalau  bisa dibangun sekolah catur di kuansing,sasaranya anak-anak muda mulai dari SD sebagai pengkaderan/ bibit, sampai ke ringkat SLTP maupun Tingkat SLTA sederajat,intinya kuansing harus bekerja keras.tinggal itu aja lagi disampaikan penasehat percasi kuansing,”  Ismet inonoe dengan tegas.

 

Harapan dia kalau ada donator atau perusahaan bersedia membangun sekolah percasi dikuansing,kalau masalah pengelolaan,apabila sekolahnya ada tentu bisa mencetak kader-kader yang handal,tapi sekarang kan tidak ada padahal selama ini dia lihat, di kuansing dikelilingi oleh perusahan-perusahaan besar seperti RAPP,TBS,CRS dan lain sebagainya,akan tetapi tidak ada perhatian tentang hal ini atau karena tidak dihubungi pengurus atau bagaimana dia juga tidak tahu Harapan dia agar  perusahan-perusahaan besar yang ada di kuansing ini bersatu untuk mensuport generasi-generasi muda yang ada dikuansing kedepanya kearah yang lebih baik lagi, seperti harapan kita untuk membangun sekolah catur ini dikuansing

 

 Adapun anggota kontingen yg mewakili percasi kuansing yg akan diberangkatkan nanti diantaranya dari senior sebanyak 6org 1).jaharudin master percasi 2).khairudin msi 3).dian prana putra spd 4).ayuplana 5).amarudin 6).aprison Yunior putra 2org bernama Gatot.S. dan Nanda ginting dipihak yg Putri 2org bernama Tri astuti dan Riyonita kemudian Yunior SD 1org Vina lestari Target kita meloloskan 2org atlit,senior1 yunior 1 putra nanda ke jurnas.

 

“  Kita dari kontingen sudah seratus persen siap,tinggal masalah pendanaan aja lagi,kita sudah hubungi sekda kuansing namun smpai saat ini sekda kuansing memperhatikan kontingen ini,” ujar ismet inonoe  didampingi,Dian bendahara percasi sekaligus pelaksana seleksi kepada karimuntoday.com. (Eki Maidedi)

Page 1 of 671

KALENDER BERITA

« October 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          
DISPENDA KARIMUN
DISPENDA KARIMUN