JAWA TENGAH

ISMEI Gelar Konsolidasi, Dalam Rangka Memberi Masukan Pemerintah Soal Reformasi Industri 4.0.

 

 

KARIMUNTODAY.COM, JAKARTA – – Ratusan mahasiswa bidang ekonomi yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI),Rabu (5/12) mengadakan konsolidasi dalam rangka merumuskan program ekonomi milenial dan Revolusi Industri 4.0 guna stabilitas pembangunan ekonomi di Hotel Amos Cozy Jakarta Selatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan masukkan kepada pemerintah di era persaingan usaha dan industri global.

Menurut Andi Rante, Sekretaris Jenderal ISMEI dalam konsolidasi yang mengangkat tema “Gerakan Ekonomi Milenial Peluang Dan Tantangan Indonesia Dalam Revolusi Industri 4.0 Demi Sustainabilitas Pembangunan Ekonomi” mengatakan persiapan roadmap (peta jalan) implementasi Industri 4.0 atau Making Indonesia 4.0 akan menjadi suatu landasan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

“Kegiatan ini untuk memberikan masukan kepada pemerintah di era persaingan usaha dan industri global, ini akan menjadi landasan pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepan,” ucap Rante.

Ia menambahkan,industri 4.0 berbicara tentang implementasi teknologi automasi dan pertukaran data dalam bidang industri. Ada lima teknologi utama yang menopang implementasi Industri 4.0, yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, Human–Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing. “Lima teknologi tersebut sangat penting.

Di Indonesia, fenomena IR 4.0 memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia dan menjadi salah satu cara untuk mempercepat pencapaian visi Indonesia untuk menjadi 10 ekonomi terbesar di dunia.

Hingga tahun 2016, industri manufaktur berkontribusi sebesar 20 persen PDB Indonesia dan membuka lebih dari 14 juta lapangan pekerjaan,” jelasnya

Berkat kuatnya belanja konsumen kita yang berkontribusi hingga 50 persen dari PDB, lanjut Rante, ekonomi Indonesia telah bertumbuh enam kali lipat dalam kurun waktu 17 tahun dan mencapai angka lebih dari US$ 1 triliun pada tahun 2017 serta telah berhasil berubah dari ekonomi berbasis sumber daya alam menjadi ekonomi yang berbasis sektor yang lebih bernilai tambah.

Indonesia juga sedang menikmati periode bonus demografi, berkat banyaknya populasi penduduk berusia muda dan masuk dalam rentang produktif. “Selain menciptakan lapangan kerja baru, implementasi Industri 4.0 di Indonesia harus memastikan pertumbuhan secara inklusif, yang melibatkan seluruh lapisan ekonomi masyarakat,” tandas Sekjend ISMEI. Dihadapan sekitar 300 mahasiswa fakultas ekonomi seluruh Indonesia tersebut,

Rante berharap kegiatan konsolidasi tahunan ini dapat menghasilkan rumusan program ekonomi yang bisa bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat. “Kita berharap dengan kegiatan ini bisa menghasilkan rumusan program ekonomi,sekaligus bisa memberikan masukan kepada pemerintah di era persaingan usaha dan industri global,” pungkasnya.(*)

Laporan     : Nurulyadi

Editor         : Indra H Piliang


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close