LIMAPULUH KOTASUMBAR

Kadis PUPR Yunire Yunirman Imbau Warga Limapuluh Kota Rawat Hasil Pembangunan

KARIMUNTODAY.COM, LIMAPULUH KOTA  – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lima Puluh Kota melaksanakan Talkshow di 98,2 FM Radio Safasindo, Kamis (8/01/2019) guna menyampaikan informasi kepada masyarakat terutama mengenai Kabupaten Lima Puluh Kota. Kali ini yang menjadi narasumber yaitu Yunire Yunirman, ST, M.Si Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lima Puluh Kota.

Talkshow kali ini membahas mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan Dinas PUPR di tahun 2019, dimana Kadis PUPR menyebutkan terdapat 5 bidang teknis diantaranya bidang marga jalan jembatan Kabupaten Kota, bidang cipta karya pembangunan perkantoran, bidang drainase , bidang penata ruang dan bidang pertanahan.

Dalam Talkshow Kadis PUPR juga menjelaskan langkah-langkah perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, dimana Dinas PUPR memiliki Musrembang guna untuk menampung aspirasi masyarakat tentang apa yang ingin diagendakan, dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Kemudian Kadis PUPR juga memaparkan bahwa tidak semua jalan di Lima Puluh Kota adalah jalan Kabupaten, karena ada 3 kelas jalan, diantaranya jalan nasional menghubungkan Provinsi dangan Provinsi, seperti Payakumbuh sampai batas Riau, wewenangnya yaitu Kementerian PUPR, kemudian jalan Provinsi menggubungkan Kabupaten ke Kabupaten, dari batas Agam ke Limapuluh Kota, seperti Piladang, Kototinggi, wewenangannya adalah Provinsi, dan jalan Kabupaten menghubungkan kecamatan dan kecamatan.

” Untuk jalan Kabupaten dimana wewenangnya adalah Limapuluh Kota baru sekitar 39% yang kondisinya baik, jadi masih banyak jalan yang rusak disebabkan karena keterbatasan anggaran, maka dari itu kita harus banyak bersabar untuk masalah-masalah jalan yg ditemui” ujar Yunire

Diakhir talkshow Kadis PUPR menghimbau masyarakat, karena peningkatan dan pembangunan jalan sangat mahal, bertahap dan perlahannya pembangunan jalan, maka hal yang harus dilakukan adalah dirawat, misalnya membersikan saluran air, seperti got di depan rumah, hal ini agar air tidak melimpah ke jalan, sehingga bisa mencegah rusaknya jalan karena air.” Ujarnya (*/r)

Laporan   : Wahyu Uliadi

Edior        : Indra H Piliang


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close