PADANGSUMBAR

Kakanwil Apresiasi Pemberdayaan Ekonomi Syariah di Lingkungan Pondok Pesantren

KARIMUNTODAY.COM, PADANG — Pesantren merupakan institusi yang melekat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam sistem sosial masyarakat Muslim Indonesia. Sejak dari awal berdirinya, pesantren memberi kontribusi yang sangat besar bagi Indonesia. Tidak hanya dalam mencetak para kader ulama saja, pesantren ikut serta dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa bahkan ikut serta dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Di era modern saat ini, peran pesantren makin dirasakan keberadaannya dalam struktur sosial masyarakat Yakni dalam sektor perekonomian. Keberadaan Pesantren ikut membantu Pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama yang berada di sekitar pondok pesantren. Hal inilah yang menjadi motivasi diadakan nya Forum Pemberdayaan Ekonomi Syariah di Lingkungan Pondok Pesantren pada hari Kamis, 28 Februari 2019 di Hotel Premier Basko, Padang.

Kegiatan ini diangkatkan oleh Direktorat Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya pada Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari adanya Nota Kesepahaman (MoU) 6 Kementerian. Yakni Menteri Agama, Menteri Pertanian, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah serta menteri dalam negeri.Nara sumber pada kegiatan ini adalah Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Bapak H Hendri, S.Ag, M.Pd. Kepala Bank BI Sumbar, Kepala Kesbangpol Sumbar, tim dari Kemendagri dan Mas Sito Owner Raja Gerobak.com.

H. Hendri selaku Kepala Kanwil Kemenag Sumbar menyampaikan bahwa dari 211 Pondok Pesantren yang ada di Sumbar, ada beberapa Pondok Pesantren yang SDH banyak melakukan kegiatan pemberdayaan ekonomi di lingkungan Pondok Pesantren. Diantaranya Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar di Tanjung Pati Kab Limapuluh Kota.

“Disana (PPM Al Kautsar) sudah ada Bank Wakaf Mikro Syariah, KOPPONTREN, Minimarket, Rumah Makan, Kantin, Pujasera, Ternak Lele, ternak ayam dan kebun singkong,” ungkapnya.

“Di Al Kautsar ini pemberdayaan ekonomi nya berjalan dengan cepat, dan sangat produktif,” tambahnya.

Sementara Kepala Bank BI Sumbar menyampaikan ke depan BI akan membuat program pemberdayaan ekonomi untuk pesantren di Sumbar.

“Saat ini yang SDH berjalan baru satu, yakni pembinaan usaha loundry di Diniyah Putri Padang Panjang,” ungkapnya.

Selanjutnya Mas Sito Owner Raja gerobak.com banyak memberikan motivasi agar Pondok Pesantren memiliki unit-unit usaha, seperti gerobak-gerobak keliling. “Usaha gerobak keliling ini sepertinya remeh, tapi untungnya bisa sangat besar, bahkan bisa milyaran,” katanya.(*)

Laporan   : Wahyu Uliadi

Editor       : Indra H Piliang


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close